Kaskus

Story

dewiskumanekoAvatar border
TS
dewiskumaneko
Don't say "I Love You" too much

*Judul diganti (sebelumnya Don't say "I Love You" too much) karena judul yg lama kesannya agak terlalu dramatis emoticon-Wink*

Selamat pagi buat semua momod, agan, sista dan para master lainnya yang sudah terlebih dulu meramaikan jagad SFTH emoticon-shakehand
setelah sering baca kisah yang ada di SFTH ini, saya jadi tergelitik untuk menuliskan kisah yang saya alami ini. hehehe

ini murni aku alami semuanya, ceritanya agak gak penting dan maybe kurang menarik. tapi ini murni pengen cerita karena aku gak mau inget-inget ini sendirian, maunya bisa berbagi sama yg lainnya, semoga bisa berguna ya cerita ini emoticon-Kiss (S)
mungkin ada beberapa bagian yang kurang sesuai sama kejadian aslinya, harap maklum dikarenakan ingatanku yang super duper payah jadi ya agak lupa gitu, tapi tetep bakal diceritakan kok meski gak detail dan gak bakal ngerubah esensi ceritanya
dan seperti kisah SFTH pada umumnya, semua nama tokoh dalam cerita ini disamarkan ya kak (mohon pengertiannya emoticon-Belo )

RULES!
1. Kepo diperbolehkan asal masih batas wajar
2. dilarang komentar dengan kata-kata kasar
3. kritik, saran sangat diperbolehkan asal masih dalam batas wajar dan tidak menyudutkan pihak manapun
4. selebihnya saya manut sama general rules SFTH emoticon-Embarrassment

RALAT
Update aku usahakan tiap hari kalo lagi mood/udah inget lagi sama kejadiannya emoticon-Blue Guy Peace
"aku menghargai readers yang kasih semangat buat update, jadi meski mungkin dalam penulisan cerita ini masih banyak kekurangan, aku berjanji tidak akan ada kentang diantara kita alias cerita ini akan aku selesaikan emoticon-Smilie"


Quote:


so, bisa kita mulai ceritanya? emoticon-Big Grin

Quote:

Diubah oleh dewiskumaneko 22-10-2017 19:08
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
4K
35
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
dewiskumanekoAvatar border
TS
dewiskumaneko
#35
Part 8
suasana jadi terasa hening.. tapi tiba-tiba saja.....


“CIEEEEEEEEE, Anti nembak Dwi cieeee.”

Aku melirik ke arah sumber suara, ternyata anak-anak dari kelas 7-3, 7-2 dan beberapa dari kelas lainnya sudah berkerumun. Eh? KOK BISA ADA YANG LIAT?? PERASAAN TADI SEPI-SEPI AJA? KAPAN MEREKA MUNCULNYA?
Perasaanku saat itu beneran kacau, udah kepalang basah bilang, udah kepalang basah pula anak-anak tau. Mau kabur pulang duluan.. apa pula yang harus aku bilang ke mama?

Sorakan ‘ciee ciee ciee’ itu makin ramai, telingaku semakin bising juga rasanya. Aku menunduk sambil merutuki kebodohanku dalam hati. Setelah terdiam cukup lama, Dwi akhirnya bersuara, sangat singkat hanya dua kata

“sorry ti”

Dan dia pun berlalu dari hadapanku begitu saja.. “oh udah? Gitu doang?” batinku dalam hati.emoticon-Nohope
Bel sekolah berbunyi nyaring, kerumunan ‘ciee ciee’ tadi mulai membubarkan diri, aku juga buru-buru masuk kelas. Sesampainya di kelas aku berasa jadi pusat perhatian. Beberapa teman dekatku juga ikutan ‘ciee ciee’ untungnya gak lama kemudian guru jam pelajaran pertama datang, jadi aku bisa terhindar dari teman-temanku yang tadinya udah bersiap untuk introgasi.
Tapi ya.. namanya juga Cuma menghindar kan, sifatnya gak permanen karena waktu jam istirahat aku beneran gak bisa menghindar lagi. Begitu bel istirahat berbunyi aku langsung diserbu beberapa pertanyaan terkait Dwi

Quote:

Dan pertanyaan lainnya yang aku Cuma bisa jawab sekedarnya
Keluar kelas maunya beli minum di kopsis (koperasi siswa) malah ketemu beberapa anak kelas 7-3 yang juga melontarkan pertanyaan yang sama tanpa rasa berdosa. Padahal ini salah mereka juga aku jadi suka Dwi. Coba mereka gak suka sok jodoh-jodohin dan semacamnya emoticon-Nohope

Hasilnya bisa ditebak sih.. Dwi pelan-pelan jadi agak jauh, dan ya.. aku bisa apa? Hehehe. Tapi kondisi sekolah sih fine-fine aja, gak ada omongan miring, aku tetep bisa menjalankan hari-hari sekolahku dengan normal. Suatu hari aku sempet iseng nanya ke Efy, salah satu temenku yang sekelas sama Dwi

Quote:


Setelah itu aku berpisah sama Efy di angkot.. ya tuhan.. untung rumornya “aku marah gara-gara ditolak” gak nyebar luas ke kelasku”


0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.