Kaskus

Entertainment

  • Beranda
  • ...
  • The Lounge
  • Lion Air Group Bangun Fasilitas MRO, BAT Persiapkan Sertifikasi EASA

official.lion.air.groupAvatar border
TS
official.lion.air.group
Lion Air Group Bangun Fasilitas MRO, BAT Persiapkan Sertifikasi EASA
Sesuai dengan postingan sebelumnya di siniyang membahas tentang Lion Group membangun Batam Aero Technic (BAT), yaitu sebuah fasilitas maintenance repair overhaul (MRO) dengan total area 28 hektare di Batam, Kepulauan Riau. Fasilitas ini nantinya akan digunakan sebagai hangar untuk pemeliharaan dan perawatan pesawat, serta fasilitas untuk melakukan pengetesan pesawat. Sejalan dengan hal itu, Batam Aero Technic sedang mempersiapkan sertifikasi dari European Aviation Safety Agency atau sering disebut dengan “EASA”.

Lion Air Group Bangun Fasilitas MRO, BAT Persiapkan Sertifikasi EASA
Sertifikasi EASA merupakan sebuah keharusan bagi setiap perusahaan yang menyelenggarakan perawatan pesawat. Dan dalam hal ini, Batam Aero Technic dalam proses mendapatkan sertifikasi dari EASA agar pesawat-pesawat Lion Air Group bisa mengudara di Eropa dan sekitarnya. Untuk Kaskuser yang belum tau nih, setiap jenis pesawat memiliki contract agreement dengan sertifikasi tertentu. Contoh lainnya pesawat ATR, ada contract agreement dengan ATR yang sifatnya konsinasi. Oleh karena itu minimum perusahaan MRO harus bersertifikasi FAA. Misalnya sertifikasi FAA adalah approval dari Boeing, sementara sertifikasi EASA harus ada approval dari Airbus. Di Indoensia sendiri, perusahaan MRO seperti GMF (Garuda Maintenance Facilities) sudah mengantongi sertifikasi dari EASA.

Untuk bisa mengantongi sertifikat EASA Lion Group harus melakukan banyak peningkatan. Seperti yang diketahui bahwa sertifikasi dari Eropa lebih kompleks ketimbang FAA, salah satu contonnya adalah kerapian ruangan. Kemudian untuk aturan, banyak perbedaan antara sertifikat FAA dengan EASA, salah satu requirement EASA yang perlu dipikirkan, seperti hanggar harus tertutup full. Harus ada pintunya, sementara FAA berlawanan dengan ketentuan tersebut. Sampai saat ini BAT belum tergabung dalam asosiasi Indonesian Aircraft Maintenance Shop Association (IAMSA). Oleh sebab itu ke depannya Lion Group berupaya agar bisa maju dan menyaingi kompetitornya yaitu GMF AeroAsia. Sementara hal yang sangat mencolok membedakan antara BAT Dan GMF adalah pada sisi engine test, Batam Aero Technic lebih maju dari pada GMF, karena GMF belum didukung untuk melakukan hal tersebut.

Sebagai informasi, GMF juga mendapatkan sertifikasi berkelanjutan dari EASA (Europe Aviation Safety Agency), CASA (Civil Aviation Safety Authority) Australia, dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia. GMF juga telah mendapat sertifikasi AMTO (Approved Maintenance Training Organization) 147 dari EASA dan satu-satunya Airbus Remote Training Center (ARTC) di dunia. BAT yang beroperasi sejak 2014 merupakam pusat perawatan dan perbaikan meliputi Aircraft Service, Engine Service, Landing Gear Service, dan Component Service, yang dibangun oleh Lion Air Group di atas lahan seluas 40.000 meter persegi.

Hingga saat ini hanggar BAT dapat menampung 12 pesawat narrow body dan 4 pesawat wide body secara bersamaan. MRO yang berada di bawah naungan Lion Air Group ini dapat mengakomodasi beberapa tipe pesawat seperti Boeing 737-300/400/500/600/700/800/900 ER, ATR 72-500/600, dan DHC 8. Ke depan BAT juga akan mampu melayani pesawat dengan tipe A320 NEO dan CEO, A330, Boeing 737 MAX, dan Eurocopter E3135.
Diubah oleh official.lion.air.group 19-10-2017 16:34
zharkiAvatar border
zharki memberi reputasi
1
2.2K
11
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread104.7KAnggota
Tampilkan semua post
azhima007Avatar border
azhima007
#12
Quote:



Sabar dek beluman kali
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.