Kaskus

Story

bomtwoAvatar border
TS
bomtwo
Life Always Spinning
Quote:

Quote:

Quote:


Spoiler for Rules:


PROLOG

Perkenalkan nama gw Een (umur 27 tahun sekarang) cowok tulen dan gak melambai (catat), gw berasal dan asli dari sebuah Kota yg menjadi Ibukota provinsi di Pulau Kalimantan. Gw anak ke 2 dari 3 bersaudara, kakak gw cowok dan jarak umur kami terpaut hampir 10 tahun, sedangkan adik gw cewek terpaut 3 tahun dgn gw. Kata orang gw ini anak pungut, itu di karenakan muka gw dgn kakak dan adik gw yg jauh banget bedanya karena kakak gw ganteng dan tinggi sedangkan adik gw cantik dan mungil, apalagi Mama gw juga cantik jdi semakin kentara klo gw ini terkesan anak pungut.

Gw di takdirkan sebagai cowok yg mempunyai berat badan berlebih a.k.a padat berisi (bilang aja gendut) di tambah tinggi badan gw yg cuma 167cm berasa banget gw kayak kingkong, tapi gw gak masalah karena walaupun gw gendut bagi orang gendut gw itu beda karena tubuh gw yg padat gak melar air doank seperti orang gendut kebanyakan...

Cerita ini akan berawal saat gw masuk SMA ditahun 2004, masa di mana gw mengenal cinta, konflik anak muda dan yg pasti konflik kehidupan gw sendiri.


Spoiler for Q & A:


Spoiler for Mulustrasi:


Spoiler for Side Story:


Spoiler for Index:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pacar Een sampai lulus SMA
Diubah oleh bomtwo 10-05-2018 03:27
tien212700Avatar border
samsung66Avatar border
pulaukapokAvatar border
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
9
290.9K
2.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
bomtwoAvatar border
TS
bomtwo
#1656
Part 46


Keesokan harinya, lagi gw berangkat ke sekolah seorang diri dan ini harus mulai gw biasakan. Gw pun sampai di sekolah saat jam di jam tangan gw menunjuk kan pukul 7 lewat 20 menit. Cukup telat untuk ukuran gw yg biasanya datang paling lambat jam 7 tepat.



Skip sampai jam istirahat pertama


Seperti biasa, gw bersama sahabat-sahabat gw berkumpul ria di kantin no.1 sambil menyantap makanan masing-masing minus tanpa kehadiran Sonya, Mela dan Ifa.

Novita pun memilih hanya berdiam diri di kelas. Selain karena dia membawa bekal sendiri juga karena dia nggak mau memperkeruh suasana yg terjadi di antara gw dan Sonya.

Saat sedang asik-asik nya makan sambil ngobrol dengan sahabat-sahabat gw, dari arah pintu kantin nampak sosok Ifa yg kini mendekat ke arah kami dan ketika sampai dia langsung duduk di sebelah Bobby setelah Jay menggeser duduk nya mempersilahkan pasangan baru ini untuk saling berdampingan.



Quote:



Mata pelajaran terakhir pun sudah selesai. Setelah memasuk kan buku pelajaran ke dalam tas gw pun langsung beranjak dari kelas menuju parkiran sekolah.

Saat gw sudah berada di atas si macan dan ingin menuju gerbang sekolah, dari arah depan nampak Sonya sedang berdiri di samping sebelah kiri dalam gerbang sekolah sambil telponan dengan seseorang. Mungkin dia nelpon sopir Papah nya buat ngejemput dia.

Gw pun memutuskan untuk santai terlebih dahulu di sebelah kanan pintu masuk parkiran sekolah yg terlindungi oleh bangunan pos satpam hingga Sonya nanti sudah di jemput oleh Sopir Papah nya. Dan sesekali gw mengintip ke arah Sonya untuk memastikan bahwa apa dia sudah di jemput atau belum.

Dan setelah ±10 menit akhirnya ada sebuah mobil tipe city car merk Nissa* X-Trai* warna hitam yg tepat berhenti di depan gerbang sekolah gw dan tak lama kemudian Sonya menuju mobil tersebut dan membuka pintu depan lalu masuk dan mobil pun pergi meninggal kan area sekolah gw.



Quote:



¥¥-*-¥¥



19.30 wita..

Sebatang rokok yg menyala dan 2 kaleng soft drink saat ini menemani gw dan Ridho duduk di teras rumahnya.

Pakaian yg gw kenakan pun sudah rapi. Kaos polos warna hitam lalu di balut dengan sweater warna grey dipadukan dengan long jeans warna hitam dan tak lupa sepatu kets warna hitam putih sebagai penyempurna tampilan gw malam ini.

Bukan tanpa alasan gw sudah berpakaian rapi begini karena sore sekitar jam 5 tadi Ifa nelpon gw memberitahukan bahwa malam ini Sonya ingin bertemu dengan gw. Setelahnya gw akan di kabari oleh Ifa kembali di mana tempat gw dan Sonya bertemu nanti.



Quote:



20.00 wita..

Selesai menerima telpon dari Ifa yg memberitahukan lokasi di mana Sonya menunggu gw buat ketemu, gw pun langsung memacu si macan dengan kecepatan 80km/jam biar gw bisa cepat sampai di sana dan menuntaskan segala permasalahan di hubungan kami saat ini.


±10 menit kemudian..

Akhirnya gw sampai di sebuah rumah makan yg menjadi tempat favorit gw dan Sonya apabila ingin makan di luar. Setelah memarkirkan si macan gw pun beranjak menuju ke dalam rumah makan tapi sebelumnya gw bertegur sapa terlebih dahulu dengan sang owner yg berada di meja kasir persis di samping pintu masuk.



Mba Nella = MN = Owner

Quote:



Bergegas lah gw masuk ke dalam rumah makan lalu menuju salah satu meja yg berada di pojokan di mana Sonya berada.

Sonya yg menyadari kehadiran gw langsung mengarahkan pandangan nya ke arah gw tapi tetap tanpa senyum sedikitpun. Dan gw pun sadar kalo saat ini, gw harus menerima kalo Sonya sudah kadung benci banget sama gw.

Kursi pun gw tarik sedikit ke belakang lalu duduk berseberangan dengan Sonya. Ada 3 gelas minuman yg sudah tersaji di meja kami. Jus alpukat kesukaan gw dan segelas es teh manis sebagai pelengkap dan segelas ice lemon tea milik Sonya.

Tak ada yg berbicara sedikit pun diantara kami sampai makanan yg sudah di pesan Sonya datang. Fuyunghai, ayam koloke dan pangsit goreng isi daging sapi cincang yg di balut tepung serta 2 piring nasi putih. Karena masih canggung gw pun cuma bisa diam sampai akhirnya.



Quote:



Makanan pun sudah habis tak bersisa lebih tepatnya gw yg ngabisin karena entah mengapa, setelah Sonya mau bicara ke gw tadi nafsu makan gw langsung naik 150% dan tanpa memikirkan masalah di antara kami, makanan pun gw lahap dengan syahdunya.



Quote:



¥¥-*-¥¥



Tepat sebulan sudah semenjak hubungan gw dengan Sonya berakhir, hari-hari gw jalani seperti biasa tapi mungkin yg gak biasa adalah kondisi tubuh gw yg mulai mengalami penurunan berat badan cukup signifikan, hampir 5 kg berat gw turun karena nafsu makan yg berkurang. Entah ini efek putusnya gw dengan Sonya, gw gak tau karena gw gak pernah mau mengakui bahwa itulah penyebab utamanya.

Hubungan gw dengan Sonya pun gak membaik sama sekali, ada kesan Sonya sengaja menghindar dari gw. Bahkan ketika kita saling berpapasan jangan kan menegur atau tersenyum, melihat muka gw pun dia ogah. Lalu hubungan gw dengan Mela yg sempat renggang akhirnya kembali seperti semula karena Mela gak mau terlalu terjerumus ke dalam masalah yg gw dan Sonya hadapi.

Lalu bagaimana hubungan gw dengan Novita ? Semua berjalan lancar walaupun banyak perhatian dari dirinya ke gw yg gak gw hiraukan termasuk sarapan yg dia bawakan untuk gw setiap paginya yg lebih banyak gak gw makan sama sekali.

Seperti pagi ini, saat gw menjemput Novita di rumahnya untuk berangkat ke sekolah, lagi-lagi dia membawa sebuah box makanan yg pastinya ditujukan untuk gw nantinya. Setelah pamit dengan Ayahnya Novita dan Novita pun sudah duduk menyamping di jok belakang dengan tangan kanan nya memeluk pinggang gw, gw pun langsung memacu si macan untuk berangkat menuju ke sekolah.

Sesampainya di sekolah dan memarkirkan si macan kami pun jalan berdua berdampingan menuju kelas. Sampai di dalam kelas gw langsung menaruh tas di meja dan merebahkan kepala gw beralaskan tas gw tersebut. Novita pun kemudian menghampiri meja gw sembari menaruh box makanan di atas meja.



Quote:



Terkesan jahat emang perlakuan gw ke Novita selama sebulan ini. Bukan hanya sekali gw membuat dia menangis tapi entah mengapa, gw belum bisa sama sekali untuk bisa lepas dari bayang-bayang Sonya.

Temen-temen kelas gw satu persatu mulai berdatangan termasuk Joni dan Tian. Mereka pun kemudian mengajak gw untuk pergi ke kantin sekedar ngerokok di belakang di kantin. Gw pun mengiyakan ajakan mereka berdua.

Sebelum gw pergi pandangan mata gw tertuju ke arah box makanan milik Novita dan tanpa perlu berpikir 2x gw raih box makanan tersebut dan berniat membawanya ke kantin dan saat gw melewati mejanya Novita, gw berhenti sejenak dan mengusap kepalanya sembari tersenyum manis.



Quote:



0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.