Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#430
PART 32

HAHHHHHHHHHHHHH......

hanya itulah yang mereka ucapkan bersamaan sesaat setelah aku ceritakan tentang siapa jati diriku yang sebenarnya. aku tak peduli habis ini mereka mau berteman atau bahkan mengenalku lagi atau tidak. yang penting bagiku, ada sesosok gadis spesial yang selalu setia menemani hari hariku..

" thanks gus lu dah bantuin kirana adek gw " ucap bang david sedikit lebih tegar dari pada yang tadi aku lihat.

" sama sama bang. , aku juga sayang koq sama kirana adek abang " jawab ku dengan perasaan sedikit lega.

" makasih juga gus tempo hari dah nolongin kakak serta mama gue " sahut mbak dina menimpali.

" thanks juga gus tempo hari lu udah nyembuhin gw waktu gw kesurupan " ucap Kak Cindy.

" thanks juga mas karena udah nyembuhin papa serta membuat keutuhan keluarga ku terjaga " kata reni kini sembari menatap wajah ku dan melemparkan sebuah senyuman.

' gw juga ikut berterima kasih gus karena kemaren kemaren lu dah nolongin nyokap gw " sahut Shinta seraya ikut tersenyum menatap ku.

ntah sudah berapa kali ucapan terima kasih mereka lontarkan kepada ku. aku pun hanya menggeleng dan tersenyum kecut karena tak sepantasnya mereka berterima kasih kepada ku yang hnya manusia biasa. ingin rasanya pagi itu aku menangis mendengar ucapan terima kasih yang begitu tulus terontar dari mulut mereka. reni pun memeluk erat tubuh ku untuk menguatkan aku agar tidak menangis. aku pun menatap penuh kasih sayang kepada sosok yang begitu tulus menyayangiku itu.

" gw gak nyangka gus, hidup lu udah sangat bermanfaat buat orang orang disekitar lu "" ucap firman kini sembari mendengus panjang.

" itu cuma dari sudut pandang kamu saja koq fir. kamu kan gak tau bagaimana rasanya menjalani hidup ku selama ini " balasku merendah .

suasana yang tadinya kaku pun kini cair kembali. terlihat kini kanaya sudah bisa ngobrol bareng cindy seperti sedia kala..bang david pun asyik ngobrol dengan rudi dan firman. kelihtan nya sudah tak ada lagi dendam di antara mereka bertiga,meski tempo hari mereka bertiga saling adu jotos. aku pun begitu menikmati kehangatan sebuah kelurga yang amat terasa pagi itu.

" eh bang, anak sini ada masalah sama anak stm pgri 1 ya " tanyaku ke bang david yang masih asyik ngerumpi.

" denger denger sih gitu gus . tapi gak tau kebenaran nya"

" lu tau gak ko apa masalahnya " tanya bang david kini ke bang riko.

" kek nya anak 3 ipa 2 Vid yang bikin masalah . emang kenapa gus " jawab bang riko dan kini malah bertanya padaku.

" tadi pagi pas nganter tmen ku yang nebeng, tiba tiba seorang siswa stm pgri 1 mau memukul ku bang " balasku sembari mengelus elus rambut reni.

entah kenapa sedari tadi shinta memandangi gerak gerik yang aku lakukan bersama reni. sesekali kanaya juga ikut melirik ke arah ku.

" bener gus yang lu omongin.? tapi lu gak di apa apain kan " tanya bang david seraya mendekat ke arah ku dan memeriksa wajah ku dengan seksama.

" gpp bang. kebetulan temen ku yang nebeng, salah satu dari pentolan preman di stm pgri1. " jawab ku sembari menepis tangan nya yang sedari tadi mengobok obok muka ku.

para cewek pun hanya diam mendengar obrolan ku dengan bang david. maklum, mereka para cewek, paling males kalo mendengar yang namanya berantem.

" eh nay, koq bisa vanya di temukan sudah dalam keadaan meninggal .?"


DEGHHHHHHHHH.....

sebuah pertanyaan tabu yang seharusnya tidak di tanyakan pun akhirnya terlontar juga dari mulut mbak dina. kami semua pun lantas memandang mbak dina hingga membuatnya salah tingkah karena sudah bertanya seperti itu. kanaya pun hanya diam saja menunduk karena tak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan mbak dina. jelas,kanya tak bisa menjawab. karena dia menemukan adik nya sudah berada di dalam sebuah sumur tua, tanpa tau kenapa vanya bisa berada di dalam sumur tersebut..

" biar aku nay yang jawab " ucapku sembari mengelus punggung nya kembali.

" gini mbak.. vanya itu di culik oleh mantan residivis yang dulu nya pernah di bekuk oleh Pak Fariz, papanya kanaya "

" diliputi rasa dendam dan sakit hati karena pak fariz sudah merusak mata pencaharian nya untuk menyambung hidup, residivis tadi pun merencanakan untuk menculik anak pak fariz agar dendam nya terbalas "

" siang itu vanya baru saja mau pulang sekolah dan menunggu jemputan sampai salah seorang pria datang menghampirinya "

" yang namanya anak kecil, pasti nurut saja meski di ajak pergi oleh orang yang tak di kenal.pria itu bilang kalo dia adalah temen nya pak fariz, jadi tanpa curiga sedikit pun , vanya pun ikut kemana orang itu pergi "

" vanya pun akhir nya di bawa ke bangunan tua yang tak jauh dari sini. di belakang bangunan tua tersebut, ada sebuah sumur dengan sedikit air di dalam nya .vanya akhirnay tersadar kalo sudah di bohongi . karena merasa telah di bohongi dan takut di bawa ke tempat yang gelap, vanya pun merengek ke pria tadi agar di antarkan pulang ke rumah nya saja "

" pria tadi pun marah marah karena risih mendengar rengekan dari vanya. vanya pun kini hanya menangis sambil sesekali memanggil nama mamanya. pria tadi pun panik . takut kalo tangisan vanya akan terdengar oleh warga yang kebetulan melintas atau mencari rumput di tanah lapang dekat bangunan tua tersebut"

" dia pun langsung menutup mulut vanya dengan kedua tangan nya agar tangisannya mau berhenti. naas , tangan pria tadi terlalu kuat menutup mulut vanya hingga tanpa sadar membuat gadis tersebut meninggal karena kesusahan bernafas ".

" pria tadi pun masih menutup mulut vanya tanpa sadar bahwa gadis yang di pegang nya sudah tak bernyawa lagi.pria itu baru sadar saat tubuh gadis tersebut jatuh lemas dan menyentuh lantai."

" karena sadar telah membuat nyawa seseorang melayang, pria tadi pun memasukkan jenazah vanya ke dalam sumur tua yang ada di belakang bangunan tersebut. dia pun lantas meninggalkan tempat tersebut dan kembali lagi sembari membawa beberapa sak semen dan segerobak pasir. "

tak jauh dari bangunan tua tadi, ada sebuah toko bangunan yang berdiri megah. jadi tak sulit untuk pria tadi bisa mendapatkan material material yang dia butuhkan untuk menutupi jejak..

" pria tadi pun lantas mencampur adukan semen serta pasir yang tadi telah di persiapkan nya. dia pun langsung menutup sumur tua tadi, dengan lempengan beton yang masih kelihatan basah. selesai menghilangkan jejak, pria tadi pun meninggalkan tempat tersebut dan melarikan diri ke luar kota " cerita ku sembari menyeka air mata yang menetes di pipi ku.

kayak nya ada yang ngiris bawang lagi pagi itu. tampak kini semua pasang mata yang mendengar cerita ku, kembali berubah menjadi berwarna merah. sesekali terdengar sesenggukan dari shinta yang kini berpelukan dengan mbak dina. kanaya pun kini menutup mulut nya dan berpelukan dengan cindy.

" kasihan banget adek lu nay " ucap mbak dina seraya menangis sesenggukan.

" mungkin udah takdirnya adek gw din " balas kanaya sembari menyeka air matanya yang terus menetes.

" udah udah . vanya udah tenang koq di alam sana. kita yang masih hidup, tak boelh terlalu lama menangisi kepergian nya " sahut ku membujuk para cewek untuk berhenti menangis.

Bang david,dan semua anak cowok yang ikut ngumpul di situ pun ikut menghibur para anak cewek seperti yang tadi aku lakukan. lambat laun, suara tangisan kanaya dan temenya pun berkurang lantas menghilang. mereka pun saling berpelukan satu sama lain seperti mengisyaratkan bahwa di dunia ini kita tidak hidup sendiri. selalu ada orang yang bisa kita pnjam bahunya bersandar di saat kita lelah. selalu ada orang yang menegur kita, kalo kita salah langkah.

setelah menceritakan semua nya sesuai janji ku, aku pun pamit undur diri ke mbak dina dan teman teman nya. karena gak ada kegiatan pagi itu di sekolah, aku pun memutuskan untuk langsung saja menuju rumah nya stella. sengaja aku gak memberitahu bang david karena aku ingin dia shock saat melihat ku sudah berduaan dengan adek nya dirumahnya nanti. reni tak ikut langsung pulang sepertiku . dia masih ingin tetap disini bersama temen teman ku yang lain. dia pun ikut mengantar kepulangan ku sampai gerbang depan sekolah .

" ati ati mas di jalan . jangan ngebut " ucap nya sembari memberi sebuah kecupan di pipi ku.

" iya nduk. kamu juga cepet pulang ya kalo sudah tidak ada urusan disini " balasku seraya membalas mengecup kening nya.

" iya mas " ucap nya lagi dan kini berjalan meninggalkanku menuju ke kelas.

aku pun menyalakan mesin motor ku dan memacunya menuju rumah bang david secepat mungkin. jam 11.30 aku sampai di kediaman rumah bang david, dan dari luar pagar ku lihat keadaan rumah nya sangat sepi. mungkin stella masih sekolah, sementra pak Arman sibuk bekerja di kantor.

ting tong ting tong

aku pun menekan bel rumah bang david yang terletak di samping kiri pagar rumah nya yang menjulang tinggi . tak selang beberapa lama, seorang wanita paruh baya pun datang dan membukakan pintu pagar untuk.

" pagi mbok " salam ku ke ART keluarga Pak Arman.

" pagi Den, mari masuk " jawab nya mempersilahkan aku masuk.

gila, di panggil den aku gan. seumur umur baru kali ini di panggil den. berasa kek bangsawan keraton jogja saja .

" mari silahkan duduk den, saya panggilkan nyonya dulu " ucap mbok asih ngeloyor pergi.

aku pun dudk di ruang tamu seperti yang kulakukan pertama kali saat datang kesini. tak lama kemudian, mbok asih pun kembali dengan bu jasmin yang berjalan di belakang nya.

" eh...nak agus. tumben maen kesini " sapa bu jasmin sembari ikut duduk bersama ku.

" iya bu. ada perlu sama stella " balasku menjelaskan maksud kedatangan ku kesini...

" wah stella nya masih sekolah nak. gpp kalo mau di tunggu " ucap bu jasmin lagi.

" ya udah bu saya tunggu dari pada bolak balik nanti " jawab ku sembari meminum es jeruk yang tadi di sediakan mbok asih.

" ya udah nak, ibu tinggal ke atas dulu ya. ada kerjaan yang mesti ibu selesaikan " ucap bu jasmin sembari beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan kembali ke kamar nya.

emang dasar nya anak kampung. di suruh nunggu di ruang tamu bukannya anteng tapi malah kembali kelayapan berkeliling di rumah bang david. aku pun melangkahkan kakiku ke taman belakang karena penasaran dengan gazebo tempat pertemuan ku dengan kirana kini di gantikan bangunan apa..

nampak kini di hadapan ku bangunan yang dulu nya gazebo, kini telah berganti dengan kursi ayun yang terbuat dari rangka besi. aku pun berjalan ke tengah taman dan mendekati kursi ayun tersebut.aku pun duduk di kursi ayun tersebut karena suasana taman nya yang begitu sejuk. karena kelelahan di siang hari yang panas, tanpa terasa aku pun memejamkan mataku untuk sejenak..

SERRRRRRRRRRR....

sebuah hawa dingin tiba tiba berhembus di tengkuk belakang ku hingga membuat bulu kuduk ku berdiri..

'siapa ini.. apa jangan jangan dia kembali karena masih ada penyesalan nya yang tertinggal di dunia ini.." batinku dalam hati..
wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.