- Beranda
- Stories from the Heart
REN π
...
TS
rendiduck
REN π
ASSALAMUALAIKUM WR. WB.
selamat malam duhai kekasih, sebutlah namaku menjelang tidur mu.
bawalah daku dalam mimpi indahmu dimalam yang dingin sesunyi ini.
lah kok jadi nyanyi sih.
maaf masih newbie banget, ini thread pertamaku.
ceritanya fiksi, ya semoga kalian semua dapat terhibur walau ini hanya fiksi belaka.
selamat membaca dan semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
amin.

Quote:
Original Posted By INDEKS
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
prolog
Aku adalah seorang wanita yang mendambakan hidup bahagia layaknya princess dalam dongeng atau dalam drama korea kesukaanku.
Reyna Arista, nama itu yang akan jadi next princess dalam buku dongengnya. Tapi, nyatanya hidup gak sebercanda itu.
Nyatanya aku hanya seorang wanita biasa yang selalu memimpikan hidup bahagia.
aku percaya atau setiap pertemuanku pasti ada perpisahan dan kesedihan.
itu takdir Tuhan yang terbaik buat aku dan kamu.
Quote:
πpart 1
16:35 WIB
Sore ini hujan turun begitu derasnya.
'Huh, untung saja aku bawa payung.' Gumamku sedikit kesal.
Dimusim hujan seperti ini aku males banget kalau harus kuliah sore gini. Mana dosennya ngajarinnya gak jelas, ngantuk banget deh.
Kubuka payung lipat berwarna pink ini, sebenarnya aku tidak suka dengan hujan. Dinginnya bisa bikin aku bersin-bersin. Ku pakai jaket yang sedari tadi ku simpan didalam tas ku. Pink ? Pasti dong, jaket berwarna pink dan payung berwarna pink. Aku adalah pinkers (pink lovers).
Sore ini aku pulang ke kos dengan berjalan kaki. Kalau sudah jam segini angkutan umum pasti susah, kalau pun ada pasti pada penuh. Berhubung ini adalah jam pulang kerja bagi karyawan yang ada di pabrik roti sebelah kampusku.
'Lumayan jauh juga ya kalau jalan kaki.' Gumamku disepanjang jalan.
'Oke tinggal 1 tekongan lagi.' Kupercepat jalanku.
Sampai di tekongan terakhir kos ku, tiba-tiba saja ada yang memanggil.
'Reeeeeeen, tungguin aku.' Teriak seorang wanita yang sedang berlari kearahku.
'Siapa itu ya.' Gumamku sambil memicingkan sedikit mataku karena pandangan yang kurang jelas akibat hujan.
Wanita itu berlari semakin mendekat kearahku, semakin jelas ku lihat siapa wanita itu. Tapi, aku tidak mengenalinya.
'Ren, kamu mau kemana ?' Teriak wanita itu lagi sambil berlari melewatiku.
'Lah, kok dia terus aja.' Pikirku sambil memalingkan wajahku melihat kemana dia berlari.
Dia berlari terus dan berhenti di belakang seorang pria.
'Loh, itu cowok darimana kok perasaan aku gak ada berpapasan sama dia dijalan tadi.' Pikirku sambil menggaruk kepalaku yang memang gatal karena kebanyakan mikir dari tadi.
'Eh itu, oh nama tuh cowok ren juga yah. Haduh, kamu ini ya rein, didunia ini bukan cuman kamu yang namanya rein.' Pikiranku aneh banget yah sore ini.
Setelah 3 menit dari tekongan terakhir tadi, sampailah aku di kost ku yang hmm berantakan banget kayak kapal pecah.
Aku mandi dan langsung membuat segelas teh hangat, ku raih buku notesku diatas meja dan berjalan menuju balkon.
Sore ini emang berasa aneh bagiku, mood dan pikiranku jadi gak karuan. Aku benci kalau harus pulang dalam keadaan hujan-hujan gini, sepatuku pasti akan kotor. Mana tadi ada cewek yang hujan-hujannya hanya demi cowok aneh yah aku rasa dia aneh. Pertama, kapan dia lewat didepanku kenapa aku bisa gak tau dan tiba-tiba saja dia udah ada dibelakangku. Kedua, dia malah ngasih payung yang dipakainya ke cewek tadi padahal tuh payung muat buat berdua.
Eh itu so sweet loh.
Apanya yang sweet coba, kayak anak abg baru pacaran aja deh. Eiiittttssss, tunggu dulu. Sikap cowok itu tadi dingin banget loh ke itu cewek.
Atau jangan-jangan tuh cowok mayat hidup kali yah.
16:35 WIB
Sore ini hujan turun begitu derasnya.
'Huh, untung saja aku bawa payung.' Gumamku sedikit kesal.
Dimusim hujan seperti ini aku males banget kalau harus kuliah sore gini. Mana dosennya ngajarinnya gak jelas, ngantuk banget deh.
Kubuka payung lipat berwarna pink ini, sebenarnya aku tidak suka dengan hujan. Dinginnya bisa bikin aku bersin-bersin. Ku pakai jaket yang sedari tadi ku simpan didalam tas ku. Pink ? Pasti dong, jaket berwarna pink dan payung berwarna pink. Aku adalah pinkers (pink lovers).
Sore ini aku pulang ke kos dengan berjalan kaki. Kalau sudah jam segini angkutan umum pasti susah, kalau pun ada pasti pada penuh. Berhubung ini adalah jam pulang kerja bagi karyawan yang ada di pabrik roti sebelah kampusku.
'Lumayan jauh juga ya kalau jalan kaki.' Gumamku disepanjang jalan.
'Oke tinggal 1 tekongan lagi.' Kupercepat jalanku.
Sampai di tekongan terakhir kos ku, tiba-tiba saja ada yang memanggil.
'Reeeeeeen, tungguin aku.' Teriak seorang wanita yang sedang berlari kearahku.
'Siapa itu ya.' Gumamku sambil memicingkan sedikit mataku karena pandangan yang kurang jelas akibat hujan.
Wanita itu berlari semakin mendekat kearahku, semakin jelas ku lihat siapa wanita itu. Tapi, aku tidak mengenalinya.
'Ren, kamu mau kemana ?' Teriak wanita itu lagi sambil berlari melewatiku.
'Lah, kok dia terus aja.' Pikirku sambil memalingkan wajahku melihat kemana dia berlari.
Dia berlari terus dan berhenti di belakang seorang pria.
'Loh, itu cowok darimana kok perasaan aku gak ada berpapasan sama dia dijalan tadi.' Pikirku sambil menggaruk kepalaku yang memang gatal karena kebanyakan mikir dari tadi.
'Eh itu, oh nama tuh cowok ren juga yah. Haduh, kamu ini ya rein, didunia ini bukan cuman kamu yang namanya rein.' Pikiranku aneh banget yah sore ini.
Setelah 3 menit dari tekongan terakhir tadi, sampailah aku di kost ku yang hmm berantakan banget kayak kapal pecah.
Aku mandi dan langsung membuat segelas teh hangat, ku raih buku notesku diatas meja dan berjalan menuju balkon.
Sore ini emang berasa aneh bagiku, mood dan pikiranku jadi gak karuan. Aku benci kalau harus pulang dalam keadaan hujan-hujan gini, sepatuku pasti akan kotor. Mana tadi ada cewek yang hujan-hujannya hanya demi cowok aneh yah aku rasa dia aneh. Pertama, kapan dia lewat didepanku kenapa aku bisa gak tau dan tiba-tiba saja dia udah ada dibelakangku. Kedua, dia malah ngasih payung yang dipakainya ke cewek tadi padahal tuh payung muat buat berdua.
Eh itu so sweet loh.
Apanya yang sweet coba, kayak anak abg baru pacaran aja deh. Eiiittttssss, tunggu dulu. Sikap cowok itu tadi dingin banget loh ke itu cewek.
Atau jangan-jangan tuh cowok mayat hidup kali yah.
Diubah oleh rendiduck 16-03-2018 10:48
anasabila memberi reputasi
1
11.6K
Kutip
103
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThreadβ’52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rendiduck
#24
Quote:
πpart 6
Mereka memasuki kantin berdua, dia masih saja menggandeng tangan wanita itu. Mereka duduk di pojokan, dan wanita itu memesan makanan sedangkan dia hanya pesan segelas kopi. Mereka terlibat percakapan singkat selebihnya dia kebanyakan diam.
Sebenarnya cowok seperti apa sih dia ini, selalu saja ku lihat dia bersikap dingin kepada wanita itu.
'Ndah, itu cowok yang kemaren aku ceritain ke kamu.' Ucapku sambil menunjuk orang yang aku maksud dengan dagu ku.
'Yang mana sih, reyn ?' Tanya indah kebingungan.
'Itu yang di pojokan.' Jawabku sambil menyendok soto yang ada di depanku.
'Cowok yang pakai kacamata itu ?' Tanya indah yang semakin penasaran.
'Iya.' Jawabku singkat.
'Cakep ya reyn, kira-kira tajir gak yah.' Ucap indah yang gak kedip lihat tuh cowok.
'Matre mode on.' Balasku sambil menoyor kepalanya.
'Eh tapi kasian banget tuh ceweknya ya, reyn. Dicuekin gitu sama dia.' Ucap indah heran.
'Mayat hidup kali tuh orang.' Jawabku ngasal sambil menghabiskan nasi sotoku.
'Eh eh lihat tuh, reyn.' Kata indah heboh sambil menarik-narik tanganku.
Ku lihat dia memakaikan handsetnya yang sebelah kanan ke wanita itu. Dan kini dia merangkul pundak wanita itu yang duduk tepat disebelah kirinya.
Dia menyandarkan kepala wanita itu kepundaknya.
Aneh.
Menurutku dia itu pria aneh. Tatapannya yang tajam namun dingin ke wanita itu.
Sesekali ku lihat di mencium kepala wanita itu.
'Alay banget sih tuh cowok, pakai cium-cium ceweknya didepan umum gini.' Ucapku sinis.
'Jomblo gini nih, senewen aja bawaannya kalau lihat yang berduaan.' Balas indah sambil cekikian.
'Bukan iri ya, cuman rada gimana aja yah di tempat umum gini.' Timpalku gak mau disalahin. Hehe
'Makanya cari pacar sono biar ngerasain yang kayak gituan.' Ucap indah sambil cengengesan.
'Balik kelas aja yuk, sebelum nih mangkok aku kunyah juga.' Ajakku sambil menarik tangan indah.
Indah malah ketawa cekikian melihat ekspresi ku yang barusan.
Didalam kelas, aku duduk ditempatku biasa. Suasana kelas udah lumayan rame. Ku lihat indah sedang asyik dengan hp nya mainin sosmed.
Ku keluarkan handset dari tasku, ku pasang ke hp ku dan memutar lagu di playlist music ku. Ku nikmati alunan musik ini sambil membenamkan wajahku di atas meja.
'Reyn, bangun. Tuh dosen udah masuk.' Kata indah sambil menyenggol tanganku.
----------------
Aku bosen dengerin dosen yang sedari tadi ngejelasin di depan kelas. Tuh dosen ngajar berasa kayak lagi ngedongeng, bikin ngantuk.
'Ren, kamu ngerti apa yang saya jelaskan barusan ?' Tanya pak rahman tiba-tiba dan berhasil membuyarkan lamunanku.
'Eh sa.. sa.. saya belum ngerti pak.' Jawabku terbata-bata.
'Saya nanya dia, kenapa kamu yang jawab ?' Tanya pak rahman dengan wajah sangarnya sambil menunjuk kebelakangku.
Akupun menoleh kearah yang ditunjuk pak rahman. Betapa terkejutnya aku melihat siapa orang yang dimaksud pak rahman.
'Eh kamu.' Ucapku keceplosan lalu ku tutup mulutku dengan kedua tanganku.
'Bapak nanya saya ?' Ucap cowok itu sambil menunjuk dirinya sendiri.
'Iya, kamu anak pindahan itu kan ? Kamu ngerti yang saya jelaskan tadi ?' Tanya pak rahman dengan wajah sangarnya sambil berkacak pinggang.
'Saya gak ngerti pak.' Jawabnya datar.
'Dimana yang kamu belum ngerti ?' Tanya pak rahman lagi.
'Semuanya pak.' Jawabnya.
'Kamu tidak memperhatikan apa yang saya jelaskan ya ?' Tanya pak rahman dengan nada tinggi.
'Tidak pak.' Jawabnya singkat.
'Kenapa ?' Tanya pak rahman yang mulai emosi.
'Bosen pak.' Jawabnya singkat.
'Kurang ajar kamu ya. Keluar kamu dari kelas saya.' Ucap pak rahman yang sudah benar-benar emosi.
Dia berjalan keluar dan membawa sebuah buku.
'Kamu reyna, coba kamu jelaskan ulang apa yang saya jelaskan tadi ?' Tanya pak rahman yang membuyarkan lamunanku.
'Eh sa..sa..saya ya pak ?' Tanyaku balik sambil terbata-bata saking kagetnya.
'Emang dikelas ini ada yang namanya reyna selain kamu ?' Tanya pak rahman dengan nada tinggi.
'Enggak pak.' Jawabku sambil menundukkan kepala.
'Coba kamu jelaskan ? Kalau kamu tidak tahu atau kamu juga bosen seperti dia tadi, silahkan kamu keluar dari kelas saya juga.' Ucap pak rahman.
Aku yang merasa tidak mengerti apapun yang dijelaskan sama pak rahman tadi, kemudian berdiri dan berjalan keluar kelas.
Ku lihat dia duduk di bangku taman yang ada di depan kelasku. Ku lihat dia sedang seperti menggambar sesuatu.
Ku pandangi wajah itu, dingin dan tenang. Iya itu yang aku rasakan saat memandang wajahnya. Tapi, kenapa berbeda saat dia ngasih payung ke aku. Dia terlihat lebih ramah.
Ku beranikan diri untuk menghampirinya, tapi saat aku hendak berjalan menemuinya tiba-tiba saja seorang wanita menghampirinya dan merangkulnya dari belakang. Iya wanita itu. Dia mengelus lembut kepala wanita itu yang sedang bersandar dibahunya. Lalu, dia melanjutkan gambarannya.
Melihat pemandangan itu, ku urungkan niatku untuk menemuinya.
Aku ke toilet aja deh, pikirku.
Mereka sangat mengganggu pikiranku. Bahkan saat aku di toiletpun masih kepikiran sama mereka.
Siapa sih sebenarnya mereka itu, dan cowok itu kenapa bisa tiba-tiba ada dikelasku sih. Dan wanita itu, siapa dia.
Arghhh, mereka terlalu mengganggu pikiranku.
'Reyn, siapa mereka itu bukan urusan kamu. Inget, kamu itu kemari buat kuliah bukan buat ngurusin mereka.' Ucapku ke diriku sendiri di depan cermin wastafel.
Kringgggggg
Dering telponku membuatku terkejut dan tersadar dari lamunanku.
Aryo.
'Halo, ada apa yo ?' Tanyaku cuek.
'Kamu dimana ?'
'Di toilet.' Jawabku cuek.
'Di kampus ?' Tanyanya lagi.
'Di toilet loh aryo.' Jawabku bete.
'Maksud aku di toilet kampus ?' Tanya aryo lagi sedikit lebih lembut dari yang tadi.
'Iya.' Jawabku singkat.
'Kamu pulang jam berapa ?' Tanya aryo lagi.
'Mungkin sebentar lagi.' Jawabku ngasal.
'Yaudah aku tunggu kamu di taman depan kelas kamu ya.' Ucap aryo.
Kemudian telpon pun terputus.
Aku kembali ke kelas saat pak rahman udah keluar kelas. Kulihat aryo sedang duduk di bangku taman depan kelasku, dia tersenyum padaku. Dan ku lirik cowok itu masih duduk disana bersama wanita tadi. Kini wanita itu duduk disampingnya sambil melihat kearah lukisan yang sedang dilukis olehnya.
Aku masuk ke kelas buat ngambil tas ku tadi, kemudian pamit ke indah.
'Aku balik duluan ya, ndah. Udah ditungguin aryo tuh didepan.' Ucapku sambil merangkul tasku.
'Oke reyn, have fun ya sama aryo.' Jawab indah sambil cengengesan.
Mereka memasuki kantin berdua, dia masih saja menggandeng tangan wanita itu. Mereka duduk di pojokan, dan wanita itu memesan makanan sedangkan dia hanya pesan segelas kopi. Mereka terlibat percakapan singkat selebihnya dia kebanyakan diam.
Sebenarnya cowok seperti apa sih dia ini, selalu saja ku lihat dia bersikap dingin kepada wanita itu.
'Ndah, itu cowok yang kemaren aku ceritain ke kamu.' Ucapku sambil menunjuk orang yang aku maksud dengan dagu ku.
'Yang mana sih, reyn ?' Tanya indah kebingungan.
'Itu yang di pojokan.' Jawabku sambil menyendok soto yang ada di depanku.
'Cowok yang pakai kacamata itu ?' Tanya indah yang semakin penasaran.
'Iya.' Jawabku singkat.
'Cakep ya reyn, kira-kira tajir gak yah.' Ucap indah yang gak kedip lihat tuh cowok.
'Matre mode on.' Balasku sambil menoyor kepalanya.
'Eh tapi kasian banget tuh ceweknya ya, reyn. Dicuekin gitu sama dia.' Ucap indah heran.
'Mayat hidup kali tuh orang.' Jawabku ngasal sambil menghabiskan nasi sotoku.
'Eh eh lihat tuh, reyn.' Kata indah heboh sambil menarik-narik tanganku.
Ku lihat dia memakaikan handsetnya yang sebelah kanan ke wanita itu. Dan kini dia merangkul pundak wanita itu yang duduk tepat disebelah kirinya.
Dia menyandarkan kepala wanita itu kepundaknya.
Aneh.
Menurutku dia itu pria aneh. Tatapannya yang tajam namun dingin ke wanita itu.
Sesekali ku lihat di mencium kepala wanita itu.
'Alay banget sih tuh cowok, pakai cium-cium ceweknya didepan umum gini.' Ucapku sinis.
'Jomblo gini nih, senewen aja bawaannya kalau lihat yang berduaan.' Balas indah sambil cekikian.
'Bukan iri ya, cuman rada gimana aja yah di tempat umum gini.' Timpalku gak mau disalahin. Hehe
'Makanya cari pacar sono biar ngerasain yang kayak gituan.' Ucap indah sambil cengengesan.
'Balik kelas aja yuk, sebelum nih mangkok aku kunyah juga.' Ajakku sambil menarik tangan indah.
Indah malah ketawa cekikian melihat ekspresi ku yang barusan.
Didalam kelas, aku duduk ditempatku biasa. Suasana kelas udah lumayan rame. Ku lihat indah sedang asyik dengan hp nya mainin sosmed.
Ku keluarkan handset dari tasku, ku pasang ke hp ku dan memutar lagu di playlist music ku. Ku nikmati alunan musik ini sambil membenamkan wajahku di atas meja.
'Reyn, bangun. Tuh dosen udah masuk.' Kata indah sambil menyenggol tanganku.
----------------
Aku bosen dengerin dosen yang sedari tadi ngejelasin di depan kelas. Tuh dosen ngajar berasa kayak lagi ngedongeng, bikin ngantuk.
'Ren, kamu ngerti apa yang saya jelaskan barusan ?' Tanya pak rahman tiba-tiba dan berhasil membuyarkan lamunanku.
'Eh sa.. sa.. saya belum ngerti pak.' Jawabku terbata-bata.
'Saya nanya dia, kenapa kamu yang jawab ?' Tanya pak rahman dengan wajah sangarnya sambil menunjuk kebelakangku.
Akupun menoleh kearah yang ditunjuk pak rahman. Betapa terkejutnya aku melihat siapa orang yang dimaksud pak rahman.
'Eh kamu.' Ucapku keceplosan lalu ku tutup mulutku dengan kedua tanganku.
'Bapak nanya saya ?' Ucap cowok itu sambil menunjuk dirinya sendiri.
'Iya, kamu anak pindahan itu kan ? Kamu ngerti yang saya jelaskan tadi ?' Tanya pak rahman dengan wajah sangarnya sambil berkacak pinggang.
'Saya gak ngerti pak.' Jawabnya datar.
'Dimana yang kamu belum ngerti ?' Tanya pak rahman lagi.
'Semuanya pak.' Jawabnya.
'Kamu tidak memperhatikan apa yang saya jelaskan ya ?' Tanya pak rahman dengan nada tinggi.
'Tidak pak.' Jawabnya singkat.
'Kenapa ?' Tanya pak rahman yang mulai emosi.
'Bosen pak.' Jawabnya singkat.
'Kurang ajar kamu ya. Keluar kamu dari kelas saya.' Ucap pak rahman yang sudah benar-benar emosi.
Dia berjalan keluar dan membawa sebuah buku.
'Kamu reyna, coba kamu jelaskan ulang apa yang saya jelaskan tadi ?' Tanya pak rahman yang membuyarkan lamunanku.
'Eh sa..sa..saya ya pak ?' Tanyaku balik sambil terbata-bata saking kagetnya.
'Emang dikelas ini ada yang namanya reyna selain kamu ?' Tanya pak rahman dengan nada tinggi.
'Enggak pak.' Jawabku sambil menundukkan kepala.
'Coba kamu jelaskan ? Kalau kamu tidak tahu atau kamu juga bosen seperti dia tadi, silahkan kamu keluar dari kelas saya juga.' Ucap pak rahman.
Aku yang merasa tidak mengerti apapun yang dijelaskan sama pak rahman tadi, kemudian berdiri dan berjalan keluar kelas.
Ku lihat dia duduk di bangku taman yang ada di depan kelasku. Ku lihat dia sedang seperti menggambar sesuatu.
Ku pandangi wajah itu, dingin dan tenang. Iya itu yang aku rasakan saat memandang wajahnya. Tapi, kenapa berbeda saat dia ngasih payung ke aku. Dia terlihat lebih ramah.
Ku beranikan diri untuk menghampirinya, tapi saat aku hendak berjalan menemuinya tiba-tiba saja seorang wanita menghampirinya dan merangkulnya dari belakang. Iya wanita itu. Dia mengelus lembut kepala wanita itu yang sedang bersandar dibahunya. Lalu, dia melanjutkan gambarannya.
Melihat pemandangan itu, ku urungkan niatku untuk menemuinya.
Aku ke toilet aja deh, pikirku.
Mereka sangat mengganggu pikiranku. Bahkan saat aku di toiletpun masih kepikiran sama mereka.
Siapa sih sebenarnya mereka itu, dan cowok itu kenapa bisa tiba-tiba ada dikelasku sih. Dan wanita itu, siapa dia.
Arghhh, mereka terlalu mengganggu pikiranku.
'Reyn, siapa mereka itu bukan urusan kamu. Inget, kamu itu kemari buat kuliah bukan buat ngurusin mereka.' Ucapku ke diriku sendiri di depan cermin wastafel.
Kringgggggg
Dering telponku membuatku terkejut dan tersadar dari lamunanku.
Aryo.
'Halo, ada apa yo ?' Tanyaku cuek.
'Kamu dimana ?'
'Di toilet.' Jawabku cuek.
'Di kampus ?' Tanyanya lagi.
'Di toilet loh aryo.' Jawabku bete.
'Maksud aku di toilet kampus ?' Tanya aryo lagi sedikit lebih lembut dari yang tadi.
'Iya.' Jawabku singkat.
'Kamu pulang jam berapa ?' Tanya aryo lagi.
'Mungkin sebentar lagi.' Jawabku ngasal.
'Yaudah aku tunggu kamu di taman depan kelas kamu ya.' Ucap aryo.
Kemudian telpon pun terputus.
Aku kembali ke kelas saat pak rahman udah keluar kelas. Kulihat aryo sedang duduk di bangku taman depan kelasku, dia tersenyum padaku. Dan ku lirik cowok itu masih duduk disana bersama wanita tadi. Kini wanita itu duduk disampingnya sambil melihat kearah lukisan yang sedang dilukis olehnya.
Aku masuk ke kelas buat ngambil tas ku tadi, kemudian pamit ke indah.
'Aku balik duluan ya, ndah. Udah ditungguin aryo tuh didepan.' Ucapku sambil merangkul tasku.
'Oke reyn, have fun ya sama aryo.' Jawab indah sambil cengengesan.
0
Kutip
Balas