Kaskus

Story

hujan.soresoreAvatar border
TS
hujan.soresore
Gadis Bingung dan Pengembara
Gadis Bingung dan Pengembara



Quote:


INDEX

Its freezing outside ...

Merindukanmu juga, sangat merindukanmu

Dan semua itu karena mereka pandir!

Gue Fahrezi

The Barbietch

Sore hari yang dijanjikan

Cerah...?

Rapat Rakyat Indonesia

Seuntai Awan Kecil

Day by day pass away

Well, I Should Say Thanks or Terima Kasih?

Janji sama gue..

Seperti beruang gendut kuning dengan baju merah kekecilan

Penghuni The Gloomy

Ada Rindu di Sepotong Ubi Cilembu

Itu milik Ezra

Gadis Bingung dengan rantai kacamata menjuntai

Ingin Bertemu Cerah

Pelangi di Senja Hari Bulan November

Candu

Hari-hari Bertualang Tanpa Akhir

Hari Hitam Legam

Semesta Bertautan

Dia Hanya Berhenti Bermain

Di Bawah Hujan

Abhipraya



Diubah oleh hujan.soresore 17-02-2018 05:20
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
8.9K
66
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
hujan.soresoreAvatar border
TS
hujan.soresore
#27
Janji sama gue..
Aku tersenyum bahagia di pojokan café kecil di ujung dunia ini.

Merayakan kesuksesan Arin meraih nilai A, meskipun minus tapi sudah termasuk yang tersukses di kelasnya.

Aku bahagia ingat awal kebersamaan kami.

Saat dipertemukan di kamar yang sama oleh sistem random petugas asrama pada masa awal kuliah semester satu di kampus Ciputat tercinta. Lalu kami pindah ke kamar di kost-an yang sama saat semester akhir.

Berpisah sebentar karena tuntutan pekerjaan masing-masing lalu kami memutuskan berkomitmen untuk sama-sama memenangkan beasiswa dari pemerintah benua terkecil ini.

Aku ingat luapan ekspresi bahagia kami saat sama-sama dikabarkan lulus oleh pihak kampus. Kami berpelukan sambil menangis bahagia di bawah hujan yang menari tarian gerimis.

Arin pulang lebih dulu, tepat waktu, delapan belas bulan menyelesaikan gelar masternya.

“Cerah, lu sayang gue kan?” pertanyaan Arin mengaggetkanku saat kami berbaring bersisian di tempat tidurnya yang sempit.

Tidak kujawab, hanya menatap jauh kematanya yang teduh.

“Janji sama gue lu ga akan pernah sedih karena fahrezi lagi,” ujarnya tiba-tiba.

Lalu ada jeda diantara kami, jeda yang sangat panjang.

Arin tahu pasti, dia lekat dalam ingatan, mengekor di belakang sudut mata. Dia, Fahrezi.

“Janji sama gue sampe di rumah, terima lamaran Nanda. Nikah terus bikin anak yang cerdas dan berkualitas banyak-banyak,” ujarku memecah keheningan.

Tak lama kemudian bisa kurasakan lutut Arin mendarat mulus di sudut pinggang menyisakan rasa sakit yang bergerak simultan ke pusat saraf.
Diubah oleh hujan.soresore 03-11-2017 02:11
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.