Kaskus

Story

beanilla93Avatar border
TS
beanilla93
Vanilla
Hai agan-sis semua.
Setelah sering jadi silent reader, kayanya asik juga kalau saya mencoba share cerita juga.

Cerita ini 'based on true story'. Tapi ya mungkin dengan sedikit modifikasi. hehehe

Tapi kalo cerita ini bukan selera agan-sis, atau agan-sis merasa ceritanya aneh,
And you feel like you can't stand to read it anymore silahkan cari cerita lain.
Nggak usah sumpah serapah ya.
Karna buat saya mereka yg sumpah serapah itu, pikirannya sempit, kosa katanya terbatas.
Bingung mau komentar apa, ujungnya malah ngata-ngatain emoticon-Lempar Bata

Comment, critics and question allowed ya emoticon-Big Kiss

Spoiler for Prolog:


Indeks :
Part 1. Prolog
Part 2. Selected memories

Part 3. MY hero
Part 4. His journey
Part 5. Restriction
Part 6. The results

Part 7. First year
Part 8. We're classmate!
Part 9. The class president
Part 10. Embarrassing youth - intermezzo
Part 11. Wrong thought?
Part 12. Boom!
Part 13. Aftereffects
Part 14. "Manner maketh man"
Part 15. Reunion
Part 16. Let it loose
Part 17. Those shoulders
Part 18. The sunrise
Part 19. Present
Part 20. Year 7th

Part 21. Tom and jerry
Part 22. Crown Prince
Part 23. Amnesia
Part 24. "Okay, let's do that"
Part 25. Jalan belakang(back street)
Part 26. The castle
Part 27. Story about a long night
Part 28. The storm
Part 29. War
Part 30. Gotcha!
Part 31. End

Part 32. Abege
Part 33. Story of nasi goreng
Part 34. The reason behind cold martabak
Part 35. He knew it(all the time!)
Part 36. The betrayal
Part 37. Revealing the truth
Diubah oleh beanilla93 16-03-2018 13:46
anasabilaAvatar border
chamelemonAvatar border
chamelemon dan anasabila memberi reputasi
2
20.2K
182
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
beanilla93Avatar border
TS
beanilla93
#59
Spoiler for anu:


Part 14. Azka - 7

Juli 2015.

"Azka! Itu Vanilla gendongin buruan! Keburu terjun ntar tu anak dari atas perahu!" seru Silva temanku pada Azka.
"Iya bawel bentar ah. Gue lepas sendal dulu ini biar aman. Ck. " jawab Azka sambil melepas sendal nya dan memegangnya di tangan. Tidak lama kemudian, Azka sudah berjalan membelah air waduk yang tingginya mencapai lututnya.

Saat ini sedang libur lebaran. Aku, Azka, Silva, dan beberapa orang sahabatku lainnya sedang menikmati liburan singkat ke sebuah waduk yang didalamnya terdapat berbagai pulau.
Saat ini, kami sedang menepi di sebuah pulau kecil. Karena perahu yang kami sewa cukup besar, nahkoda perahunya tidak berani merapatkan perahu terlalu dekat, karena takut kandas.
Akhirnya, para laki-laki terpaksa mengalah, dan menggendong para perempuan yang akan turun dari perahu menuju pulau.

Kami punya sebuah kelompok pertemanan sejak kelas XI SMA, yang terdiri dari 16 orang.
Selain Azka, 5 orang dari kami juga sedang menempuh pendidikan tinggi di kota lain.
Dan karena saking dekatnya, tidak ada rahasia sama sekali lagi di antara kami semua.
Kami semua tau bahwa aku pernah suka pada Azka. Kami semua juga tau bahwa Fadhil, Nanto, dan juga Langga pernah suka padaku.
Dan walaupun itu semua terjadi di masa lalu, tapi tetap saja persoalan itu masih sering menjadi bahan gurauan teman-temanku.

Seperti saat ini, Silva sengaja menyuruh Azka yang menjemputku ke perahu. Dan kami pun sebenarnya sudah biasa, dan masa bodoh dengan gurauan-gurauan itu. Kadang, kami juga mengikuti gurauan mereka dan mengikuti keinginan mereka, seperti pura-pura mesra misalnya.

"Vanilla. Ayok turun neng. Panas", seru Azka yang sudah tiba di samping perahu untuk menjemputku.
"Turun ya. Siap-siap. Jangan jatoh." sahutku.

Aku pun turun dari perahu dan mendarat dengan selamat di punggung Azka, setelah dibantu teman-teman lain dari atas perahu. Aku pun melingkarkan tanganku pada leher Azka, dan mengulurkan tanganku untuk membantu Azka memegang sandalnya. Setelahnya, aku menyandarkan kepalaku pada bahu sebelah kirinya.

"Duh neng. Badan lo ko makin berat? Dulu perasaan gue gendong lo ngga gini banget." celetuk Azka sambil melangkahkan kakinya menuju pulau. Aku pun mengangkat kepalaku dari bahunya.

V : Dulu kapan? Pas photo concept?
A : Iya
V : Yeee justru dulu gue lebih gendut dari sekarang! Dulu itu gue pas nganggur nunggu pengumuman UN, makanya berat badan gue lagi peak season banget. Ini mah lagi langsing.
A : Masa sih?
V : Iyaa. Sekarang body lo aja kali lagi lemah. Makanya kurang-kurangin begadang, ngeroko, sama minum-minum!
A : Buset, malah diomelin gue. Jatohin nih?

Ancam Azka sambil pura-pura akan melepaskan pegangannya pada kakiku. Aku pun berteriak dan refleks merapatkan pelukan tanganku pada leher Azka, sambil membenamkan kepalaku di bahunya.
Melihat reaksiku, Azka hanya terkikik pelan.

A : Makanya, udah nebeng badan orang. Baik-baik kek.
V : Ishhhhh.

"Buset si Azka, giliran gendong Vanilla kenapa ke pulau aja ambil rute paling jauh? Tadi perasaan gendong gue bentar juga nyampe?" celetuk Silva dari arah pulau.

A : Eh, gendong Vanilla mah enak, empuk, meluk lagi. Ngga kaya lo, keras. Kaya gendong kotak kulkas.
S : Sialan lo.
V : Mulutnya. Jangan melecehkan deh. Gue buang ni sandal lo.
S : Alah lo Van, sok-sok ngancem. Bilang aja doyan digendong abang Azka.
V : Emang. Kalian juga doyan kan liat gue peluk-pelukan sama Azka? emoticon-Stick Out Tongue

Azka lagi-lagi hanya tertawa pelan, sambil akhirnya menurunkanku dengan selamat di pulau. Silva yang sudah sangat kesal akhirnya menyambut kami berdua dengan mencipratkan air danau kepadaku dan Azka.

Di siang hari, kami sedang beristirahat di sebuah pulau lain yang lebih besar, dan ada pemukimnya. Pulau yang ada pemukimnya ini, terbagi menjadi dua, dan dihubungkan oleh sebuah jembatan kayu tinggi, yang dibawahnya adalah waduk.
Tidak lama, adzan penanda sholat Dzuhur pun berkumandang. Aku, Silva, dan juga Jaya pamit pada teman-teman yang lain untuk sholat di surau pulau seberang.

"Eh neng, sini bentar." panggil Azka padaku sesaat setelah kami berdiri dan akan pergi.
Tanpa menyahut, aku pun hanya mendatangi Azka yang memanggilku. Setelah sampai di depan hammock Azka, Azka memanggilku mendekat dengan isyarat tangannya. Aku pun mendekat, dan Azka melepaskan kacamata hitam yang sedang digunakannya, dan memasangnya padaku.

"Mataharinya lagi terang banget. Nih, biar ngga silau."

Aku pun terdiam sebentar. Sebentar saja.
Setelah itu, aku tersenyum dan mengangguk, lalu berjalan meninggalkannya.

"Eh Jaya! Jagain tu bini gue baik-baik! Awas ya kalo dia kenapa-kenapa" celetuk Azka lagi tidak lama setelah aku berjalan meninggalkannya. Kami bertiga hanya tersenyum dan tidak mengindahkan lagi panggilan Azka serta omelan-omelannya dari belakang.

Sepulangnya dari liburan singkat, kami merencanakan liburan yang lebih panjang di bulan yang akan datang.
Akhirnya, dipilih lah kota Malam sebagai kota tujuan liburan kami. Karena ke 6 teman kami, termasuk Azka memang berkuliah di sana. Sehingga kami tidak perlu memikirkan transportasi dan akomodasi lagi di sana. Itirenary pun sudah disiapkan dengan matang oleh tim penyambut di sana.

4 bulan kemudian, aku dan Nana sudah berada di dalam pesawat yang akan membawa kami ke kota Malam.
Diubah oleh beanilla93 31-10-2017 11:12
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.