- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#123
PART 15
Reni pun menatap gw tajam, melotot tepatnya. Jujur gw tak berani untuk bertatap mata nya pagi itu. Matanya lebih menakutkan dari kak Cindy yang tempo hari kesurupan.
Gw pun langsung melepas genggam an tangan gw di tangan nya kak Citra. Masih tak berani menatap Reni, gw lanjutkan acara makan gw.
" ya udah dek, kk balik ke teman kk dulu ya. Soalnya ada yg dari tadi ngeliat in kk terus " kak Citra pun pergi dan balik ke meja teman teman nya.
" Ren "..... panggil gw.
" Reni Eka Putri " panggil gw untuk kedua kalinya.
Hiks... Hiks.... Hiks....
Samar samar gw denger tangisan dari mulut reni. Mili demi mili air mata nya menetes membasahi pipi lembut nya.. Gw speechless dengan hal yang baru gw alami pertama kalo. Seorang cewek di depan gw, menangis karena ulah gw.
" Ren, jangan nangis. Gw minta maaf kalo emang ada salah sama elo " gw pun rasanya ingin ikut menangis agar bisa berbagi keluh kesah dengan cewe di samping gw ini.
" kamu gak salah koq gus. Aku yang salah karena gak bisa memendam perasaan ini "
" aku tahu, dari segi muka kamu ini biasa saja gus. Dari materi pun kamu biasa saja(anjrit kata kata nya ini menohok gw. Tapi emang bener jga sih). Tapi ada sesuatu yang lain dari diri kamu yang membuat aku nyaman di samping kamu gus "
" aku tuh sayang sama kamu "
" jujur aku cemburu gus, karena tiap hari ada saja cewek yang ingin mengenal mu. Dan puncak kecemburuan ku pun meletus saat kamu berkenalan dengan kak Citra tadi " air mata yang mengalir di pipi Reni pun semakin deras.
Gw pun menyeka air matanya tersebut.
" Ren lu gak perlu menangis untuk cowok seperti gw. Air mata lu terlalu berharga Ren"
" dan asal loe tau, gw juga sayang sama loe. Loe wanita yang berharga banget buat hidup gw setelah ibu dan kakak perempuan gw. "
" dan gw ingin menjaga sesuatu yang berharga tersebut. Gw gak ingin mengotori bahkan merusak sesuatu tersebut. Jadi biarkan gw menyayangi loe dengan cara gw sendiri " ntah dari mana kata kata tersebut berasal. Mulut gw sperti nya landai gitu aja ngucapin nya.
" dan kalo gw ingin membina sebuah hubungan, elo lah cewek pertama yang spesial di hati gw " gw pun menumpahkan segala isi hati gw pagi itu.
" makasih ya gus. Aku jadi lega denger nya. Dan biarkan aku menyayangimu dengan caraku sendiri juga " Reni pun berhenti menangis dan memeluk tubuh gw.
Gw pun membalas pelukan nya. Karena sesungguhnya gw juga sayang sama dia. Tapi hati gw takut mengakui nya. Takut kalo hubungan silaturahmi yang sudah terjalin dengan baik, rusak cuma karena kita putus nanti.
Lama rasanya gw mendekap erat tubuh Reni. Sampai gw denger seseorang membangun kan kami dari mimpi indah pagi itu. Padahal gw dan reni tidak lagi tidur..
" cie yang lagi asyik pelukan. Ikutan dong " Tiara pun datang bergerombol dengan yang lain menuju meja tempat gw dan reni makan.
" PJ dunk PJ " mulut Agung yang tidak pernah di sekolah in, nyerocos kek emak emak warung depan.
Gw pun hanya menggeleng dan mengisyaratkan temen temen gw untuk diam. Reni kini telah tertidur dalam pelukan gw dan sepertinya tak mau melepas pelukan nya tersebut. Karena takut salah urat karena posisi tidur nya seperti itu, dengan berat hati gw pun membangun kan nya.
" ren bangun sayang. Jangan tidur di sini " ntah kenapa gw menambahkan kata sayang di perkataan gw pagi itu.
" maaf ya sayang, capek karena tadi habis nangis " ahhh Reni pun membalas ucapan sayang dari gw. Kini wajah nya cantik berseri di sertai senyuman yang semakin menambah kecantikan nya.
Tak ada lagi tatapan kebencian serta kemarahan yang tadi sempat gw rasakan.
" cie.... yang udah berani sayang sayang an " temen temen gw pun serempak menggoda gw dan Reni.
Emang dasar nya udah di mabok cinta, dunia pun serasa milik berdua. Sementara yang lain cuma ngontrak. Gw dan reni pun gak menggubris perkataan temen temen gw.
Selepas makan di kantin, pagi itu pun gw putus kan untuk pulang ke rumah saja. Maklum tak ada kegiatan sama sekali, class meeting buat kelas gw juga baru esok hari di mulai nya.
" ren, ati2 ya di jalan " kata gw mengantar nya masuk ke dalam mobil jemputan.
" iya sayang, kamu juga ati2 ya di jalan "
" CUPPPPPPP "....
Reni pun masuk ke dalam mobil setelah memberikan kecupan hangat di pipi gw. Ah lo ren, bikin hati gw berbunga bunga saja.
Mobil yang di tumpangi reni pun kita telah menghilang di tengah tengah padat nya arus lalu lintas.
" gus lu jadian sama reni " ucap seseorang dari belakang dan berjalan mendekati gw.
" eh lu Steph, nggak kok. Nggak secara resmi tepatnya. Kita hanya mengungkapkan perasaan masing masing tanpa status yang pasti " jelas gw ke seseorang tadi yang ternyata Stephanie.
" jaga dia gus, jangan kecewa in dia. Dia itu bener-bener sayang sama sama lu " tepuk Stephanie di pundak gw dan berlalu pergi menuju mobil jemputan nya.
Gw pun langsung mengayuh sepeda gw ke rumah, sesat setelah mobil jemputan nya Stephanie juga menghilang di tengah tengah padat nya arus lalu lintas.
" le nanti malem ikut bapak ngairi sawah " ajak bapak gw saat melihat at gw makan siang di dapur.
" nggeh pak insya Allah " jawab gw sambil menyelesaikan makan siang gw.
Setelah makan siang gw tidur sebentar untuk mengistirahatkan badan ini.
anjrit ini anak aneh aneh aja mau nya. Jujur gw geli dengan panggilan seperti itu. Kek kids jaman now saja.
Mak tolong in anak mu mak. Anak mu senyum senyum sendiri gak jelas kek orang gila.
Gw pun langsung tertidur dan berharap bertemu dengan reni di alam mimpi nanti. (ada koq gan ajian buat kita bisa ketemu orang yang kita sayang i atau kagum i. Bahkan dalam mimpi tersebut kita bisa sampe berhubungan suami istri).
Ibu gw membangun kan untuk segera melaksanakan ibadah sholat ashar. Selepas ashar, gw pun ke lapangan untuk ikut maen sepak bola bareng pemuda pemuda di desa gw.
" le ayo berangkat ke sawah " ajak bapak ke gw yg masih asyik nonton tv.
Gw lihat waktu menunjukkan pukul 19.30.
" nggeh pak, tapi agus sholat isya dulu " gw pun meninggalkan ruang keluarga dan ke belakang mengambil wudhu untuk melaksanakan ibadah sholat isya.
Bapak gw di depan udah menyalakan motor supri kesayangan nya. Gw pun langsung menyusul dan kita pun menuju sawah yang sebenarnya milik ibu gw. Warisan dari kakek.
" le kamu tunggu di sini ya, bapak mau ke pintu masuk air di atas " bapak gw pun meninggalkan gw sendiri dan menuju dam yang tempat nya lebih dekat dengan Hilir sungai.
Gelap sekali malam itu. Padahal waktu belum lewat dari jam 8 malam. Hanya suara kodok yang terdengar saling bersautan dari kejauhan..
Sret.... Sret.. Sret.....
Gw mendengar sebuah bunyi aneh yang kontan membuat bulu kuduk gw merinding.. Dari kejauhan sekelebat bayangan putih terbang melesat menuju ke arah gw.. semakin dekat bayangan putih tersebut, semakin nampak jelas pula wujud nya.
Allahu.. Akbar..
Gw pun langsung melepas sandal gw dan melompat ke areal persawahan..
Wedhon...
Begitulah orang orang desa gw menyebut bayangan tersebut. Wedhon ini mirip dengan pocong gan, cuma sial nya dia ini bisa melukai manusia. Kalo kita sampe kena air ludah wedhon, insya Allah bakal kena penyakit kulit yang susah sembuh nya.
Wedhon tadi pun menatap gw sambil melotot. Mukanya yang item hancur itu di kerubuti banyak sekali ulat hingga menimbulkan bau yang sangat busuk. Wedhon tadi tidak bisa mendekati gw karena gw di dalam areal persawahan yang becek dan berlumpur. Ya, pengapesan wedhon adalah tempat yang berlumpur serta becek.
Jadi kalo agan secara tidak sengaja ketemu wedhon di areal persawahan, lekas lekas lah melepas aksesori yang menempel di kaki agan dan masuk lah ke areal persawahan. Wedhon tadi nanti akan pergi dengan sendirinya.
Hrghhhh... Hrghh.... Hrghhhh....
Melihat gw udah di dalam sawah, wedhon tadi masih saja melotot in gw tanpa mau pergi meninggalkan gw. Sesekali terdengar erangan dari dalam mulut nya. Kalo sudah seperti ini gw gak bisa apa apa selain menunggu. Menunggu wedhon tadi segera meninggalkan gw yang udah menggigil kedinginan di tengah sawah.
Sekelebat cahaya lampu, menyorot wedhon tadi dari kejauhan. Dan alhamdulillah wedhon tersebut langsung menghilang beberapa detik setelah sorot lampu tadi Menembus tubuhnya.
" kamu gak apa2 le " ucap Bapak gw sambil trun ke are sawah dan membantu gw untuk naik.
Rupa nya sorot lampu tadi berasal dari motor bapak gw. Terima kasih pak udah menyelamatkan anak mu yang tampan ini (glodhak).
" alhamdulillah gpp pak. Untung bapak cepet balik tadi " kaki gw pun kini mati rasa.
" ya udah nak ayo kita pulang. Nanti air nya juga penuh sendiri koq " Bapak gw pun membantu gw naek ke jok belakang dan mengajak gw pulang.
Malam itu sesampainya di rumah, badan gw pun panas dingin. Hal ini biasa gan, seseorang yang malamnya ketemu wedhon, biasanya esok pagi nya dia akan demam.
Ibu pun meminta gw untuk minum obat yang tadi di beli nya di toko dan menyuruh gw istirahat.
Pagi nya saat bangun, panas di tubuh gw pun belum reda juga. Akhirnya bapak pun membawa gw ke klinik langganan gw dan melarang gw pergi ke sekolah. Gw pun hanya mengangguk. Kepala udah sangat pusing hingga rasa nya kek mau pecah.
Pulang dari klinik, gw pun di minta ibu untuk sarapan dan minum obat yang tadi di berikan sama dokter. Dokter bilang gw hanya terkena demam biasa. Minum obat dan istirahat satu atau dua hari juga nanti sembuh.
" sayang kamu sakit apa " teriak seseorang dari luar kamar gw dan melangkah mendekati gw.
Tak selang beberapa lama, gw pun mendengar langkah langkah lainnya ikut masuk ke kamar gw.
" eh cuy sakit apa lu. Masak baru sakit gini doang udah gak masuk " agung yang emang mulut nya ember langsung duduk di ranjang dan meledek gw.
" gak papa koq sayang. Cuma demam biasa. Istirahat satu atau dua hari juga sembuh " bals gw ke reni sambil mengelus rambutnya. Dia khawatir melihat keadaan gw. Karena emang selama ini gw jarang sekali yang namanya sakit.
" kamu kesini naek apa ren " tanya gw ke reni yang sepertinya udah mulai sedikit tenang.
" tadi pake mobil cowok nya mbak dina. Mereka sekarang lagi ngobrol sama tante(ibu gw) sayang " jawab reni yang kini memegang erat tangan gw.
" eh gus, bisa sakit juga lu ternyata " kali ini giliran rudi yang masuk dan meledek gw. Kak Dina dan Kak Shinta pun ikut masuk ke kamar gw.
" namanya juga manusia rud. Itu tandanya Allah masih sayang gw karena gw di kasih sakit " jawab gw skeptis dengan ucapan rudi.
" udah minum obat gus. Panas gini badan kamu " kata kak Shinta dan memegang kening gw.
DUARRRRRRR..... MATI GW.... SUMPAH MATI GW... KAN ADA RENI DI SITU..
DAN KAK SHINTA INI JUGA, PAKE SEENAKNYA AJA TIBA-TIBA PEGANG KENING GW.
Bu tolong ini anak mu bu. Kepala anak mu udah cukup pusing dan tak ingin tambah pusing melihat situasi sekarang ini.
Reni pun menatap gw tajam, melotot tepatnya. Jujur gw tak berani untuk bertatap mata nya pagi itu. Matanya lebih menakutkan dari kak Cindy yang tempo hari kesurupan.
Gw pun langsung melepas genggam an tangan gw di tangan nya kak Citra. Masih tak berani menatap Reni, gw lanjutkan acara makan gw.
" ya udah dek, kk balik ke teman kk dulu ya. Soalnya ada yg dari tadi ngeliat in kk terus " kak Citra pun pergi dan balik ke meja teman teman nya.
" Ren "..... panggil gw.
" Reni Eka Putri " panggil gw untuk kedua kalinya.
Hiks... Hiks.... Hiks....
Samar samar gw denger tangisan dari mulut reni. Mili demi mili air mata nya menetes membasahi pipi lembut nya.. Gw speechless dengan hal yang baru gw alami pertama kalo. Seorang cewek di depan gw, menangis karena ulah gw.
" Ren, jangan nangis. Gw minta maaf kalo emang ada salah sama elo " gw pun rasanya ingin ikut menangis agar bisa berbagi keluh kesah dengan cewe di samping gw ini.
" kamu gak salah koq gus. Aku yang salah karena gak bisa memendam perasaan ini "
" aku tahu, dari segi muka kamu ini biasa saja gus. Dari materi pun kamu biasa saja(anjrit kata kata nya ini menohok gw. Tapi emang bener jga sih). Tapi ada sesuatu yang lain dari diri kamu yang membuat aku nyaman di samping kamu gus "
" aku tuh sayang sama kamu "
" jujur aku cemburu gus, karena tiap hari ada saja cewek yang ingin mengenal mu. Dan puncak kecemburuan ku pun meletus saat kamu berkenalan dengan kak Citra tadi " air mata yang mengalir di pipi Reni pun semakin deras.
Gw pun menyeka air matanya tersebut.
" Ren lu gak perlu menangis untuk cowok seperti gw. Air mata lu terlalu berharga Ren"
" dan asal loe tau, gw juga sayang sama loe. Loe wanita yang berharga banget buat hidup gw setelah ibu dan kakak perempuan gw. "
" dan gw ingin menjaga sesuatu yang berharga tersebut. Gw gak ingin mengotori bahkan merusak sesuatu tersebut. Jadi biarkan gw menyayangi loe dengan cara gw sendiri " ntah dari mana kata kata tersebut berasal. Mulut gw sperti nya landai gitu aja ngucapin nya.
" dan kalo gw ingin membina sebuah hubungan, elo lah cewek pertama yang spesial di hati gw " gw pun menumpahkan segala isi hati gw pagi itu.
" makasih ya gus. Aku jadi lega denger nya. Dan biarkan aku menyayangimu dengan caraku sendiri juga " Reni pun berhenti menangis dan memeluk tubuh gw.
Gw pun membalas pelukan nya. Karena sesungguhnya gw juga sayang sama dia. Tapi hati gw takut mengakui nya. Takut kalo hubungan silaturahmi yang sudah terjalin dengan baik, rusak cuma karena kita putus nanti.
Lama rasanya gw mendekap erat tubuh Reni. Sampai gw denger seseorang membangun kan kami dari mimpi indah pagi itu. Padahal gw dan reni tidak lagi tidur..
" cie yang lagi asyik pelukan. Ikutan dong " Tiara pun datang bergerombol dengan yang lain menuju meja tempat gw dan reni makan.
" PJ dunk PJ " mulut Agung yang tidak pernah di sekolah in, nyerocos kek emak emak warung depan.
Gw pun hanya menggeleng dan mengisyaratkan temen temen gw untuk diam. Reni kini telah tertidur dalam pelukan gw dan sepertinya tak mau melepas pelukan nya tersebut. Karena takut salah urat karena posisi tidur nya seperti itu, dengan berat hati gw pun membangun kan nya.
" ren bangun sayang. Jangan tidur di sini " ntah kenapa gw menambahkan kata sayang di perkataan gw pagi itu.
" maaf ya sayang, capek karena tadi habis nangis " ahhh Reni pun membalas ucapan sayang dari gw. Kini wajah nya cantik berseri di sertai senyuman yang semakin menambah kecantikan nya.
Tak ada lagi tatapan kebencian serta kemarahan yang tadi sempat gw rasakan.
" cie.... yang udah berani sayang sayang an " temen temen gw pun serempak menggoda gw dan Reni.
Emang dasar nya udah di mabok cinta, dunia pun serasa milik berdua. Sementara yang lain cuma ngontrak. Gw dan reni pun gak menggubris perkataan temen temen gw.
Selepas makan di kantin, pagi itu pun gw putus kan untuk pulang ke rumah saja. Maklum tak ada kegiatan sama sekali, class meeting buat kelas gw juga baru esok hari di mulai nya.
" ren, ati2 ya di jalan " kata gw mengantar nya masuk ke dalam mobil jemputan.
" iya sayang, kamu juga ati2 ya di jalan "
" CUPPPPPPP "....
Reni pun masuk ke dalam mobil setelah memberikan kecupan hangat di pipi gw. Ah lo ren, bikin hati gw berbunga bunga saja.
Mobil yang di tumpangi reni pun kita telah menghilang di tengah tengah padat nya arus lalu lintas.
" gus lu jadian sama reni " ucap seseorang dari belakang dan berjalan mendekati gw.
" eh lu Steph, nggak kok. Nggak secara resmi tepatnya. Kita hanya mengungkapkan perasaan masing masing tanpa status yang pasti " jelas gw ke seseorang tadi yang ternyata Stephanie.
" jaga dia gus, jangan kecewa in dia. Dia itu bener-bener sayang sama sama lu " tepuk Stephanie di pundak gw dan berlalu pergi menuju mobil jemputan nya.
Gw pun langsung mengayuh sepeda gw ke rumah, sesat setelah mobil jemputan nya Stephanie juga menghilang di tengah tengah padat nya arus lalu lintas.
" le nanti malem ikut bapak ngairi sawah " ajak bapak gw saat melihat at gw makan siang di dapur.
" nggeh pak insya Allah " jawab gw sambil menyelesaikan makan siang gw.
Setelah makan siang gw tidur sebentar untuk mengistirahatkan badan ini.
Quote:
Quote:
Quote:
anjrit ini anak aneh aneh aja mau nya. Jujur gw geli dengan panggilan seperti itu. Kek kids jaman now saja.
Quote:
Quote:
Quote:
Mak tolong in anak mu mak. Anak mu senyum senyum sendiri gak jelas kek orang gila.
Gw pun langsung tertidur dan berharap bertemu dengan reni di alam mimpi nanti. (ada koq gan ajian buat kita bisa ketemu orang yang kita sayang i atau kagum i. Bahkan dalam mimpi tersebut kita bisa sampe berhubungan suami istri).
Ibu gw membangun kan untuk segera melaksanakan ibadah sholat ashar. Selepas ashar, gw pun ke lapangan untuk ikut maen sepak bola bareng pemuda pemuda di desa gw.
" le ayo berangkat ke sawah " ajak bapak ke gw yg masih asyik nonton tv.
Gw lihat waktu menunjukkan pukul 19.30.
" nggeh pak, tapi agus sholat isya dulu " gw pun meninggalkan ruang keluarga dan ke belakang mengambil wudhu untuk melaksanakan ibadah sholat isya.
Bapak gw di depan udah menyalakan motor supri kesayangan nya. Gw pun langsung menyusul dan kita pun menuju sawah yang sebenarnya milik ibu gw. Warisan dari kakek.
" le kamu tunggu di sini ya, bapak mau ke pintu masuk air di atas " bapak gw pun meninggalkan gw sendiri dan menuju dam yang tempat nya lebih dekat dengan Hilir sungai.
Gelap sekali malam itu. Padahal waktu belum lewat dari jam 8 malam. Hanya suara kodok yang terdengar saling bersautan dari kejauhan..
Sret.... Sret.. Sret.....
Gw mendengar sebuah bunyi aneh yang kontan membuat bulu kuduk gw merinding.. Dari kejauhan sekelebat bayangan putih terbang melesat menuju ke arah gw.. semakin dekat bayangan putih tersebut, semakin nampak jelas pula wujud nya.
Allahu.. Akbar..
Gw pun langsung melepas sandal gw dan melompat ke areal persawahan..
Wedhon...
Begitulah orang orang desa gw menyebut bayangan tersebut. Wedhon ini mirip dengan pocong gan, cuma sial nya dia ini bisa melukai manusia. Kalo kita sampe kena air ludah wedhon, insya Allah bakal kena penyakit kulit yang susah sembuh nya.
Wedhon tadi pun menatap gw sambil melotot. Mukanya yang item hancur itu di kerubuti banyak sekali ulat hingga menimbulkan bau yang sangat busuk. Wedhon tadi tidak bisa mendekati gw karena gw di dalam areal persawahan yang becek dan berlumpur. Ya, pengapesan wedhon adalah tempat yang berlumpur serta becek.
Jadi kalo agan secara tidak sengaja ketemu wedhon di areal persawahan, lekas lekas lah melepas aksesori yang menempel di kaki agan dan masuk lah ke areal persawahan. Wedhon tadi nanti akan pergi dengan sendirinya.
Hrghhhh... Hrghh.... Hrghhhh....
Melihat gw udah di dalam sawah, wedhon tadi masih saja melotot in gw tanpa mau pergi meninggalkan gw. Sesekali terdengar erangan dari dalam mulut nya. Kalo sudah seperti ini gw gak bisa apa apa selain menunggu. Menunggu wedhon tadi segera meninggalkan gw yang udah menggigil kedinginan di tengah sawah.
Sekelebat cahaya lampu, menyorot wedhon tadi dari kejauhan. Dan alhamdulillah wedhon tersebut langsung menghilang beberapa detik setelah sorot lampu tadi Menembus tubuhnya.
" kamu gak apa2 le " ucap Bapak gw sambil trun ke are sawah dan membantu gw untuk naik.
Rupa nya sorot lampu tadi berasal dari motor bapak gw. Terima kasih pak udah menyelamatkan anak mu yang tampan ini (glodhak).
" alhamdulillah gpp pak. Untung bapak cepet balik tadi " kaki gw pun kini mati rasa.
" ya udah nak ayo kita pulang. Nanti air nya juga penuh sendiri koq " Bapak gw pun membantu gw naek ke jok belakang dan mengajak gw pulang.
Malam itu sesampainya di rumah, badan gw pun panas dingin. Hal ini biasa gan, seseorang yang malamnya ketemu wedhon, biasanya esok pagi nya dia akan demam.
Ibu pun meminta gw untuk minum obat yang tadi di beli nya di toko dan menyuruh gw istirahat.
Pagi nya saat bangun, panas di tubuh gw pun belum reda juga. Akhirnya bapak pun membawa gw ke klinik langganan gw dan melarang gw pergi ke sekolah. Gw pun hanya mengangguk. Kepala udah sangat pusing hingga rasa nya kek mau pecah.
Pulang dari klinik, gw pun di minta ibu untuk sarapan dan minum obat yang tadi di berikan sama dokter. Dokter bilang gw hanya terkena demam biasa. Minum obat dan istirahat satu atau dua hari juga nanti sembuh.
" sayang kamu sakit apa " teriak seseorang dari luar kamar gw dan melangkah mendekati gw.
Tak selang beberapa lama, gw pun mendengar langkah langkah lainnya ikut masuk ke kamar gw.
" eh cuy sakit apa lu. Masak baru sakit gini doang udah gak masuk " agung yang emang mulut nya ember langsung duduk di ranjang dan meledek gw.
" gak papa koq sayang. Cuma demam biasa. Istirahat satu atau dua hari juga sembuh " bals gw ke reni sambil mengelus rambutnya. Dia khawatir melihat keadaan gw. Karena emang selama ini gw jarang sekali yang namanya sakit.
" kamu kesini naek apa ren " tanya gw ke reni yang sepertinya udah mulai sedikit tenang.
" tadi pake mobil cowok nya mbak dina. Mereka sekarang lagi ngobrol sama tante(ibu gw) sayang " jawab reni yang kini memegang erat tangan gw.
" eh gus, bisa sakit juga lu ternyata " kali ini giliran rudi yang masuk dan meledek gw. Kak Dina dan Kak Shinta pun ikut masuk ke kamar gw.
" namanya juga manusia rud. Itu tandanya Allah masih sayang gw karena gw di kasih sakit " jawab gw skeptis dengan ucapan rudi.
" udah minum obat gus. Panas gini badan kamu " kata kak Shinta dan memegang kening gw.
DUARRRRRRR..... MATI GW.... SUMPAH MATI GW... KAN ADA RENI DI SITU..
DAN KAK SHINTA INI JUGA, PAKE SEENAKNYA AJA TIBA-TIBA PEGANG KENING GW.
Bu tolong ini anak mu bu. Kepala anak mu udah cukup pusing dan tak ingin tambah pusing melihat situasi sekarang ini.
Diubah oleh agusk1988 20-10-2017 19:37
mstislav dan 17 lainnya memberi reputasi
18


