- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#484
PART 34
Sesaat setelah aku mengambil novel ponari and the celup stone, aku pun menyandarkan punggung ku di ranjang yang di pake Stella tidur agar posisi duduk ku lebih nyaman. Tak berapa lama, Stella pun ikut bersandar dan kini telah duduk di sebelah ku..
" kak agus " ucap Stella sambil memutar mutar dua jari telunjuk nya.
" iya dek, ada apa " balas ku sembari menutup novel yang tadi telah ku buka dan ku baca beberapa paragraf nya.
" anu kak,,, Stella boleh nanya gak " ujar Stella ragu.
" boleh saja dek silahkan. Kalo bisa pasti kakak jawab " jawab ku di sertai sebuah senyuman untuk nya.
" cinta itu apa sih menurut kak agus " tanya Stella polos.
" apa ya dek. Susah buat mendeskripsikan nya "
" Cinta itu menurut kakak adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai,
Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apapun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaan yang didalam sanubari lubuk hati yang terdalam yang bisa membawa kita melayang kedunia Fana yang penuh dengan angan angan indah " jawab ku panjang lebar.
" yang pasti kalo kita sedang jatuh cinta sama seseorang, semua hal yang menyangkut orang tersebut, akan sangat berpengaruh buat kehidupan kita sehari hari " tambah ku lagi.
" berarti sama seperti yang ku rasakan sekarang dong kak " ucap Stella lagi dengan lugu nya.
" lho adek jatuh cinta sama siapa, kok bang David gak pernah cerita " tanya ku kini penasaran.
" hemppphhh... Itu kak..... " ucap kak Stella tertahan.
" koq gak di terusin dek. Malu ya sama kak agus " godaku ke Stella.
" itu kak, aku jatuh cinta dan sayang sama kak agus " jawab Stella dengan muka memerah.
" kakak juga sayang koq sama adek. Stella dah kuanggap seperti adek perempuan ku sendiri. Tapi maaf, kak agus gak bisa membalas cinta dari kamu dek ".
" kak agus sudah punya seseorang spesial yang mengisi setiap relung jiwa dan telah terpatri di ruang hati nya kak agus yang paling dalam " ucap ku sembari memeluk tubuh Stella dan mengelus pelan rambut nya yang halus.
Ntah kenapa Stella bisa menerima ucapan ku. Tak tampak sama sekali kekecewaan di guratan guratan wajahnya meski aku sudah menolak perasaan nya secara halus. Dia pun mendekap erat tubuh ku untuk menikmati semua momen yang mungkin tak kan terulang lagi.
" gpp koq kak. Bang David dah cerita kalo kak agus udah punya kekasih hati di sekolah "
" kak reni ya namanya " ucap Stella sembari melepas pelukan nya dari tubuh ku.
Aku pun hanya mengangguk tanpa membalas ucapan nya.
" Meski kak agus gak bisa membalas perasaan Stella, tapi Stella seneng karena kak agus juga sayang sama Stella"
" dan Stella pengen, rasa sayang kak agus itu gak akan hilang seiring berjalan nya waktu " ucap Stella kini diiringi dengan sebuah senyuman dari bibir manisnya.
" insya Allah dek, sampai kapanpun kak agus akan menyayangi Stella " ujar ku sembari membalas senyum yang ia berikan.
Stella pun mengangguk dan kembali memeluk tubuh ku dengan erat. Aku pun membelai rambut nya, berharap dia tau, setiap belaian yang aku berikan, terselip sebuah doa dan harapan untuk dirinya kelak.
Saat masih asyik berpelukan dengan Stella, sayup sayup aku dengar langkah kaki yang semakin mendekat ke arah kamar Stella..
" lu ngapain berpelukan sama adek gw gus " ucap bang David kesal sembari melepaskan pelukan kami.
" ihh abang apaan sih. Stella koq yang meluk kak agus duluan " protes Stella atas tindakan abang nya.
" tenang bang. Aku gak macem macem koq sama Stella. Aku juga sayang sama dia. Karena dia dah ku anggap kayak adek ku sendiri " terang ku ke bang David.
" jadi si agus dah tau perasaan lu stell " tanya bang David sembari menatap wajah adek nya.
" iya bang sudah " angguk Stella.
" makasih gus lu dah care sama adek gw. Sebenarnya kemaren udh gw larang ni cewek buat nyata in perasaan nya ke elu. Eh emang dasar ni anak yang bandel " ucap bang David seraya menoyor kepala Stella.
" bang, gak boleh maen fisik sama cewek " balas ku sembari mengelus kepala Stella yang tadi ditoyor bang David.
" yey... Gini dong bang. Kalo jadi cowok tuh kayak kak agus. Melindungi kaum perempuan "
" gak kayak abang yang jahilin Stella mulu " sentil Stella ke abang nya sembari menjulurkan lidah nya.
" adek. Gak boleh ngomong gitu ahh ke abang nya. Kita kan punya cara masing-masing buat menunjukkan rasa sayang kita ke adek "
" jadi adek gak boleh membandingkan kita satu sama lain" tegur ku ke Stella.
" tuh dengerin kakak baru ketemu gedhe lu " sahut bang David sembari menunjuk ke arah ku.
Stella pun kembali menjulurkan lidah nya tanpa menanggapi ucapan dari abang nya. Aku hanya hanya tersenyum melihat tingkah dua kakak beradik ini. Kami bertiga pun ngobrol di kamar Stella sampai lupa kalo sudah waktunya makan siang.
" nak ayo makan. Tuh udah Bunda masakin banyak menu di meja makan " ucap Bu Jasmin yang ntah kapan sudah berdiri di depan pintu.
Pintu kamar Stella sengaja aku minta agar dibiarkan tetap terbuka. Jadi bunda nya Stella tidak akan berfikir kalo aku akan akan berbuat yang macam macam ke Stella.
" iya bunda "
" iya bu "
" iya bunda " jawab kami serempak.
Kami pun keluar dari kamar Stella dan berjalan menuju ruang makan. Tampak kini di depan ku terpampang segala macam aneka masakan yang sangat menggugah selera. Bu Jasmin pun mempersilahkan kami duduk agar bisa segera bersantap makan siang.. Tanpa malu malu, aku pun segala mengambil segala macam makanan tadi dan menaruh nya di atas piring ku.
" lu kek orang gak makan setahun aja gus " sindir bang David ketika melihat porsi makan ku yang cukup besar.
" rejeki bang, gak boleh di tolak. Kualat ntar " jawab ku santai sembari asyik menikmati makanan yang berada di atas piring ku.
Bu Jasmin dan Stella hanya tersenyum di serta i gelengan kepala setelah mendengar jawaban dari ku.
" pak arman masih di kantor Bu " tanya ku ke Bu Jasmin karena tak melihat wujud pak arman ikut bersantap makan siang.
" biasa nak. Suami ibu pulang nya ntar sore habis ashar. Kalo lembur ya sampai malam " jawab bu Jasmin sembari memasukkan suapan terakhir nya.
" eh panggil Bunda saja ya nak kayak abang sama Stella. Kalo di panggil Ibu kesannya saya ini kayak Bu lurah saja " pinta Bu Jasmin kepada ku.
" iya tuh kak agus. Biar Bunda punya anak cowok lagi yang lebih berbakti dan tidak bikin beliau pusing tiap hari. " sahut Stella tertawa cekikikan sembari melirik ke arah abang nya.
PLUKKKK...
Sepotong ayam bumbu pedas pun di lempar kan bang David hingga tak sengaja mengenai mata Stella dan membuat Stella mengaduh karena merasakan perih. Spontan, aku pun menggandeng tangan Stella dan membawanya ke kamar mandi agar bisa membasuh matanya dengan air keran yang mengalir untuk menghilangkan bumbu pedas yang sedikit terciprat ke mata nya.
5 menit kemudian, kami pun kembali dengan Stella yang masih mengucek ucek mata nya yang sebelah kiri..
" abang keterlaluan. Kalo mata adek kenapa kenapa gimana " sungut Bu Jasmin kesal.
" bang David gak sengaja koq bu.. Eh Bun. ..saya juga sudah memberikan pertolongan pertama buat stella " ucap ku menenangkan Bu Jasmin.
" makasih kak agus " sahut Stella yang sepertinya sudah berhenti mengucek ucek mata nya yang sebelah kiri.
" sama-sama dek. Adek jangan nyalahin abang ya buat tadi. Dia gak ada maksud koq buat menciderai adek " pinta ku Stella.
Stella pun mengangguk dan tersenyum ke arah abang nya. Tapi sepertinya karena masih merasa bersalah, bang David tak berani sama sekali buat menatap wajah nya Stella.. Setelah kejadian yang menimpa Stella tadi, kami berempat pun mencukupkan makan siang kami sampai disitu. Inget gan, makan lah sebelum lapar, dan berhenti lah sebelum kenyang.
" gus, nanti malem ikut gw ya nongkrong bareng anak-anak. Kan malem minggu " ajak bang David saat kita sudah ngumpul di ruang keluarga.
" wah kan aku gak kenal sama teman teman bang David " tolak ku halus atas ajakan bang David.
Sebenarnya aku paling males keluar kalo malem selain karena ada urusan yang sangat penting.
" gampang, nanti gw kenalin " ucap bang David enteng.
Karena males yang namanya debat, akhirnya aku pun mengiyakan ajakan bang David, dengan catatan Stella boleh ikut dengan kami nanti. Ya jaga jaga saja, kalo waktu ketemuan nanti pada membawa pasangan masing-masing, kan aku masih bisa ngobrol sama Stella.
Setelah selesai sholat dhuhur jamaah bareng, aku pun pamit ke bu Jasmin dan yang lain untuk segera pulang ke rumah. Maklum, aku harus tidur siang dulu agar nanti pas nongkrong bareng teman nya bang David gak kelihatan norak karena dah ngantuk duluan.
Jam 14.00 aku sampai di rumah dan langsung merebahkan tubuh ku di atas ranjang.
Aku pun lantas mengambil hp ku yang berada di dalam tas untuk menanyakan kabar reni.
beberapa detik kemudian....
setelah beberapa kali smsan sama reni, aku pun langsung memejamkan mata ku.
Pukul 5 sore, ibu membangun kan ku karena tadi belum sholat ashar. Sambil nunggu waktu maghrib, aku pun berlatih olah pernapasan agar diriku bisa bertahan lebih lama di alam "mereka"
Selepas maghrib dan sholat isya, aku pun berpamitan ke ibu ku dan berangkat menuju rumah bang David. Sebuah kaos raglan anime di padu dengan celana Jeans Levis, aku kenakan malam itu. Tak lupa sebuah jaket mengakhiri penampilan ku. sekaligus sebagai pengusir dinginnya angin malam. .
" koq dandanan lu kek gitu gus " tanya bang David keheranan melihat penampilan ku malam itu.
" lho katanya mau nongkrong " jawab ku kebingungan.
" iye nongkrong. Tapi ini nongkrong nya di restoran. Kebetulan temen ku ada yang ulang tahun dan ngadain pesta " ucap bang David terbahak bahak.
" jancuk. Napa gak bilang langsung bang kalo pergi nya ke acara ulang tahun " sungut ku kesal karena merasa di permainkan oleh bang David.
" Sudah sudah. Tuh kan kak agus nya marah. Abang sih pake kerjain dia segala" omel Stella dari dalam dan berjalan menghampiri kami.
SUBHANALLAH...
Cantik sekali Stella malam itu. Sebuah gaun berwarna putih salju, nampak indah sekali memablut tubuhnya. Sepasang anting dengan rantai memanjang, semakin menambah kecantikan nya malam itu.
" adek cantik sekali "pujiku spontan karena terpesona melihat kecantikan Stella malam itu.
" makasih kak pujian nya " balas Stella dengan muka memerah.
Daripada bolak balik ke rumah, bang David pun akhirnya meminjam kan baju nya untuk ku pakai malam itu. Emang agak kebesaran sih. Tapi lebih baik daripada pada nanti aku datang malah kek badut Ancol karena salah kostum.
Setelah selesai berganti baju, kami bertiga pun berangkat memakai mobil yang di joki oleh bang David untuk menuju ke restoran yang di pakai acara ulang tahun. Karena malam minggu dan banyak yang menghabiskan malam di luar rumah, kami pun datang rada telat ke acara pesta nya.
Nampak bang riko dan bang aan telah menunggu kami di parkiran agar bisa masuk bersama ke dalam gedung..
"weits, keren lu gus kalo dandan kayak gini " ucap bang aan saat melihat ku keluar dari mobil nya bang David.
" ahh kerenan juga bang aan. Ya nggak stell "balas ku sembari melihat ke arah ke Stella..
" idih. Kerenan juga kak agus. Bang aan udah tua " jawab Stella cekikikan.
Njir mati lu bang kena headshot dari Stella..
Bang aan pun tertunduk lesu mendengar canda dari Stella..
Bang David pun mengajak kami memasuki gedung pesta dan mengenal kan aku ke empu nya pesta.
" vi, kenalin. Ini agus. Temen gw yang sering gw ceritain ke elu " ucap bang David memperkenalkan diri ku.
" Silvi dek. " ujar temen bang David sembari mengulurkan tangan nya.
" agus mbak. Dan selamat ulang tahun mbak Silvi. semoga kebahagiaan selalu menyelimuti hidup kakak "
" yang lalu biarlah berlalu, hari esok yang lebih cerah sedang menanti untuk kakak tapaki " bisik ku di telinga kak Silvi seraya membalas uluran tangan nya.
Kak Silvi pun mengeyitkan dahi mendengar bisikan dari ku.. Tak lama kemudian, air mata mata nya pun menetes . Semua yang hadir di situ pun langsung menatap tajam ke arah ku. Seolah olah aku lah penyebab Silvi menangis. (emang iya cuk. Dia menangis karena lu sudah mengintip apa yang terjadi di hidup nya selama ini, terus mengingatkan nya tadi).
"lho kamu kenapa nangis vi " teriak dua orang gadis dan berjalan mendekati ku dan kak Silvi.
Dua gadis tadi pun menatap ku aneh. Ntah apa yang dipikirkan mereka berdua...
" gpp koq nov. Lagi pengen aja "
" oh ya dek, kenalin ni tmen tmen sekolah kakak " ucap kak Silvi mengenalkan temen temennya padaku.
" novita " ucap gadis berbaju merah dengan tatapan jijik ke arah ku.
" agus kak " jawab ku tanpa menghiraukan tatapan nya.
Stella sepertinya sadar dengan arti tatapan dari novita. Dia pun lantas mendekati ku dan mengaitkan tangan nya di lengan ku. Dia seolah olah ingin bilang bahwa cowok yang lu anggap jijik ini adalah orang yang ku sayang. Novita pun langsung membuang muka setelah melihat spontanitas dari Stella. Aku pun membelai rambut Stella yang dibiarkan tergerai malam itu sebagai bentuk ucapan terima kasih karena telah membela ku.
" Nadya dek " ucap gadis yang berbaju ungu lebih ramah sembari mengulurkan tangan nya.
" agus kakkkkkk..."
DRTTTTTTTTTTT........
Sebuah getaran hebat, terasa di sekujur tubuh ku saat aku membalas uluran tangan dari Nadia.. Hingga membuat genggaman tanganku dengan nya terlepas karena tubuhku terasa seperti terkena sengatan listrik...
Sesaat setelah aku mengambil novel ponari and the celup stone, aku pun menyandarkan punggung ku di ranjang yang di pake Stella tidur agar posisi duduk ku lebih nyaman. Tak berapa lama, Stella pun ikut bersandar dan kini telah duduk di sebelah ku..
" kak agus " ucap Stella sambil memutar mutar dua jari telunjuk nya.
" iya dek, ada apa " balas ku sembari menutup novel yang tadi telah ku buka dan ku baca beberapa paragraf nya.
" anu kak,,, Stella boleh nanya gak " ujar Stella ragu.
" boleh saja dek silahkan. Kalo bisa pasti kakak jawab " jawab ku di sertai sebuah senyuman untuk nya.
" cinta itu apa sih menurut kak agus " tanya Stella polos.
" apa ya dek. Susah buat mendeskripsikan nya "
" Cinta itu menurut kakak adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai,
Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apapun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaan yang didalam sanubari lubuk hati yang terdalam yang bisa membawa kita melayang kedunia Fana yang penuh dengan angan angan indah " jawab ku panjang lebar.
" yang pasti kalo kita sedang jatuh cinta sama seseorang, semua hal yang menyangkut orang tersebut, akan sangat berpengaruh buat kehidupan kita sehari hari " tambah ku lagi.
" berarti sama seperti yang ku rasakan sekarang dong kak " ucap Stella lagi dengan lugu nya.
" lho adek jatuh cinta sama siapa, kok bang David gak pernah cerita " tanya ku kini penasaran.
" hemppphhh... Itu kak..... " ucap kak Stella tertahan.
" koq gak di terusin dek. Malu ya sama kak agus " godaku ke Stella.
" itu kak, aku jatuh cinta dan sayang sama kak agus " jawab Stella dengan muka memerah.
" kakak juga sayang koq sama adek. Stella dah kuanggap seperti adek perempuan ku sendiri. Tapi maaf, kak agus gak bisa membalas cinta dari kamu dek ".
" kak agus sudah punya seseorang spesial yang mengisi setiap relung jiwa dan telah terpatri di ruang hati nya kak agus yang paling dalam " ucap ku sembari memeluk tubuh Stella dan mengelus pelan rambut nya yang halus.
Ntah kenapa Stella bisa menerima ucapan ku. Tak tampak sama sekali kekecewaan di guratan guratan wajahnya meski aku sudah menolak perasaan nya secara halus. Dia pun mendekap erat tubuh ku untuk menikmati semua momen yang mungkin tak kan terulang lagi.
" gpp koq kak. Bang David dah cerita kalo kak agus udah punya kekasih hati di sekolah "
" kak reni ya namanya " ucap Stella sembari melepas pelukan nya dari tubuh ku.
Aku pun hanya mengangguk tanpa membalas ucapan nya.
" Meski kak agus gak bisa membalas perasaan Stella, tapi Stella seneng karena kak agus juga sayang sama Stella"
" dan Stella pengen, rasa sayang kak agus itu gak akan hilang seiring berjalan nya waktu " ucap Stella kini diiringi dengan sebuah senyuman dari bibir manisnya.
" insya Allah dek, sampai kapanpun kak agus akan menyayangi Stella " ujar ku sembari membalas senyum yang ia berikan.
Stella pun mengangguk dan kembali memeluk tubuh ku dengan erat. Aku pun membelai rambut nya, berharap dia tau, setiap belaian yang aku berikan, terselip sebuah doa dan harapan untuk dirinya kelak.
Saat masih asyik berpelukan dengan Stella, sayup sayup aku dengar langkah kaki yang semakin mendekat ke arah kamar Stella..
" lu ngapain berpelukan sama adek gw gus " ucap bang David kesal sembari melepaskan pelukan kami.
" ihh abang apaan sih. Stella koq yang meluk kak agus duluan " protes Stella atas tindakan abang nya.
" tenang bang. Aku gak macem macem koq sama Stella. Aku juga sayang sama dia. Karena dia dah ku anggap kayak adek ku sendiri " terang ku ke bang David.
" jadi si agus dah tau perasaan lu stell " tanya bang David sembari menatap wajah adek nya.
" iya bang sudah " angguk Stella.
" makasih gus lu dah care sama adek gw. Sebenarnya kemaren udh gw larang ni cewek buat nyata in perasaan nya ke elu. Eh emang dasar ni anak yang bandel " ucap bang David seraya menoyor kepala Stella.
" bang, gak boleh maen fisik sama cewek " balas ku sembari mengelus kepala Stella yang tadi ditoyor bang David.
" yey... Gini dong bang. Kalo jadi cowok tuh kayak kak agus. Melindungi kaum perempuan "
" gak kayak abang yang jahilin Stella mulu " sentil Stella ke abang nya sembari menjulurkan lidah nya.
" adek. Gak boleh ngomong gitu ahh ke abang nya. Kita kan punya cara masing-masing buat menunjukkan rasa sayang kita ke adek "
" jadi adek gak boleh membandingkan kita satu sama lain" tegur ku ke Stella.
" tuh dengerin kakak baru ketemu gedhe lu " sahut bang David sembari menunjuk ke arah ku.
Stella pun kembali menjulurkan lidah nya tanpa menanggapi ucapan dari abang nya. Aku hanya hanya tersenyum melihat tingkah dua kakak beradik ini. Kami bertiga pun ngobrol di kamar Stella sampai lupa kalo sudah waktunya makan siang.
" nak ayo makan. Tuh udah Bunda masakin banyak menu di meja makan " ucap Bu Jasmin yang ntah kapan sudah berdiri di depan pintu.
Pintu kamar Stella sengaja aku minta agar dibiarkan tetap terbuka. Jadi bunda nya Stella tidak akan berfikir kalo aku akan akan berbuat yang macam macam ke Stella.
" iya bunda "
" iya bu "
" iya bunda " jawab kami serempak.
Kami pun keluar dari kamar Stella dan berjalan menuju ruang makan. Tampak kini di depan ku terpampang segala macam aneka masakan yang sangat menggugah selera. Bu Jasmin pun mempersilahkan kami duduk agar bisa segera bersantap makan siang.. Tanpa malu malu, aku pun segala mengambil segala macam makanan tadi dan menaruh nya di atas piring ku.
" lu kek orang gak makan setahun aja gus " sindir bang David ketika melihat porsi makan ku yang cukup besar.
" rejeki bang, gak boleh di tolak. Kualat ntar " jawab ku santai sembari asyik menikmati makanan yang berada di atas piring ku.
Bu Jasmin dan Stella hanya tersenyum di serta i gelengan kepala setelah mendengar jawaban dari ku.
" pak arman masih di kantor Bu " tanya ku ke Bu Jasmin karena tak melihat wujud pak arman ikut bersantap makan siang.
" biasa nak. Suami ibu pulang nya ntar sore habis ashar. Kalo lembur ya sampai malam " jawab bu Jasmin sembari memasukkan suapan terakhir nya.
" eh panggil Bunda saja ya nak kayak abang sama Stella. Kalo di panggil Ibu kesannya saya ini kayak Bu lurah saja " pinta Bu Jasmin kepada ku.
" iya tuh kak agus. Biar Bunda punya anak cowok lagi yang lebih berbakti dan tidak bikin beliau pusing tiap hari. " sahut Stella tertawa cekikikan sembari melirik ke arah abang nya.
PLUKKKK...
Sepotong ayam bumbu pedas pun di lempar kan bang David hingga tak sengaja mengenai mata Stella dan membuat Stella mengaduh karena merasakan perih. Spontan, aku pun menggandeng tangan Stella dan membawanya ke kamar mandi agar bisa membasuh matanya dengan air keran yang mengalir untuk menghilangkan bumbu pedas yang sedikit terciprat ke mata nya.
5 menit kemudian, kami pun kembali dengan Stella yang masih mengucek ucek mata nya yang sebelah kiri..
" abang keterlaluan. Kalo mata adek kenapa kenapa gimana " sungut Bu Jasmin kesal.
" bang David gak sengaja koq bu.. Eh Bun. ..saya juga sudah memberikan pertolongan pertama buat stella " ucap ku menenangkan Bu Jasmin.
" makasih kak agus " sahut Stella yang sepertinya sudah berhenti mengucek ucek mata nya yang sebelah kiri.
" sama-sama dek. Adek jangan nyalahin abang ya buat tadi. Dia gak ada maksud koq buat menciderai adek " pinta ku Stella.
Stella pun mengangguk dan tersenyum ke arah abang nya. Tapi sepertinya karena masih merasa bersalah, bang David tak berani sama sekali buat menatap wajah nya Stella.. Setelah kejadian yang menimpa Stella tadi, kami berempat pun mencukupkan makan siang kami sampai disitu. Inget gan, makan lah sebelum lapar, dan berhenti lah sebelum kenyang.
" gus, nanti malem ikut gw ya nongkrong bareng anak-anak. Kan malem minggu " ajak bang David saat kita sudah ngumpul di ruang keluarga.
" wah kan aku gak kenal sama teman teman bang David " tolak ku halus atas ajakan bang David.
Sebenarnya aku paling males keluar kalo malem selain karena ada urusan yang sangat penting.
" gampang, nanti gw kenalin " ucap bang David enteng.
Karena males yang namanya debat, akhirnya aku pun mengiyakan ajakan bang David, dengan catatan Stella boleh ikut dengan kami nanti. Ya jaga jaga saja, kalo waktu ketemuan nanti pada membawa pasangan masing-masing, kan aku masih bisa ngobrol sama Stella.
Setelah selesai sholat dhuhur jamaah bareng, aku pun pamit ke bu Jasmin dan yang lain untuk segera pulang ke rumah. Maklum, aku harus tidur siang dulu agar nanti pas nongkrong bareng teman nya bang David gak kelihatan norak karena dah ngantuk duluan.
Jam 14.00 aku sampai di rumah dan langsung merebahkan tubuh ku di atas ranjang.
Aku pun lantas mengambil hp ku yang berada di dalam tas untuk menanyakan kabar reni.
Quote:
beberapa detik kemudian....
Quote:
Quote:
Quote:
setelah beberapa kali smsan sama reni, aku pun langsung memejamkan mata ku.
Pukul 5 sore, ibu membangun kan ku karena tadi belum sholat ashar. Sambil nunggu waktu maghrib, aku pun berlatih olah pernapasan agar diriku bisa bertahan lebih lama di alam "mereka"
Selepas maghrib dan sholat isya, aku pun berpamitan ke ibu ku dan berangkat menuju rumah bang David. Sebuah kaos raglan anime di padu dengan celana Jeans Levis, aku kenakan malam itu. Tak lupa sebuah jaket mengakhiri penampilan ku. sekaligus sebagai pengusir dinginnya angin malam. .
" koq dandanan lu kek gitu gus " tanya bang David keheranan melihat penampilan ku malam itu.
" lho katanya mau nongkrong " jawab ku kebingungan.
" iye nongkrong. Tapi ini nongkrong nya di restoran. Kebetulan temen ku ada yang ulang tahun dan ngadain pesta " ucap bang David terbahak bahak.
" jancuk. Napa gak bilang langsung bang kalo pergi nya ke acara ulang tahun " sungut ku kesal karena merasa di permainkan oleh bang David.
" Sudah sudah. Tuh kan kak agus nya marah. Abang sih pake kerjain dia segala" omel Stella dari dalam dan berjalan menghampiri kami.
SUBHANALLAH...
Cantik sekali Stella malam itu. Sebuah gaun berwarna putih salju, nampak indah sekali memablut tubuhnya. Sepasang anting dengan rantai memanjang, semakin menambah kecantikan nya malam itu.
" adek cantik sekali "pujiku spontan karena terpesona melihat kecantikan Stella malam itu.
" makasih kak pujian nya " balas Stella dengan muka memerah.
Daripada bolak balik ke rumah, bang David pun akhirnya meminjam kan baju nya untuk ku pakai malam itu. Emang agak kebesaran sih. Tapi lebih baik daripada pada nanti aku datang malah kek badut Ancol karena salah kostum.
Setelah selesai berganti baju, kami bertiga pun berangkat memakai mobil yang di joki oleh bang David untuk menuju ke restoran yang di pakai acara ulang tahun. Karena malam minggu dan banyak yang menghabiskan malam di luar rumah, kami pun datang rada telat ke acara pesta nya.
Nampak bang riko dan bang aan telah menunggu kami di parkiran agar bisa masuk bersama ke dalam gedung..
"weits, keren lu gus kalo dandan kayak gini " ucap bang aan saat melihat ku keluar dari mobil nya bang David.
" ahh kerenan juga bang aan. Ya nggak stell "balas ku sembari melihat ke arah ke Stella..
" idih. Kerenan juga kak agus. Bang aan udah tua " jawab Stella cekikikan.
Njir mati lu bang kena headshot dari Stella..
Bang aan pun tertunduk lesu mendengar canda dari Stella..
Bang David pun mengajak kami memasuki gedung pesta dan mengenal kan aku ke empu nya pesta.
" vi, kenalin. Ini agus. Temen gw yang sering gw ceritain ke elu " ucap bang David memperkenalkan diri ku.
" Silvi dek. " ujar temen bang David sembari mengulurkan tangan nya.
" agus mbak. Dan selamat ulang tahun mbak Silvi. semoga kebahagiaan selalu menyelimuti hidup kakak "
" yang lalu biarlah berlalu, hari esok yang lebih cerah sedang menanti untuk kakak tapaki " bisik ku di telinga kak Silvi seraya membalas uluran tangan nya.
Kak Silvi pun mengeyitkan dahi mendengar bisikan dari ku.. Tak lama kemudian, air mata mata nya pun menetes . Semua yang hadir di situ pun langsung menatap tajam ke arah ku. Seolah olah aku lah penyebab Silvi menangis. (emang iya cuk. Dia menangis karena lu sudah mengintip apa yang terjadi di hidup nya selama ini, terus mengingatkan nya tadi).
"lho kamu kenapa nangis vi " teriak dua orang gadis dan berjalan mendekati ku dan kak Silvi.
Dua gadis tadi pun menatap ku aneh. Ntah apa yang dipikirkan mereka berdua...
" gpp koq nov. Lagi pengen aja "
" oh ya dek, kenalin ni tmen tmen sekolah kakak " ucap kak Silvi mengenalkan temen temennya padaku.
" novita " ucap gadis berbaju merah dengan tatapan jijik ke arah ku.
" agus kak " jawab ku tanpa menghiraukan tatapan nya.
Stella sepertinya sadar dengan arti tatapan dari novita. Dia pun lantas mendekati ku dan mengaitkan tangan nya di lengan ku. Dia seolah olah ingin bilang bahwa cowok yang lu anggap jijik ini adalah orang yang ku sayang. Novita pun langsung membuang muka setelah melihat spontanitas dari Stella. Aku pun membelai rambut Stella yang dibiarkan tergerai malam itu sebagai bentuk ucapan terima kasih karena telah membela ku.
" Nadya dek " ucap gadis yang berbaju ungu lebih ramah sembari mengulurkan tangan nya.
" agus kakkkkkk..."
DRTTTTTTTTTTT........
Sebuah getaran hebat, terasa di sekujur tubuh ku saat aku membalas uluran tangan dari Nadia.. Hingga membuat genggaman tanganku dengan nya terlepas karena tubuhku terasa seperti terkena sengatan listrik...
Diubah oleh agusk1988 02-11-2017 01:59
myusuffebria525 dan 12 lainnya memberi reputasi
13


