- Beranda
- Stories from the Heart
Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]
...
TS
ferdy988
Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]
![Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/09/30/8075495_201709300528270171.jpg)
Nice cover by Awayaye
Quote:
Spoiler for Q&A:
Salman namaKu, terlahir dari rahim seorang ibu yang entah bagaimana bentuk fisik dan wajahnya,karna saat usiaku genap 8 hari manusia yang di ciptakan untuk melindungiku telah pergi meninggalkanku menuju alam keabadian.
Sedangkan Ayah ku adalah seorang pengangguran yang hanya bisa makan dari jerih payah istrinya,males bekerja,bisanya hanya bermain judi dan menghabiskan uang istrinya,kerjaannya ketika pulang hanya bisa marah dan marah kepada Ibuku dan kakak kakak ku.
Ketika ku lahir pun Ayah enggak sedikit pun memperdulikan ku,tangisan ku hanya bisa mengganggunya,hingga sampai tega ingin membunuhku namun kasih sayang dari Kakak ku yang berjumlah 3 orang mereka rela menjadi bulan bulanan Ayah hanya untuk melindungiku.
Hingga ketika umurku menginjak 2 minggu,aku di bawa oleh Kakak ku yang tertua untuk di titipkan ke rumah orang yang mau merawat ku,namun enggak ada satu pun tetangga yang mau merawat anak bayi.
Hingga suatu hari datanglah sepasang suami istri kerumah ku lalu meminta izin kepada Ayah ku untuk merawat dan mengadopsi aku sebagai anak angkatnya,dengan santai Ayah kandungku berucap
Quote:
Akhirnya tanpa pikir panjang sepasang suami istri tersebut membayar beberapa rupiah untuk bisa membawa ku pulang,yah diriku hanya sebuah barang murahan bagi Ayah ku yang tega menukarkan ku dengan beberapa rupiah uang.
Akhirnya aku pun dibesarkan oleh kedua orang tua angkat yang sangat mencintai dan menyayangiku seperti anak mereka sendiri,kebetulan mereka sepasang suami istri yang belum di karuniai seorang anak karna salah satu dari mereka mandul.
Semenjak TK aku sudah terbiasa dengan kesendirian,entah kenapa anak anak sebaya dengan ku begitu menjauhiku bahkan anak tetangga pun enggan bermain dengan ku,di lingkungan kampung tempat ku tinggal pun aku selalu di anggap enggak ada,bahkan nenek dari orang tua Ayah angkat ku enggan memanggilku dengan sebutan Cucu.
Ketika ku SD diriku kenyang dengan bullyan teman teman seangkatan ku,kadang uang jajan ku dirampas begitu saja tanpa ada perlawanan sama sekali dariku,kadang aku di bilang anak pungut,lalu ada berkata aku adiknya Ujang.
Ketika ku pulang sekolah langsung ku peluk Ibu ku seraya berucap,"Bu tadi uang jajan ku di ambil oleh teman teman ku,aku juga di bilang anak pungut,apa bener Bu aku bukan anak Ibu?"tanya ku dengan polos
Quote:
Aku pun kembali tenang,yah setiap diriku ada masalah atau habis di bully dengan teman sebaya ku pasti larinya kepelukan Ibu ku.
Selama 6 tahun bersekolah enggak pernah sehari pun ku menyentuh jajanan,nasi bungkus atau mainan seperti kebanyakan teman teman ku,karna uang jajan ku selalu di rampas oleh teman yang disegani di sekolah ku,ku bertanya pada diriku sendiri
Quote:
Diantara sekian banyak teman teman ku di SD hanya ada satu yang perduli dengan ku,selalu menawarkan uang,atau jajanan untuk ku ketika aku merasa lapar,Wulan namanya wanita yang baik dan selalu melindungi ku ketika ku di hina teman teman ku,selalu membela ku ketika aku dicaci,kami akrab hanya di sekolah karna ibu Wulan sama seperti warga lainnya yang menganggap ku sebagai anak aneh.
Kata kata cacian seperti bodoh,tolol,anak buangan dan lain sebagainya selalu menjadi langganan masuk ketelinga ku saat di sekolah maupun di lingkungan kampung tempat ku tinggal,dan lagi lagi hanya ibu lah yang aku punya sebagai tempat ku bersandar dari lelahnya mendengar cacian dan cibiran dari mereka yang menghina ku.
Ayah angkat ku selalu mengajarkan kepada ku
Quote:
itu lah kata Ayah yang Ku pegang hingga ku menginjak kan kaki ke bangku sekolah lanjutan tingkat pertama.
Disini lah awal cerita ku...
Spoiler for pdf Episode 1:
Spoiler for Index:
Spoiler for episode II (kehidupan setelah pernikahan):
Polling
0 suara
Siapakah Wanita Yang Akan Menjadi Istri Salman
Diubah oleh ferdy988 11-04-2020 17:45
sargopip dan 8 lainnya memberi reputasi
9
165.5K
718
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ferdy988
#380
Part48
Seusai bekerja di bengkel seharian malamnya aku rebahkan tubuh ku di sofa depan rumah sambil memandang motor dan mobil didepan rumah yang lalu lalang melewati rumah ku dengan di temani kopi hitam plus rokok filter,enggak lama salah satu motor berbelok kearah rumah ku dan pengendara tersebut ternyata Arsanti setelah melepas helmnya doi lalu berjalan mendekati ku kemudian duduk disebelah ku.
"udah makan Mas?"sapa Arsanti
"udah kok barusan,Lu belum makan?noh ada ikan di rumah kalau mau makan"ujar ku
"Gua udah sarapan diluar tadi kok,Gua bawain gorengan ini hidangan setelah makan"ujarnya seraya menaruh bungkusan yang berisi gorengan diatas meja
"wah kebetulan banget tuh tau aja Lu Gua paling demen ama gorengan"
"iya dong Gua kan pacar yang pengertian"ujarnya sambil nyengir
Sambil mengambil gorengan yang dibawa Arsanti aku bertanya tentang aktifitasnya di kampus hari ini "gimana tadi ospeknya di kampus?"
"seru Mas,Gua disana di jadikan anak bawang,semua mahasiswa dan mahasiswi disuruh nyabut rumput ada juga yang suruh bersih bersih kampus sedangkan Gua malah disuruh nemenin ketua ospek"
"wah enak bener hidup Lu?"
"iya dong,enggak sampe disitu loh,ada yang minta no hp Gua pula orangnya putih,tinggi,badannya atletis kaya pemain basket gitu deh"sembari tersenyum sendiri
"cie cie yang lagi falling in love ama kakak kelas"goda ku
"kaga lah Gua cuman mengagumi doang kalau cinta mah cuman satu"
"siapa cintamu?"
"sama Mas kampret"sembari menunjuk ku
"kampretnya enggak udah di bawa bawa juga kali,enggak enak banget didenger"ujar ku kesal
"enggak sampai disitu bahkan ada yang nembak Gua loh Mas"
"hah masa sih?"ujar ku lalu membenarkan duduk ku dan mendengarkan dengan seksama pembicaraan nya
"iyah,dengan posisi bertekuk lutut Kakak kelas memberikan sebuah bunga mawar putih ke Gua"
"widih romantis banget,terus Lu terima enggak?"
"enggak"sambil tersenyum menatap ku
"loh kenapa?"
"kan Gua udah punya Elu Mas pake nanya lagi"
"oh kirain Lu mau terima"
"mang Lu mau Gua di miliki orang lain?"tanya nya dengan wajah sedikit kecewa
Dalam hati ku" sebenernya Lu di deketi kakak kelas aja Gua cemburu apa lagi sampai di tembak,Gua yang mempertahan kan Lu dari SMP dengan susah payah eh di embat ama orang lain jelas kaga terima"bathin ku
"heh kok elu diem sih"ujarnya
"yah kalau Lu jadian ama Kakak ospek yah Gua bisa leluasa dong deketin Mbak susi si janda bohay"canda ku
"ish...kenapa sih janda itu mulu,Gua akui masalah bodi emang dia paling bohay tapi kan cantikan Gua Mas"
"dih pede Lu cantik emang tapi suka ngeselin"ledek ku
"tapi pan Lu udh janji ama Mas Andre bakal jagain Gua"
"iyah asal Lu kaga tebar pesona aja ama kakak kelas di kampus Lu"
"dih siapa yang tebar pesona,orang dia sendiri yang deketin Gua tanpa Gua harus tebar pesona"
"DRRRTTT...!!"Tiba tiba hp ku di atas meja bergetar,aku lalu melihat ke layar hp ternyata nomer yang tadi siang iseng lagi,lalu aku menaruhnya lagi ke meja tanpa memperdulikan panggilan dari nomer tersebut
"kenapa kok enggak di angkat Mas?siapa tau penting?"tanya Arsanti
"bukan siapa siapa,enggak penting juga"
"yaudah sini Gua angkat aja"ujar Arsanti yang mengambil hp ku
"Halo ini siapa yah...halo?halo...?"sahut Arsanti
"yah di putus Mas,siapa sih?"
"mana Gua tau,dari tadi siang ganggu Gua mulu"ujar ku
"cie siapa tau itu pengagum rahasia Lu Mas"
"pengagum rahasia dari hongkong,mana punya Gua kenalan cewek selain Lu"
"DRRRRTT...!!"kembali hp ku berbunyi lagi dan kali ini sebuah Pesan singkat yang masuk,entah dari siapa,lagi lagi Arsanti membukanya.
Saat membuka hp tersebut raut wajah Arsanti yang tadi senyum senyum berubah menjadi cemberut,Aku penasaran siapa yang mengirim sms tersebut sehingga membuat wajah Arsanti menjadi berubah 180 derajat.
"siapa sih yang sms?"tanya ku
"enggak ada jawaban dari Arsanti"
"heh kok Elu diem gitu?pake cemberut lagi mukanya,Lu kenapa?"tanya ku lagi
"liat aja nih dari pacar Lu"sembari memberikan hp ku lalu duduk bersandar di kursi kemudian melipat tangannya dan berpaling dari ku
Karna penasaran aku lalu membuka sms tersebut ternyata dari nomer yang sama yang tadi siang mengganggu ku.
081345678901:" Man kamu sekarang ada di mana?siapa cewek yang ngankat telpon ku tadi?"
Lalu aku membalasnya "ini siapa?"
Enggak lama kembali ada sms dari nomer tersebut.
081345678901 : "ini aku Mega,kamu enggak simpen nomer aku yah?sekarang aku ada dirumah BJB loh"
Setelah membaca sms tersebut aku terdiam sejenak,entah kenapa tiba tiba dirinya datang lagi dikehidupan ku disaat aku sudah mulai melupakannya,hati ku bertanya tanya bukan kah dulu dirinya pernah bilang enggak akan lagi datang kesini dan enggak akan lagi menemuiku karna setelah sma doi akan melangsungkan pernikahan karna perjodohan dari orang tuanya.
Lalu Arsanti merampas Hp ku dan membaca isi pesan dari Mega dan raut mukanya semakin enggak enak ku lihat,setelah membaca pesan tersebut doi menaruh hp ku lalu beranjak ingin pergi.
"Lu mau kemana?"ujar ku sembari memegang tangannya
"lepasin,Gua mau pulang aja,pacar Lu udah datang kan?terus apa gunanya Gua disini"sembari berusaha melepaskan cengkraman tangannya dari genggaman ku
"dia cuman masa lalu Gua San,dan masa depan Gua sekarang adalah Elu"
Doi tetap enggak mau mendengarkan ku dan bersih keras melepaskan tangannya dari ku lalu pergi berjalan menuju motornya dan pergi begitu aja dari ku menuju kearah kontrakannya,aku lalu menyusulnya dengan sepeda bmx lama ku karna kontrakannya lumayan jauh sekitar 1,5km dari rumah ku,aku berusaha ingin menjelaskan kepadanya bahwa perasaan ku saat ini hanya untuk Arsanti dan mega hanya lah masa lalu ku.
Sesampainya didepan kontrakan Arsanti aku lalu bergegas mengetok rumahnya "San buka pintunya dong,dengerin penjelasan Gua dulu"
Namun enggak ada sahutan dari dalam rumah
"San Lu harus tau di hati Gua sekarang cuman ada Lu doang bukan Mega atau siapapun"
Karna enggak kunjung dapat jawaban aku lalu terduduk lesu didepan rumahnya,enggak lama tiba tiba "cekrek..."pintu rumahnya terbuka,aku pun menoleh kebelakang lalu tersenyum kepadanya sedangkan wajah Arsanti tetap sama seperti sewaktu dirumah enggak ada ekspresi sama sekali
"San dengerin penjelasan Gua dulu"
"penjelasan apa lagi?bukannya sudah jelas Lu masih berhubungan dengannya?udah lah mas Lu pulang aja Gua ngantuk"
"Gua enggak bakal pulang sampai Lu mau dengerin Gua"
"Lu PULANG ENGGAK..!!KALAU KAGA INI BESI GUA PUKULIN KE KEPALA LU"sembari mengangkat besi sebesar gagang sapu
"pukul aja kalau Lu mau"ujar ku yang masih belum beranjak dari tempat ku berdiri
Aku percaya doi enggak akan berani melakukan perbuatan itu,makanya aku enggak gentar sama sekali dengan ancamannya,namun perkiraan Ku salah doi lalu memukul besi pengunci pintu tersebut kelengan kanan ku hingga membuat begitu ngilu.
"Lu masih enggak denger yah?Gua udah bilang pergi,itu baru lengan Lu,jangan sampai ini besi memukul batok pala lu"
Aku masih tak bergeming sedikit pun dari tempat ku berdiri
"PERGII...!!"
"PLETAKKK....!!"besi tersebut tepat mengenai kepala ku disisi kanan depan hingga membuat pandangan ku sedikit berkunang kunang dan sakit yang amat sangat di bagian depan kepala ku.
Aku tetap berusaha menguatkan posisi ku saat ini sembari memegang kepala yang sakit akibat pukulan dari Arsanti.
"San perlu Elu tau,saat ini di hati Gua hanya ada Elu dan enggak ada wanita lain selain Elu,bukan Mega atau siapapun"
"Astaghfirullah Gua terlalu keras yah mukulnya,Lu enggak apa apa Mas?"tanyanya sedikit khawatir
"Gua enggak apa apa kok San"
Namun tiba tiba dari atas kepala ku mengalir sedikit darah saat aku mengangkat tangan ku dari kepala ternyata sudah banyak bercak darah yang menempel di tangan ku
"Ya Allah Mas kepala Lu berdarah"ujar Arsanti histeris lalu menarik tangan ku untuk masuk kerumahnya
Lalu dengan sangat hati hati Arsanti menuangkan alkohol di atas kepala ku lalu menutupinya dengan perban untuk menyumbat supaya darah ku enggak terlalu banyak keluar,sedikit perih yang kurasakan saat itu namun aku senang ternyata Doi enggak sengaja mukulnya terlalu keras.
"udah Gua bilang suruh pergi Elunya keras kepala kan Mas,liat sekarang keadaan Lu banyak banget lagi darahnya hiks..."ujar doi sembari menangis
"udah Gua enggak apa apa San,yang terpenting sekarang Lu percaya enggak kalau Gua enggak pernah macem macem dengan Mega atau wanita lain?"
"iyah Gua percaya kok Mas,Gua minta maaf yah bikin Lu gini,Lu mau maaffin Gua kan?"
"hmmm gimana yah?"Gua pura pura mikir
"Lu marah Mas?"
"enggak sih cuman ada harga mahal yang harus di bayar karna pala Gua Lu bocorin"
"bayarnya pake apaan?"doi bingung sembari menggaruk palanya
Aku lalu menarik tangannya untuk mendekat kearah ku,lalu wajah ku dan wajah doi semakin dekat hingga aku bisa merasakn hembusan nafasnya yang seperti memburu,tangannya lalu memegang dada ku untuk menahan supaya kami enggak terlalu dekat.
"Mas jangan..."ujar doi dengan lirih berbicara kepada ku
"jangan apa?"ujar ku bingung
"jangan lama..."ucap doi sembari membalas menarik kerah baju ku
"udah makan Mas?"sapa Arsanti
"udah kok barusan,Lu belum makan?noh ada ikan di rumah kalau mau makan"ujar ku
"Gua udah sarapan diluar tadi kok,Gua bawain gorengan ini hidangan setelah makan"ujarnya seraya menaruh bungkusan yang berisi gorengan diatas meja
"wah kebetulan banget tuh tau aja Lu Gua paling demen ama gorengan"
"iya dong Gua kan pacar yang pengertian"ujarnya sambil nyengir
Sambil mengambil gorengan yang dibawa Arsanti aku bertanya tentang aktifitasnya di kampus hari ini "gimana tadi ospeknya di kampus?"
"seru Mas,Gua disana di jadikan anak bawang,semua mahasiswa dan mahasiswi disuruh nyabut rumput ada juga yang suruh bersih bersih kampus sedangkan Gua malah disuruh nemenin ketua ospek"
"wah enak bener hidup Lu?"
"iya dong,enggak sampe disitu loh,ada yang minta no hp Gua pula orangnya putih,tinggi,badannya atletis kaya pemain basket gitu deh"sembari tersenyum sendiri
"cie cie yang lagi falling in love ama kakak kelas"goda ku
"kaga lah Gua cuman mengagumi doang kalau cinta mah cuman satu"
"siapa cintamu?"
"sama Mas kampret"sembari menunjuk ku
"kampretnya enggak udah di bawa bawa juga kali,enggak enak banget didenger"ujar ku kesal
"enggak sampai disitu bahkan ada yang nembak Gua loh Mas"
"hah masa sih?"ujar ku lalu membenarkan duduk ku dan mendengarkan dengan seksama pembicaraan nya
"iyah,dengan posisi bertekuk lutut Kakak kelas memberikan sebuah bunga mawar putih ke Gua"
"widih romantis banget,terus Lu terima enggak?"
"enggak"sambil tersenyum menatap ku
"loh kenapa?"
"kan Gua udah punya Elu Mas pake nanya lagi"
"oh kirain Lu mau terima"
"mang Lu mau Gua di miliki orang lain?"tanya nya dengan wajah sedikit kecewa
Dalam hati ku" sebenernya Lu di deketi kakak kelas aja Gua cemburu apa lagi sampai di tembak,Gua yang mempertahan kan Lu dari SMP dengan susah payah eh di embat ama orang lain jelas kaga terima"bathin ku
"heh kok elu diem sih"ujarnya
"yah kalau Lu jadian ama Kakak ospek yah Gua bisa leluasa dong deketin Mbak susi si janda bohay"canda ku
"ish...kenapa sih janda itu mulu,Gua akui masalah bodi emang dia paling bohay tapi kan cantikan Gua Mas"
"dih pede Lu cantik emang tapi suka ngeselin"ledek ku
"tapi pan Lu udh janji ama Mas Andre bakal jagain Gua"
"iyah asal Lu kaga tebar pesona aja ama kakak kelas di kampus Lu"
"dih siapa yang tebar pesona,orang dia sendiri yang deketin Gua tanpa Gua harus tebar pesona"
"DRRRTTT...!!"Tiba tiba hp ku di atas meja bergetar,aku lalu melihat ke layar hp ternyata nomer yang tadi siang iseng lagi,lalu aku menaruhnya lagi ke meja tanpa memperdulikan panggilan dari nomer tersebut
"kenapa kok enggak di angkat Mas?siapa tau penting?"tanya Arsanti
"bukan siapa siapa,enggak penting juga"
"yaudah sini Gua angkat aja"ujar Arsanti yang mengambil hp ku
"Halo ini siapa yah...halo?halo...?"sahut Arsanti
"yah di putus Mas,siapa sih?"
"mana Gua tau,dari tadi siang ganggu Gua mulu"ujar ku
"cie siapa tau itu pengagum rahasia Lu Mas"
"pengagum rahasia dari hongkong,mana punya Gua kenalan cewek selain Lu"
"DRRRRTT...!!"kembali hp ku berbunyi lagi dan kali ini sebuah Pesan singkat yang masuk,entah dari siapa,lagi lagi Arsanti membukanya.
Saat membuka hp tersebut raut wajah Arsanti yang tadi senyum senyum berubah menjadi cemberut,Aku penasaran siapa yang mengirim sms tersebut sehingga membuat wajah Arsanti menjadi berubah 180 derajat.
"siapa sih yang sms?"tanya ku
"enggak ada jawaban dari Arsanti"
"heh kok Elu diem gitu?pake cemberut lagi mukanya,Lu kenapa?"tanya ku lagi
"liat aja nih dari pacar Lu"sembari memberikan hp ku lalu duduk bersandar di kursi kemudian melipat tangannya dan berpaling dari ku
Karna penasaran aku lalu membuka sms tersebut ternyata dari nomer yang sama yang tadi siang mengganggu ku.
081345678901:" Man kamu sekarang ada di mana?siapa cewek yang ngankat telpon ku tadi?"
Lalu aku membalasnya "ini siapa?"
Enggak lama kembali ada sms dari nomer tersebut.
081345678901 : "ini aku Mega,kamu enggak simpen nomer aku yah?sekarang aku ada dirumah BJB loh"
Setelah membaca sms tersebut aku terdiam sejenak,entah kenapa tiba tiba dirinya datang lagi dikehidupan ku disaat aku sudah mulai melupakannya,hati ku bertanya tanya bukan kah dulu dirinya pernah bilang enggak akan lagi datang kesini dan enggak akan lagi menemuiku karna setelah sma doi akan melangsungkan pernikahan karna perjodohan dari orang tuanya.
Lalu Arsanti merampas Hp ku dan membaca isi pesan dari Mega dan raut mukanya semakin enggak enak ku lihat,setelah membaca pesan tersebut doi menaruh hp ku lalu beranjak ingin pergi.
"Lu mau kemana?"ujar ku sembari memegang tangannya
"lepasin,Gua mau pulang aja,pacar Lu udah datang kan?terus apa gunanya Gua disini"sembari berusaha melepaskan cengkraman tangannya dari genggaman ku
"dia cuman masa lalu Gua San,dan masa depan Gua sekarang adalah Elu"
Doi tetap enggak mau mendengarkan ku dan bersih keras melepaskan tangannya dari ku lalu pergi berjalan menuju motornya dan pergi begitu aja dari ku menuju kearah kontrakannya,aku lalu menyusulnya dengan sepeda bmx lama ku karna kontrakannya lumayan jauh sekitar 1,5km dari rumah ku,aku berusaha ingin menjelaskan kepadanya bahwa perasaan ku saat ini hanya untuk Arsanti dan mega hanya lah masa lalu ku.
Sesampainya didepan kontrakan Arsanti aku lalu bergegas mengetok rumahnya "San buka pintunya dong,dengerin penjelasan Gua dulu"
Namun enggak ada sahutan dari dalam rumah
"San Lu harus tau di hati Gua sekarang cuman ada Lu doang bukan Mega atau siapapun"
Karna enggak kunjung dapat jawaban aku lalu terduduk lesu didepan rumahnya,enggak lama tiba tiba "cekrek..."pintu rumahnya terbuka,aku pun menoleh kebelakang lalu tersenyum kepadanya sedangkan wajah Arsanti tetap sama seperti sewaktu dirumah enggak ada ekspresi sama sekali
"San dengerin penjelasan Gua dulu"
"penjelasan apa lagi?bukannya sudah jelas Lu masih berhubungan dengannya?udah lah mas Lu pulang aja Gua ngantuk"
"Gua enggak bakal pulang sampai Lu mau dengerin Gua"
"Lu PULANG ENGGAK..!!KALAU KAGA INI BESI GUA PUKULIN KE KEPALA LU"sembari mengangkat besi sebesar gagang sapu
"pukul aja kalau Lu mau"ujar ku yang masih belum beranjak dari tempat ku berdiri
Aku percaya doi enggak akan berani melakukan perbuatan itu,makanya aku enggak gentar sama sekali dengan ancamannya,namun perkiraan Ku salah doi lalu memukul besi pengunci pintu tersebut kelengan kanan ku hingga membuat begitu ngilu.
"Lu masih enggak denger yah?Gua udah bilang pergi,itu baru lengan Lu,jangan sampai ini besi memukul batok pala lu"
Aku masih tak bergeming sedikit pun dari tempat ku berdiri
"PERGII...!!"
"PLETAKKK....!!"besi tersebut tepat mengenai kepala ku disisi kanan depan hingga membuat pandangan ku sedikit berkunang kunang dan sakit yang amat sangat di bagian depan kepala ku.
Aku tetap berusaha menguatkan posisi ku saat ini sembari memegang kepala yang sakit akibat pukulan dari Arsanti.
"San perlu Elu tau,saat ini di hati Gua hanya ada Elu dan enggak ada wanita lain selain Elu,bukan Mega atau siapapun"
"Astaghfirullah Gua terlalu keras yah mukulnya,Lu enggak apa apa Mas?"tanyanya sedikit khawatir
"Gua enggak apa apa kok San"
Namun tiba tiba dari atas kepala ku mengalir sedikit darah saat aku mengangkat tangan ku dari kepala ternyata sudah banyak bercak darah yang menempel di tangan ku
"Ya Allah Mas kepala Lu berdarah"ujar Arsanti histeris lalu menarik tangan ku untuk masuk kerumahnya
Lalu dengan sangat hati hati Arsanti menuangkan alkohol di atas kepala ku lalu menutupinya dengan perban untuk menyumbat supaya darah ku enggak terlalu banyak keluar,sedikit perih yang kurasakan saat itu namun aku senang ternyata Doi enggak sengaja mukulnya terlalu keras.
"udah Gua bilang suruh pergi Elunya keras kepala kan Mas,liat sekarang keadaan Lu banyak banget lagi darahnya hiks..."ujar doi sembari menangis
"udah Gua enggak apa apa San,yang terpenting sekarang Lu percaya enggak kalau Gua enggak pernah macem macem dengan Mega atau wanita lain?"
"iyah Gua percaya kok Mas,Gua minta maaf yah bikin Lu gini,Lu mau maaffin Gua kan?"
"hmmm gimana yah?"Gua pura pura mikir
"Lu marah Mas?"
"enggak sih cuman ada harga mahal yang harus di bayar karna pala Gua Lu bocorin"
"bayarnya pake apaan?"doi bingung sembari menggaruk palanya
Aku lalu menarik tangannya untuk mendekat kearah ku,lalu wajah ku dan wajah doi semakin dekat hingga aku bisa merasakn hembusan nafasnya yang seperti memburu,tangannya lalu memegang dada ku untuk menahan supaya kami enggak terlalu dekat.
"Mas jangan..."ujar doi dengan lirih berbicara kepada ku
"jangan apa?"ujar ku bingung
"jangan lama..."ucap doi sembari membalas menarik kerah baju ku
khodzimzz dan 2 lainnya memberi reputasi
3
![Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/29/8075495_201710290532550523.jpg)