- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#286
PART 24
DUARRRRRR......
Sebuah ledakan terdengar sesaat sebelum pukulan tenaga dalam yang di lancar kan makhluk tersebut mengenai tubuh ku.
Aku pun mundur ke belakang untuk mencerna apa gerangan yang menahan pukulan tenaga dalam tadi hingga luput mengenai ku.
Aku sempat mengendurkan pertahanan karena sedang asyik berbincang Ronggo Geni. Namun karena jin adalah selicik licik nya makhluk yang penuh dengan tipu daya, momen tersebut di manfaatkan nya untuk menyerang diri ku.
Nampak kini sebuah keris ber luk 9 pemberian eyang buyut ku dulu, melayang dan berputar putar di hadapan ku. Keris tersebut lah yang sepertinya menahan serangan dari jin penunggu pohon beringin tadi.
Secara kasat mata orang awam tak melihat apa yang sesungguhnya terjadi pagi itu. Dalam penglihatan mereka, aku hanya seperti binatang sirkus yang melompat kesana kemari mempertontonkan aksinya. Namun beda hal nya dalam penglihatan Stephanie atau Pak Mustafa.
" dasar licik kau jin musryik. Berani nya menyerang dari belakang " hardik ku sambil merapal beberapa ajian.
" HA. HA. HA. HA. HA HA. MEMANG BEGITU LAH AKU DICIPTAKAN HAI ANAK MANUSIA. PENUH DUSTA DAN TIPU DAYA " jawab jin tadi tertawa terbahak bahak.
" Ronggo Geni, bantu saya buat menghancurkan makhluk tersebut " ucap ku berkontak batin dengan Ronggo Geni.
" sendiko dhawuh mas agus " balas Ronggo Geni.
" Ah banyak omong kau jin laknat " pekik ku keras dan melompat sembari mengayunkan keris ke arah tubuh nya.
SRETTTTTT.....
Sebuah luka sayatan pun menganga tepat di dada sebelah kanan jin tersebut..
" ARGHHHHHH.... KURANG AJAR KAU ANAK MANUSIA,. DARI MANA KAU DAPATKAN KERIS ITU " tanya jin tersebut sambil terus mngerang kesakitan.
" aku tidak perlu memberitahu karena sebentar lagi kau akan hancur oleh adidaya keris ini " balas ku dengan lantang.
" ARGHHH.... SOMBONG KAU ANAK MANUSIA. " ucap jin tadi seraya melompat dan mengayunkan cakar ny ke arah ku.
PRANKKKKKKKK......
Rongggo Geni pun dengan sigap menangkis serangan jin tersebut hingga membuat nya semakin marah. Karena tak ingin kecolongan, Ronggo Geni pun langsung melompat balik dan memberikan sebuah serangan balasan.
DUAGHHHHHH.. ...
Jin tersebut rupanya masih memiliki kekuatan karena dia sanggup menahan pukulan yang di arah kan pada nya. Tak ingin kehilangan momen, Ronggo Geni pun langsung memberikan serangan kedua hingga membuat tubuh jin tersebut terlempar menabrak pohon beringin yang ada di belakang nya.
Jin tersebut terhempas setelah menerima tendangan dari Ronggo Geni.
BUGHHHHHH....
Tubuh jin tadi telak mengahantam pohon beringin hingga menimbulkan bunyi yang keras.
" AUHHHHHHHHH.... AHHHHHHH... " dia pun Cumiik makin keras menahan rasa sakit dari luka luka di tubuhnya.
" sekarang kau mau pergi, atau serangan ku yang selanjutnya akan membuat nyawa mu melayang sia sia " ucap ku lantang ke jin tersebut.
" KALI INI AKU MENGALAH MANUSIA DAN AKU AKAN PERGI "
" TAPI INGATY. SUATU SAAT NANTI AKU AKAN KEMBALI UNTUK MEMBUNUH MU " balas tadi dengan sedikit nada ancaman.
" aku akan menunggu mu jin kafir. Pergi lah, sebelum aku berubah pikiran " hardik ku kini dengan keras.
Jin tadi pun pergi menghilang sesaat setelah mendengar ucapan terakhir ku. Dan kini aku nampak nya harus meningkatkan semua indera ku karena jin tersebut dapat kembali dan menyerang ku sewaktu waktu.
" alhamdulillah pak, makhluk di dalam tubuh cewek ini sudah pergi " sebuah syukur ku ucapkan karena telah berhasil melewati pertarungan yang berat tadi.
" jin nya kenapa di biarkan lolos nak agus " tanya pak Mustofa keheranan kenapa aku membiarkan jin tersebut hidup.
" bukan membiarkan pak. Kan aku sudah bilang jin tersebut termasuk sakti. Kalo di teruskan belum tentu juga saya bisa menang "
" bapak lihat khodam saya sudah kelelahan dan mendapat luka di sekujur tubuhnya setelah berduel dengan jin tadi "
" bapak kan juga lihat kan tenaga ku juga hampir habis " jawab ku ngos ngos an.
Pak Mustofa pun manggut manggut mendengar penjelasan ku tanpa bertanya lebih banyak lagi.
Reni, Stephanie dan Bang David pun berjalan menghampiri ku karena kini aku telah mengobrol santai dengan Pak Mustofa. Aku meminta beberapa siswi cewek yang tadinya menjauh untuk mendekat ke arah ku agar bisa membantu membawa cewek yang di rasuki jin tadi ke uks sekolah.
" capek ya mas " ucap reni sambil mngelap keringat yang membasahi wajah ku.
" bukan capek lagi nduk. capek banget " balas ku menegaskan sambil masih terus mengatur nafas.
" eh gus, lu koq gak ngomong kalo punya ilmu sakti kek gitu " sahut Bang David.
" emang penting Bang aku woro woro ke semua orang kalo aku punya kelebihan " jawab ku ketus.
" ya nggak gitu juga gus. Gw pengen punya ilmu kek elu " timpal bang David lagi sambil memegang dagu nya.
" BANGG"
" ilmu syariat abang aja masih dangkal, ini mau belajar ilmu marifat. Yang ada malah tubuh abang suatu saat nanti di ambil alih oleh jin "
" di dunia ini cuma satu manusia bang yang bisa menguasai serta memimpin bangsa jin hingga membuat bangsa jin tersebut tunduk dan patuh "
" ini semua karena mukjizat yang di anugerah kan Sang Pencipta kepada Nabi dan Rasul pilihan Nya bang "
" beliau adalah Nabi Sulaiman A. S"..
" selain itu..? Gak ada lagi bang. Bahkan Baginda nabi Muhammad yang SAW yang di berikan kekuatan untuk mengikat jin ifrit di slah satu tiang masjid (bisa cek di slah satu surat dalam Al Qur'an), urung melakukan nya. Ini semua karena doa yang di panjatkan Baginda nabi Sulaiman sebelum beliau wafat "
“Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang-pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shad: 35)
" Jadi kalo ada orang yang bilang sanggup atau menguasai bangsa jin, itu semua karena jin tersebut takut bang dengan kelebihan dan keimanan orang tersebut. Bukan karena jin tersebut bener-bener tunduk seperti yang di titahkan padanya oleh Allah SWT untuk tunduk kepada Baginda nabi Sulaiman dulu "
" jadi masih minat sekarang " tanya ku lagi ke Bang David setelah menjelaskan apa yang mungkin terjadi nanti.
Bang David hanya diam saja mendengar penjelasan ku ini.
" gus lu galak banget sih sama gue " ucap bang David kini sok memelas.
" gue galak demi kebaikan mu sendiri bang " jawab ku enteng.
Perbincangan ku dengan bang David pun berhenti sampai di situ. Maklum, semua anak anak yang tadi mya berkerumun, kini telah membubarkan diri dan kembali ke kelas masing-masing. Kami pun bertiga berpamitan ke bang David dan pak Mustofa untuk kembali ke kelas masing-masing.
" gus, terus gimana ke depan nya. Jin tadi kan mengancam akan kembali untuk membunuh mu " ucap Stephanie tiba-tiba di tengah perjalanan kami menuju kelas.
Reni pun langsung merapat kan tubuh nya ke tubuh ku saat mendengar kata bunuh dari mulut Stephanie. Dia memegang lenganku erat disertai sebuah tatapan yang sangat sayu. Dia sepertinya takut terjadi apa-apa dengan ku. Aku pun langsung menyepak sepatu sekolah Stephanie agar dia tidak membicarakan hal ini di depan Reni. Aku gak mau dia khawatir dan lantas berpikiran yang buruk.
Fikiran yang buruk itu kadang bisa menjadi pertanda atau sebuah doa.
Saat sampai di dalam kelas, seperti yang kuduga proses KBM telah di mulai beberapa menit yang lalu.
" lho kalian bertiga dari mana koq masuk kelas terlambat " ucap Bu Yuni guru fisika saat melihat kami masuk kelas.
" anu bu. habis dari lapangan bu, bantu pak Mustofa " jawab ku sambil berjalan mendekati nya.
Tanpa ku jelas kan, sepertinya bu yuni sudah mahfum dan paham apa yang membuat ku bisa terlambat.
" ya sudah. Silahkan kembali ke tempat duduk kalian masing-masing " perintah Bu Yuni.
Kami bertiga pun berjalan menuju tempat duduk masing masing.
Reni sepertinya masih memikirkan apa yang di ucapkan Stephanie tadi. Terlihat dia kini masih menoleh ke arah ku dengan raut wajah cemas. Aku pun mengelus rambutnya dan meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.
Jam 13.30 proses kegiatan sekolah pun berakhir, dan semua murid pun kembali ke rumah masing masing. Kecuali siswa yang ikut kegiatan ekstra kulikuler tentunya. Mereka harus tinggal untuk melakukan aktifitas masing-masing.
Sebenarnya tempo hari aku sudah di tawari Dina sama Shinta untuk ikut ekskul pramuka. Namun n aku belum mengiyakan tawaran mereka.
Tung tang tang Tung tang tang tung.
Sebuah nada legend, berbunyi sesaat setelah diri ku sampai dirumah.
Setelah membalas sms reni dan memberi nya kepastian, aku pun langsung mandi ambil wudhu, sholat ashar, makan dan pergi tidur siang.
Jam 19.00 aku pun telah bersiap dengan baju koko dipadu dengan celana kain semata kaki. Ya iyalah, mau ngajar ngaji masak pake kaos oblong, kesannya gimana gitu. Tadi nya aku mau pinjem motor bapak ku agar perjalanan ke rumah reni lebih cepet, eh emang dasarnya apes. Bapak ku udah menghilang entah kemana beserta motor supri nya.
Karena gak mau kejadian yang sama terulang, aku meminta Riyo( adek ku) untuk menemani ku ke rumah reni. Awal nya dia menolak ikut, namun saat ku bilang banyak makanan disana, eh malah dia yang paling semangat agar segera berangkat.
Adek ku ini meski masih sd udah pinter ngaji. Maklum gan, kalo males ngaji, abis tuh batang pohon singkong di pake buat mukulin tubuh kami berdua. Sebuah cara yang keras memang, namun hal itu memberikan rasa takut serta membuat kami belajar akan sebuah kedisiplinan . Gak kayak kids zaman now. Di cubit dikit aja pake lapor polisi segala. Apa gak minta di sleding tuh kepala nya biar otak nya balik bener.
Dengan susah payah dan ngos ngos an karena boncengin adek di belakang, aku pun sampai di kediaman rumah reni. Setelah menekan bel dan di buka kan pagar, kami pun lantas segera masuk ke dalam.
" tok tok tok assalamualaikum " salam ku sambil mengetuk pintu.
Sementara adek ku riyo, hanya berdiri saja di samping ku sambil melihat sekeliling rumah ini. Sesekali dia mengelus elus perut nya seolah olah bilang...
" tenang brother. Malam ini di jamin cacing dalam diri lu puas "
" walaikumsalam "
" eh dah sampe mas " balas reni dan membuka kan pintu untuk kami.
" anak kecil ini siapa mas " tanya reni menunjuk adek ku yang berdiri di samping ku.
Dia bengong memandang i wajah reni malam itu. Sumpah, aku juga terpesona melihat penampilan reni malam itu. Dia memakai baju muslim warna ungu di padu jilbab dengan warna senada. Make up yang tipis di padu dengan polesan lipgloss di bibir nya, semakin menambah kecantikan nya.
" SUBHANALLAH.. SUNGGUH INDAH NYA CIPTAAN MU YA ALLAH "...
" nanti mas jelasin di dlam nduk " pinta ku ke reni karena malam itu hawa nya sangat dingin.
Reni pun mengangguk dan mempersilahkan kami masuk. Di ruang keluarga nampak Pak Andy, Bu Rahma dan Rena yang asyik bercengkrama sambil nonton tv. Acara yang populer waktu itu Di Sini Ada Setan gan. Jaman ku dulu, acara tv nya masih sangat berkualitas. Gak seperti sekarang yang kebanyakan gimmick serta sensasi.
" assalamualaikum Pak, Bu, Ren " sapa ku sembari menghampiri keluarga reni.
" eh nak agus. Mari masuk nak " jawab pak Andy mempersilahkan kami duduk..
" yang kecil imut imut itu siapa nak " tanya Bu Rahma melihat adek ku yng duduk di sebelah ku.
Aku pun menendang kaki adek ku agar dia memperkenalkan diri..
" Riyo pak lek, bu lek " sahut adek ku memperkenalkan diri ( pak lek ini panggil an buat Om, sementara Bu lek buat Tante yang lazim di gunakan di kampung ku).
" kak, adek nya sama Rena saja ya " ucap Rena tiba tiba sperti nya gemes melihat adek ku.
Aku pun memandang wajah adek ku, dan seperti nya dia mengangguk tak masalah ikut bersama Rena.
" ya udah mass, di dalam kamar nduk saja ngaji nya " ajak reni seraya menggandeng tangan ku untuk ikut pergi dengannya.
" hehhhhh... Di sini aja nduk. Masak berdua di kamar " jawab ku gaguk.
Reni hanya mengacuh kan pendapat ku dan tetep menyeretku agar ikut dengan nya. Pak andy dan Bu rahma hanya tersenyum saja melihat kami. Sementara itu di lain tempat, adek gw riyo udah menghilang entah kemana bersama Rena. Jangan jangan mau di rudapaksa tuh sma rena.
" BISMILLAH,, HIRRAHMAN.. NIR
. RAHIMM "...
Aku pun mengajari reni mengaji mulai dari surat yang pertama. Reni ini sebenarnya udah cukup bagus bacaan nya, cuma perlu di tingkatkan agar tau panjang pendek nya tanda yang menyertai huruf huruf dalam Al Qur'an.
Satu jam lamanya aku ngaji bareng reni dan kini aku pun pamit untuk pulang ke rumah. Kalo kelamaan bertamu malam malam, bisa timbul fitnah.
Saat kembali ke ruang keluarga aku lihat riyo sudah berada disana dengan rena duduk di samping nya . Nampak di tangan nya beberapa batang cokelat seperti bekas sebuah gigitan.
" Menang banyak ni bocah. Kenyang malam ini. "
" nak agus kesini naek apa " Tanya Pak Andy saat melihat ku ikut bergabung bersama reni.
" sepeda ontel pak " jawab ku singkat.
" lho emang nak agus gak punya motor apa " tanya pak andy lagi keheranan.
" bapak punya sih, tapi cuma satu. Tadi waktu mau kesini mau nya naek motor biar lebih cepat "
" eh malah motor nya udah ngilang duluan di bawa bapak pergi " jawab ku sedikit kesal.
Mendengar jawaban ku, Pak andy pun seperti membisikkan sesuatu di telinga ibu rahma. Ibu rahma pun mengangguk dan lantas berdiri berjalan menuju kamar nya. Tak selang beberapa lama, beliau pun kembali dengan sebuah kunci kontak dan stnk di genggaman tangan nya.
" nih kunci serta stnk motor yang ada di garasi, nak agus pakai saja ya. Di sini jarang ada yang Make karena bapak udah ada 2 mobil. " ucap pak andy sambil menyerah kan kunci dan stnk yang tadi di pegang istrinya.
" be.... Bener nih pak. Bapak gak lagi ngelawak kan " jawab ku gagap karena tak percaya dengan apa yang terjadi.
" benr nak. Demi Allah bapak gak lagi nglawak. Nak agus bisa merawat motor tersebut. Nak agus juga mudah kalo mau maen kesini "
" tuh reni sama rena nanyain nak agus mulu kalo lama gak maen kesini " jawab pak Andy meyakinkan.
" terima kasih pak".
"bpkb nya mana ya pak " ucap ku kurang ajar sambil cengar cengir.
" nanti mas kalo dah resmi " sahut reni menjawab pertanyaan ku.
" hehhhhh.... Resmi apa nduk " balas ku yang sedikit gak peka arti kata yang reni ucapkan.
Reni hanya tersenyum simpul tanpa menjelaskan maksud perkataan nya. Pak Andy, Bu Rahma dan Rena juga ikut tersenyum tanpa menjelaskan maksud perkataan reni. Adek ku..? Emang kampret tuh bocah. Masih aja dia makan cokelat pemberian rena.
Setelah pamitan dengan pak andy sekeluarga, aku pun langsung pulang dengan motor baru amanah dari pak andy. Jadilah malam itu aku pulang mengendarai sepeda motor bebek dengan lambang garpu tala disertai bentuk lampu mirip burung hantu.
ALLAHU... AKBAR.. .
Sebuah bola api, tiba-tiba saja melayang melintas di atas kepala ku yang sedang membonceng adek ku di belakang..
Kami waktu itu baru seperempat perjalanan.. .
" kejar... Mas.. .. Kejar.. " adek ku pun berteriak lantang sambil menggoyang goyang tubuh ku.
Aku pun menuruti perkataan adek ku dan lantas mengejar kemana bola api tersebut pergi...
Dan sampai lah aku di sebuah rumah yang sangat nampak familiar bagi ku....
DUARRRRRR......
Sebuah ledakan terdengar sesaat sebelum pukulan tenaga dalam yang di lancar kan makhluk tersebut mengenai tubuh ku.
Aku pun mundur ke belakang untuk mencerna apa gerangan yang menahan pukulan tenaga dalam tadi hingga luput mengenai ku.
Aku sempat mengendurkan pertahanan karena sedang asyik berbincang Ronggo Geni. Namun karena jin adalah selicik licik nya makhluk yang penuh dengan tipu daya, momen tersebut di manfaatkan nya untuk menyerang diri ku.
Nampak kini sebuah keris ber luk 9 pemberian eyang buyut ku dulu, melayang dan berputar putar di hadapan ku. Keris tersebut lah yang sepertinya menahan serangan dari jin penunggu pohon beringin tadi.
Secara kasat mata orang awam tak melihat apa yang sesungguhnya terjadi pagi itu. Dalam penglihatan mereka, aku hanya seperti binatang sirkus yang melompat kesana kemari mempertontonkan aksinya. Namun beda hal nya dalam penglihatan Stephanie atau Pak Mustafa.
" dasar licik kau jin musryik. Berani nya menyerang dari belakang " hardik ku sambil merapal beberapa ajian.
" HA. HA. HA. HA. HA HA. MEMANG BEGITU LAH AKU DICIPTAKAN HAI ANAK MANUSIA. PENUH DUSTA DAN TIPU DAYA " jawab jin tadi tertawa terbahak bahak.
" Ronggo Geni, bantu saya buat menghancurkan makhluk tersebut " ucap ku berkontak batin dengan Ronggo Geni.
" sendiko dhawuh mas agus " balas Ronggo Geni.
" Ah banyak omong kau jin laknat " pekik ku keras dan melompat sembari mengayunkan keris ke arah tubuh nya.
SRETTTTTT.....
Sebuah luka sayatan pun menganga tepat di dada sebelah kanan jin tersebut..
" ARGHHHHHH.... KURANG AJAR KAU ANAK MANUSIA,. DARI MANA KAU DAPATKAN KERIS ITU " tanya jin tersebut sambil terus mngerang kesakitan.
" aku tidak perlu memberitahu karena sebentar lagi kau akan hancur oleh adidaya keris ini " balas ku dengan lantang.
" ARGHHH.... SOMBONG KAU ANAK MANUSIA. " ucap jin tadi seraya melompat dan mengayunkan cakar ny ke arah ku.
PRANKKKKKKKK......
Rongggo Geni pun dengan sigap menangkis serangan jin tersebut hingga membuat nya semakin marah. Karena tak ingin kecolongan, Ronggo Geni pun langsung melompat balik dan memberikan sebuah serangan balasan.
DUAGHHHHHH.. ...
Jin tersebut rupanya masih memiliki kekuatan karena dia sanggup menahan pukulan yang di arah kan pada nya. Tak ingin kehilangan momen, Ronggo Geni pun langsung memberikan serangan kedua hingga membuat tubuh jin tersebut terlempar menabrak pohon beringin yang ada di belakang nya.
Jin tersebut terhempas setelah menerima tendangan dari Ronggo Geni.
BUGHHHHHH....
Tubuh jin tadi telak mengahantam pohon beringin hingga menimbulkan bunyi yang keras.
" AUHHHHHHHHH.... AHHHHHHH... " dia pun Cumiik makin keras menahan rasa sakit dari luka luka di tubuhnya.
" sekarang kau mau pergi, atau serangan ku yang selanjutnya akan membuat nyawa mu melayang sia sia " ucap ku lantang ke jin tersebut.
" KALI INI AKU MENGALAH MANUSIA DAN AKU AKAN PERGI "
" TAPI INGATY. SUATU SAAT NANTI AKU AKAN KEMBALI UNTUK MEMBUNUH MU " balas tadi dengan sedikit nada ancaman.
" aku akan menunggu mu jin kafir. Pergi lah, sebelum aku berubah pikiran " hardik ku kini dengan keras.
Jin tadi pun pergi menghilang sesaat setelah mendengar ucapan terakhir ku. Dan kini aku nampak nya harus meningkatkan semua indera ku karena jin tersebut dapat kembali dan menyerang ku sewaktu waktu.
" alhamdulillah pak, makhluk di dalam tubuh cewek ini sudah pergi " sebuah syukur ku ucapkan karena telah berhasil melewati pertarungan yang berat tadi.
" jin nya kenapa di biarkan lolos nak agus " tanya pak Mustofa keheranan kenapa aku membiarkan jin tersebut hidup.
" bukan membiarkan pak. Kan aku sudah bilang jin tersebut termasuk sakti. Kalo di teruskan belum tentu juga saya bisa menang "
" bapak lihat khodam saya sudah kelelahan dan mendapat luka di sekujur tubuhnya setelah berduel dengan jin tadi "
" bapak kan juga lihat kan tenaga ku juga hampir habis " jawab ku ngos ngos an.
Pak Mustofa pun manggut manggut mendengar penjelasan ku tanpa bertanya lebih banyak lagi.
Reni, Stephanie dan Bang David pun berjalan menghampiri ku karena kini aku telah mengobrol santai dengan Pak Mustofa. Aku meminta beberapa siswi cewek yang tadinya menjauh untuk mendekat ke arah ku agar bisa membantu membawa cewek yang di rasuki jin tadi ke uks sekolah.
" capek ya mas " ucap reni sambil mngelap keringat yang membasahi wajah ku.
" bukan capek lagi nduk. capek banget " balas ku menegaskan sambil masih terus mengatur nafas.
" eh gus, lu koq gak ngomong kalo punya ilmu sakti kek gitu " sahut Bang David.
" emang penting Bang aku woro woro ke semua orang kalo aku punya kelebihan " jawab ku ketus.
" ya nggak gitu juga gus. Gw pengen punya ilmu kek elu " timpal bang David lagi sambil memegang dagu nya.
" BANGG"
" ilmu syariat abang aja masih dangkal, ini mau belajar ilmu marifat. Yang ada malah tubuh abang suatu saat nanti di ambil alih oleh jin "
" di dunia ini cuma satu manusia bang yang bisa menguasai serta memimpin bangsa jin hingga membuat bangsa jin tersebut tunduk dan patuh "
" ini semua karena mukjizat yang di anugerah kan Sang Pencipta kepada Nabi dan Rasul pilihan Nya bang "
" beliau adalah Nabi Sulaiman A. S"..
" selain itu..? Gak ada lagi bang. Bahkan Baginda nabi Muhammad yang SAW yang di berikan kekuatan untuk mengikat jin ifrit di slah satu tiang masjid (bisa cek di slah satu surat dalam Al Qur'an), urung melakukan nya. Ini semua karena doa yang di panjatkan Baginda nabi Sulaiman sebelum beliau wafat "
“Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang-pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shad: 35)
" Jadi kalo ada orang yang bilang sanggup atau menguasai bangsa jin, itu semua karena jin tersebut takut bang dengan kelebihan dan keimanan orang tersebut. Bukan karena jin tersebut bener-bener tunduk seperti yang di titahkan padanya oleh Allah SWT untuk tunduk kepada Baginda nabi Sulaiman dulu "
" jadi masih minat sekarang " tanya ku lagi ke Bang David setelah menjelaskan apa yang mungkin terjadi nanti.
Bang David hanya diam saja mendengar penjelasan ku ini.
" gus lu galak banget sih sama gue " ucap bang David kini sok memelas.
" gue galak demi kebaikan mu sendiri bang " jawab ku enteng.
Perbincangan ku dengan bang David pun berhenti sampai di situ. Maklum, semua anak anak yang tadi mya berkerumun, kini telah membubarkan diri dan kembali ke kelas masing-masing. Kami pun bertiga berpamitan ke bang David dan pak Mustofa untuk kembali ke kelas masing-masing.
" gus, terus gimana ke depan nya. Jin tadi kan mengancam akan kembali untuk membunuh mu " ucap Stephanie tiba-tiba di tengah perjalanan kami menuju kelas.
Reni pun langsung merapat kan tubuh nya ke tubuh ku saat mendengar kata bunuh dari mulut Stephanie. Dia memegang lenganku erat disertai sebuah tatapan yang sangat sayu. Dia sepertinya takut terjadi apa-apa dengan ku. Aku pun langsung menyepak sepatu sekolah Stephanie agar dia tidak membicarakan hal ini di depan Reni. Aku gak mau dia khawatir dan lantas berpikiran yang buruk.
Fikiran yang buruk itu kadang bisa menjadi pertanda atau sebuah doa.
Saat sampai di dalam kelas, seperti yang kuduga proses KBM telah di mulai beberapa menit yang lalu.
" lho kalian bertiga dari mana koq masuk kelas terlambat " ucap Bu Yuni guru fisika saat melihat kami masuk kelas.
" anu bu. habis dari lapangan bu, bantu pak Mustofa " jawab ku sambil berjalan mendekati nya.
Tanpa ku jelas kan, sepertinya bu yuni sudah mahfum dan paham apa yang membuat ku bisa terlambat.
" ya sudah. Silahkan kembali ke tempat duduk kalian masing-masing " perintah Bu Yuni.
Kami bertiga pun berjalan menuju tempat duduk masing masing.
Reni sepertinya masih memikirkan apa yang di ucapkan Stephanie tadi. Terlihat dia kini masih menoleh ke arah ku dengan raut wajah cemas. Aku pun mengelus rambutnya dan meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.
Jam 13.30 proses kegiatan sekolah pun berakhir, dan semua murid pun kembali ke rumah masing masing. Kecuali siswa yang ikut kegiatan ekstra kulikuler tentunya. Mereka harus tinggal untuk melakukan aktifitas masing-masing.
Sebenarnya tempo hari aku sudah di tawari Dina sama Shinta untuk ikut ekskul pramuka. Namun n aku belum mengiyakan tawaran mereka.
Tung tang tang Tung tang tang tung.
Sebuah nada legend, berbunyi sesaat setelah diri ku sampai dirumah.
Quote:
Quote:
Setelah membalas sms reni dan memberi nya kepastian, aku pun langsung mandi ambil wudhu, sholat ashar, makan dan pergi tidur siang.
Jam 19.00 aku pun telah bersiap dengan baju koko dipadu dengan celana kain semata kaki. Ya iyalah, mau ngajar ngaji masak pake kaos oblong, kesannya gimana gitu. Tadi nya aku mau pinjem motor bapak ku agar perjalanan ke rumah reni lebih cepet, eh emang dasarnya apes. Bapak ku udah menghilang entah kemana beserta motor supri nya.
Karena gak mau kejadian yang sama terulang, aku meminta Riyo( adek ku) untuk menemani ku ke rumah reni. Awal nya dia menolak ikut, namun saat ku bilang banyak makanan disana, eh malah dia yang paling semangat agar segera berangkat.
Adek ku ini meski masih sd udah pinter ngaji. Maklum gan, kalo males ngaji, abis tuh batang pohon singkong di pake buat mukulin tubuh kami berdua. Sebuah cara yang keras memang, namun hal itu memberikan rasa takut serta membuat kami belajar akan sebuah kedisiplinan . Gak kayak kids zaman now. Di cubit dikit aja pake lapor polisi segala. Apa gak minta di sleding tuh kepala nya biar otak nya balik bener.
Dengan susah payah dan ngos ngos an karena boncengin adek di belakang, aku pun sampai di kediaman rumah reni. Setelah menekan bel dan di buka kan pagar, kami pun lantas segera masuk ke dalam.
" tok tok tok assalamualaikum " salam ku sambil mengetuk pintu.
Sementara adek ku riyo, hanya berdiri saja di samping ku sambil melihat sekeliling rumah ini. Sesekali dia mengelus elus perut nya seolah olah bilang...
" tenang brother. Malam ini di jamin cacing dalam diri lu puas "
" walaikumsalam "
" eh dah sampe mas " balas reni dan membuka kan pintu untuk kami.
" anak kecil ini siapa mas " tanya reni menunjuk adek ku yang berdiri di samping ku.
Dia bengong memandang i wajah reni malam itu. Sumpah, aku juga terpesona melihat penampilan reni malam itu. Dia memakai baju muslim warna ungu di padu jilbab dengan warna senada. Make up yang tipis di padu dengan polesan lipgloss di bibir nya, semakin menambah kecantikan nya.
" SUBHANALLAH.. SUNGGUH INDAH NYA CIPTAAN MU YA ALLAH "...
" nanti mas jelasin di dlam nduk " pinta ku ke reni karena malam itu hawa nya sangat dingin.
Reni pun mengangguk dan mempersilahkan kami masuk. Di ruang keluarga nampak Pak Andy, Bu Rahma dan Rena yang asyik bercengkrama sambil nonton tv. Acara yang populer waktu itu Di Sini Ada Setan gan. Jaman ku dulu, acara tv nya masih sangat berkualitas. Gak seperti sekarang yang kebanyakan gimmick serta sensasi.
" assalamualaikum Pak, Bu, Ren " sapa ku sembari menghampiri keluarga reni.
" eh nak agus. Mari masuk nak " jawab pak Andy mempersilahkan kami duduk..
" yang kecil imut imut itu siapa nak " tanya Bu Rahma melihat adek ku yng duduk di sebelah ku.
Aku pun menendang kaki adek ku agar dia memperkenalkan diri..
" Riyo pak lek, bu lek " sahut adek ku memperkenalkan diri ( pak lek ini panggil an buat Om, sementara Bu lek buat Tante yang lazim di gunakan di kampung ku).
" kak, adek nya sama Rena saja ya " ucap Rena tiba tiba sperti nya gemes melihat adek ku.
Aku pun memandang wajah adek ku, dan seperti nya dia mengangguk tak masalah ikut bersama Rena.
" ya udah mass, di dalam kamar nduk saja ngaji nya " ajak reni seraya menggandeng tangan ku untuk ikut pergi dengannya.
" hehhhhh... Di sini aja nduk. Masak berdua di kamar " jawab ku gaguk.
Reni hanya mengacuh kan pendapat ku dan tetep menyeretku agar ikut dengan nya. Pak andy dan Bu rahma hanya tersenyum saja melihat kami. Sementara itu di lain tempat, adek gw riyo udah menghilang entah kemana bersama Rena. Jangan jangan mau di rudapaksa tuh sma rena.
" BISMILLAH,, HIRRAHMAN.. NIR
. RAHIMM "...
Aku pun mengajari reni mengaji mulai dari surat yang pertama. Reni ini sebenarnya udah cukup bagus bacaan nya, cuma perlu di tingkatkan agar tau panjang pendek nya tanda yang menyertai huruf huruf dalam Al Qur'an.
Satu jam lamanya aku ngaji bareng reni dan kini aku pun pamit untuk pulang ke rumah. Kalo kelamaan bertamu malam malam, bisa timbul fitnah.
Saat kembali ke ruang keluarga aku lihat riyo sudah berada disana dengan rena duduk di samping nya . Nampak di tangan nya beberapa batang cokelat seperti bekas sebuah gigitan.
" Menang banyak ni bocah. Kenyang malam ini. "
" nak agus kesini naek apa " Tanya Pak Andy saat melihat ku ikut bergabung bersama reni.
" sepeda ontel pak " jawab ku singkat.
" lho emang nak agus gak punya motor apa " tanya pak andy lagi keheranan.
" bapak punya sih, tapi cuma satu. Tadi waktu mau kesini mau nya naek motor biar lebih cepat "
" eh malah motor nya udah ngilang duluan di bawa bapak pergi " jawab ku sedikit kesal.
Mendengar jawaban ku, Pak andy pun seperti membisikkan sesuatu di telinga ibu rahma. Ibu rahma pun mengangguk dan lantas berdiri berjalan menuju kamar nya. Tak selang beberapa lama, beliau pun kembali dengan sebuah kunci kontak dan stnk di genggaman tangan nya.
" nih kunci serta stnk motor yang ada di garasi, nak agus pakai saja ya. Di sini jarang ada yang Make karena bapak udah ada 2 mobil. " ucap pak andy sambil menyerah kan kunci dan stnk yang tadi di pegang istrinya.
" be.... Bener nih pak. Bapak gak lagi ngelawak kan " jawab ku gagap karena tak percaya dengan apa yang terjadi.
" benr nak. Demi Allah bapak gak lagi nglawak. Nak agus bisa merawat motor tersebut. Nak agus juga mudah kalo mau maen kesini "
" tuh reni sama rena nanyain nak agus mulu kalo lama gak maen kesini " jawab pak Andy meyakinkan.
" terima kasih pak".
"bpkb nya mana ya pak " ucap ku kurang ajar sambil cengar cengir.
" nanti mas kalo dah resmi " sahut reni menjawab pertanyaan ku.
" hehhhhh.... Resmi apa nduk " balas ku yang sedikit gak peka arti kata yang reni ucapkan.
Reni hanya tersenyum simpul tanpa menjelaskan maksud perkataan nya. Pak Andy, Bu Rahma dan Rena juga ikut tersenyum tanpa menjelaskan maksud perkataan reni. Adek ku..? Emang kampret tuh bocah. Masih aja dia makan cokelat pemberian rena.
Setelah pamitan dengan pak andy sekeluarga, aku pun langsung pulang dengan motor baru amanah dari pak andy. Jadilah malam itu aku pulang mengendarai sepeda motor bebek dengan lambang garpu tala disertai bentuk lampu mirip burung hantu.
ALLAHU... AKBAR.. .
Sebuah bola api, tiba-tiba saja melayang melintas di atas kepala ku yang sedang membonceng adek ku di belakang..
Kami waktu itu baru seperempat perjalanan.. .
" kejar... Mas.. .. Kejar.. " adek ku pun berteriak lantang sambil menggoyang goyang tubuh ku.
Aku pun menuruti perkataan adek ku dan lantas mengejar kemana bola api tersebut pergi...
Dan sampai lah aku di sebuah rumah yang sangat nampak familiar bagi ku....
myusuffebria525 dan 13 lainnya memberi reputasi
14


