Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#392
PART 30


" GEDEBUGH".....

Bunyi sebuah benda jatuh, terdengar amat jelas di telinga kami bertiga. namun anehnya, para pelayat lain tidak mendengar apa yang kami dengar. Pak andy pun semakin merapatkan jalan nya mendekati ku. beliau nampak nya ketakutan mendengar suara benda jatuh tadi.

" nak itu apa nak " ucap pak Ryan panik sembari menggoyang goyang kan tubuh ku.

aku pun mengarah kan pandangan ku ke arah yang di tunjuk pak ryan..
.
" ALLAHU ...AKBAR..."

Kami bertiga pun tercekat kaget melihat benda yang tadi jatuh, menggelinding mendekat ke arah kami. Nampak kini di hadapan kami sebuah kepala tergeletak di atas tanah. kepala tadi mengikuti kemna pun langkah kaki kami mengarah. mata nya melotot hingga terlihat seolah olah bola matanya, terlepas dari tempurung tengkoraknya. raut muka nya yang hancur tak berbentuk, semakin membuat bulu kuduk kami begidik. Hampir saja pak Ryan dan Pak Andy berlari saat potongan kepala tadi menggilinding ke arah kami. namun buru buru aku tahan kedua niat mereka. aku takut tingkah mereka bisa membuat panik para pelayat yang lain.

kepala tadi masih saja memperhatikan langkah kami, Tampak sesekali dia tersenyum menyeringai. memperlihatkan gigi nya yang hitam legam. bunyi desis an kadang keluar dari mulut nya. yang kontan menimbulkan bau yang sangat busuk. karena ku lihat pak andy dan pak ryan sudah kelihatan shock,, aku pun meminta kepala tadi agar menjauh dari hadapan kami. kalo tidak, aku akan membakar makhluk yang hanya sebatas kepala tadi. makhluk tadi hanya mendesis , kemudian hilang dari pandangan mata kami.

"sudah hilang pak kepala nya" ucap ku menenangkan pak andy dan pak ryan yang sedari tadi bersembunyi di balik punggung ku.

" bener nak sudah hilang .? " balas pak andy sembari mengintip dari balik baju ku.

" bener mas, sudah hilang kepalanya " ucap pak andy lagi ke pak ryan saudaranya.

kami pun memeprcepat langkah kami untuk menyusul para pelayat yang lain. terlihat kini keranda yang di dalm nya terbaring jenazah vanya, di turun kan oleh para pemanggul. tutup keranda pun di buka, tak lama setelah keranda tersebut menyentuh tanah. nampak kini jenazah vanya yang kecil mungil, telah siap di masukkan ke dalam liang lahat yang telah di sediakan pengurus makam serta tukang gali kubur. aku pun ikut membantu mengangkat jenazah vanya dan memasukkan nya ke dalam liang lahat. butuh kehatian hatian serta sikap yang lemah lembut untuk mengurus jenazah seseorang. karena, sedikit saja gerakan yang melukai jenazah tersebut, akan membuat roh nya di alam kubur merasakan kesakitan.

aku pun meminta Pak Fariz masuk ke dalam liang agar bisa menjemput jenazah vanya yang ku gotong bersama para pelayat lain. jenazah vanya pun kini telah di baringkan ke tempat peristirahatan terakhir nya. tak lupa beberapa bola bulat yang terbuat dari tanah, di pakai untuk mengganjal jenzah nya vanya. beberapa potong papan kayu pun di pasang oleh tukang gali kubur di atas jenazah vanya. setelah semua papan menutupi tubuh vanya, para tukang gali kubur pun naik ke atas dan menutup liang lahat tadi dengan tanah sisa galian.

tangis keluarga pak Fariz pun pecah saat sedikit demi sedikit tanah yang di keruk tukang gali kubur, menutupi jenazah vanya putri bungsu mereka. hal ini wajar, karena inilah saat saat terakhir beliau bisa melihat sosok vanya. aku pun membantu tukang gali kubur menutup liang lahat vanya agar proses pemakaman ini cepat selesai. ntah kenapa sedari tadi aku merasakan hawa yang tidak enak saat memasuki area makam ini. memang makam itu suci, tapi tetep aja ada jin iseng yang menempati pohon pohon rimbun atau tempat yang sepi di dalam makam.

aku terbiasa membantu menutup liang lahat. karena di kampung , selain jadi petani serta bantu orang buat cari hari baik, bapak ku ini bekerja sebagai tukang gali kubur kalo ada orang yang meninggal.jadi kadang aku ikut membantu beliau kalo libur sekolah. biasanya kalo pulang , bapak membawa potongan bambu kecil yang di pake buat ngukur orang yang akan di kubur nanti. kalo sudah begitu, bambu itu pun aku buat jadi joran pancing. dan entah kenapa, ikan seperti nya mudah di dapat saat aku memancing pake joran yang terbuat dari potongan bambu bekas ngukur makam seseorang.

semua tanah bekas galian pun telah selesai di kembalikan. nampak kini di hadapan ku sebuah gundukan tanah yang masih basah dengan batu nisan bertuliskan vanya xxx binti fariz xxx tertancap di ujung gundukan tanah tersebut. bu farida pun langsung duduk bersimpuh dan menaburkan bunga di atas makam gadis kecil nya tersebut. sesekali dia mengelap air matanya dengan tisu basah yang tadi beliau kantongi. Pak Fariz pun ikut bersimpuh sembari memegang kedua bahu istri nya. terlihat kini beliau menghibur ibu farida agar menghentikan tangisnya dan mengikhlakan kepergian vanya.

sementara di sisa lain,kanaya bisa sedikit lebih tegar. tampak gadis yang menjadi kakak kelas ku di sekolah tersebut, menutup rapat mulut nya dengan kedua telapak tangan nya. menahan agar air matanya tidak ikut tumpah. aku pun kini berpeluh keringat karena tadi ikut membantu tukang gali kubur menguruk makam vanya. sementara itu di lain tempat, pak andy dan ryan hanya berdiri tertegun dengan tatapan mata yang berkaca kaca..aku pun lantas mengajak pak fariz sekeluarga pulang ke rumah. maklum prosesi pemakaman telah selesai, dan jenazah vanya pun telah di kebumikan dengan layak.

SERRRR.....R...R....RR..RRR....

sebuah hawa dingin, tiba tiba menyerang tubuh ku sesaat setelah aku beranjak meninggalkan makam vanya..aku pun memperhatikan area sekitar makam untuk memastikan apa yang terjadi . pandangan ku berhenti dan fokus pada sebuah pohon kamboja yang banyak tumbuh di area makam. nampak dahan tersebut berayun ke kanan kiri meskipun malam itu tak ada angin yang berhembus.

" ada apa nak " ucap pak fariz membuyarkan konsentrasiku.

" gak ada apa apa koq pak. mari pulang " jawab ku bohong tanpa menjelaskn situasi ganjil yang aku rasakan.

ALLAHU...AKBAR.....

baru saja aku melangkahkan kaki, sekelebat bayangan melintas tepat di atas kami dan terbang melesat ke arah pohon kamboja yang tadi berayun ayun dahan nya. berbeda dengan tadi, nampak nya kini keluarga pak fariz juga melihat sekelebat bayangan yang tadi melintas di atas kepala kami. kanaya pun langsung merapatkan tubuh nya ke tubuh ku. padahal seharian aku belum mandi, di tambah tadi bantu nyangkul, semakin harum sudah bau bdan ku ini. tangan kanaya kini terasa bergetar saat lengan nya menggandeng lengan ku. degup jantung nya pun berdetak makin kencang. terdengar dari nafas nya yang semakin memburu di samping daun telinga ku.

" ya Allah apa itu nak " pekik Pak Fariz sembari menunjuk ke atas pohon kamboja.

aku pun menoleh ke arah yang di tunjuk oleh pak fariz..

DEGHHHHHH...

jantung ku pun terasa mau copot saat melihat apa yang ada di puncak pohon kamboja tersebut. terlihat seorang perempuan berbaju merah, melotot tajam ke arah kami. rambut nya panjang menjuntai sepinggang..mukanya hancur tak berbentuk hingga menambah kengerian siapa pun yang melihatnya malam itu. sesekali sebuah tawa ,terdengar dari mulut perempuan tadi.

HIHIHIHIHI....HIHIHIHIHI...HIHIHIHIIHI....

Bulu kuduk ku mendadak merinding saat dia tertawa. tampak giginya yang hitam legam, terlihat saat perempuan tadi tertawa. kanaya pun semakin mendekatkan tubuh nya ke tubuh ku karena melihat sosok perempaun berbaju merah tadi. Pak Andy dan Pak Ryan pun hanya berdiri mematung di samping Pak fariz berdiri. mungkin mereka berdua shock karena bertemu fenoma ganjil secara beruntun malam ini.

" pergi lah jangan ganggu kami. " ucap ku ke perempuan tadi.

HIHIHIHIHIHIHI....HIHIHIHIHI....HIHIHIIHI....

perempuan tadi pun hanya tertawa sembari masih melotot tajam ke arah kami. bola mataya yang hanya terlihat putih nya saja, bisa membuat orang terkencing di celana kalo melihatnya langsung. karena perempuan tadi tak mau pergi, aku pun memanggil khodam penjaga ku agar mengusir perempuan tersebut.

PLETHASSSSSSSSS...

sosok perempuan tadi pun menghilang saat melihat Ronggo Geni menampakkan wujudnya dan berdiri di samping ku. karena gangguan sudah menghilang, aku pun mengajak pak fariz segera kembali pulang ke rumah nya.

20 menit lamanya kami berjalan kaki dari makam menuju kediaman pak fariz. nampak kini keletihan melanda pak fariz sekeluarga serta pak andy dan pak Ryan. karena malam sudah semakin larut , aku pun meminta ke pak fariz agar tahlilan untuk almarhumah vanya di lakukan besok malam saja sehabis isya. maklum semua tetangga pak fariz pasti sekarang sudah capek dan terlelap tidur di rumah nya masing masing setealah tadi ta'ziah di rumah beliau dan ikut mengantarkan jenzah vanya ke tempat peritirahatan terakhir nya. aku pun lantas juga berpamitan ke pak fariz untuk pulang ke rumah. tak lupa sebelum pulang ,aku membisikkan sesutu di telinga pak fariz.

" bapak cari seseorang yang bernama xxxx, dan cocok kan sidik jari nya dengan sidik jari yang melekat di tubuh almarhumah " bisik ku di telinga pak fariz.

pak fariz pun mengangguk dan mengerti apa yang harus di lakukan. pak andy dan pak ryan, berpamitan untuk pulang lebih dulu karena sdah di tunggu keluarga di rumah. tak lama kemudian, aku pun menyusul berpamitan dan bergegas meninggalkan rumah pak Fariz.

Pukul 22.30 aku sampai dengan selamat di rumah.. gak ada acara hantu lontong atau " bang bokir ..sate bang " yang mengganggu perjalanan ku saat melewati kebun pisang . mungkin mereka memberikan dispensasi karena malam ini aku terlihat sangat lelah. sesampai rumah aku pun di omeli bapak habis habisan karena pulang sekolah langsung kelayapan dan baru pulang menjelang tengah malam. bapak pun tak mau mendengar penjelasan ku karena pada dasar nya aku emang salah.

setelah kuping ini panas di omeli bapak, aku pun mandi dan mengganti seragam sekolah ku dengan pakaian biasa saat aku tidur... tapi entah mengapa, mata ini terasa berat sekali untuk terpejam.,seperti ada yang mengganjal di hatiku. namun lagi lagi aku tak bisa mengingat momen apa yang sudah terlewatkan..aku pun lantas mengambil hp yang tadi saing ku masukkan ke tas dan menekan tombol power.

teng,,,teng...teng..teng..teng.

sebuah logo telapak tangan yang saling berpegangan pun muncul di layar hp ku

Quote:


beberapa sms masuk begitu hp aku hidupkan..

mati aku, harusnya hari ini kan aku ada jadwal ngajar ngaji stella.aku pun langsung membalas sms stella dan menjelaskan kenapa tadi gak bisa datang.

Quote:


tak dinyana beberapa detik kemudian stella membalas sms dari ku.

Quote:



Quote:


Quote:



Quote:


setelah selesai bersmsan dengan stella, aku pun mencoba kembali untuk memejamkan mata ku. entah karena udah gak ada yang ngganjel di ati, atau emang karena udah terlalu capek, tanpa sadar aku pun telah hanyut di dalam laus nya mimpi.
wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.