- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#411
PART 31
"KUKURUYUKKKKKK.....'
rambo pun berkokok dengan nyaring nya dari kejauhan .tanda bahwa aku harus segera bangun dan memulai rutinitas harian ku. hari ini hari sabtu dan hari terakhir proses belajar mengajar. maklum, senin lusa akan dilaksanakan ujian semester 1. dan tanpa terasa, 6 bulan sudah aku menjadi murid di sma xxx . banyak suka duka , serta kejadian horror yang aku lalui 6 bulan. dan 6 bulan pula aku mengenal sosok gadis yang begitu menyayangi ku sepenuh hati.
" mam bengi kelayapan nak ndi le ( tadi malam keluyuran di mana nak)" tanya ibu sembari menyapu halaman samping rumah.
" niku bu. ada adek tmen nya agus yang meninggal " jawab ku sembari membetulkan tali sepatu ku.
" yo wes le. ndang budhal sekolah dhisek " (ya udah nak buruan berangkat sekolah dulu ) ucap ibu ku lagi seraya menggerakkan sapu lidi yang di pegang nya.
" nggeh bu " balas ku sembari mencium punggung tangn beliau dan bergegas berangkat ke sekolah.
aku pun mengeluarkan motor ku dari rumah belakang dan mendorong nya menuju jalan raya tepat di depan halaman rumah ku.
" gus nebeng " teriak seseorang saat mendengar mesin motor yang ku nyalakan.
" oh sampean to kang. yo wes ayo budhal ." balas ku ke tetangga ku yang bernama kang paijo.
kang paijo ini. pemuda yang biasa ikut ritual malam satu suroan di di rumah pak dhe ku . dia masih pelajar dan bersekolah di salah satu stm swasta di kotaku. stm pgri 1 tepat nya. dia sudah kelas 3. aku biasa lewat depan sekolahnya saat pulang pergi menuju sekolahanku.letak sekolah nya tepat berseblahan dengan sebuah rel kereta api yang menghubungkan poros jakarta-surabaya. jadi kadang saat ada kereta melintas, para siswa mlah asyik menonton gerbong kereta api yang berjalan beriringan tanpa mengiraukan materi yang di berikan oleh guru. rel kereta api ini juga termasuk angker. ada salah satu jembatan yang di lewati rel kereta api tersebut, sering digunakan orang orang untuk bunuh diri.
20 menit memacu motor ku di tengah kota , aku pun sampai di depan sekolah kang paijo dan menghentikan laju motor ku .
" eh lu anak sma xxx ya " teriak seorang siswa yang duduk bergerombol dan berdiri berjalan mendekat ke arah ku.
" iya bang. kenapa ya " balas ku sembari membuka helm dan kebingungan karena tiba tiba diteriakin oleh segerombolan anak tadi.
" ahhhh banyak omong lu " ucap siswa tadi sembari mengepalkan tangan nya dan hendak memukul wajah ku.
kang paijo yang ku bonceng di jok belakang pun melompat dan langsung menahan kepalan tangan siswa tadi.
" kape mbok kapak no koncoku "( mau di apakan teman ku) . ucap kang paijo sembari melepas helm yang membungkus kepala nya.
" eh sampean bang. maaf bang, kami gak tau kalo anak ini teman nya abang " balas siswa tadi sembari mundur beberapa langkah.
kang paijo ini terkenal sebagai preman di kampung ku. jadi wajar kalo di sekolah dia juga urakan..meski pun begitu dia aslinya baik. rasa kesetiakawanannya juga tinggi.
" asal kalian tau ya, ni anak ilmu nya lebih tinggi dari pada gw. jadi masih untung pukulan lu tadi ku tahan "
" kalo tidak , bisa patah itu lu punya tangan " gertak kang paijo yang langsung bikin nyali siswa tadi ciut.
aku pun hanya geleng geleng mendengar ucapan kang paijo.
' maaf dek . kami gak tau kalo kamu temenya kang paijo " ucap siswa tadi dengan wajah ketakutan.
" gpp bang. saya paham koq abang punya masalah sama anak sma xxx. tapi jangan semua anak sma xxx jadi sasaran amukan abang."
" inget bang, kalo sampai saya denger ada anak sma xxx yang abang gebugin namun anak tersebut tidak bersalah.? akan saya cari dan saya habisin abang bareng kang paijo. " ancam ku hingga membuat siswa tadi semakin menunduk ketakutan.
siswa tadi pun lantas pergi meninggalkan aku dan kang paijo,
" nanti pulang nya sampean gman kang" tanyaku ke kang paijo saat gerombolan preman pasar tadi sudah menghilang.
" gampang gus, nanti bisa nebeng temenku yang pulang nya searah " jawab kang paijo santai.
" yo wes kang, aku cabut dulu " ucap ku sembari memakaikan kembali helm di kepalaku dan menyalakan mesin motor ku.
" ok gus ati ati " timpal kang paijo seraya berjalan memasuki halaman sekolahnya.
karena lokasi sekolah ku yang tidak teralu jauh dengan kang paijo, 1o menit kemudian pun aku sampai di sekolah dan langsung memasukkan motor ku ke tempat parkir.
" gus, lu semalam kemana " tanya bang david yang lagi duduk di jok motornya.
sepertinya dia sengaja duduk disitu menunggu kedatangan ku.
" wahh ada kejadian penting yang tak bisa ku tinggalkan bang " jawab ku sembari menarik standar tengah,
" wah kejadian penting apa nih . sampe stella adek gw lu anggurin " tanya bang david lagi penasaran.
" nanti bang david saat istirahat , ngumpul di kantin kek biasa nya, disana akan ku beber semuanya " balas ku sembari ikut duduk di atas jok motor .
" beneran lho gus semalem stella nungguin lu sampe jamuran. sampe di belain beli baju busana muslim yang baru lagi " ujar bang david serius.
" masak sih bang.? tapi aku dah jelasin koq lewat sms kenapa gak bisa datang " ucap ku senyum senyum.
" lho koq lu punya nomer adek gw " tanya bang david keheranan.
" ya kan aku kemaren sempat di kasih bang sama stella " jawab ku cengengesan.
" awas lu kalo godain adek gw " ucap bang david lagi sembari mengepalkan tangan nya ke arah ku.
" ya kalo stella mau di jadiin yang kedua sih gpp bang " balas ku santai.
" sial lu " ucap bang david sembari memukul lengan ku.
kami pun kemudian tertawa bersama..
karena hampir mendekati jam 7 pagi, kami pun langsung meninggalkan tempat parkir dan menuju ke kelas masing masing. .ntah kenapa keadaan kelas hari sangat sepi. hanya tampak beberapa siswa yang mengobrol satu sama lain, atau sekedar membaca komik. aku pun menaruh tas ku di meja dan menghampiri siswa yang sedang membaca komik untuk bertanya kenapa kelas bisa sepi.
" anak anak pada kemana dim " tanyaku sembari duduk di samping dimas yang lagi asyik membaca komik one piece.
" eh lu gus . tadi gw lihat pada ke kantin. maklum kan hari ini hari nyantai karena lusa ujian ' jawab dimas sambil masih asyik dengan komik nya.
" ya udah makasih info nya. kamu mau ikut juga nggak " ajak ku ke dimas.
" gw disini aja gus. lagi seru nih " jawab dimas tanpa sekalipun mengalihkan pandanganya dari buku komik yang di pegang nya.
aku pun pergi ke kantin untuk menyusul temen temen ku yang sudah lebih dlu ada disana. ramai sekali suasana kantin pagi itu. tampak beberapa kelas 1 2, dan 3 tengah asyik kongkow dengan geng nya masing masing.
" gus sini " panggil seseorang sambil melambaikan tangan nya ke arah ku.
aku pun berlari dan menghampiri meja orang yang memanggil ku tadi. nampak kini di hadapan ku kanaya, shinta, cindy dan mbak dina tengah asyik bersenda gurau. di meja tadi pun ada seseorang yang sangat familiar karena sudah membuat diriku babak belur dua kali. firman..ntah kenapa firman bisa ikut dalam kelompok mbak dina. karena setauku mereka ini beda kelas.
tanpa aku duga duga, friman berdiri dari tempat duduk nya dan mengulurkan tanganya kepadaku .
" maafin gw gus udah bikin lu bonyok tempo hari " ucap friman sembari menunduk dan mengulurkan tangan nya.
" gak perlu minta maaf bang. aku juga dah lupa koq " balas ku seraya menyambut uluran tanganya.
" nah akur gini kan enak " sahut shinta tiba tiba.
' terus kamu sendiri gman shin, udah kasih kepastian ke firman ."? tanya ku setengah mengejek ke shinta.
" udah gus, dan aku putuskan untuk sendiri dulu . gw mau konsen sekolah agar cepet lulus " jawab shinta tertunduk.
" nah kamu denger kan fir. masih ada kesempatan untuk mu. kamu juga harus sekolah dengan bener agar bisa cepet lulus dan menjadi seseorang yang sesua dengani ekspektasi shinta " ucap ku kek mak comblang.
shinta hanya diam saja menunduk setelah mendengar ucapan ku.
" eh nay, koq lu bisa kenal si agus " tanya mbak dina keheranan karena tadi aku di panggil sama kanaya.
" kenal dong din. kan semalam agus udah ngapel ke rumah ku. ya nggak gus " jawab kanaya sembari menatap ke arah ku dan mengedipkan mata nya.
CEKITTTTTTTT,,,,
mbak dina pun mencubit pinggang ku setelah mendengar jawaban dari kanaya.
" sepupu gw lu kemanain kalo lu aja masih kegatelan sama si naya " ucap mbak dina sembari melotot ke arah ku.
" boong mbak., siapa juga yang ngapelin kanaya "
" semalam itu aku kerumah kanaya untuk............"
entah kenapa mulut ku terasa berat untuk melanjutkan ucapan ku. aku pun menatap kanaya dan nampak kakak kelas itu kini memandangku dengan tatapan yang berkaca kaca..aku pun lantas mengambil tempat duduk di sebelahnya dan berusaha menenangkan nya. shinta pun memandangi kami seperti menunjukkan rasa ketidaksukaan .di lain tempat, cindy hanya memandangi tingkah kami tanpa tau apa yang telah terjadi di antara kami. sementra itu rudi, hanya terbengong sambil sesekali meminum es jeruk yang ada di depan nya..
' woy gus " teriak seseorang sambil berjalan ke arah tempat ku ngumpul.
" eh bang sini " panggilku saat melihat siapa pemilik suara tersebut.
nampak kini bang david, bang riko dan bang aan ikut bergabung dengan kami. karena masih kurang lengkap, aku pun berdiri dari tempat duduk ku dan menghampiri sebuah meja tempat anak anak kelas satu ngumpul. sedari tadi, cewek yang ada meja itu, mengawasi gerak gerik ku dari kejauhan.
" ayo nduk ikut gabung sama tmen2 mbak dina " ajak ku saat sudah di meja tempat reni nongkrong di kantin.
" ngapain mas " tanya reni yang sepertinya malas untuk ikut dengan ku.
" ya udah kalo gak mau ikut mas " balas ku sembari meninggalkan tempat duduk nya.
" ahhhhhh... koq gitu sih mas. gandeng " ucap reni dengan manjanya sembari mengulurkan kedua lenganya.
aku pun memegang kedua lenganya dan membantunya untuk berdiri . tanpa di sruh , reni pun kini menggandeng lengan ku dan berjalan di sampng ku menuju meja tempat mbak dina ngobrol.
" nah sudah lengkap sekarang " ucap ku sembari tetap mengambil posisi duduk di sebelah kanaya. reni pun ikut duduk di sebelah ku.
" boleh aku cerita sekarang nay .? tanya ku ke kanaya yang berada di sebelah ku.
kanaya hanya memberi anggukan tanpa menjawab pertanyaan ku.
" gini mbak, tadi malem aku ke rumah kanaya itu untuk membantu proses pemakaman adek nya " ceritaku dengan dengan nafas agak berat,
HAHHHHHHHHHHHHH..
semua yang hadir di situ pun terkejut saat mendengar penuturan dari ku.
" jadi adek lu yang ilang udah meninggal nay " tanya mbak dina setengah tak percaya omongan ku.
" iya din. dan aguslah yang membantu menemukan jenazah nya " jawab kanaya dengan suara parau.
" tunggu tunggu. koq elu gus yang nemuin jenazah adek nya si kanaya " sahut bang david yang sedari tadi menyimak obrolan kami.
" iya bang. kasus nya mirip banget sama si kirana " jawab ku lagi sembari menghempaskan nafas yang lebih berat.
" lah terus kirana itu siapa gus. ' tanya rudi ikut berbicara.
" almarhumah adek nya bang david rud. dia udah meninggal setahun yang lalu " jawab ku dengan suara
sedikit parau seperti kanaya.
suasana kantin yang sangat ramai pun mendadak hening saat mendengar rentetan peristiwa yang aku utarakan. ntah kenapa seperti nya ada yang ngiris bawang pagi itu . kulihat sebagian besar yang ada dsitu, bola mata nya mendadak berubah berwarna merah . bang david pun duduk terdiam saat aku menyebut nama almarhumah adek nya. nampak kini bang aan yang duduk di samping nya, mengelus elus punggung bang david untuk sekedar menguatkan hatinya. smentra aku, mengelus elus rambut kanaya untuk juga menguatkan hati nya. entah kenapa reni kali ini tidak marah dan membiarkan aku mngelus elus rambut cewek lain. mungkin ini yang pertama dan yang terakhir kali nya dia membiarkan aku melakukan hal tersebut,,
" koq kebetulan gitu gus lu bisa bersamaan bertemu adek nya kanaya serta bang david " tanya firman yang kini udah berani membaur dengan yang lain dan ikur berbicara.
" nah itu dia fir. inilah kelebihan yang aku mliki sehingga aku dapat melihat dan berinteraksi dengan mereka " jawab ku sembari masih mengelus rambut kanaya.
" maksud lu berinteraksi dengan mereka siapa gus " sahut cindy yang sepertinya kesulitan mencerna perkataan ku.
" ya itu cin, aku bisa melihat dan berinteraksi dengan hantu kalau dalam bahasa kalian sehari hari " jawab ku tanpa menyembunyikan lagi kelebihan yang ku miliki.
HAHHHHHHHHHHHHHH....
tanpa di komando, sebagian besar yang ada di situ pun teriak kaget bersamaan mendengar penjelasan dari ku.. nampak kini kebingungan menyelimuti sebagian besar wajah mereka.
"KUKURUYUKKKKKK.....'
rambo pun berkokok dengan nyaring nya dari kejauhan .tanda bahwa aku harus segera bangun dan memulai rutinitas harian ku. hari ini hari sabtu dan hari terakhir proses belajar mengajar. maklum, senin lusa akan dilaksanakan ujian semester 1. dan tanpa terasa, 6 bulan sudah aku menjadi murid di sma xxx . banyak suka duka , serta kejadian horror yang aku lalui 6 bulan. dan 6 bulan pula aku mengenal sosok gadis yang begitu menyayangi ku sepenuh hati.
" mam bengi kelayapan nak ndi le ( tadi malam keluyuran di mana nak)" tanya ibu sembari menyapu halaman samping rumah.
" niku bu. ada adek tmen nya agus yang meninggal " jawab ku sembari membetulkan tali sepatu ku.
" yo wes le. ndang budhal sekolah dhisek " (ya udah nak buruan berangkat sekolah dulu ) ucap ibu ku lagi seraya menggerakkan sapu lidi yang di pegang nya.
" nggeh bu " balas ku sembari mencium punggung tangn beliau dan bergegas berangkat ke sekolah.
aku pun mengeluarkan motor ku dari rumah belakang dan mendorong nya menuju jalan raya tepat di depan halaman rumah ku.
" gus nebeng " teriak seseorang saat mendengar mesin motor yang ku nyalakan.
" oh sampean to kang. yo wes ayo budhal ." balas ku ke tetangga ku yang bernama kang paijo.
kang paijo ini. pemuda yang biasa ikut ritual malam satu suroan di di rumah pak dhe ku . dia masih pelajar dan bersekolah di salah satu stm swasta di kotaku. stm pgri 1 tepat nya. dia sudah kelas 3. aku biasa lewat depan sekolahnya saat pulang pergi menuju sekolahanku.letak sekolah nya tepat berseblahan dengan sebuah rel kereta api yang menghubungkan poros jakarta-surabaya. jadi kadang saat ada kereta melintas, para siswa mlah asyik menonton gerbong kereta api yang berjalan beriringan tanpa mengiraukan materi yang di berikan oleh guru. rel kereta api ini juga termasuk angker. ada salah satu jembatan yang di lewati rel kereta api tersebut, sering digunakan orang orang untuk bunuh diri.
20 menit memacu motor ku di tengah kota , aku pun sampai di depan sekolah kang paijo dan menghentikan laju motor ku .
" eh lu anak sma xxx ya " teriak seorang siswa yang duduk bergerombol dan berdiri berjalan mendekat ke arah ku.
" iya bang. kenapa ya " balas ku sembari membuka helm dan kebingungan karena tiba tiba diteriakin oleh segerombolan anak tadi.
" ahhhh banyak omong lu " ucap siswa tadi sembari mengepalkan tangan nya dan hendak memukul wajah ku.
kang paijo yang ku bonceng di jok belakang pun melompat dan langsung menahan kepalan tangan siswa tadi.
" kape mbok kapak no koncoku "( mau di apakan teman ku) . ucap kang paijo sembari melepas helm yang membungkus kepala nya.
" eh sampean bang. maaf bang, kami gak tau kalo anak ini teman nya abang " balas siswa tadi sembari mundur beberapa langkah.
kang paijo ini terkenal sebagai preman di kampung ku. jadi wajar kalo di sekolah dia juga urakan..meski pun begitu dia aslinya baik. rasa kesetiakawanannya juga tinggi.
" asal kalian tau ya, ni anak ilmu nya lebih tinggi dari pada gw. jadi masih untung pukulan lu tadi ku tahan "
" kalo tidak , bisa patah itu lu punya tangan " gertak kang paijo yang langsung bikin nyali siswa tadi ciut.
aku pun hanya geleng geleng mendengar ucapan kang paijo.
' maaf dek . kami gak tau kalo kamu temenya kang paijo " ucap siswa tadi dengan wajah ketakutan.
" gpp bang. saya paham koq abang punya masalah sama anak sma xxx. tapi jangan semua anak sma xxx jadi sasaran amukan abang."
" inget bang, kalo sampai saya denger ada anak sma xxx yang abang gebugin namun anak tersebut tidak bersalah.? akan saya cari dan saya habisin abang bareng kang paijo. " ancam ku hingga membuat siswa tadi semakin menunduk ketakutan.
siswa tadi pun lantas pergi meninggalkan aku dan kang paijo,
" nanti pulang nya sampean gman kang" tanyaku ke kang paijo saat gerombolan preman pasar tadi sudah menghilang.
" gampang gus, nanti bisa nebeng temenku yang pulang nya searah " jawab kang paijo santai.
" yo wes kang, aku cabut dulu " ucap ku sembari memakaikan kembali helm di kepalaku dan menyalakan mesin motor ku.
" ok gus ati ati " timpal kang paijo seraya berjalan memasuki halaman sekolahnya.
karena lokasi sekolah ku yang tidak teralu jauh dengan kang paijo, 1o menit kemudian pun aku sampai di sekolah dan langsung memasukkan motor ku ke tempat parkir.
" gus, lu semalam kemana " tanya bang david yang lagi duduk di jok motornya.
sepertinya dia sengaja duduk disitu menunggu kedatangan ku.
" wahh ada kejadian penting yang tak bisa ku tinggalkan bang " jawab ku sembari menarik standar tengah,
" wah kejadian penting apa nih . sampe stella adek gw lu anggurin " tanya bang david lagi penasaran.
" nanti bang david saat istirahat , ngumpul di kantin kek biasa nya, disana akan ku beber semuanya " balas ku sembari ikut duduk di atas jok motor .
" beneran lho gus semalem stella nungguin lu sampe jamuran. sampe di belain beli baju busana muslim yang baru lagi " ujar bang david serius.
" masak sih bang.? tapi aku dah jelasin koq lewat sms kenapa gak bisa datang " ucap ku senyum senyum.
" lho koq lu punya nomer adek gw " tanya bang david keheranan.
" ya kan aku kemaren sempat di kasih bang sama stella " jawab ku cengengesan.
" awas lu kalo godain adek gw " ucap bang david lagi sembari mengepalkan tangan nya ke arah ku.
" ya kalo stella mau di jadiin yang kedua sih gpp bang " balas ku santai.
" sial lu " ucap bang david sembari memukul lengan ku.
kami pun kemudian tertawa bersama..
karena hampir mendekati jam 7 pagi, kami pun langsung meninggalkan tempat parkir dan menuju ke kelas masing masing. .ntah kenapa keadaan kelas hari sangat sepi. hanya tampak beberapa siswa yang mengobrol satu sama lain, atau sekedar membaca komik. aku pun menaruh tas ku di meja dan menghampiri siswa yang sedang membaca komik untuk bertanya kenapa kelas bisa sepi.
" anak anak pada kemana dim " tanyaku sembari duduk di samping dimas yang lagi asyik membaca komik one piece.
" eh lu gus . tadi gw lihat pada ke kantin. maklum kan hari ini hari nyantai karena lusa ujian ' jawab dimas sambil masih asyik dengan komik nya.
" ya udah makasih info nya. kamu mau ikut juga nggak " ajak ku ke dimas.
" gw disini aja gus. lagi seru nih " jawab dimas tanpa sekalipun mengalihkan pandanganya dari buku komik yang di pegang nya.
aku pun pergi ke kantin untuk menyusul temen temen ku yang sudah lebih dlu ada disana. ramai sekali suasana kantin pagi itu. tampak beberapa kelas 1 2, dan 3 tengah asyik kongkow dengan geng nya masing masing.
" gus sini " panggil seseorang sambil melambaikan tangan nya ke arah ku.
aku pun berlari dan menghampiri meja orang yang memanggil ku tadi. nampak kini di hadapan ku kanaya, shinta, cindy dan mbak dina tengah asyik bersenda gurau. di meja tadi pun ada seseorang yang sangat familiar karena sudah membuat diriku babak belur dua kali. firman..ntah kenapa firman bisa ikut dalam kelompok mbak dina. karena setauku mereka ini beda kelas.
tanpa aku duga duga, friman berdiri dari tempat duduk nya dan mengulurkan tanganya kepadaku .
" maafin gw gus udah bikin lu bonyok tempo hari " ucap friman sembari menunduk dan mengulurkan tangan nya.
" gak perlu minta maaf bang. aku juga dah lupa koq " balas ku seraya menyambut uluran tanganya.
" nah akur gini kan enak " sahut shinta tiba tiba.
' terus kamu sendiri gman shin, udah kasih kepastian ke firman ."? tanya ku setengah mengejek ke shinta.
" udah gus, dan aku putuskan untuk sendiri dulu . gw mau konsen sekolah agar cepet lulus " jawab shinta tertunduk.
" nah kamu denger kan fir. masih ada kesempatan untuk mu. kamu juga harus sekolah dengan bener agar bisa cepet lulus dan menjadi seseorang yang sesua dengani ekspektasi shinta " ucap ku kek mak comblang.
shinta hanya diam saja menunduk setelah mendengar ucapan ku.
" eh nay, koq lu bisa kenal si agus " tanya mbak dina keheranan karena tadi aku di panggil sama kanaya.
" kenal dong din. kan semalam agus udah ngapel ke rumah ku. ya nggak gus " jawab kanaya sembari menatap ke arah ku dan mengedipkan mata nya.
CEKITTTTTTTT,,,,
mbak dina pun mencubit pinggang ku setelah mendengar jawaban dari kanaya.
" sepupu gw lu kemanain kalo lu aja masih kegatelan sama si naya " ucap mbak dina sembari melotot ke arah ku.
" boong mbak., siapa juga yang ngapelin kanaya "
" semalam itu aku kerumah kanaya untuk............"
entah kenapa mulut ku terasa berat untuk melanjutkan ucapan ku. aku pun menatap kanaya dan nampak kakak kelas itu kini memandangku dengan tatapan yang berkaca kaca..aku pun lantas mengambil tempat duduk di sebelahnya dan berusaha menenangkan nya. shinta pun memandangi kami seperti menunjukkan rasa ketidaksukaan .di lain tempat, cindy hanya memandangi tingkah kami tanpa tau apa yang telah terjadi di antara kami. sementra itu rudi, hanya terbengong sambil sesekali meminum es jeruk yang ada di depan nya..
' woy gus " teriak seseorang sambil berjalan ke arah tempat ku ngumpul.
" eh bang sini " panggilku saat melihat siapa pemilik suara tersebut.
nampak kini bang david, bang riko dan bang aan ikut bergabung dengan kami. karena masih kurang lengkap, aku pun berdiri dari tempat duduk ku dan menghampiri sebuah meja tempat anak anak kelas satu ngumpul. sedari tadi, cewek yang ada meja itu, mengawasi gerak gerik ku dari kejauhan.
" ayo nduk ikut gabung sama tmen2 mbak dina " ajak ku saat sudah di meja tempat reni nongkrong di kantin.
" ngapain mas " tanya reni yang sepertinya malas untuk ikut dengan ku.
" ya udah kalo gak mau ikut mas " balas ku sembari meninggalkan tempat duduk nya.
" ahhhhhh... koq gitu sih mas. gandeng " ucap reni dengan manjanya sembari mengulurkan kedua lenganya.
aku pun memegang kedua lenganya dan membantunya untuk berdiri . tanpa di sruh , reni pun kini menggandeng lengan ku dan berjalan di sampng ku menuju meja tempat mbak dina ngobrol.
" nah sudah lengkap sekarang " ucap ku sembari tetap mengambil posisi duduk di sebelah kanaya. reni pun ikut duduk di sebelah ku.
" boleh aku cerita sekarang nay .? tanya ku ke kanaya yang berada di sebelah ku.
kanaya hanya memberi anggukan tanpa menjawab pertanyaan ku.
" gini mbak, tadi malem aku ke rumah kanaya itu untuk membantu proses pemakaman adek nya " ceritaku dengan dengan nafas agak berat,
HAHHHHHHHHHHHHH..
semua yang hadir di situ pun terkejut saat mendengar penuturan dari ku.
" jadi adek lu yang ilang udah meninggal nay " tanya mbak dina setengah tak percaya omongan ku.
" iya din. dan aguslah yang membantu menemukan jenazah nya " jawab kanaya dengan suara parau.
" tunggu tunggu. koq elu gus yang nemuin jenazah adek nya si kanaya " sahut bang david yang sedari tadi menyimak obrolan kami.
" iya bang. kasus nya mirip banget sama si kirana " jawab ku lagi sembari menghempaskan nafas yang lebih berat.
" lah terus kirana itu siapa gus. ' tanya rudi ikut berbicara.
" almarhumah adek nya bang david rud. dia udah meninggal setahun yang lalu " jawab ku dengan suara
sedikit parau seperti kanaya.
suasana kantin yang sangat ramai pun mendadak hening saat mendengar rentetan peristiwa yang aku utarakan. ntah kenapa seperti nya ada yang ngiris bawang pagi itu . kulihat sebagian besar yang ada dsitu, bola mata nya mendadak berubah berwarna merah . bang david pun duduk terdiam saat aku menyebut nama almarhumah adek nya. nampak kini bang aan yang duduk di samping nya, mengelus elus punggung bang david untuk sekedar menguatkan hatinya. smentra aku, mengelus elus rambut kanaya untuk juga menguatkan hati nya. entah kenapa reni kali ini tidak marah dan membiarkan aku mngelus elus rambut cewek lain. mungkin ini yang pertama dan yang terakhir kali nya dia membiarkan aku melakukan hal tersebut,,
" koq kebetulan gitu gus lu bisa bersamaan bertemu adek nya kanaya serta bang david " tanya firman yang kini udah berani membaur dengan yang lain dan ikur berbicara.
" nah itu dia fir. inilah kelebihan yang aku mliki sehingga aku dapat melihat dan berinteraksi dengan mereka " jawab ku sembari masih mengelus rambut kanaya.
" maksud lu berinteraksi dengan mereka siapa gus " sahut cindy yang sepertinya kesulitan mencerna perkataan ku.
" ya itu cin, aku bisa melihat dan berinteraksi dengan hantu kalau dalam bahasa kalian sehari hari " jawab ku tanpa menyembunyikan lagi kelebihan yang ku miliki.
HAHHHHHHHHHHHHHH....
tanpa di komando, sebagian besar yang ada di situ pun teriak kaget bersamaan mendengar penjelasan dari ku.. nampak kini kebingungan menyelimuti sebagian besar wajah mereka.
myusuffebria525 dan 11 lainnya memberi reputasi
12


