Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#512
PART 35

Tubuh ku seperti terkena sebuah sengatan listrik yang amat hebat sesaat setelah membalas uluran tangan dari Mbak Nadia. Ntah kenapa seperti ada dua kekuatan yang sedang bergejolak di dalam tubuhnya. Mbak Nadia pun menatap tajam ke arah ku sembari mengeyitkan dahinya.. Mbak Silvi sadar ada sesuatu yang terjadi dengan kami. Dia pun meninggalkan temen temennya dan berjalan menghampiri kami.

" kamu kenapa dek " tanya mbak Silvi saat sudah berada di depan ku.

" anu mbak. Tadi tangan ku di gigit semut " jawab ku bohong.

Mana ada malam malam seekor semut di sebuah restoran yang bonafit.

" betul itu nad " tanya mbak Silvi lagi ke temennya kini.

" iya Sil " angguk mbak nadia pelan.

Mbak Silvi pun meninggalkan kami berdua dan kembali ke teman teman nya karena melihat tak terjadi apa-apa dengan kami.

" kamu punya ilmu ya dek " tanya mbak nadia saat mbak Silvi sudah menjauh dari kami.

" iya mbak. Kan dari Senin-sabtu agus sekolah " jawab ku garing atas pertanyaan yang di lontarkan mbak nadia..

PLETHAKKKKKK...

" aishhh.. Bukan ilmu yang itu dek " ucap mbak nadia kesal dengan wajah cemberut sembari menjitak kepala ku.

" aduhhh... Sakit mbak " gerutu ku sembari memijit mijit kepala ku yang tadi bekas di jitak mbak nadia.

" iya mbak. Dari kecil aku belajar ilmu ini " ucap ku lagi sembari masih memegang i kepala ku.

" mbak dah tau koq dek. Tubuh mbak seperti tersengat listrik saat berjabat tangan dengan mu tadi "

" seperti nya kekuatan yang ada di dalam dirimu, menolak untuk untuk bersentuhan dengan kekuatan hitam yang ada di dalam diriku. " ucap mbak nadia sembari melenguh pelan.

" mbak harus belajar buat menekan kekuatan jin hitam tersebut. Karena takut nya, suatu hari nanti kekuatan tersebut akan mencelakakan mbak " peringat ku ke mbak nadia.

" kamu bantu mbak ya dek. Mbak takut kalo suatu saat nanti kekuatan mbak ini akan melukai orang orang di sekitar mbak " ujar mbak dina dengan guratan guratan wajah penuh kegalauan.

" insya Allah, dengan senang hati aku akan membantu mbak nadia koq " balas ku sembari tersenyum ke arah mbak Nadya.

" ni dek no mbak 0812xxxxxxx. Jadi kita bisa mudah komunikasi kalo sewaktu waktu terjadi hal yang tak di inginkan pada mbak " ucap mbak Nadya seraya mengambil sebuah hp dari tas jinjing yang sedari tadi berada dalam genggaman tangan nya.

" ni mbak no agus.. 0813xxxxxxxx " balas ku sembari merogoh saku celana yang aku kenakan.

Ngomong ngomong soal nomor handphone, ada salah satu reader dari kaskus yang mengetahui nomor yang aku pakai sekarang. Sebut saja dia mbak xena. Mbak xena ini adalah ibu dari dua orang anak gadis yang sangat cantik. Sehari hari beliau mengajar di sebuah sekolah dasar yang terletak di desa sebelah. Sepulang ngajar, beliau pun masih menyempatkan diri membuka les private untuk anak anak yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Mbak xena ini tinggal di salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah.

Yang membuat mbak xena spesial adalah, beliau sering lelaku serta tirakat an seperti yang aku lakukan dari kecil. Hal ini semua tak bisa lepas dari pengaruh kedua eyang kekung nya yang menganut aliran kejawen Pang*stu serta Sapt*darmo. Semoga suatu hari nanti mbak xena bersedia buat membagi ceritanya di masa lampau yang sering melihat dan berinteraksi dengan berbagai macam "makluk tak Kasat Mata" kepada kita semua disini.

Dan yang terakhir, jikalau mbak xena membaca part ini, semoga mbak yang berada jauh disana sekeluarga, selalu dalam perlindungan serta limpahan rahmat Allah SWT..


Back to main story..

Setelah selesai bertukar nomer dengan mbak nadia, aku pun menghampiri sebuah grup mini orkestra yang tengah asyik mengiringi acara malam itu. Ku pinjam sebuah gitar akustik dari pemain mini orkestra tersebut. Dan aku pun lantas meminta kepada anggota grup yang lain agar mengikuti nada yang nanti akan aku main kan.

"ehmmmm.. Tes.... Tes..... Tes.... "

" mohon perhatian nya untuk mbak Silvi serta segenap tamu undangan malam ini " ucap ku dengan suara yang menggema.

Para undangan yang tadi asyik ngobrol satu sama lain pun kini mengalihkan pandangan nya ke arah ku. Tampak dari kejauhan, bang David dan temen temen nya melambaikan tangan agar aku segera turun dari panggung. Aku pun mengalihkan muka dan memilih fokus pada gitar yang kini berada di tangan ku.

" ijin kan lah aku malam ini menyumbangkan sebuah lagu di hari yang sangat spesial untuk mbak Silvi.. " ucap ku lagi sembari menunjuk arah mbak Silvi berada.

Mbak Silvi pun hanya menatap dan tersenyum ke arah ku.

Setelah selesai memberi arahan ke pemain orkestra yang lain, aku pun mulai memetik senar gitar ku kunci demi kunci.

JRENGGGG....



Hari ini hari yang kau tunggu
Bertambah 1 tahun usiamu
Bahagialah kamu
Yang kuberi, bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga atau puisi
Juga kalung hati
Maaf bukannya pelit atau ngga mau ngemodal dikit
Yang ingin aku beri padamu Doa
Setulus hati

Semoga tuhan melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu
Mudah-mudahan diberi umur panjang
Sehat selama-lamanya .. amin

(selamat ulang tahun yaa .. semoga panjang umur, sukses selalu)

selamat ulang tahun happy birthday ..



PLOKKKKK..... PLOKKKK... PLOKKKKK....

Bunyi tepuk tangan pun riuh terdengar membahana memenuhi seisi ruangan beberapa detik setelah petikan terakhir dari senar gitar ku. Aku pun berjalan menghampiri mbak Silvi dengan setangkai bunga mawar yang kini telah berada di tangan ku.

" bacalah bismillah. Tutup mata mbak Silvi. Dan berdoa lah agar di berikan jalan atas apa yang terjadi selama ini di hidup mbak Silvi "

" insya Allah hidup mbak Silvi akan lebih bahagia setelah malam ini " ucap ku saat sudah sampai di depan mbak Silvi dan menyerahkan setangkai bunga mawar yang tadi aku pegang.

Mbak Silvi pun menerima pemberian mawar dari ku dan tanpa di duga duga langsung memeluk tubuh ku disertai bulir bulir air mata yang jatuh menetes di pipi nya yang halus.

" makasih ya dek sudah memberi hadiah yang istimewa buat mbak. Kamu persis seperti yang David ceritakan selama ini. " ucap mbak Silvi sembari menangis sesenggukan di dalam pelukan ku.

Seketika itu pula aku rasakan hawa membunuh memenuhi seisi ruangan ini saat mbak Silvi memeluk tubuh ku tiba-tiba . Tampak pasang pasang mata yang menatap tajam ke arah ku dan mbak Silvi..Novita yang tadinya memandang ku dengan jijik, ntah kenapa kini memandang ku dengan tatapan lain.

" lekas lah mbak lakukan seperti yang aku bilang tadi. Insya Allah semua harapan mbak Silvi akan terkabul setelah malam ini. Tentu nya dengan usaha yang keras dari mbak Silvi untuk menggapai nya " ucap ku tersenyum sembari melepas pelukan dari mbak Silvi.

Terus terang saja aku sudah gak kuat dengan hawa membunuh yang aku rasakan.. Apalagi Stella sedari tadi melotot tajam ke arah ku karena aku berpelukan dengan mbak Silvi..

Mbak Silvi pun persis melakukan seperti apa yang ku katakan tadi. Dia pun menutup matanya dan berucap sesuatu pelan yang samar samar bisa aku dengar apa yang menjadi doa dan harapan nya..

SLAPPPPPPPP...

Setengakai bunga mawar merah yang tadi di pegang kedua tangan mbak Silvi pun kini lenyap sesaat setelah mbak Silvi membuka mata nya dan selesai memanjatkan doa . Semua tamu undangan yang hadir malam itu pun membelalakkan mata melihat trik sulap yang barusan aku lakukan. Sebenarnya aku sama sekali tidak menggunakan trik sulap pada bunga mawar merah tersebut. Bunga mawar merah tersebut adalah hadiah spesial yang aku berikan di hari jadinya mbak Silvi.. Istilah nya seperti sabda pandhita ratu..

" dek koq bunga nya hilang " tanya mbak Silvi keheranan.

" bunga mawar merah itu adalah hadiah spesial dari ku buat mbak Silvi. Meski aku baru kenal mbak Silvi, aku tau koq kalo mbak Silvi menjalani hidup yang sangat berat selama ini. "

" bunga mawar merah tadi berisi doa dan harapan dari ku untuk hidup mbak Silvi kelak. Jadi bunga tadi akan otomatis hilang kalo doa dan harapan mbak Silvi sesuai dengan apa yang aku ucapkan " bisik ku di telinga mbak Silvi.

" ya Allah dek. Makasih banyak ya " ucap mbak Silvi sembari kembali menangis sesenggukan dan memeluk erat tubuh ku.

CEKITTTTT.....

Sebuah cubitan mendarat di lengan ku hingga membuat ku terpaksa melepas kan pelukan dari mbak Silvi. Tampak kini Stella berada di samping ku dan melotot tajam ke arah ku..

" kakak genit " ucap Stella sembari menggelandangku untuk ikut dengan nya sesaat setelah pelukan ku terlepas dari tubuh mbak Silvi.

" adek cemburu ya " goda ku ke Stella..

" auu... Ahhhh.. " balas Stella sembari berkacak pinggang dan memalingkan muka nya.

Aku pun lantas membelai rambut Stella dari belakang agar adek ketemu gdhe ku tidak ngambek lagi.. Tak selang berapa lama, dia pun memalingkan muka nya dan kembali menatap wajah ku.

" kak agus koq pelukan sama mbak Silvi sih. Kan udah punya mbak reni " protes Stella yang seperti nya tak terima kalo aku berpelukan dengan mbak Silvi..

" dek, bukannya aku lupa sama Reni. Mbak Silvi tuh selama ini sudah menjalani hidup yang amat berat. Jadi apa salah nya kakak memberikan motivasi serta dorongan buat hidup nya di hari jadinya " ucap ku sembari tersenyum ke arah Stella.

Stella pun hanya diam menunduk mendengar penjelasan ku dari ku. Aku pun memegang dagunya dan menengadahkan nya keatas agar bisa bertemu pandang dengan ku..

" dek, lihat kedua bola mata Kakak. Apa tampak sebuah kebohongan di mata kakak. Hati kakak cuma buat reni dek " ucap ku lagi meyakinkan Stella..

" he. Hehehe.. Iya... Kak agus gak bohong koq " jawab Stella cengar cengir..

Aku pun menyentil hidung Stella karena geram dengan tingkah nya ini.. Saat asyik bercengkrma dengan Stella,, samar samar terdengar suara langkah kaki berjalan mendekati kami..

" dek, maafin sikap kakak tadi " ucap pemilik suara langkah kaki tersebut yang ternyata Novita..

Ekspresi Stella pun berubah ke mode yandere saat melihat Novita berada di depan ku... Namun aku menarik Stella agar, berdiri di belakang ku saja..

" gpp mbak. Aku sadar koq kalo aku berbeda sama mbak Novita dan semua yang ada disini. Aku juga sudah terbiasa mendapat perlakuan seperti yang tadi mbak Novita lakukan " balasku sembari tersenyum menatap wajah mbak Novita..

" dek, jangan ngomong gitu. Kan mbak sudah minta maaf " ucap mbak Novita lagi dengan perasaan bersalah..

Stella yang tadi aku tahan di belakang ku, tiba-tiba saja berontak dan ingin melampiaskan segala amarah nya.. Namun aku buru buru menahan nya karena tak ingin merusak acara mbak Silvi malam itu. mungkin Stella gak terima dengan ucapan maaf dari mbak Novita..

" gpp mbak. Mbak gak perlu merasa bersalah koq. Aku juga tau kalo hidup mbak Novita gak kalah berat dengan hidup yang mbak Silvi jalani " ucap ku keceplosan.

Mbak Novita pun terbengong mendengar celotehan dari ku tadi.. Tampak dia kini mengenyitkan dahi keheranan dari mana aku bisa tau rahasia hidupnya...

" jadi kamu seperti nadia dek " ucap mbak Novita yang seperti sudah tersadar akan kelebihan yang aku miliki.

" alhamdulillah, kelebihan yang aku miliki, sedikit di atas mbak nadia mbak nov " balasku merendah.

" jadi bunga mawar yang tiba-tiba menghilang saat di pegang Silvi itu juga ulah kamu " tanya mbak Novita lagi kepo.

" iya mbak. Itu hadiah spesial dari ku untuk hari spesial mbak Silvi " ucap ku tersenyum..

" mbak juga mau dek hadiah kayak gitu " pinta mbak Novita kini dengan mata yang berbinar binar.

" insya Allah, kalo nanti aku di undang di hari spesial mbak Novita, aku akan memberikan hadiah yang lebih spesial dari hadiah yang ku berikan ke mbak Silvi malam ini " ucap ku mengiyakan keinginan mbak Novita.

" makasih banyak ya dek. Meski mbak udah jahat ma kamu, tapi kamu tetap peduli sama mbak " ucap mbak Novita tertunduk.

" hei mbak Novita, sesuatu yang buruk tak harus di balas dengan keburukan juga koq " sergah ku menolak pandangan mbak Novita yang terlalu skeptis.


Mbak Novita hanya tertunduk mendengar ucapan dari ku. Stella yang sedari tadi usrek di belakang ku kek kucing mau kimpoi, sepertinya juga sudah mulai bisa bersikap sedikit lebih tenang..

Karena terlalu banyak minum malam itu( jus jeruk gan. Aku gak doyan yang namanya cukrik, arak, tuak, jack dani*ls atau t*pi miring) aku pun merasakan ada yang ingin mendesak keluar dari agus jr. Aku pun lantas undur diri ke Stella dan Novita untuk pergi sebentar ke toilet...

WUSHHHHHHH......

Hawa dingin tiba-tiba saja menyerang tubuh ku saat aku berjalan melewati dapur. Ntah kenapa waktu mau ke toilet, aku malah nyasar masuk ke lorong yang terletak di tengah tengah restoran tersebut...sebuah lorong yang terhubung dengan sebuah dapur.. Aku pun memperhatikan sekeliling dapur tersebut untuk memastikan apa yang membuat tubuhku merasakan hawa dingin yang tak wajar.


ALLLAHHUUUU... AKBAR....

tampak di pojokan dapur tersebut, sebuah makhluk tinggi besar dengan lidah yang menjulur panjang menatap tajam ke arah ku. Seperti makhluk tersebut menyadari kehadiran ku disitu.. Sesekali makhluk tersebut mengeluarkan air liur dan jatuh ke dalam wadah makanan yang ada di bawah nya..

Beberapa meter tak jauh dari makhluk tinggi besar tadi berdiri, ada lagi maklum kerdil mirip monyet yang menjilati setiap piring yang sehabis di cuci bersih..

Aneh nya, tukang cuci piring tadi tak merasakan keberadaan makhluk yang sedari tadi berada di sebelah nya dan menjilati semua piring yang sudah di cuci bersih oleh nya...
Diubah oleh agusk1988 02-11-2017 21:45
wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.