Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#214
PART 20

aku pun kaget mendengar jawaban gadis cilik yang sekarang berada di depan ku ini. gadis yang masih asyik menggoyang kursi goyang. Sementara ibu tadi masih diam tak bergerak atau berucap sepatah kata.

" Kirana sayang Bunda kak. Tapi Kirana dah buat Bunda sedih " ucap Kirana disertai tangis.

" Bunda siapa dek, dan buat sedih gimana " aku pun makin bingung dengan perkataan gadis cilik tersebut.

Tanpa menjawab pertanyaan ku, Kirana menunjuk sosok ibu ibu yang sedari tadi termenung di atas kursi goyang yang di goyang nya. Kirana kini menghentikan aktifitas nya mengayunkan kursi goyang tersebut dan berjalan mendekat ke arah ku. Di sentuh lah kulit ku hingga.....


ZAPPPPPPP......

Aku di bawa kembali ke kilasan balik masa lalu. Sebuah memory record dari gadis cilik yang bernama Kirana.

Suasana saat itu sore menjelang malam. Nampak di ufuk Barat mentari semakin tak terlihat batang hidung nya. Di sebuah gazebo yang berada di tengah taman, tampak lah seorang gadis cilik yang sangat cantik Tengah asyik bermain bersama boneka kesayangan nya. Dia menari nari memutar tubuhnya 360° sembari memegang tangan dari boneka tersebut.

" Kirana masuk rumah nak. Udah mau maghrib " teriak seorang wanita dari dalam rumah.

Karena keasyikan maen boneka atau entah gak mendengar panggilan ibu itu karena jarak yang terlalu jauh, gadis cilik tadi masih asyik memainkan boneka nya tanpa mempedulikan panggilan wanita dari dalam rumah tersebut.

" dasar bandel ni anak kalau udah maen sampe lupa waktu " gerutu wanita tadi sambil berjalan ke arah gazebo.

Zippppppshhhhh.....

Wanita itu pun menerobos tubuhku hingga membuat ku tercekat. Aku pun berjalan mengikuti kemana arah wanita tadi pergi. Dia pun kini sampai di sebuah gazebo yang nampak sangat tidak asing bagiku. Sebuah gazebo yang terbuat dari kayu dan dicor dengan beton setinggi perut orang dewasa.

" udahan maen nya. Buruan masuk rumah " ucap wanita tadi sembari berusaha merampas boneka yang di pegang gadis cilik tadi.

" nggak mau bunda. Kirana masih mau maen " gadis cilik itu pun merengek tanpa berusaha melepaskan boneka yang di pegang nya.

" bandel ya kamu sekarang sama Bunda" ibu itu tersulut emosi nya dan berusaha semakin keras merampas boneka tersebut.

Namanya anak kecil, semakin keras di tarik, maka semakin kuat dia mempertahankan barang yang di sukai. Tarik menarik pun terjadi antara wanita dan gadis cilik itu. Hingga suatu ketika...


DUAGGGHHHHBH......

Sebuah tarikan yang teramat keras dari wanita itu membuat tubuh gadis itu terjengkal ke depan dan membuat kepala nya membentur pondasi yang terbuat dari beton cor. Darah segar pun mengalir dari kepalanya hingga membuat gadis cilik tadi tak sadar kan diri.

Wanita itu pun panik dan teriak sejadi jadi nya karena melihat gadis cilik yang di depannya itu tergolek tak sadar kan diri dengan kepala bersimbah darah.

Dua orang pria pun lari ke arah gazebo sesaat setelah mendengar teriakan wanita tadi. Tak lama kemudian, bunyi sirine ambulance pun datang dan langsung membawa gadis tersebut ke rumah sakit terdekat.

Gadis cilik itu pun langsung di masukkan ke kamar instalasi gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Nampak kini selang serta beberapa alat penunjang kehidupan menempel di dada nya.

2 jam lamanya gadis cilik itu masuk ruang operasi hingga membuat wanita serta dua pria yang menunggu berharap harap cemas. Tak lama kemudian tim dokter pun keluar dan menghampiri ketiga orang tadi.

Semua daya upaya sudah di lakukan tim dokter untuk menyelamatkan gadis cilik tersebut selama operasi . Namun rupanya Yang Di Atas berkehendak lain. Dia lebih sayang kepada makhluk Nya melebihi siapapun yang ada di dunia.

Gadis cilik itu pun menghembus nafas terakhir nya karena cedera yang mengenai kepala nya dan terlalu banyak kehilangan darah.

Dua pria dan wanita tadi pun langsung berteriak histeris begitu mendengar pemberitahuan dari tim dokter yang menangani operasi gadis cilik tersebut. Sebuah berita yang mungkin tak ingin mereka dengar sepanjang hidupnya. Dua pria tadi terlihat saling berpelukan dan menguatkan. Tampak ketabahan di raut raut wajah mereka.

Sementara wanita tadi seperti tak bisa menerima kenyataan bahwa gadis cilik tersebut telah tiada di dunia ini. Dia shock dan langsung jatuh pingsan. Tim dokter pun membawa wanita tersebut ke ruang ICU untuk di berikan perawatan.

Gadis cilik dalam memory yang ku lihat tadi adalah Kirana. Sementara wanita yang jatuh pingsan adalah ibu ibu yang duduk termenung di kursi goyang sambil memegang sebuah boneka. ya sebuah boneka yang menjadi kesayangan anak Bungsu nya sekaligus mengantarkan nya menemui ajal. Sementara itu dua pria tadi terlihat salah satu dari mereka seperti kak David. Dan satu nya lagi mungkin Papa nya..

Dan setelah di perlihatkan adegan di rumah sakit tadi...


ZAPPPPPPPP.....

Aku pun kembali ke berada di gazebo tersebut. Namun yang nampak di depan ku bukan Kirana serta wanita yang ceria penuh canda tawa. Tapi Kirana yang berwajah pucat beserta wanita yang termenung dengan tampilan awut awutan.

Tanpa terasa air mata ku pun menetes melihat kejadian yang terlihat sangat nyata di depan ku. Nafas ku kini semakin memburu karena terlalu lama di bawa ke memory record Kirana.

" tolong in Kirana kak. Tempat Kirana bukan disini " pinta Kirana dengan wajah sendu namun tak bisa menangis.

" gimana cara kakak tolong in adek " aku bingung dengan permintaan gadis cilik tersebut.

" beritahu Bunda buat ikhlas in Kirana kak. Semua terjadi juga bukan karena kesalahan Bunda. "

" dengan begitu Kirana bisa tenang di alam sana " tegas Kirana sembari menunjuk ke arah langit.

" insya Allah dek kakak bantu sebisanya " jawab ku di sertai air mata yang semakin deras menetes di pipi ku.

Aku pun berjalan mendekati ibu tadi dan kini duduk berlutut di hadapan nya..

" gus lu ngapain di situ. Gue tinggal ganti baju bentar udah ngilang aja. " teriak Bang David dan berlari menyusul ku ke gazebo.

" Bang Kirana siapa " tanya ku ketika Bang David udah berhasil menyusul ku.

"... ......"

Bang David pun hanya termenung menunduk tak berani menjawab pertanyaan ku.

" tanpa abang jawab aku dah tau koq. Dia adek bungsu abang kan "

" dia ada disini soalnya " ujar ku lagi sambil menunjuk sosok gadis di samping kursi goyang.

Mendengar aku menyebut Kirana dan menunjuk arah samping kursi goyang, bang David pun kalap dan spontanitas memanggil manggil nama adik nya.

" dek... Ini... Abang.. . Dek.. .. Kamu dimana...Kirana "

" abang kangen sama kamu dek.. " bang David pun seperti orang gila memanggil manggil nama adek nya.

Kirana pun menangis mendengar nama nya di panggil oleh abang nya. Ingin rasanya gadis cilik itu memeluk abang nya untuk sekedar melepas rindu. Namun itu semuanya mustahil. Karena Kirana sudah tidak ada lagi di dunia ini. Yang tersisa hanya qarin nya saja.

Mendengar nama Kirana disebut dengan keras, ibu yang tadi nya adem ayem pun berdiri hingga membuat ku kaget dan ikut berdiri.

" ibu, lebih baik ibu ikhlas in kepergian Kirana. Ibu juga tidak perlu merasa bersalah, karena semuanya terjadi atas kehendak Allah SWT. " ucap ku kepada wanita tadi.

PUKKKKKK.....

Sempak, muka ku yang tampan di timpuk gan pake boneka sama ibu tadi. Asli aku kesel banget waktu itu..

" heh kamu siapa. Pake merintah perintah saya segala. Dasar anak kurang ajar " bentak ibu tadi padaku.

Apes banget gan. Udah di timpuk pake boneka, sekarang di maki maki lagi.

Cek... Cek... Cek.... Aku pun meninggikan nada suara ku 2-3 oktaf..

" Bu, mau sampai kapan ibu kayak gini terus. Apa ibu gak kasihan anak Bungsu ibu tidak bisa tenang di alam sana. "

" anak ibu gak akan tenang di surga karena sikap ibu yang seperti ini. Kirana tersiksa bu melihat Bunda yang sangat di cintai nya menjadi orang lemah " ucap ku setengah esmosi.

"..... ...."

Ibu itu pun hanya diam tanpa bisa berucap sepatah kata. Sebelas dua belas dengan bang David yang ada di sebelah ku.

" kenapa kamu bisa tau nak kalo Kirana memanggil saya Bunda. " tanya Ibu itu keheranan.

" Kirana ada di sini Bu. Dan tanpa ibu sadari dia selalu berada di sisi ibu untuk menemani ibu. "

" namun karena sikap ibu yang seperti itulah yang membuat nya tersiksa Bu. "

" dia jadi tidak bisa tenang pergi ke alam nya " ucap ku lagi dengan nada yang masih sama tinggi.

" nak kamu di sini ya. Maafin ibu ya anak. Gara gara ibu kamu meninggalkan dunia ini lebih cepat " ucap Ibu itu dengan tangis yang tak lagi terbendung.

Kirana hanya menangis mendengar ucapan Bunda nya...

" sudah bu sudah. Sekarang lebih baik ibu ikhlas kan kepergian Kirana. Kita yang masih hidup hanya bisa mengirim doa untuk nya "

" surga telah menunggu Kirana Bu, dan insya Allah Kirana lah nanti yang akan menjadi salah satu jalan ibu untuk menggapai surga Nya " aku pun ikut menangis karena tak kuasa lagi untuk menahan air mata ku agar tidak jatuh.

" iya nak. Ibu akan ikhlas kan kepergian Kirana bila selama ini sikap ibu hanya menambah penderitaan nya "

" makasih ya nak udah membuka mata ibu "

" sayang kamu baik baik ya disana. Maafkan bunda yang telah egois. Bunda sekarang ikhlas kamu pergi nak" ucap ibu itu sambil semakin menjadi isak tangis nya.

Tak lama setelah Bu Jasmine (nama Bunda nya Kirana) berucap seperti itu. Sebuah cahaya yang amat menyilaukan mata turun dari langit dan bergerak mendekati gazebo . Aku pun paham cahaya apa itu.

Nampak kini seorang pemuda dan pemudi dengan tampang yang rupawan berdiri di samping Kirana. Penampilan Kirana pun kini berubah seiring hadir ny pemuda pemudi tersebut. Nampak kini gadis cilik tersebut mengenakan baju berwarna putih bersih dengan tampilan wajah yang begitu berseri seri. Harum bau wangi kesturi pun tiba-tiba begitu semerbak menusuk hidung di dalam gazebo tersebut. Dan aku sadar ini perpisahan bagi qarin Kirana dan dunia ini untuk kembali ketempat seharusnya dia berada.

Aku pun memegang pundak kak David dan Ibu Jasmin agar mereka bisa melihat sebentar apa yang aku lihat..

" Kirana ini kamu nak. Subhanallah cantik banget kamu nak " ucap Bu Jasmin saat melihat qarin anak nya untuk terakhir kalinya.

" iya dek kamu cantik banget dek. Baik baik ya disana, jangan lupa in abang " tangis bang David yang sempat terhenti pun kini kembali pecah.

" makasih kak " Kirana pun tersenyum padaku dan aku pun membalas senyuman dari nya.

" dadah Bunda, dadah Abang. Kirana pergi dulu ya. Jaga ayah dan mbak Stella " sambil melambaikan tangan, Kirana pun terbang melesat ke atas langit bersama pemuda pemudi tersebut.

Mereka pun kini menghilang seiring lenyap nya cahaya putih yang menembus awan. Setelah Kirana pergi, aku pun meminta bang David agar membawa mama nya masuk ke dalam rumah untuk segera istirahat.

Kami pun kini ngobrol di ruang tamu tempat dimana aku duduk pertama kali.

" nangis kamu bang. Cengeng banget jadi cowok " ledek ku ke bang David.

" alah kek lu gak nangis aja gus " balas bang David sembari menyeka air matanya.

" sorry, tadi aku kelilipan bang. Jadi mataku sakit "jawab ku ngeles sambil ikut menyeka air mata ku yang tersisa.

" ngeles mulu lu cuk kek bajaj. " bang David pun menyikut ku.

" eh bang sebaiknya gazebo tadi di bongkar saja deh. Aku takut kalo bangunan itu masih ada, suatu saat mamanya abang teringat kembali dengan almarhumah Kirana " pinta ku ke bang David.

" iya gus. Nanti gw tanya kan ke papa soal ide lu tadi. Sekalian ya lu nanti makan malam di sini. Karena sehabis isya mau di adain pengajian buat almarhumah adek gue " jawab bang David.

" boleh sih bang tapi.. ..


" assalamualaikum " sapa seseorang baru masuk rumah dan berjalan melewati kami.

" walaikumsalam "

" walaikumsalam " jawab ku dan bang David serempak.

Kami pun menoleh ke arah sumber suara tadi. .

Tampaklah seorang gadis dengan rambut lurus sebahu berseragam smp berjalan ke arahku dan bang David ngobrol.

" tumben bang bawa temen " ucap gadis itu lagi sambil mencium punggung tangan kak David.

" iya stell, nih kenalin teman abang. Dia masih kelas satu sma " sahut Bang David.

" Stella kak " ucap gadis tersebut sambil mengulurkan tangan.

" agus dek " jawab ku singkat sembari menyambut uluran tangan nya.

Oh Stella yang di sebut Kirana tadi ternyata kakak perempuan nya. Dia tepat di bawah Bang David.

" mama mana bang " tnya Stella yang kini ikut duduk bersama kami.

" lagi di kamar dek istirahat. Kecapean kayak nya " jawab bang David.

" lho jam segini biasanya mama kan di gazebo sambil duduk dan menggendong boneka kesayangan adek bang" ucap Stella keheranan dengan penjelasan abang nya.

" udah cerita nya panjang. Ganti baju dulu sono gy. Ntar abang cerita in " bang David pun menendang kaki adek nya.

Stella pun langsung ngeloyor begitu mendengar perintah dari abang nya. Tak lama kemudian dia pun sudah kembali dengan baju santai dan ikut ngobrol kembali dengan kami.

ASTAGFIRULLAH....

Baju santai dari mana kalo model nya kayak gini..
dianaziz
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.