- Beranda
- Stories from the Heart
Gadis Bingung dan Pengembara
...
TS
hujan.soresore
Gadis Bingung dan Pengembara

Quote:
INDEX
Its freezing outside ...
Merindukanmu juga, sangat merindukanmu
Dan semua itu karena mereka pandir!
Gue Fahrezi
The Barbietch
Sore hari yang dijanjikan
Cerah...?
Rapat Rakyat Indonesia
Seuntai Awan Kecil
Day by day pass away
Well, I Should Say Thanks or Terima Kasih?
Janji sama gue..
Seperti beruang gendut kuning dengan baju merah kekecilan
Penghuni The Gloomy
Ada Rindu di Sepotong Ubi Cilembu
Itu milik Ezra
Gadis Bingung dengan rantai kacamata menjuntai
Ingin Bertemu Cerah
Pelangi di Senja Hari Bulan November
Candu
Hari-hari Bertualang Tanpa Akhir
Hari Hitam Legam
Semesta Bertautan
Dia Hanya Berhenti Bermain
Di Bawah Hujan
Abhipraya
Diubah oleh hujan.soresore 17-02-2018 05:20
anasabila memberi reputasi
1
8.9K
66
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hujan.soresore
#33
Itu milik Ezra
Kami pulang ke Armidale dalam keheningan yang menenangkan dengan sekeranjang sayuran.
Aku membiarkan diri tenggelam dalam kenangan sepotong ubi cilembu. Ezra sangat membantu dengan diamnya. Mengetahuinya tetap di tempat yang sama dan nyaman dalam keheningan membuatku tenang.
“Good night,” katanya singkat menutup perjalanan wisata kami dari balik pagar hitam klasik.
Aku mengangguk dan mulai menjejakkan kaki bergantian di jalan setapak gadis kecil bertudung merah. Ku seret langkah langsung menuju kamar. Ini membuat Noah yang berpapasan denganku di mulut tangga mengernyitkan dahi.
“Its everything okay?” teriak Noah beberapa saat kemudian.
Biasanya aku memang selalu mampir ke dapur atau ruang tamu untuk menyapa semua orang sebelum naik ke kamar. Tapi tidak saat ini. Maaf Noah, menyapa diriku sendiri saja aku tak sanggup.
Bisa kurasakan semua beban turut jatuh bersamaku saat menghempaskan diri ke tempat tidur. Kamar ini sangat hening. Sampai bisa ku dengar dengan jelas derit gerbang klasik di luar sana.
Deritannya yang khas. Bukan milik siapapun yang tinggal di flat ini. Bukan milik tukang susu, bukan pengantar madu, bukan tukang kebun, bukan induk semang, bukan, bukan, bukan, bukan siapapun yang pernah ku dengar pernah melalui gerbang itu sebelumnya.
Itu milik Ezra.
Dari jendela bisa kulihat ia mulai menjejakkan langkah perlahan menapaki Mockingbird street menjauhi the gloomy. Lalu, entah mengapa hatiku sakit. Sangat sakit.
Aku membiarkan diri tenggelam dalam kenangan sepotong ubi cilembu. Ezra sangat membantu dengan diamnya. Mengetahuinya tetap di tempat yang sama dan nyaman dalam keheningan membuatku tenang.
“Good night,” katanya singkat menutup perjalanan wisata kami dari balik pagar hitam klasik.
Aku mengangguk dan mulai menjejakkan kaki bergantian di jalan setapak gadis kecil bertudung merah. Ku seret langkah langsung menuju kamar. Ini membuat Noah yang berpapasan denganku di mulut tangga mengernyitkan dahi.
“Its everything okay?” teriak Noah beberapa saat kemudian.
Biasanya aku memang selalu mampir ke dapur atau ruang tamu untuk menyapa semua orang sebelum naik ke kamar. Tapi tidak saat ini. Maaf Noah, menyapa diriku sendiri saja aku tak sanggup.
Bisa kurasakan semua beban turut jatuh bersamaku saat menghempaskan diri ke tempat tidur. Kamar ini sangat hening. Sampai bisa ku dengar dengan jelas derit gerbang klasik di luar sana.
Deritannya yang khas. Bukan milik siapapun yang tinggal di flat ini. Bukan milik tukang susu, bukan pengantar madu, bukan tukang kebun, bukan induk semang, bukan, bukan, bukan, bukan siapapun yang pernah ku dengar pernah melalui gerbang itu sebelumnya.
Itu milik Ezra.
Dari jendela bisa kulihat ia mulai menjejakkan langkah perlahan menapaki Mockingbird street menjauhi the gloomy. Lalu, entah mengapa hatiku sakit. Sangat sakit.
Diubah oleh hujan.soresore 03-11-2017 06:19
0