Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#199
PART 19

Up lagi gans. Sorry sibuk RL.

aku sungguh salut dengan kepedulian dan kebaikan yang di miliki oleh Stephanie. Secara dia memiliki banyak hal yang di inginkan oleh orang lain. Paras yang rupawan, harta yang melimpah, tubuh yang proporsional.? Kalau kesempurnaan tidak hanya milik Allah SWT, maka aku akan menyebut gadis ini adalah kesempurnaan.

" steph koq kamu mau sih berteman sama aku, agung atau Joko. Kamu ini kan Chinese, paras kamu juga cantik. "

" apa kata orang kalo kamu bergaul dengan kita " tanya ku pada Stephanie yang mungkin kurang enak di denger oleh nya.

" gue gak perduli kata orang koq gus. Gue hanya menuruti apa kata hati gue. "

" justru kepada kalian lah gue sepatutnya berterima kasih. Lu tau kan mata gue sipit, di tambah kepribadian gue yang indigo "

" kalian lah yang tulus mau bergaul sama gw. Gw selama ini mendapat diskriminasi gus dari orang orang di sekitar gw karena mata gw yang sipit ini. Tapi gw gak perduli in hal itu. Bukan gw yang meminta untuk terlahir dengan mata seperti ini. "jawab Stephanie sembari menengadah menatap langit langit ruang kelas dengan tatapan sendu.

" mata kamu cantik koq Steph, cantik banget malah. Untuk itu kamu jangan pernah minder dengan anugerah yang Tuhan berikan pada mu " ucap ku di sertai sebuah senyuman.

" makasih banyak gus. Lu yang bisa ngertiin gw selama ini. Mungkin karena kita sama-sama memiliki kelebihan, kita bisa tau karakter masing-masing " balas Stephanie dengan sebuah senyuman tersungging di bibir nya yang mungil.

Karena guru sudah Masuk dalam kelas, kami pun menghentikan obrolan kami dan kembali fokus ke kegiatan belajar mengajar.

" nduk nanti istirahat temani mas ke kelas Shinta ya " ucap ku sambil menepok nepok pundak Reni yang duduk di depan ku.

" buat apa mas ke kelas mbak Shinta " jawab Reni dengan tatapan penuh selidik.

" itu nduk buat.... .. "

" heh, itu yang di belakang kalo lagi jam belajar jangan ngobrol sendiri " teriak guru mata pelajaran sambil melotot ke arah kami berdua.

Belum juga aku nyelesain ngomong, udah maen potong saja. Dasar guru jones.

" iya pak "

" iya pak " jawab gw sama reni kompak.

" buat minta maaf sama Shinta nduk. Tempo hari mas sudah suudzon sama dia " jawab ku sambil mengelus rambutnya.

" oh gitu ta. Ya udah mas, ntar nduk temenin" jawab nya sambil memegang lengan ku yang sedang asyik membelai rambu nya.

PLETAKKKKKKKKK.....

Sebuah penghapus tiba-tiba saja melayang tepat mengenai kening ku. Untung saja tidak terkena Reni tadi. Kontan saja muka pun berwarna putih terkena debu bekas kapur. Aku pun sempat terbatuk batuk karena tak sengaja menghirup debu bekas kapur tersebut.

" gimana enak..? "

" kalo mau pacaran di taman sana jangan di kelas " bentak Pak Imran kepada ku dan Reni.

" maaf pak "

" maaf pak " jawab ku sama reni dengan kompak nya.

Aku pun lantas berdiri dan mengembalikan penghapus tadi ke Pak Imran. Kan kasihan nanti dia kalo menghapus papan tulis nya mesti pake sempak nya.

Bel istirahat pun berbunyi hingga dengan secepat kilat, aku gandeng tangannya Reni menuju kelasnya Shinta.

Ntah dewi Fortuna berpihak padaku atau emang dasarnya nya apes.? Aku melihat Shinta lagi ngobrol sama firman di kelas nya. Ya firman, cowok yang udah bikin aku babak belur beberapa bulan yg lalu.

" Shin, boleh aku ngomong bentar sama kamu " timpal ku ke Shinta.

" boleh gus. Mau ngomong apa emangnya " jawab nya sambil menoleh ke arah ku.

Aku tak menjawab pertanyaan Shinta. Aku hanya melirik ke arah firman. Menandakan bahwa dia tidak boleh ikut dalam pembicaraan ini. Dan Shinta pun sepertinya mengerti dari kode yang kuberikan padanya.

" sorry fir, gue tinggal pergi dulu ya bareng agus sama reni " Shinta pun beranjak dari tempat duduk nya dan mengikuti aku serta reni je kantin sekolah.

Mendapat perlakuan seperti itu, firman pun langsung menatap gw tajam. Tampak kini amarah nya udah sampai di ubun ubun. Tatapan matanya secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa aku sebentar lagi bakal di bikin perkedel oleh nya.

Kita bertiga pun jalan beriringan menuju kantin. Sungguh indah nya dunia bisa jalan sambil di dampingi dua bidadari cantik di samping kanan kiri kita gan. Aku pun menggenggam tangan reni selama perjalanan ke kantin. Ingin hati rasanya juga menggenggam tangan Shinta, namun apalah daya. Diri ini terlalu takut dengan wanita di sebelah yang begitu menggoda.

" shin maafin aku ya tempo hari dah suudzon sama kamu " aku pun memulai pembicaraan setelah sampai dan mengambil tempat duduk di kantin.

" ahhh lupain saja koq gus. Gue udah maafin elu dari kemaren kemaren " balas Shinta datar.

" sebagai permintaan maaf ku, hari ini aku traktir deh. Pilih apapun yang kamu sukai " sahut ku lagi meyakinkan niat ku.

" bener gus. Gak bohong lu " jawab nya dengan mata yang berbinar binar.

Anjrit, Shinta bisa berubah 180° gitu dengan traktir an.

" nduk gak di traktir juga mas " tanya reni yang seperti nya mulai sedikit cemburu.

" ya nduk, mas gak ada uang lebih " jawab ku lesu.

" ihhh nduk cuma bercanda koq mas " ucap reni lagi sambil mencubit kedua pipi ku.

Seperti nya hal itu menimbulkan rasa yang tidak nyaman buat Shinta. Terlihat dari cara dia duduk dan menatap mataku.

" terima kasih gus traktir an nya. Tapi kek nya lain kali saja "

" balik ke kelas yuk, bentar lagi udahan jam istirahat nya " ajak kak Shinta sambil berdiri dari tempat dia duduk.

Kami pun ikut berdiri meninggalkan kantin dan kembali ke kelas masing-masing.

" nanti traktir an nya lu harus mau ngedate bareng aku ya gus " bisik kak Shinta di telinga ku dan berlari balik ke kelas nya.

Aduh shin, kamu mau aku di bikin sambel rujak sama reni. Pake ngajakin ngedate lagi. Tapi suaranya nya itu lho, bikin aku geli.

Aku pun berjalan bergandengan tangan dengan reni menuju kelas 1F. Baru saja mau melangkah masuk ke dalam kelas.

" woy, anjing. Ikut gw sini lu cuk " teriak seseorang sambil menarik baju ku dari belakang.

Reni pun berlari mengikuti ku namun dengan sekejap aku larang. Aku meminta nya kembali ke dalam kelas saja, biar urusan ini aku yang nyelesaiin. Kalo dia ikut yang ada malah jadi beban buat ku.

" lu budeg ya njing. Gw kan dah minta lu buat jauhin shinta " teriak firman saat sampai di gedung kosong belakang sekolah.

" lha siapa yang deketin Shinta. Orang aku cuma sekali ngobrol sama dia tadi "jawab ku ngeles.

" ahhh banyak bacot lu cuk "

BUGHHHHHHH....

Firman pun memukul perut ku dengan tangan kanan nya.

BUGHHHHHH.... .

Belum puas, tangan kiri nya pun kini ikut memukul perut ku.

" udah baru kelas 1 udah belagu. Matiin saja fir " teriak seseorang dari belakang ku.

PRAKKKKKKKK....

Sebuah balok kayu menghantam tubuh ku hingga membuat ku tersungkur ke tanah. Tak puas, beberapa tendangan dan injakan pun di lesakkan firman dan teman-teman nya ke tubuh ku. Aku hanya diam saja sambil menutup muka ku tanpa sedikit pun membalas perlakuan meraka.

" woy cuk. Lu apain teman gue " teriak seseorang sambil berlari ke arah ku di ikuti beberapa orang lainnya.

BUGHHHHHHH....

Sebuah tendangan dari belakang pun tepat mengenai firman dan membuat nya ikut tersungkur di sebelah ku. Seorang lainnya nya, mengambil balok yang tadi di pake buat memukul ku dan di hantamkan balik kepada nya.


BUGHHHHHHH....

Balok kayu itu pun menghantam perut nya hingga membuat dia melenguh kesakitan. Tak mau kalah seorang yang lain lagi menghajar tmen firman yang tersisa dan sedari tadi hanya menonton dua temannya babak belur di hajar.

" lu gpp gus " tanya kak david sambil membantu ku berdiri.

Rupa nya tadi Kak David, Aan, serta Rudi datang menolong ku. Shinta melihat firman dan tmen tmen nya yang penuh amarah datang bergerombol menuju kelas ku. Lantas dia meminta bantuan Rudi untuk menolong ku. Rudi pun langsung berlari menyusul firman ke gedung belakang. Di jalan dia berpapasan dengan kak David dan kak Aan yg barusan kelar maen basket. Begitu menyebut nama ku, mereka pun lantas ikut Rudi menyusul ku ke gedung belakang sekolah.

" aku gpp koq kak. Cuma luka luka biasa " jawab ku setelah berhasil berdiri.

Tak lama setelah Rudi dkk sampai di gedung belakang, Shinta kak Dina dan Reni pun ikut menyusul ke tempat itu.

Waduh,, bisa bisa dua bini kesayangan berantem nih 😎.

" gpp gimana gus. Orang lu bonyok gitu. "sahut aan yang seperti nya puas menghajar temen temen firman.

" PLAKKKKKKKKK"....

Sebuah tamparan di layang kan reni ke pipi kanan ku hingga membuat pipi ku terasa panas.

" nduk gak suka lihat mas berantem " ucap nya dengan wajah melow kek mau mewek.

" tenang ren. Agus gak berantem. Justru dia di keroyok sama firman "

" yang bikin mereka bonyok itu gw, kak David dan kak Aan yg emng niat mau nolongin karena denger nama agus " Rudi pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

" ehhhh... Maafin nduk mas udah nampar pipi mas " ucap reni dengan mimik wajah bersalah.

" maaf.. Maaf. Panas pipi mas nduk " jawab ku kesel setengah bercanda.

CUPPPPPPPPP....

"udah gak panas lagi kan mas sekarang" reni pun mencium pipi ku dan kini memeluk tubuh ku.

"........ "


Aku pun tak bisa berkata melihat dia berani mencium ku di depan yang lain. Aku hanya bengong kek orang orangan sawah.

" lu kenapa bisa di pukul i sama anak kelas 2 sih gus " tanya kak david mengalihkan topik pembicaraan.

Aku pun hanya menggeleng dan menunjuk ke arah Shinta. Kak David sepertinya paham dengan maksud ku dan tak bertanya lebih jauh lagi.

Shinta hanya menunduk setelah ujung jari ku menunjuk ke arah nya. Aku pun akhirnya di bawa ke ruang uks oleh reni. Ntah kenapa Ka David sama kak aan mengikuti kami. Ganggu orang aja sih nih duo maho.

" gus lu pulang sekolah bisa ikut gw gak ke rumah " tanya kak david kepada ku yang masih di rawat kekasih tercinta.
" bisa sih kak. Ada perlu apa emang nya " jawab ku sambil sandaran di bahu reni.

" nanti di rumah gw jelasin " sahut nya sambil pergi meninggalkan aku berdua sama reni.

" nduk koq tadi kamu cium mas di hadapan yang lain " tanya ku saat hanya berdua dengan reni.

" sengaja koq mas. Biar mbak Shinta cemburu " jawab reni disertai senyum licik.

Aku pun hanya geleng geleng saja melihat kelakuan nya yang kekanak kanakan. Tapi aku seneng juga sih. Selalu aja hangat saat bibir lembut nya mengecup pipiku.

Setelah selesai merawat luka ku, reni pun mengajak ku balik ke kelas. Dan lagi lagi aku menjadi mumi setengah jadi. Sial, bakal di ledek satu kelas nih.

Tapi karena sepertinya sudah hafal dengan kejadian yang menimpa ku, temen temen di kelas hanya melihat ku sebentar saat masuk kelas dan fokus ke papan tulis karena memang jam pelajaran sudah di mulai.

Kringgggg... Kringgggg... Kringggg...

Bel pulang pun akhirnya berbunyi juga. Karena ada janji dengan kak David, aku pun tak langsung pulang dan menunggu di depan gerbang sekolah. Sementara reni, tiara, Stephanie, agung dan Joko sudah pulang menuju rumah masing-masing.

" woy gus. Lama nunggu nya " tepok seseorang dari belakang di pundak ku.

" oh kak david, baru bntar nunggu nya. Jadi ke rumahnya kakak " jawab ku disertai sebuah pertanyaan.

" jadi dunk. Yuk lu naik di belakang " jawab nya sambil menyerahkan helm.

" lha sepeda ku gimana kak " tanya ku kasihan nasib si jackie.

" udah tinggal aja di sekolah. Pulang nya nanti lu gw anterin " jawab nya sambil menyelah tuas sepeda nya di samping kanan.

Trennnnnn...... Tenn.... .... Tent....

Jadilah siang itu aku di bonceng kak david naek sebuah sepeda sport 2 tak dengan simbol huruf K.
Inget gan karena bukan homo aku duduk nya juga rada mundur an. Eh emang dasar jok nya nungging, sesekali aku pun melorot dan buru buru ku pake tas ku buat ganjel.

20 menit menyusuri jalanan yang panas, kak David pun membawaku ke sebuah rumah bertingkat dua dengan cat warna krem. Njir murid murid sma ini bagus banget yak rumah nya.

Saat sampai di depan pintu, tiba-tiba saja hawa dingin menyelimuti tubuh ku. Aneh, padahal tadi di jalan aku merasakan gerah yang luar biasa. Tapi kenapa begitu menginjak kan kakibdi rumah ini, hawa yang ku rasakan menjadi dingin.

Kak David mempersilahkan aku duduk di ruang tamu. Sementara dia naik ke lantai atas dan berganti pakaian. Karena iseng, bukannya duduk, aku malah ngeloyor berkeliling rumah kak david tanpa minta ijin ke pemilik rumah.

Sampai lah aku di sebuah taman yang berada di belakang rumah kak david. Sebuah taman yang indah di penuhi dengan bunga mawar dan melati. Tak jauh dari Taman itu ada sebuah gazebo yang terbuat dari kayu.

Dari kejauhan samar samar dari kejauhan aku melihat ada sesosok ibu ibu sambil memegang boneka sedang duduk di kursi goyang yang ada di gazebo tersebut. Karena penasaran siapa sosok ibu itu, aku pun berjalan mendekati gazebo yang terletak di tengah taman tersebut.

ALLAHU.... AKBAR...

Aku tercegat kaget setelah berada di dalam gazebo tersebut. Ada seorang wanita kira kira berumur 45 tahunan duduk termenung sambil memegang boneka yg tadi samar samar ku lihat dari kejauhan.

Yang membuat ku semakin kaget adalah sosok yang menggoyang goyang kan kursi tersebut.

Seorang gadis cilik cantik berumur sekitar 6 tahun dengan rambut panjang dan muka pucat memandang ku sambil tersenyum.. Sosok gadis tersebut beda dengan sosok sosok yang selama ini aku temui.

" adek ini siapa " tanya ku ke gadis cilik cantik tadi.

" aku Kirana kak. Dan tanpa ku jelaskan, kakak sudah tau siapa ini "

" karena kakak lah yang selama ini aku tunggu " jawab Kirana sambil terus menggoyang kan kursi yang di duduki ibu tadi.

Deghhh... Deghhh... Degh...

Sebuah jawaban abstrak yang membuat otak ku berfikir keras..

" siapa Kirana ini "

" dan kenapa dia menunggu kedatangan ku "...
Diubah oleh agusk1988 23-10-2017 20:32
dianaziz
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.