Kaskus

Story

congyang.jusAvatar border
TS
congyang.jus
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish

Tuhan tidak selalu memberi kita jalan lurus untuk mencapai suatu tujuan. Terkadang dia memberi kita jalan memutar, bahkan seringkali kita tidak bisa mencapai tujuan yg sudah kita rencanakan diawal. Bukan karena tuhan tidak memberi yg kita inginkan, tetapi untuk memberi kita yg terbaik. Percayalah, rencana Tuhan jauh lebih indah.

Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 13 suara
Siapa yang akan menjadi pemaisuri Raja?
Olivia
31%
Bunga
8%
Diana
15%
Zahra
15%
Okta
8%
Shinta
23%
Diubah oleh congyang.jus 04-03-2022 10:27
sargopipAvatar border
efti108Avatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 37 lainnya memberi reputasi
38
166.2K
793
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
congyang.jusAvatar border
TS
congyang.jus
#252
Gw asik memutar playlist lagu dari komputer Mbak Oliv. Jam dinding menunjukan pukul 7 saat ia terbangun. Sejenak ia duduk di tempat tidurnya, dengan pandangan kosong, lalu kembali berbaring dan memejamkan mata. Mungkin kesadarannya belum kembali sepenuhnya. Gw kembali menatap layar komputer. Terlintas dalam benak gw untuk membuka Facebook. Semenjak gw punya BBM, gw jadi jarang membuka Facebook.

Boom! Ratusan notifikasi dan puluhan friend request menghiasi facebook gw. Kebanyakan notifikasi berasal dari postingan teman2 gw yang mengupload foto yang menandai gw. Friend request kebanyakan dari teman2 sekolah sekelas gw, termasuk Zahra. Tak lupa juga gw membuka beberapa pesan yang masuk.

"Hai, apa kabar?" bunyi pesan masuk dari Bunga, dikirim beberapa hari yang lalu.

Bunga? Hehe, Mbak Mantan kenapa ngechat iniemoticon-Big Grin. Balas, ga, balas, ga?. Persetan, gw read aja. Siapa suruh dulu nyakitin gwemoticon-Cool

Mbak Oliv bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Beberapa menit kemudian ia kembali dan mengacak2 rambut gw

"Pagi dek..emoticon-Big Grin"

"Apasi.." gw merapikan kembali rambut yang diacak2 Mbak Oliv

Ia mengelap wajahnya yang basah dengan handuk, lalu duduk bersila di lantai, disamping kursi yang gw duduki.

"Ada acara ga?" tanya Mbak Oliv

"Ga ada" jawab gw

"Kenapa?" lanjut gw

"Pengen sate kelinci" balasnya

"Emang yang jual dimana?" tanya gw

"Mau sate kelinci yang di bandungan" jawab dia manja

What the hek, cuma mau makan harus ke Bandungan dulu.

"Mbak, kamu udah sadar kan? Udah ga mabok lagi kan?" gw tatap wajahnya yang masih ngejiplak bekas bantal

"Yaa deekk?, temenin yaaa" dia menarik2 tangan gw, memohon dan memasang ekspresi manja. Dibalik penampilannya yang agak tomboy, sebenarnya Mbak Oliv juga memiliki sifat manja. Namun bukan berarti ia tidak mandiri, hanya saja dia ingin diperhatikan oleh orang yang ia sayangi.

"Nanti deh, aku titip temenku yang main kesana" ucap gw

"Mau makan disana langsungemoticon-Frown" ia mulai merengek2 agar gw memenuhi keinginannya

*ting *ting *ting, suara mangkok dari tukang bubur ayam yang lewat

"Bubur ayam aja ya?" tanya gw

"Yaudah, tapi nanti siang sate kelinciemoticon-Malu" jawabnya. Waduh sama aja boong kalo gini

Setelah sarapan bubur ayam dan bersih2 badan, sekitar jam 11 kami sudah berada di perjalanan menuju bandungan. Mungkin hanya 30 menit perjalanan dari kampung gw menuju pasar bandungan (kalau lancar).

Sesampainya disana, kami langsung menuju salah satu lapak penjual sate kelinci yang berjajar di sepanjang jalan. Letaknya tepat di depan salah satu hotel, nama hotel nya gw lupa.

Kami berdua duduk lesehan di tikar yang disediakan oleh pedagang "kamu sate ayam apa kelinci dek?" Mbak Oliv bertanya ke gw

"Samain aja mbak" jawab gw

"Sate kelinci 2 pak, pake lontong" ucap Mbak Oliv ke si Bapak penjual

Sekitar 15 menit kemudian, kami mulai memakan pesanan kami. Dalam sekejap, hanya tersisa daun pisang dan beberapa tusuk sate yang terbuat dari bambu.

Gw mengambil satu batang rokok, dan menyalakannya. "Bar mangan ngrokok, masa depan ketok" sebuah filosofi ngawur dari anak-anak perokok macam gw. Entah yang dimaksud 'ketok' itu apa? Ketok cerah kah?, atau malah ketok suram?

"Kamu disuruh berhenti balapan sama Shinta ya dek?"

"Ya gitulah" gw kembali menghisap asap rokok dalam-dalam

"Malah bagus sih, daripada mati di jalan" ucap Mbak Oliv

Gw terbatuk mendengar kata Mbak Oliv.

"Udah batuk2 gitu juga masih ngerokok" ucap Mbak Oliv lagi

"Bukan gitu, omonganmu itu loh mbak. Jangan ngomongin mati dulu lah" balas gw. Mbak Oliv cuma nyengir kuda. Persis kayak kuda yang baru saja lewat di depan kami.

Setelah membayar, kami langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dan berencana kembali ke kota.

Namun diperjalanan, Mbak Oliv meminta mampir terlebih dahulu di Umbul Sidomukti. Dan gw mengabulkan permintaannya, daripada nanti merengek2 lagi.

Warga semarang pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat yang satu ini. Sejak SMP sampai sekarang, gw sudah sekitar 5 atau 6 kali pergi kesini.

"Dek, mau cilok yang di situ" ucap Mbak Oliv saat di parkiran, sambil menunjuk tempat penjual cilok yang tadi ia lihat.

"Ya beli lah.." balas gw. Lagi dan lagi, ia tersenyum penuh kebahagiaan. Gw membathin, ini orang lagi ngidam apa gimana si. Ga kebayang kalo istri gw nanti ngidam kayak gimana. Apa mungkin bakalan ngidam gudeg yang langsung dimakan di jogja? Makan bakwan langsung di Malang? Atau makan mie ayam langsung di jakarta?emoticon-Cape d... (S)

"Mau ga dek?" tanya Mbak Oliv

"Kalo dibeliin ya mau lah ehehe" jawab gw

"5 ribuan 2 mas" ucap Mbak Oliv ke mas-mas penjual cilok

Kami berjalan menuju loket sembari memakan cilok. Daritadi makan mulu perasaan. Gw nulis gini kok jadi ikutan laperemoticon-Big Grin.

Setelah membayar tiket masuk, kami berjalan melewati jalanan yang banyak tai kuda nyaemoticon-Ngakak (S).

"Dek.." ucap Mbak Oliv

"Apa lagi?" gw menghentikan langkah

"Naik itu.." Mbak Oliv melirik flying fox (nulis nya bener ga nih?) yang melintang di atas jurang

"Yaudah naik toh.." balas gw

"Kamu yang naik.." ucapnya

"Heh? Engga, ga mauemoticon-Kagets" gw melangkah menuju sebuah tempat duduk dari beton. Mbak Oliv berjalan menghampiri gw

Jujur, selain phobia dengan hewan pengerat, gw juga phobia ketinggian. Mending gw naik motor sport ga pake helm daripada harus meluncur melewati jurang.

"Bercanda kok, yuk jalan lagiemoticon-Big Grin.." Mbak Oliv menarik tangan gw, kami bergandengan tangan menuju area kolam renang. Tapi kami berdua tidak berenang, kami hanya duduk di gazebo yang berjajar di sebelah utara kolam renang (bener utara ga sih? Oke anggep aja bagian utara)

Kami berdua asik dengan dunia kami masing-masing. Mbak Oliv sibuk dengan camera handphone nya. Sedangkan gw sibuk mencari sinyal untuk membalas pesan elektronik dari Shinta yang dari tadi pagi belum gw buka

Isi BBM :
Shinta : bangun, udah siang
Shinta : woi kebo
Gw : udah bangun dari tadi, belut sawah
Shinta : kok baru bales? Lagi sama cewek ya?
Gw : iya, lagi jalan sama cewek
Shinta : OH, HAVE FUN YA! (ngambek gan)
Gw : ini ceweknya, cakep ga? (Gw kirimin foto Mbak Oliv yang sedang selfie-selfie)
Shinta : yah, itu sih Mbak Oliv
Gw : Mbak Oliv kan juga cewek

"Dek.." Mbak Oliv merangkul lengan gw, dan mengisyaratkan untuk mengajak gw foto selfie bersama

Sampai sekarang, hasil foto tersebut masih tersimpan rapi di galeri HP gw

Sekitar jam 4 sore, kami sudah tiba di rumah Mbak Oliv. Gw lihat mobil Mami sudah terparkir di carport, itu berarti Mami sudah pulang. Sebelum pulang, gw berpamitan dulu ke Mami (kali aja dikasih uang jajan)

Setelah berpamitan ke Mami, gw berjalan menuju garasi diantar Mbak Oliv "Makasih dek.." ucapnya

"Apa sih yang engga buat kakak ku yang paling cantik ini" canda gw

Tiba-tiba ia memeluk tubuh gw, gw balas memeluknya. Gw merasakan kalau dia menangis dipelukan gw.

"Udah ah, gausah nangis" ucap gw. Kami saling melepas pelukan. Gw menghapus air matanya dengan jari gw.

"Pulang dulu ya.." ucap gw lagi. Ia mengangguk pelan. Sebelum gw naik keatas motor, Mbak Oliv memeluk gw sekali lagi.

"Mbak, gausah gini-gini amat. Rumah kita masih satu kotaemoticon-Nohope"

Sekejap setelah Mbak Oliv melepaskan pelukan, gw bergegas pulang. Karena di rumah, ada orang yang khawatir jika gw tidak kunjung kembali ke rumah.
Diubah oleh congyang.jus 18-08-2018 04:34
delet3
Arsana277
japraha47
japraha47 dan 11 lainnya memberi reputasi
12
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.