Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#232
PART 21

Stella pun keluar dari kamar nya dan ikut bergabung kembali ngobrol dengan kami. Aku pun hanya mengaga melihat busana sehari hari adek cewek Bang David ini.

" maaf stell bukannya aku sok ikut campur urusan kamu, itu pakaian kamu kurang bahan apa gimana ya " tanya ku ke Stella sambil garuk garuk kepala namun tak gatal melihat dandan nya.

Ya iyalah, masak ada tamu temen kakak nya cowok dia cuma berpakaian kaos kutang(belakangan aku tau namanya tanktop) di padu dengan celana pendek di atas paha berbahan jeans. Sobek Sobek lagi celana nya.

" bang temennya kepo banget sih. Ngomentarin penampilan gw segala " sungut Stella ke abang nya karena celoteh ku.

Bang David pun hanya memalingkan muka tanpa menggubris ucapan adek nya. Dia tau tujuan ku berkata gitu baik.

" ya emang model nya gini kak. Model jaman sekarang " dengus Stella kesal karena di kacang in abang nys.

" seindah indah nya perhiasan di dunia adalah wanita stell. Dan sebajk baiknya wanita adalah yang mampu menjaga aurat nya "

" kamu tau dimana tempat untuk untuk mendapatkan sebutir mutiara.? Perlu menyelam ke lautan yang dalam Stella. Dimana tekanan oksigen sangat tipis dan rentan membahayakan nyawa "

" dan kamu tau stell dimana tempat di dapatkan nya sebongkah emas atau berlian.? Perlu menggali ke dalam perut bumi Stell. Perjuangan yang di butuhkan pun tak kalah berat seperti untuk mendapatkan mutiara tadi. Bayangkan tanah yang sewaktu waktu bisa longsor dan menimbun para penambang tadi.? Nyawa melayang stell "

" kamu itu cantik stell. Kamu itu menarik. Buatlah dirimu sendiri berharga di mata orang lain "

" jadilah ibarat gaun yang di pajang di etalase toko milik gucci channel atau prada. Orang lain hanya bisa melihat dan mengagumi keindahan nya. Tanpa sekali pun bisa menyentuh apalagi mencoba nya "

" jangan biarkan dirimu seperti baju yang di jual pedagang kaki lima di pasar atau pinggir jalan yang orang bisa menyentuh bahkan mencoba terus meninggalkan nya begitu saja karena udah hilang ketertarikan nya " sisi penceramah ku pun muncul dan memberikan sepatah atau dua patah kata mutiara (sepatah apa, lu nyerocos dari tadi cuk).

Mendengar aku bicara seperti itu, Stella pun hanya diam dan menunduk sembari merenungi sesuatu tanpa berani melihat ke arah aku. Sesekali bang David melihat ke arah ku karena dia sepertinya juga tak tau mesti berucap apa . Kami bertiga pun diam tak bersuara. Sampai akhir nya Stella berdiri dari tempat duduk nya dan berlalu pergi menuju kamar nya kembali. Bayangan nya pun kini tak lagi tampak seiring tertutup nya pintu kamar yang di masuki nya tadi.

" eh cuy, mulut lu pake susuk apa sih. Bisa bikin adek gw terdiam gitu. "? Tanya Bang David dengan ekspresi yang bikin aku eneg. Masak tanya sambil kemayu gitu.

" susuk bathuk mu sempal. Aku ngomong apa adanya bang " jawab melempar tas ke arah nya.

Bang David pun menangkap tas yang ku lempar kan dan membuang nya ke lantai. Anjrit, tas keramat itu. Kalo kualat aku gak tanggung jawab.

Stella kini keluar dari kamar nya dan ikut ngobrol kembali dengan kami. Dia kembali dengan pakaian yang menurut ku jauh lebih sopan dari yang pertama di kena kan nya tadi.

" gimana kak kalo sekarang " tanya nya seraya memutar balik tubuh nya ke kiri ke kanan.

" cantik " jawab ku sambil mengacungkan dua jempol ke arah nya.

Stella hanya tersenyum malu mendengar penilaian dari ku.

Tak terasa cukup lama sudah kami bertiga ngobrol di ruang tamu kak David. Jam pun kini menunjukkan pukul 16.30. Masih lama di mulai nya acara pengajian untuk haul almarhumah kirana. (haul ini kalo di tempat ku itu peringatan tepat setahun meninggal nya seseorang).

" bang tempat sholat dimana. Belum ashar an aku nya " tanya ku ke bang David tempat buat sholat di rumahnya.

" itu gus di ruangan kosong pojokan dekat tangga. Ambil wudhu nya dari keran di kamar mandi saja " jawab bang david sembari menunjuk lokasi yang dia maksud.

" abang sama Stella gimana. Bareng sama aku saja jamaah " ajak ku ke Bang David dan Stella.

Tanpa menjawab pertanyaan ku, Stella dan bang David hanya menggelengkan kepala bersamaan. Petunjuk bahwa mereka menolak ajakan ku. Njir kalo kek gini aja mereka kompak.

Aku pun pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu dan bergegas menuju kamar mandi yang di maksud Bang David untuk mengambil wudhu. Kelar mengambil wudhu, aku pun lantas menuju kamar yang ada di dekat tangga untuk segera menunaikan ibadah sholat ashar.

Setelah selesai sholat, aku pun kembali menghampiri Bang David dan Stella.

" udah nak sholat nya " sapa seorang Bapak bapak yang tiba-tiba ikut nimbrung di ruang tamu.

" alhamdulillah pak sudah. " jawab ku sambil mengelap air bekas wudhu yang masih menetes dari ujung rambut ku.

" kenalin nak, saya Arman. Ayah nya David dan Stella " ucap Pak Arman memperkenalkan diri tanpa mengulurkan tangan nya.

Wah tipikal orang angkuh ini.

" agus Pak, adek kelas nya Bang David " aku pun memperkenalkan diri sambil masih berdiri.

" Pak Arman ini ayah nya Kirana juga kan " ucap ku lagi karena aku gak terima Pak Arman tak menyebut nama Kirana.

Meski udah gak ada di dunia ini, dia tetap putri Bungsu nya pak Arman. Pantas saja kirana begitu tersiksa dan meminta pertolongan ku. Bukannya sombong gan, siapa yang bisa tenang kalo Ayah nya sperti lupa akan keberadaan nya. Abang dan mbak nya pub malas untuk sholat apalagi mengirim kan doa untuk adek nya. Sementara sang ibu, hanya merenungi nasi yang terlanjur sudah jadi bubur.

" kok nak agus tau Kirana anak saya " tanya Pak Arman terkejut begitu aku sebut kirana.

" Pak gimana saya gak tau Kirana anak Bapak. Tadi siang dia meminta pertolongan saya Pak karena tersiksa dengan keadaan yang tidak diinginkan nya"

" Kirana tersiksa Pak karena Bapak sebagai ayahnya sudah mulai melupakan keberadaan nya. Terlihat dari cara Bapak yang memperkenalkan diri tanpa menyebut namanya "

" dan adek mana Pak yang gak sedih melihat kelakuan dua saudara nya " ucap ku kini sambil memandang Bang David dan Stella.

Mereka hanya menunduk dan memalingkan muka ketika melihat ku memandang nya.

" buat sholat saja mereka malas. Padahal itu kewajiban. Apalagi buat kirim doa buat adek yang telah lebih dulu pergi kembali menghadap pencipta Nya "

" dan terakhir, anak mana yang tidak khawatir melihat keadaan bunda nya. Sebuah keadaan tentang merenungi penyesalan yang tiada henti dan tiada guna " ucap ku setengah emosi.

Karena sudah tak nyaman berada disini, aku pun mengambil tas ku yang di lempar Bang David ke lantai dan berjalan keluar meninggalkan ruang tersebut. Soal nanti pulang ke rumah bagaimana, itu urusan belakangan.

Melihat gelagat ku, Bang David pun memegang tas ku dan terpaksa membuat ku menghentikan langkah.

" mau kemana lu gus " tanya Bang David sembari memegang tas ku.

" pulang Bang. Udah gak nyaman aku disini " jawab ku sambil menepis tangannya yang menahan tas ku.

" lho nak jangan pulang. Maafin kata kata Bapak tadi. " sahut Pak Arman.

" iya Kak, jangan pulang dulu ya. Katanya mau ikut pengajian kirana " rengek Stella yang kini menahan lengan ku dengan tatapan sayu.

" yoi gus. Gak setia kawan banget lu ama gua "timpal Bang David dengan wajah memelas.

Karena iba dan gak enak hati karena telah membuat tiga orang memohon, aku pun memutuskan kan untuk tetap tinggal.

Setelah suasana kembali cair, aku pun mengutarakan usul ku agar Pak Arman membongkar gazebo yang ada di taman belakang. Dan karena sudah mengerti ke arah mana pembicaraan ku nanti nya, Pak Arman pun langsung menyetujui usul ku.

DUGHHHH... DUGHHHH... DUGHHH... ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR....

Bedug maghrib pun terdengar dari kejauhan di terus kan dengan suara adzan. Sebuah tanda buat semua manusia untuk meninggalkan urusan dunia dan memenuhi panggilan Nya.

" yuk pak jamaah maghrib dulu. Udah adzan "

" Stella sama kamu juga harus ikut bang. Kalo gak bisa nanti saya ajarin bacaan nya " ajak ku setengah memerintah ke Stella dan Bang David.

" ajak juga Bu Jasmine bang. Gak baik magrib maghrib gini buat tidur " ucap ku lagi ke Bang David.

Bagai kerbau di cocok hidung nya, mereka ngeloyor gitu saja menuruti perkataan ku tanpa membantah atau pun bertanya balik.

Kami berlima pun kini telah berada di ruangan yang tadi ku pake sholat ashar untuk berganti menunaikan ibadah sholat maghrib. Nampak kini Pak Arman dan Bang David nampak gagah dengan baju koko, peci serta sarung yang melingkar di pinggang nya. Ibu jasmin yang tadi siang keliatan kacau pun kini telah mengenakan mukena kembali seperti sedia kala. Dan....

SUBHANALLAH.... STELLA...

Dia nampak cantik ketika mengenakan mukena petang itu. Sisa sisa air wudhu yang tersisa di wajahnya, semakin membuat aura dari dalam tubuhnya terpancar..

"lho pak, ngapain di belakang. Kan Bapak yang paling tua diantara lelaki yang ada disini. Harusnya bapak yang jadi imam " tanya ku heran karena melihat Pak Arman malah mundur di belakang ku.

" maaf nak bacaan Bapak kurang fasih " jawab Pak Arman malu malu.

Bang David pun hanya menggeleng saat aku memandang ke arah nya..

" ya udah Bang, iqomah aja kalo gitu. Biar sholat nya bisa saya mulai " pinta ku ke bang David.

Dia pun hanya kembali menggeleng sambil sesekali cengengesan.

Astagfirullah. Bagaimana Pak Arman mendidik anak anak nya. Sebegitu sibuk kah mereka dengan urusan dunia hingga mengabaikan pendidikan akhirat untuk anak anak nya. Aku pun hanya menggeleng keheranan melihat keluarga yang sebentar lagi akan ku imami ini.

Karena gak ada yang iqomah, aku pun lantas iqomah sendiri dan segera melaksanakan sholat maghrib.

ALLAHU AKBAR.....

Alhamdulillah 3 rakaat pun telah selesai ku kerjakan. Aku clingak celinguk melihat melihat sekeliling ruangan Yang di pake sholat. Pandanganku pun berhenti pada sebuah buku tebal yang berada di rak yang terletak di pojokan ruang tersebut.

"Alquran nih pasti pikir ku. Aku pun beranjak dari tempat duduk ku dan mengambil kitab suci tersebut.

Karena ada dua, aku pun menyerahkan kitab suci yang satunya ke Pak Arman, Bang David atau Bu Jasmin. Dan lagi lagi hanya gelengan kepala yang aku dapatkan dari mereka. Tapi tidak dengan Stella ketika aku menyerahkan kitab suci tersebut pada nya. Dengan senyuman dia menerima Alquran pemberian ku dan langsung menaruh di atas paha nya.

" buka surat Yasin Stell, kita kirim doa buat Kirana. C pinta ku ke Stella.

Bukan nya menuruti permintaan ku, Stella hanya bengong saja sambil menatap ku malu malu. Aku paham dengan tatapan nya. Aku pun mengambil Alquran yang ada di pangkuannya dan mencarikan untuk nya halaman yang berisi surat Yasin.

Setelah berhasil menemukan nya, aku pun menyerah kan Alquran tadi kembali ke Stella. Dan lagi lagi, bukan nya membaca surat yang sebut, Stella hanya memandang i halaman yang berisi huruf huruf arab yang mungkin sangat asing bagi nya.

" ayo Stell di baca. Itu halaman yang berisi surat Yasin " pinta ku lagi ke Stella karena dia masih asyik aja adu pandang dengan huruf huruf arab tersebut.

" ajarin kak " jawab Stella dengan dengan muka yang semakin memerah.

Aku pun bergeser mendekat ke arah nya untuk mengajarkan nya membaca Alquran. Tentu kita gak sampe kontak tubuh atau bersentuhan permukaan kulit, bisa batal wudhu nya..

BISMILLAH.. HIIRAHHHMANN... NIRR... RAHIM... YAAASIN...

Dengan sabar akau mengajari Stella bacaan surat Yasin. Dan kini pun alhamdulillah 83 ayat surat yasin telah selesai terkirm untuk almarhumah Kirana. Kami pun langsung kembali ke ruang tamu karena acara pengajian nya sebentar lagi di mulai.

Ba'da isya,, para kerabat serta tetangga yang di undang pun berbondong bondongmemenuhi halaman rumah pak Arman. Mereka duduk di kursi yang sedari tadi sore telah di siapkan. Kalo kalian tanya koq cepet gan.. ? Kan ada jasa sewa terop. Soal makanan juga mereka serahkan ke katering. Maklum orang kaya...

Karena merasa sebagai tuan rumah (padahal aslinya orang asing banget baru sekali berkunjung udah menceramahi seluruh penghuni rumah) aku pun ikut menyalami tamu undangan satu persatu.

" lho nak agus. Ngapain ada disini " sapa seseorang saat melihat ku ada dalam rombongan yang menyalami tamu.

Aku pun kaget orang yang menyapa ku tadi ada dalam rombongan yang akan ikut yasinan malam ini.

Sebuah takdir yang aneh bertemu dengan nya disini....

wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.