- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
22.1K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#149
Filosofi Uang
“Malam itu kalian kenapa?”, Johnny memutar-mutar disekeliling Romeo.
“Kalian? Siapa?”, jawab Romeo pura-pura tidak tahu.
‘Malaaam itu kamu tampaaak menikmatinyaaa’ Johnny mengulang kata-kata Romeo dengan penuh dramatisasi. Muka Romeo memerah.
“Kasus semakin dekat dengan kita. Fokus saja pada itu.”, bisik Romeo. “Kau mengalihkan pembicaraan.”, ujar Johnny tidak senang.
“Arelia mengalami mimpi buruk. Aku tahu itu pertanda. Ingat kasus penculikanku dulu. Dia juga mengalami hal yang sama.”, Romeo mengaduk kopi sachetnya setelah menggeser tangan Johnny yang menghalanginya mengambil air panas dari dispenser.
“Aku sudah mengambil seribu lima ratus poundsnya. Sisanya ditransfer ke rekeningmu.”, ujar Johnny.
“Dibayar di muka?”, tanya Romeo.
“Bukan. Itu uang muka. Sisanya kalau kasus selesai. Langsung ditransfer sir Johnson ke rekeningmu.”, ujar Johnny sambil mengedipkan matanya.
“Sial! Kau mengamankan uangmu terlebih dahulu.”, Romeo menjitak kepala Johnny dengan sendok. Johnny meringis, namun kemudian terkekeh.
“Aku menginginkan uang itu juga.”, Romeo mengawang.
“Siapa yang tidak mau.”, tawa Johnny.
“Aku butuh sesuatu.”, senyum Romeo. “Harusnya aku tetap bertahan. Setidaknya hingga sepuluh ribu pounds.”, Johnny tampak kecewa.
“Ya… Ya…. Bisa jadi Sir Reynard yang akan turun tangan sendiri mengusutnya.”, ejek Romeo. Johnny tertawa mendengar sarkasme yang dilontarkan Romeo padanya.
“Romeo, kau sekarang tahu indahnya uang bukan? Uang itu sampah saat kau memilikinya dalam jumlah banyak sedangkan kau tidak memakai sebanyak itu. Kau tahu siapa disini yang seperti itu? Samantha. Uang itu adalah emas kalau kau tahu cara mengelolanya. Kau tahu itu siapa?”, Johnny memancing.
“Dirimu?”, tebak Romeo.
“Oh, bukan. Uang bagiku lebih dari emas. Uang adalah harga diri. Orang itu adalah Brian. Dia sangat cerdas dalam menggunakan uang. Uang dalam tanda kutip. Kemarin dia pergi ke rumah Samantha. Kepergiannya kali itu bisa di sebut kembali setelah ia pergi beberapa kali. Dia meminta koleksi barang antik Samantha. Dia menjual barang antik tersebut kepada kolektor. Hari ini dia pergi mengatasi kasus seorang pemilik emas. Pembayaran Brian bukan uang. ”
“Oh, sh*t. Emas? Begitu maksudmu?”, tawa Romeo.
“Bukan. Berlian.”, decak Johnny kagum.
Romeo menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Malam itu kalian kenapa?”, Johnny memutar-mutar disekeliling Romeo.
“Kalian? Siapa?”, jawab Romeo pura-pura tidak tahu.
‘Malaaam itu kamu tampaaak menikmatinyaaa’ Johnny mengulang kata-kata Romeo dengan penuh dramatisasi. Muka Romeo memerah.
“Kasus semakin dekat dengan kita. Fokus saja pada itu.”, bisik Romeo. “Kau mengalihkan pembicaraan.”, ujar Johnny tidak senang.
“Arelia mengalami mimpi buruk. Aku tahu itu pertanda. Ingat kasus penculikanku dulu. Dia juga mengalami hal yang sama.”, Romeo mengaduk kopi sachetnya setelah menggeser tangan Johnny yang menghalanginya mengambil air panas dari dispenser.
“Aku sudah mengambil seribu lima ratus poundsnya. Sisanya ditransfer ke rekeningmu.”, ujar Johnny.
“Dibayar di muka?”, tanya Romeo.
“Bukan. Itu uang muka. Sisanya kalau kasus selesai. Langsung ditransfer sir Johnson ke rekeningmu.”, ujar Johnny sambil mengedipkan matanya.
“Sial! Kau mengamankan uangmu terlebih dahulu.”, Romeo menjitak kepala Johnny dengan sendok. Johnny meringis, namun kemudian terkekeh.
“Aku menginginkan uang itu juga.”, Romeo mengawang.
“Siapa yang tidak mau.”, tawa Johnny.
“Aku butuh sesuatu.”, senyum Romeo. “Harusnya aku tetap bertahan. Setidaknya hingga sepuluh ribu pounds.”, Johnny tampak kecewa.
“Ya… Ya…. Bisa jadi Sir Reynard yang akan turun tangan sendiri mengusutnya.”, ejek Romeo. Johnny tertawa mendengar sarkasme yang dilontarkan Romeo padanya.
“Romeo, kau sekarang tahu indahnya uang bukan? Uang itu sampah saat kau memilikinya dalam jumlah banyak sedangkan kau tidak memakai sebanyak itu. Kau tahu siapa disini yang seperti itu? Samantha. Uang itu adalah emas kalau kau tahu cara mengelolanya. Kau tahu itu siapa?”, Johnny memancing.
“Dirimu?”, tebak Romeo.
“Oh, bukan. Uang bagiku lebih dari emas. Uang adalah harga diri. Orang itu adalah Brian. Dia sangat cerdas dalam menggunakan uang. Uang dalam tanda kutip. Kemarin dia pergi ke rumah Samantha. Kepergiannya kali itu bisa di sebut kembali setelah ia pergi beberapa kali. Dia meminta koleksi barang antik Samantha. Dia menjual barang antik tersebut kepada kolektor. Hari ini dia pergi mengatasi kasus seorang pemilik emas. Pembayaran Brian bukan uang. ”
“Oh, sh*t. Emas? Begitu maksudmu?”, tawa Romeo.
“Bukan. Berlian.”, decak Johnny kagum.
Romeo menggeleng-gelengkan kepalanya.
Diubah oleh anism 24-10-2017 18:09
0