Kaskus

Story

sikodir.kodirAvatar border
TS
sikodir.kodir
(Horror true story) Berawal dari penasaran hingga menjadi fatal
(Horror true story) Berawal dari penasaran hingga menjadi fatal

Prolog

heningkan cipta sejenak utk para pahlawan kita yg berjuang dan mempersembahkan kemerdekaan NKRI.

Quote:


Halo agan dan sista penghuni kaskus khususon di forum SFTH. Perkenalkan, nama gw Fadli Arya Putra (tentunya nama ada yg gw samarkan). Sebelumnya gw jg curcol di forum H2H, tp kali ini gw ingin berbagi kisah nyata yg gw jalani dan alami selama ini. Kenapa gw ngasih cover seperti gambar diatas?? Karena ada hubungannya dengan perjalanan hidup gw dan mengubah hidup gw (jauh dari agama). Kisah ini awal di mulai 16 tahun yg lalu. Atau lebih tepatnya di awal tahun 2001 hingga sekarang belum selesai. Semua berawal dari rasa penasaran hingga menjadi fatal. Mohon maaf jika tulisan dan bahasa gw amburadul. Karena gw bukan penulis. Disini gw hanya ingin berbagi kisah, berharap tidak ada yg mengalaminya selain gw. Jd gw mohon kaskuser yg membaca kisah nyata gw ini dengan bijak dan jgn asal nge-judge. Dan bagi yg kenal gw cukup diem aja.

*Nb : selama gw masih bisa update berarti gw masih selamat/hidup. Gw janji enggak bakalan kentang. Dan mohon tinggalkan jejak! emoticon-Cool


Quote:


side story
Quote:


cerita Diponegoro (cerita sampingan)
Quote:
Diubah oleh sikodir.kodir 06-12-2017 11:13
ayamnirvvana306Avatar border
al.galauwiAvatar border
ueki19Avatar border
ueki19 dan 34 lainnya memberi reputasi
33
773.2K
1.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
sikodir.kodirAvatar border
TS
sikodir.kodir
#299
Menunggu kematian
sebenarnya kisah ini ingin saya pendam, saya lupakan dan saya berharap ini hanya lah mimpi belaka. Tapi, sangat munafik bila saya berpikir demikian. Karena itu sama saja saya menganggap sahabat sahabat, istri dan semua yang terlibat seakan mereka itu tidak nyata. Alhm. Gina (isteri) semasa hidup yang mendorong diri saya untuk menceritakan kisah ini.

Quote:


Jangan lah ditiru, apa yg pernah saya lakukan jangan lah ditiru. Selain merugikan diri sendiri juga membuat orang yang menyayangi kita sedih dan kecewa. Disamping itu juga DOSA BESAR.

Depresi itu lah yg sya rasakan. Sepeninggal sahabat, yg saya lakukan lebih banyak berdiam diri di dalam rumah. Membuka laptop melihat kenangan bersama mereka, ingin rasanya saya menghapus semua yg ada, tp biar lah menjadi kenangan.

Quote:


Tepat jam 02.00 aku terbangun dari tidur karena mendengar suara isak tangis di dalam kamar. Saya pikir salah dengar, tp saya menyadari di kamar dan di dalam rumah ini cuma aku seorang. Kebetulan orang tua dan kakak sedang berada di luar kota.

Quote:


Tak ku sangka omongan saya dijawab suara tawa wanita melengking terdengar di telinga. Saya bersandar pada ujung ranjang. Mata saya mencari suara tawa di gelapnya kamar yg lampu memang saya matikan kalau tidur. Diri ini makin tambah kaget ketika selimut ku seperti ada yg menarik kebawah.

Quote:


Sejenak suara tawa yg td sya dengar hilang. Saya pikir hardikan ku cukup utk mengusirnya. Ternyata tidak !

Quote:


Kali ini yg saya dengar suaranya meninggi. Suara tawa nya seperti menertawai apa yg saya hardik barusan. Tidak mungkin saya mau berdebat ini rumah siapa, debat sama makhluk astral yg saya belum melihat keberadaannya ? saya rasa tidak ! saya masih waras.

Merasa ada ancaman di dalam kamar, saya lari keluar kamar ke arah ruang tamu, niatnya mau keluar rumah. Namun langkah ini terhenti karena di hadang. Di atas meja ruang tamu, yg tadinya cuma suaranya saja yg terdengar, sekarang saya melihat sosok nya di kedua mata sya. Dia melayang..tertawa menyeringai..tatapan matanya seakan berkata,

Quote:


perlahan saya mulai mundur. Keringat dingin mulai membanjiri muka ini. Membaca doa ? Sangat ingin saya bisa membacanya. Tp mulut dan tubuh ini tidak akan bisa menerimanya. Pingsan saja ? Saya merasa di posisi yg tidak menguntungkan. Andai kalian merasakan apa yg saya rasakan pasti sangat lah tau kondisinya. Pengecut ! Mungkin itu kata yg tepat buat saya. Selama ini saya menginginkan penampakan makhluk ghaib bukan ? Kenapa disaat sudah menjumpai nya seperti tidak ingin melihatnya ? Pengecut !

Lari ! Itu yg saya lakukan. Keluar dari rumah ini. Setidaknya di luar mungkin jauh lebih aman. Itu di pikiran saya.

Quote:


Sial...begitu keluar rumah saya mendapati pak satpam yg sedang patroli keliling komplek. Apa lg dia melihat sya dalam kondisi ketakutan. Pak satpam ini benar2 memperhatikan saya dari ujung rambut sampai kaki. Beliau merasa aneh dengan tingkah saya. Tp sya tidak mungkin menceritakan apa yg barusan saya alami. kalau pun sya bercerita, pasti dikira saya mengada-ada.

Alangkah kagetnya saya ketika melihat sosok itu sekarang melayang di atas sepeda motor pak satpam. Sosok yg tadi ada di dalam rumah sekarang meneror saya di luar rumah! Hingga membuat badan ini terjengkang kebelakang. Saya jatuh merangkak menjauhi ny. Tp yg di lihat pak satpam, saya menjauhi dirinya dengan wajah ketakutan. Saya sebisa mungkin mencoba berdiri kemudian berlari. Tp sebelum saya sampai bisa berlari, pak satpam langsung memegang saya dan membawa ke pos depan.

Kira kira waktu subuh keluargaku datang membawa saya pulang ke rumah. Pak satpam menjelaskan tingkah laku ku yg beliau lihat. Berbagai macam pertanyaan diarahkan ke saya. Tp percuma, kalau pun saya jelaskan, mereka pastinya tidak akan mempercayai nya.

Quote:


Mendengar ucapan kakak saya rasanya tidak percaya. Kurang lebih berarti saya dikatakan gila. Entah lah..mungkin ucapan kakak saya benar, benar kalau saya sudah gila. Suara adzan terdengar (normalnya bergegas lah ke masjid), tp saya langsung masuk kamar menutupi telinga karena terasa sedikit sakit.Ayah saya kembali ke pos satpam menanyakan sebenarnya apa yg di lihat sama pak satpam. Mungkin dipikirnya ayah saya, pak satpam belum menjelaskan keseluruhan.

Di dalam kamar, saya merenungkan diri saya sendiri. Tidak mengasihani diri ini tp berpikir sekarang saya sudah sendiri. Percuma kalau terus-terusan begini. Rasanya ingin semua ini segera berakhir. Mau menunggu mati ? Kapan ? Saya akan bikin lebih cepat ! Mata ini langsung melirik cairan penyemprot obat nyamuk. Saya buka saya tuangkan ke dalam minuman susu sisa semalam.

Quote:


Entah kesetanan apa yg jelas saya langsung meminumny dan kejang-kejang. Rasanya gak karuan. Perut dan tenggorokan rasanya kayak kebakar. Dari tenggorakan seperti ada yg mau keluar ke mulut.

Quote:


Sekilas pandangan melihat mulut saya terpasang alat. Entah alat apa yg jelas untuk mengeluarkan cairan obat penyemprot nyamuk yg saya minum. Tangan saya jg terpasang infus, hidung saya terpasang alat oksigen, dibawah perut terpasang selang utk buang urin. Mungkin saya tak sadarkan diri cukup lama. Yg jelas saya tau ini di rumah sakit. Lebih tepatnya di ruang ICU. Sebelum mata saya kembali terpejam, ternyata saya masih selamat.
Diubah oleh sikodir.kodir 31-10-2017 20:45
papahmuda099
rotten7070
rotten7070 dan papahmuda099 memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.