Kaskus

Story

beanilla93Avatar border
TS
beanilla93
Vanilla
Hai agan-sis semua.
Setelah sering jadi silent reader, kayanya asik juga kalau saya mencoba share cerita juga.

Cerita ini 'based on true story'. Tapi ya mungkin dengan sedikit modifikasi. hehehe

Tapi kalo cerita ini bukan selera agan-sis, atau agan-sis merasa ceritanya aneh,
And you feel like you can't stand to read it anymore silahkan cari cerita lain.
Nggak usah sumpah serapah ya.
Karna buat saya mereka yg sumpah serapah itu, pikirannya sempit, kosa katanya terbatas.
Bingung mau komentar apa, ujungnya malah ngata-ngatain emoticon-Lempar Bata

Comment, critics and question allowed ya emoticon-Big Kiss

Spoiler for Prolog:


Indeks :
Part 1. Prolog
Part 2. Selected memories

Part 3. MY hero
Part 4. His journey
Part 5. Restriction
Part 6. The results

Part 7. First year
Part 8. We're classmate!
Part 9. The class president
Part 10. Embarrassing youth - intermezzo
Part 11. Wrong thought?
Part 12. Boom!
Part 13. Aftereffects
Part 14. "Manner maketh man"
Part 15. Reunion
Part 16. Let it loose
Part 17. Those shoulders
Part 18. The sunrise
Part 19. Present
Part 20. Year 7th

Part 21. Tom and jerry
Part 22. Crown Prince
Part 23. Amnesia
Part 24. "Okay, let's do that"
Part 25. Jalan belakang(back street)
Part 26. The castle
Part 27. Story about a long night
Part 28. The storm
Part 29. War
Part 30. Gotcha!
Part 31. End

Part 32. Abege
Part 33. Story of nasi goreng
Part 34. The reason behind cold martabak
Part 35. He knew it(all the time!)
Part 36. The betrayal
Part 37. Revealing the truth
Diubah oleh beanilla93 16-03-2018 13:46
anasabilaAvatar border
chamelemonAvatar border
chamelemon dan anasabila memberi reputasi
2
20.2K
182
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
beanilla93Avatar border
TS
beanilla93
#51
Part 12. Azka - 5

V : 'Azka Erlangga'. Kenal kan lo?
A : Van-
V : Iya. Yang nama sebenarnya itu Azka Ganteng Erlangga, tapi middle name nya di hide biar ngga riya katanya.
A : Van-
V : Kenal kan lo? Bisa kan lo bantuin gue?
A : Vanilla.

Nada bicara Azka yang biasa menyebut namaku dengan penuh kejenakaan berubah menjadi serius. Aku pun menghentikan bualan-bualanku yang sebenarnya kuucapkan untuk menutupi rasa gugup ku.
Ya, walaupun ini yang kuinginkan, tapi tetap saja. Azka adalah orang pertama yang membuat aku gugup setengah mati setelah menyatakan perasaanku.
Dalam keheningan yang menggantung di sambungan telpon kami berdua, aku coba menerka-nerka bagaimana keadaan Azka saat ini.
Apakah dia kaget? Ya, semua orang yang menerima pernyataan yang mendadak seperti tadi pasti kaget.
Atau apakah dia sedang menahan tawa? Bisa jadi dia mengira ini hanya keusilanku saja. Karena Azka memang bukan tipe orang yang menganggap segala hal serius.
Tapi, tidak lama kemudian, di seberang sana aku mendengar helaan nafas yang lumayan keras. Cukup keras untuk terdengar olehku.

V : Az..ka?

Panggilku pelan.

A : Kenapa?
V : Eh? Maksud lo?
A : Kenapa lo bisa suka sama gue?
V : Karena lo baik sama gue.
A : Kalo cuma karena seseorang baik sama lo, terus lo jadi suka, udah berapa orang baik di luar sana yang lo sukain juga?
V : Ya nggak gitu juga Azka...
A : Terus?
V : Ya gue juga ngga tau.
A : Vanilla, itu hati lo. Coba lo tanya. Ngga mungkin lo ngga tau.
V : Sumpah gue ngga tau. Gue juga ngga ngerti. Yang pasti...
A : Apa?
V : Gue ngerasa kehilangan lo, saat lo ngga ada sama gue lagi.
A : ...
V : Dan menjawab pertanyaan lo tadi. Banyak orang lain di luar sana yang mungkin pernah baik sama gue. Tapi gue... Ngga pernah ngerasa kehilangan mereka, walaupun gue ngga ketemu mereka lagi.
A : ... Gue minta maaf Vanilla. Gue ngga kepikiran bahwa kebaikan gue bisa bikin lo-
V : Mungkin bukan cuma karna lo baik Azka. Mungkin ada hal lain yang bikin gue suka sama lo. Tapi maaf, gue juga ngga tau apa. Yang gue tau, gue suka sama lo.
A : Tapi gue ngga bisa-
V : Apa? Nerima perasaan gue?
A : Iya...
V : It's okay. Gue confess bukan karena gue pengen nodong lo biar nerima perasaan gue. Itu egois namanya. Gue cuma pengen bikin hati gue lega.
A : ...

Lagi-lagi keheningan muncul di antara kami berdua.
Sial. Bukan ini yang aku mau. Aku tidak mau Azka malah menjadi tidak nyaman denganku setelah ini.

V : Azka ngomong. Jangan bikin gue-
A : Vanilla, lo dengerin gue. Gue hargain kejujuran lo. Gue terima kasih. Terima kasih banget sama perasaan lo. Tapi dari dulu, gue udah commit, bahwa gue ngga bakal pernah pacaran sama orang yang awalnya gue kenal sebagai temen gue sendiri.
V : ...
A : Anggap lah kita pacaran sekarang. Terus suatu hari kita berantem, kita putus. Setelah kita putus, semua ngga bakal sama Vanilla... Gue ngga mau egois menangin perasaan gue begitu aja hanya karna lo juga suka sama gue.
V : Eh?
A : Lo artikan aja sendiri maksud dari kalimat gue ya.
V : ....
A : Gue sayang sama lo Vanilla. Sayang banget. Tapi gue lebih memilih ngga kehilangan lo di masa yang akan datang, daripada gue memiliki lo sekarang.

Aku terdiam mendengar kalimat Azka. Aku tidak tau harus senang atau sedih.
Di satu sisi aku senang, karena perasaanku sepertinya tidak sepenuhnya bertepuk
sebelah tangan.
Di sisi lain, aku sedih menyadari kebenaran dari kalimat Azka. Bahwa kami dari awal memang dipertemukan sebagai teman, dan membawa hubungan kami lebih dari teman, hanya akan membuat segalanya menjadi lebih rumit. Aku juga pasti akan lebih sedih kalau aku harus kehilangan Azka, bahkan sebagai seorang teman.

V : Ish.
A : Kenapa?
V : Lo mah nolak ya nolak aja harusnya. Yang cool. Ngga usah bikin melow begini.
A : Sekali-kali gue melow. Biar menampilkan sisi diri gue yang lain. Biar lo makin naksir! Ahahahaha
V : Ahhhhh udah ngga usah dibahas! Anggep aja semuanya ngga terjadi. Titik.
A : Dih enak aja. Males. Udah gue simpen baik-baik, ntar mau gue replay kalo gue lagi bete. Mayan menghibur hati denger pengakuan suka dari neng Vanilla. Ahaha-

tut-tut-tut

Aku memutuskan koneksi telpon begitu saja. Aku tidak sanggup lagi. Wajahku rasanya masih menghangat mengingat apa yang baru saja aku lakukan.

'Sialan. Gue ditolak. Besok Azka pasti bakal bully gue abis-abisan. Pindah sekolah aja apa gue ya?'
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.