- Beranda
- Stories from the Heart
(Horror true story) Berawal dari penasaran hingga menjadi fatal
...
TS
sikodir.kodir
(Horror true story) Berawal dari penasaran hingga menjadi fatal

Prolog
heningkan cipta sejenak utk para pahlawan kita yg berjuang dan mempersembahkan kemerdekaan NKRI.
Quote:
Halo agan dan sista penghuni kaskus khususon di forum SFTH. Perkenalkan, nama gw Fadli Arya Putra (tentunya nama ada yg gw samarkan). Sebelumnya gw jg curcol di forum H2H, tp kali ini gw ingin berbagi kisah nyata yg gw jalani dan alami selama ini. Kenapa gw ngasih cover seperti gambar diatas?? Karena ada hubungannya dengan perjalanan hidup gw dan mengubah hidup gw (jauh dari agama). Kisah ini awal di mulai 16 tahun yg lalu. Atau lebih tepatnya di awal tahun 2001 hingga sekarang belum selesai. Semua berawal dari rasa penasaran hingga menjadi fatal. Mohon maaf jika tulisan dan bahasa gw amburadul. Karena gw bukan penulis. Disini gw hanya ingin berbagi kisah, berharap tidak ada yg mengalaminya selain gw. Jd gw mohon kaskuser yg membaca kisah nyata gw ini dengan bijak dan jgn asal nge-judge. Dan bagi yg kenal gw cukup diem aja.
*Nb : selama gw masih bisa update berarti gw masih selamat/hidup. Gw janji enggak bakalan kentang. Dan mohon tinggalkan jejak!

Quote:
side story
Quote:
cerita Diponegoro (cerita sampingan)
Quote:
Diubah oleh sikodir.kodir 06-12-2017 11:13
ueki19 dan 34 lainnya memberi reputasi
33
773.2K
1.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
sikodir.kodir
#20
Lawang Sewu part 1

Ruang bawah tanah
Gw, andi, doni, beni dan farid memilih malam hari untuk menjelajahi lawang sewu. Kami berani malam hari karena adanya mbah tunggak yg menjadi juru kunci. Orang yg tepat dan tau betul bangunan sejarah ini.
"Kita nanti malam bawa senter yg agak besar, ada yg punya?" Tanya gw ke temen2. Farid menyanggupi pertanyaan gw. Kali ini persiapan kita jauh lebih matang dari sebelumnya.
Jam 23.00wib kami semua sudah tiba di lawang sewu. Mobil kita parkirkan di ruko samping lawang sewu. Langkah ini menyusuri sungai di samping lawang sewu. Kami langsung menuju gubuk tempat tinggal mbah tunggak yg ada dibelakang. Nampaknya mbah tunggak sudah menunggu kedatangan kami. Duduk di depan gubuk sambil menghisap rokok kretek dan menikmati kopi hitam disampingnya.
"Assalamualaikum mbah?" Sapa kami kepada beliau yg menyadari kedatangan kita semua.
"Sudah siap semua? Ngapain bawa senter? Katanya pengen lihat? Ini mbah sudah menyediakan lilin buat penerangan di dalam. Enggak perlu bawa senter. Senter ditinggal disini saja!" Ucap mbah tunggak yg melihat kami membawa dua senter besar. Dengan ijin beliau juga kami diperbolehkan merekam dan mengambil gambar dari handycam dan kamera yg kita bawa.
"Kita mulai dari sini. Ruangan bawah tanah!" Dengan hati2 kami masuk melalui celah kecil atau bisa disebut selokan. Mbah tunggak langsung menyalakan lilin yg dibawanya dan sebelum melangkah lebih jauh beliau memimpin doa. Beliau berdoa dengan cara islam, kristen, katolik, hindu dan budha semua dibaca! Kami yg mendengar heran plus kagum dengan sosok beliau.
"Liputan liputan..utamakan liputan" ucap andi ke doni dan beni yg memegang handycam. Gw hanya tersenyum kecil mendengar ucapan andi.
Suara air semata kali yg menggenang terdengar karena langkah kaki ini berjalan menyusuri lorong bawah tanah lawang sewu. Mbah tunggak menceritakan apa yg pernah terjadi di dalam sini. Mulai dari jaman era belanda hingga penjajahan jepang. Dari penjara berdiri (yg hanya cukup ditempati dua sampai empat orang) & penjara duduk bagi yg melawan jepang. Yg belum mati juga di penjara duduk/jongkok, tentara jepang akan mengisi air di penjara tsb untuk menenggelamkan tahanan penjara duduk/jongkok. Semua bergidik ngeri mendengar cerita mbah tunggak. Tidak ada yg berani berjalan yg paling belakang. Semua berjajar. Kecuali disaat pindah ruang kesisi ruang lainnya semua harus gantian memasukinya. Tidak semua ruang bawah tanah yg terhubung memiliki akses pintu yg mudah di lalui.
Ada dua ruangan bawah tanah yg memang ditutup secara permanen. Kedua lorong tersebut salah satunya mengarah ke pelabuhan tanjung emas dan satunya lagi mengarah ke salah satu rumah sakit. Kenapa ditutup?? Alasannya tidak bisa dijelaskan melalui cerita ini.
"Bentar fad, handycam batrai nya lowbet neh. Berenti dulu ganti bentar" seru beni ke gw untuk meminta mbah tunggak berhenti sebentar. Kita berhenti di lorong yg ternyata pada tahun 2007 (kl enggak salah dibuat lokasi uji nyali acara dunia lain).
Temen2 yg lain mendengar cerita mbah tunggah dengan serius tentang masa lalu ruang bawah tanah ini di masa penjajahan jepang. Sementara beni lg focus mengganti baterai handycam yg dia bawa, gw lagi melihat mbah tunggak yg tidak merasakan panas sedikitpun akibat dari tetesan lilin yg beliau pegang di tangan kanannya. Kekaguman gw pecah sekita kami semua mendengar langkah kaki menghampiri keberadaan kami.
"Mbah.." Kata itu cukup mewakili perasaan takut yg kita rasakan.
"Hoi! Ojo ganggu putu ku!!" Bentak mbah tunggak kearah lorong gelap disisi belakang kami. Mbah tunggak meminta kami jalan di depan, sedangkan beliau ada dibelakang kami.
Mata ini tak sanggup mengelak apa yg kita lihat disisi lorong berikutnya. Sungguh pemandangan yg rasanya kita semua berharap ini hanya lah mimpi belaka. Berdiri melayang sosok perempuan dengan wajah penuh luka dan berambut panjang tersenyum cekikian menatap kami. Untuk pertama kalinya gw dan temen2 melihat penampakan begitu jelas. Sangat beda apa yg kita lihat selama ini di film2. Mbah tunggak langsung melangkah ke depan mencegah kami supaya tidak lari. Terlihat mulut mbah tunggak komat kamit membaca doa. Tapi mulut kami semua terkunci tak satu pun dari kita yg sanggup mengucap doa. Bahkan utk baca istighfar saja mulut ini tidak sanggup berkata.

Setelah penampakan di depan kami ini hilang, mbah tunggak mengajak kami keluar dari ruang bawah tanah secepatnya. Melalui tangga dari ruang bawah tanah menuju ke gedung bagian sayap kanan lawang sewu.
Next : Lawang sewu part 2
Diubah oleh sikodir.kodir 22-10-2017 07:46
pewikta dan 8 lainnya memberi reputasi
9