Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#157
PART 16

Agar kesannya lebih membumi, penyebutan kata ganti orang pertama akan di ganti dengan kata " aku" atau " saya". Silahkan kritik dan saran nya agar thread ini lebih baik dan nyaman untuk di baca.

Back to the story.

Reni pun semakin menggenggam erat tangan ku setelah melihat perlakuan kak Shinta kepadaku. Genggam an nya kini telah menjadi sebuah cengkraman. Cengkraman kuat gadis yang terbakar oleh api cemburu. Aku pun hanya meringis tanpa bisa berucap karena akward momen ini.

" a.. anu kak. Aku gak papa koq " ucap ku sembari menepis tangan kak Shinta dari kening.

Gak bisa di sebut menepis sebenarnya. Aku cuma memindahkan tangan yang tadi nya masih di keningku, ke ranjang sebelah kanan tubuh ku terbaring.

" ya udah gus aku pulang dulu ya. Udah sore. Kamu cepet sembuh gy biar bisa sekolah lagi " Kak Shinta pun berlalu pergi dari kamar ku.

Karena tadi datang nya barengan, temen2ku pun ikut pamitan kepada ku dan ibu ku untuk ikut pulang ke rumah masing-masing. Sementara reni bilang mau disini dulu menemani ku. Jadilah aku hanya berdua dengan reni di kamar sore itu.

"........... "


"............"

Suasana kamar ku pun mendadak menjadi hening. Aku dan reni bingung harus berucap apa untuk mengakhiri akward moment ini. Aku juga tak berani sekali pun memandang wajah nya. Karena sedari tadi dia tak mengendurkan sedikit pun cengkraman nya di jemari.

" ren bisa lepasin tangan ku gak. Sakit " aku pun memberanikan diri berbicara duluan dengan karena tak kuat lagi menahan cengkraman nya di tangan ku.

" kak Shinta kayak nya juga sama kamu gus " dengus reni sambil melepaskan cengkraman nya di tangan ku.

" ahh gak mungkin ren. Gak mungkin cewek secantik kak Shinta bisa suka sama cowok seperti ini. " aku pun mengelak dari todongan argumen reni.

" aku ini cewek gus, dan aku tau dari sikap dia ke kamu "

" dari tatapan matanya ke kamu, kepedulian nya ke kamu dan semua perhatian nya ke kamu. " ucap reni sedikit serak.

" ren, kamu tau kan hati aku ini milik siapa. Dan aku akan selalu menjaga hati ini untuk mu. "

" mungkin benar yang kamu bilang ke aku kalo kak Shinta suka ke aku. Namun rasa sayang nya itu mungkin hanya sebatas kasihan. Kasihan ke adek kelasnya yang selalu tertimpa musibah tanpa henti., kasihan ke adek kelas yang emang butuh figur seorang kakak perempuan "

" dan kasih sayangnya tersebut bisa hilang seiring berjalannya waktu. Seiring dengan adek kelasnya tersebut mendapat kasih sayang dari seorang cewek yang benar-benar tulus menyayangi nya " aku pun mencoba menenangkan reni.

"........."

Reni pun masih terdiam meski aku telah mencoba menjelaskan apa yang terjadi antara diriku dengan kak shinta.

" oke ren kalo memang kamu masih diam, lebih baik kamu pulang saja sekarang ke rumah "

" gak ada gunanya kamu disini kalo cuma menambah beban pikiran ku saja " dengan sedikit kesal aku pun meminta reni pergi dari rumah ku.

" gus kamu marah ya..? maafin aku. Maafin keegoisan ku "

" hiks... Hiks.... Hiks.... "

Air mata reni pun jatuh untuk kesekian kalinya. Mungkin dia gak nyangka kalo bakalan meminta nya pulang ke rumah sementara dirinya nya masih ingin disini.

Aku pun mendekap erat kepala gadis yang sangat aku sayangi ini dan meletakkan nya di dadaku. Aku ingin dia tahu bahwa di setiap detik degup jantung ku selalu tersebut namanya.

" maafin aku juga ya ren udah ngebentak kamu tadi " aku pun mengelus elus kepala gadis yang kini berada dalam dekapan ku. Mencoba menenangkan nya dari kekalutan yang saat ini sedang berkecamuk di dalam fikiran nya.

" makasih ya yang. Kamu udah mau ngertiin sifat ku. Hehehe " reni pun kini malah glandhotan di atas dada ku.

" ren, koq aku rada geli ya dengan panggilan 'sayang'. Apa gk bisa di ganti yang lain saja ". tawar ku ke reni karena terus terang aku geli di panggil sayang.

" terserah kamu deh sayang, aku nurut aja. "jawab nya sambil masih asyik glandhotan di dada ku.

" gimana kalo tak panggil nduk saja (panggilan untuk anak cewek dalam adat jawa). Sementara kamu manggil aku mas "

" ya udah mas aku setuju koq. Aku suka panggilan sayang nya " reni pun akhirnya sudah tidak glandhotan lagi di dadaku.

" makasih nduk udah sayang ke mas " aku pun mengecup kening nya sebagai tanda bahwa aku sangat menyayangi nya.

Kalo di bibir itu nafsu namanya gan. Bukan tanda kasih sayang.

" makasih juga mas udah sayang sama nduk " reni pun membalas mengecup kening ku hingga hawa sejuk begitu menenangkan hati ku.

" nduk pulang dulu ya mas. Udah mau maghrib. Sopir jemputan papa juga udah nyampe " reni pun keluar dari kamar ku dan menemui ibu ku untuk berpamitan.

" hati hati nduk di jalan. Jangan lupa sholat " aku pun teriak karena reni dalam sekejap udah menghilang dari pandangan ku.

Karena udah agak baikan, selepas reni pergi, aku pun turun dari ranjang dan lantas pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Maklum bentar lagi waktunya sholat maghrib.

Setelah istirahat satu hari penuh, aku pun sembuh total dan bisa kembali bersekolah. Maklum aku udah kangen sama anak anak. Dan kebetulan classmeeting yang di ikuti kelas ku udah di mulai kemaren.

" kamu beneran udah sembuh mas " ucap reni di sebelah ku sambil minum es yang di bungkus plastik menggunakan sedotan.

" alhamdulillah udah koq. Kan ada kamu nduk yang setia merawat ku " balas ku sambil mengelus rambut nya.

" ahhh kamu mas bisa aja " reni pun tersipu malu karena ku perlakukan seperti itu.

" ce ileh ni anak, udah kayak pengantin baru aja " timpal Agung menghampiri tempat kami nongkrong.

" iya bener lu gung. Sampai kita kita di lupain " sahut Tiara yang berjalan di samping Agung.

Aku dan reni hnya tersenyum mendengar ucapan mereka berdua. Reni pun kini semakin merapatkan tempat duduk nya di sebelah ku.

" eh cuy, lu gak ikut classmeeting " tanya joko yang kini datang bersama Stephenie.

" iya gus. Tiap anak di wajib kan ikut satu acara classmeeting. Karena lu kemaren gak masuk, gak tau aturan nya " sambung Stephanie yang kini ikut bergabung dengan yang lain.

" tau jok, kamu kan tau aku baru sembuh. Jadi bingung harus ikut acara yang mana " aku pun cuma garuk garuk kepala karena bingung ikut event apaan.

" lu ikut basket aja gus. Kan kemaren uda di ajarin kak david. Soal anggota tim nanti biar gw yang pilih " joko pun menawarkan sebuah ide cemerlang kepada ku.

" ok lha jok. Kamu atur ajar " aku pun mengangkat dua jempol tanda sangat setuju dengan ide si Joko.

Tim basket kelas gw pun akhirnya terbentuk. Aku, Joko, agung serta dua temen ku yang ikut ekskul basket dimas dan Chandra. Dimas dan Chandra ini ternyata jago juga maen basket nya. Maklum postur mereka juga sangat mendukung untuk menjadi pemain basket.

Berkat keahlian dimas dan Chandra serta sedikit andil dariku, tim basket kelas ku pun masuk final. Sayang di final kami di kandas kan oleh tim nya kak david. Namun dari pertandingan final itu kak David bisa menarik kesimpulan kalo aku, dimas dan Chandra bisa menggantikan nya sebagai anggota inti tim basket sekolah. Akan tetapi karena minat ku yang kurang di olahraga basket, aku pun hanya senyum senyum saja menanggapi pernyataan kak David.

Karena telah memenuhi syarat paling tidak ikut satu event dlam class meeting kali ini, aku pun melewatkan hari hari sesudah nya dan hanya menghabiskan waktu di sekolah ini berdua dengan reni kantin. Kadang aku dan reni ikut menonton Agung, joko, tiara atau stephanie ketika mengikuti class meeting mereka masing-masing.

Class meetings pun berakhir dengan sukses. Dan untuk penutup nya, malam ini akan di adakan acara api unggun di lapangan sekolah. Reni sangat antusias mengikuti acara tersebut Smentra aku sendiri seperti yang sudah agan semua tau,? " MALAS".

Karena tak enak hati dengan sang pujaan hati, aku pun dengan amat sangat terpaksa mengikuti acara tersebut.

Tampak kini sebuah tumpukan kayu yang telah terbakar, berkobar kobar api nya karena tertiup hembusan angin malam. Ini mau bikin api unggun apa bakar rumah sih. Gedhe banget kobar an api nya.

" mas sini " panggil reni yang terlihat ikut mengitari apo unggun dengan anak anak kelas lain.

" ya nduk bentar " aku pun berlari ke arah reni duduk.

Suasana malam itu sangat ramai. Banyak siswa siswi yang tampak nya berpacaran sedang memadu kasih. Sementara itu gw lihat kak David dan teman-teman nya sedang asyik menyanyi diiringi gitar gitar yang di petik oleh kak David. Sorak sorai anak kelas 3 riuh renyah seirama dengan tiap petikan gitar kak david. Aku pun berjalan mendekati kak David dan membisikkan sesuatu di telinga nya.

" kak aku pinjam bentar gitar nya " bisik gw di telinga kak david. Bukan homo ya gan.

" ini gus pake saja. Gw juga dah capek " tanpa bertanya kak David pun menyerahkan gitar nya pada ku.

" jrenggg... jrenggg... Jreng.... "

" selamat malem buat teman teman serta kakak kelas tercinta "

" perkenalkan, nama saya agus. Saya dari kelas 1F. Izinkan lah malam ini saya menyumbangkan sebuah dua buah lagu untuk gadis yang sangat berharga bagi hidup saya "

" huuuuuu... Plokkk... Plok..... Plok.... "

Sorak Sorak para siswa pun semakin ramai dan di iringi dengan tepukan setelah mendengar pidato singkat ku tadi. Di lain tempat aku lihat reni menatap ku tajam dan memberi isyarat agar aku kembali duduk di sebelah nya saja.

Namun aku bergeming tak mengindahkan isyarat darinya. Aku tetap pada pendirian ku untuk menyumbang kan sebuah lagu malam ini.



Melihat tawa mu
Mendengar Senandung mu
Terlihat jelas di mataku
Warna warna indah mu

Menatap langkah mu
Meratapi kisah hidup mu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah ku miliki

Sifatmu nan slalu
Redakan ambisi ku
Tepikan khilaf ku
Dati bunga yang layu

Saat kau di sisiku
Kembali dunia ceria
Tegas kan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah ku miliki

Belai lembut jari mu
Sejuk tatap wajah mu
Hangat peluk janjimu
Anugerah terindah yang pernah ku miliki



Petik kunci terakhir gitar yang ku petik sambil menunjuk ke arah tempat reni duduk. Reni hanya menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangan nya karena malu mendengar suit suit dari siswa siswi yang ikut acara malam itu.

Aku sempat melirik ke arah tempat kak shinta duduk. Dia kini memandang ku dengan sebuah tatapan yang sangat sayu. Sebuah tatapan dari seorang gadis yang sperti nya haus akan kasih sayang. Karena gak ingin membuat reni salah paham, aku pun segera mengalihkan pandangan ku dan berjalan kembali ke tempat reni duduk.

Sebuah pelukan hangat menyambut ku yang di iringi tepuk tangan serta sorak sorai anak anak malam itu.

" mas habis ini ke rumah yah. Papa mau ngomong " ucap reni yang masih memeluk ku dan kini mata nya beradu pandang dengan ku.

" ada apa nduk koq mendadak " balas ku sambil buru buru membuang muka karena takut iman ku goyah.

" gak tau mas, katanya kangen. Mama sama rena juga kangen sama mas. Mas sih dah jarang maen ke rumah " ucap reni lagi kini dengan tampang cemberut.

" ya udah nduk habis ini mas langsung ikut ke rumah " aku pun mencubt pipi nya karena gemas dengan tingkah si reni.

" yeyyy,, makasih ya mas " ucap reni kini kegirangan.

Lha tadi kenapa pasang wajah masam.? Asli wanita itu memang makhluk penuh misteri gan.

Setelah reni bilang begitu, aku pun pamit ke temen temen yang lain untuk pulang duluan. Soalnya nya kalo nunggu acara kelar, bisa makin malam nanti ke rumah reni nya.

Reni pun menghubungi supir keluarga nya agar menjemput kami berdua di sekolah. Tak berselang lama, mobil yang di tunggu pun datang. Kami pun langsung masuk dan di ikut pulang ke kediaman nya reni.

20 menit mengarungi padat nya lalu lintas malam hari,kami pun sampai di kediaman reni dan pak sopir langsung memasukkan mobil nya ke garasi.

" tok.. Tok.. Tok... Assalamualaikum "

Kali ini reni yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.

" walaikumsalam. Eh kamu ren udah pulang..? Lho ada nak agus juga to. Ayo mari masuk " ibu Rahma mempersilahkan kami masuk ke dalam rumah.

Beliau lantas mengajak reni ke dapur untuk membuat kan minuman. Sementara aku sendiri ke ruang keluarga karena Ibu Rahma bilang Pak Andy udah menunggu saya.

" assalamualaikum. Malam pak Andy " salam ku ke pak Andy yang lagi asyik bersantai.

" walaikumsalam. Eh nak agus. Mari nak silahkan duduk " pak Andy pun berdiri sejenak dan mempersilahkan aku agar ikut duduk.

" gimana pak sehat "? tanya ku basa basi.

" alhamdulillah nak sehat. Nak agus sendiri gimana kabarnya " jawab pak Andy yang kini bertanya balik padaku.

" alhamdulillah pak sehat juga " jawab ku bohong. Sebenarnya aku baru saja sembuh, jadi masih dalam tahap pemulihan.

" oia nak, tujuan Bapak memanggil nak Agus kesini ada satu hal yang ingin Bapak tanya kan "

" tapi nak agus jawab yang jujur dan jangan marah ya.? " tanya Pak Andy dengan raut wajah serius.

" ngga koq pak. Insya Alloh saya jawab sejujuu jujur nya " deg deg deg. Jantung ku pun berdegup kencang tiba-tiba mendengar pak Andy berbicara formal seperti itu.

" sudah sejauh mana hubungan nak agus dengan anak bapak Reni.? "...

DOENGGGGGG..... DEGHHHHH.... DEGHHH....DEGHHHHH....

Detak jantung ku pun berdegup semakin kencang di todong pertanyaan seperti itu oleh pak Andy.

Ingin rasanya saat itu aku berlari dan mendobrak keluar pintu rumah pak Andy agar terhindar dari pertanyaan membunuhnya..
Diubah oleh agusk1988 21-10-2017 17:01
wakazsurya77
efti108
myusuffebria525
myusuffebria525 dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.