Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#162
PART 17

Deghhhh.....

Sebuah pertanyaan yang cukup menolok hati ku, terucap keluar dari mulutnya pak Andy. Sesaat aku pun hanya diam mematung. Bingung karena harus menjawab apa pertanyaan yang di ucap kan Pak Andy kepada ku.

" anu... Pak... Anu.... " ucap ku terbata bata karena takut serba salah nantinya.

" nak agus gak perlu takut. Bapak cuma ingin jawaban yang jujur dari nak agus " Pak Andy menenangkan diri ku yang sedang di Landa kebingungan.

" itu pak. Saya jalan sama anak Bpak " jawab ku dengan wajah menunduk.

Aku gak berani untuk menatap wajah pak Andy malam itu. Aku takut beliau akan marah karena aku udah lancang pacaran sama anak beliau.

Namun ketakutan ku tersebut hanyalah ketakutan semu dari seorang pengecut yang takut menghadapi medan pertempuran. Sebab ucapan Pak Andy selanjutnya berbeda jauh dari apa yang selama ini aku bayangkan.

" nah gitu dong. Kan enak kalo nak Agus berterus terang "

" Bapak tidak keberatan koq nak Agus jalan sama anak Bapak Reni. Asal hal itu tidak mengganggu prestasi akademik kalian di sekolah "

" Reni sempat cerita, UTS kemarin nak Agus dapet peringkat 2 kan di bawah anak saya "

" iya pak " jawab ku masih nunduk.

" nak agus jangan bersikap formal gitu ah. Malah gak enak Bapak jadinya karena udah menanyakan urusan anak muda " Pak Andy pun kini merasa bersalah karena udah memberikan pertanyaan yang bisa membunuh ku.

" he. He.. He... Makasih Pak. Udah ngijinin saya jalan sama anak Bapak " aku pun kini bersikap seperti biasa ke Pak Andy.

" wah ngobrol apa nih pa. Koq kayaknya asyik bener " tanya Reni yang sama Bu Rahma kembali dari dapur dan membawa nampan yang berisi minuman dan sepiring cemilan.

" wah ini rahasia sesama lelaki. Ya nggak Gus " jawab Pak Andy sembari gesture mengangguk ke arah ku.

" iya Pak " sahut ku mengikuti jawaban pak Andy.

Reni pun langsung melotot ke arah ku dan memasang wajah cemberut karena pertanyaan nya gak di jawab oleh Papa nya. Aku pun memalingkan muka dan melihat ke arah lain. Aku paling takut bertatap muka dengan ekspresi reni yang seperti ini.

" Kak Agus, gimana kabarnya. Koq tumben maen ke sini " sapa seseorang dari lantai 2 dan turun menuju ruang keluarga.

" eh rena adik ku yang paling cantik. Alhamdulillah baik koq. Kakak maen ke rumah karena kangen sama kamu serta papa mama " jawaban spontanitas macam apa itu yg barusan aku ucapan.

Reni yang tadi nya cemberut, buru buru menutup mukanya yang memerah dengan kedua telapak tangan nya. Sementara di lain tempat, Pak Andy dan Bu Rahma hanya senyum senyum melihat kelakuan anak gadis nya.

" jadi sama rena dan papa mama saja mas kangen nya.? Sama nduk nggak " ucap reni ketus karena aku cuekin.

" lho panggilan kalian koq berubah " sahut bu Rahma mendengar ucapan Reni yang ngambek.

Astagfirullah..... Aku pun hanya geleng geleng sambil menatap reni. Sementara reni, kini kembali sembunyi di balik kedua telapak tangan nya. Tak sekali pun dia berani menatap ku atau Bu Rahma.

" yah mama ini kayak gak pernah muda aja. Mbak Reni kan pacaran sama kak Agus " ceplos rena memotong ucapan mama nya.

Aku pun hanya menunduk malu mendengar ucapan rena yang tiba-tiba. Di lain pihak reni menendang kaki adek semata wayang nya itu agar mulut nya tidak ember.

" Ibu setuju saja nak agus jalan sama reni anak ibu. Asal hal itu gak mengganggu prestasi akademik kalian di sekolah " sebuah kata bijak yang di ucap kan Pak Andy pun kini kembali terlontar dari mulut mama nya reni.

" nggeh bu "

" iiya mah "

jawab ku sama reni barengan.

Hahahahahahahahaha....... Kita pun langsung tertawa bersama karena kejadian yang sungguh unik ini.

Aku pun segera pamitan untuk pulang ke keluarga Pak Andy. Aku lihat jam di tembok rumah Pak Andy sudah menunjukkan pukul 21.00. Bisa di gembok sama Bapak kalau aku pulang nya kemaleman.

" kak nginep di sini aja ya. Temenin rena belajar " rengek rena yang sepertinya tidak rela dengan kepulangan ku.

" gak bisa dek. Bisa di gantung Bapak nanti kalo kakak malam ini gak pulang ke rumah. " jawab ku sambil melepaskan dekapan rena di lengan ku.

Pak Andy pun menyuruh sopir nya untuk mengantarkan aku pulang malam itu. Namun karena teringat sepeda ku masih tertinggal di sekolah, aku pun meminta agar di antar kan ke sekolahan saja. Biar nantinya dari sekolah, aku pulang naek sepeda saja.

Aku pun mengayuh sepeda ku pelan pelan di tengah dinginnya malam. Semakin lama semakin meninggalkan kota, semakin nampak gelap pula jalan yang harus ku lalui. Sayup sayup dari kejauhan, aku mendengar lolongan anjing yang begitu nyaring bersaut saut. Anjing siapa ini malem malem melolong, lagian anjing kan harusnya menggonggong. Bukan melolong..

Seketika bulu kuduk ku berdiri mendapati situasi ganjil seperti ini. Hingga tanpa aku sadari, aku telah sampai di areal perkebunan pisang yang tempo hari aku lewati. Ya kebun pisang dimana aku bertemu bayangan dengan ujung kaki serta ujung kepala terikat dan melompat lompat di antara lebat nya pohon pisang.


SERRRR......

Bau bunga melati begitu harum semerbak tercium saat aku melewati areal kebun pisang tersebut. Aku pun segera mempercepat kayuh an ku karena takut terjadi hal hal yang tak di inginkan. Namun bukannya semakin cepat melaju, sepeda ku ini malah berjalan semakin lambat. Seperti ada beban berat yang menahan laju sepeda ku malam itu. Bau harum bunga melati semakin kuat menusuk hidung.

Aku pun memberanikan diri untuk menengok ke belakang. Melihat apa yang sebenarnya menahan sepeda ku ini hingga begitu berat ku kayuh.. (harusnya kalo ada situasi ganjil seperti ini kita gak boleh nengok gan. Terus saja lanjutin perjalanan karena situasi ganjil tersebut nanti akan hilang dengan sendirinya)

ALLAHHU AKBAR....

Aku pun langsung melompat karena terkejut melihat ada sesosok wanita berbaju putih panjang dengan rambut hitam panjang awut awut an duduk manis di boncengan sepeda ku. Wajah nya cantik namun sangat pucat dan mata nya menatap ku kosong..

Aku pun hanya terduduk lemas melihat pemandangan yang tersaji di depan ku ini. Ingin rasa nya aku berdiri. Namun lutut ini sudah kejuh karena tak ada daya yang menopang nya.

Lama sekali gadis tersebut memandang i. Sesekali dia tersenyum ke arah ku. Sebuah senyum menyeringai yang semakin membuat bulu kuduk ku berdiri. Dia pun kini turun dari boncengan sepeda ku dan berjalan melewati ku menuju areal kebun pisang. Aku hanya bengong menatap dia berjalan, (ngawang lebih tepatnya) dengan santai nya di depan ku. Saat dia udah melewati ku dan memasuki areal kebun pisang, aku pun memberanikan diri untuk melihatnya lagi.

" ASTAGFIRULLAH... HUEKKKKK... HUEKKKKK... HUEKKKKK

aku pun langsung muntah muntah melihat punggung dari gadis tubuh tersebut. Di punggung nya ada lubang sebesar bola basket. Kemudian lubang tersebut di penuhi dengan ulat ulat dan menimbulkan bau yang sangat busuk. Aku pun menahan nafas ku agar tidak muntah untuk kedua kalinya.

Gadis itu pun kini hilang melewati rimbun nya pohon pisang. Aku pun langsung mengambil sepeda ku dan mengayuh sepeda sekuat tenaga agar segera sampai rumah. Aku ingin segera meninggalkan tempat tersebut. Untung saja hantu bungkus gak menampakkan wujud nya.

Quote:


Sebuah sms masuk di hp ku sesaat setelah aku sampai di rumah dan merebahkan diri ku. Sedikit demi sedikit aku mengatur nafas ku karena masih shock dengan kejadian yang barusan saja aku lewati. Aku pun langsung membalas sms reni setelah berhasil mengatur nafas ku kembali seperti sedia kala.

Quote:


Quote:


Quote:


Aku pun langsung terlelap setelah membalas beberapa sms reni.

Kokok si rambo dari kejauhan, membangun kan ku dari mimpi indah ku. Aku pun bergegas mandi, ambil wudhu, sholat shubuh, sarapan dan bergegas berangkat ke skolah. Begitulah rutinitas ku di pagi hari.

Koq sepi sekali suasana sekolah pagi ini. Apa anak anak gak takut di hukum karena terlambat datang ke sekolah. Ya suasana sekolah sangat sepi sekali pagi itu.. Hanya tampak beberapa makhluk kasat mata yang tanpa bosan bosan nya menatap ku kosong.

"ASTAGFIRULLAH, sekarang kan hari minggu. Pantes sekolah libur. Sial " umpat ku karena lupa hari minggu tapi malah masuk sekolah.

Pagi itu gak ada orang di rumah, jadi aku gak tau kalo hari ini minggu. Biasanya ibu membiarkan ku tidur sampai siang. Tapi tadi aku lihat beliau sudah tidak ada, adek ku pun gak keliatan batang hidung nya. Sementara itu di dapur udah tersedia nasi lengkap sama lauk nya. Jadi lah langsung gw hajar dan lanjut berangkat ke sekolah seperti hari hari biasa.

Quote:


Sebuah sms nomor asing masuk di hp 7610 ku.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Aku pun langsung memutar sepeda ku dan mengayuh nya menuju rumah Kak Shinta. Tak lupa sebelum pergi aku layang kan sebuah senyuman ke beberapa makhluk kasat mata yang menemani ku sebentar. Namun bukannya membalasy, mereka hanya diam saja sembari masih menatap ku.

" tok tok tok assalamualaikum " salam ku sat sudah sampai di rumah kak shinta.

" walaikumsalam " seorang cewek pun keluar dan membuka kan pagar untuk ku.

" lho gus, lu ngapain pake seragam sekolah minggu minggu " tanya kak shinta yang keheranan melihat dandananku.

" di dalam saja ya kak. Panas nih " ucap ku sambil mengipas ngipaskan tangan ku ke dalam kerah baju ku. Berharap dapat mengurangi lelah ku sehabis mengayuh sepeda menuju rumah nya kak Shinta.

" ya udah yuk masuk "

" mau minum apa gus " tawar kak shinta saat aki sudah duduk di kursi teras depan rumahnya.

" apa aja kak. Asal jangan sianida " jawab ku sambil terkekeh.

" ye ni anak "tonyor kak Shinta di kepala ku dan masuk ke dalam rumah.

Adem juga suasana rumah kak Shinta kalo pagi hari. Maklum rumahnya juga di kampung, cuma arsitektur nya yang paling bagus di banding rumah yang lain.

" gus lu jadian sama reni " ucap kak Shinta dari dalam sembari membawa dua gelas es jeruk.

"...... ..."


".......... "

" jawab gus " ucap nya setengah membentak.

" nggak kak. Nggak secara resmi tepatnya. Cuma kita tau perasaan sama lain. Orang tuanya Reni juga dah ngasih ijin buat hubungan kami " jawab ku sekenanya karena di paksa.

" oh gitu " jawab kak Shinta datar.

" kenapa kak emangnya " tanya ku yang tak terima dengan ekspresi nya.

" kamu mau jawab jujur gus " balas nya dengan sedikit suara parau.

" ya terserah kak Shita saja. " ucap ku sekenanya.

" aku cemburu gus sama Reni. Jujur aku juga sayang sama kamu. Sayang seorang cewek ke seorang cowok " suara kak Shinta pun kini terdengar semakin parau.

Aku pun hanya terdiam mendengar jawaban dari kak Shinta. Sesekali aku aduk aduk es jeruk yang berada di tangan ku. Hanya untuk mengurangi sedikit kegugupan ku.

" eh nak agus. Tumben mampir " teriak seorang ibu ibu yang baru turun dari motor dan kini masuk sambil membawa barang belanjaan di tangannya yang kelihatan berat.

" eh Bu Sarah(nama mama nya Kak Shinta). Iya bu tadi sepeda an di sekitar sini terus melihat rumah ibu. Langsung deh saya mampir " ucap ku bohong sambil berlari menuju ke arah beliau dan membantu membawa barang belanjaan nya.

" aduh makasih lho nak, sampe bantuin ibu segala " ucap Bu Sarah memasuki halaman rumah sambil membawa sebagian belanjaan yang tersisa.

Tidak Bu tidak. Saya yang harusnya berterima kasih kepada ibu karena telah menyelamatkan saya dari cengkraman hati anak ibu..
Diubah oleh agusk1988 21-10-2017 20:55
wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.