- Beranda
- Stories from the Heart
(HORROR) Kisah Untuk Malam Seratus Lilin - (Diary Gadis Bermata Indigo return)
...
TS
ayanorei
(HORROR) Kisah Untuk Malam Seratus Lilin - (Diary Gadis Bermata Indigo return)
Hallo All,
We come back!!

thanks all for HT
Setelah sekian lama vakum di Kaskus dan hanya menulis di tempat lain. Akhirnya kami memutuskan kembali. Yap, Ayano dan Elisa kembali akan membagikan kisah kami di Kaskus.
Tadinya, kami tidak berpikir untuk kembali ke Kaskus, tapi ternyata banyak Inbox ke ID ini maupun ke ID Ayanokouji (yang sayangnya sedang bermasalah untuk Login) supaya kami mau kembali melanjutkan cerita di Kaskus ini. Jadi, here we are, we came back.
Post #1 ini akan khusus untuk INDEX. Cerita akan dimulai di Post selanjutnya.
Yang mau baca season 1 nya ada di sini
INDEX
Kisah Pertama - Hantu Pembawa Janin
Kisah Kedua - Mereka Mengawasiku?
Kisah Ketiga - Lily (Bagian Pertama)
Kisah keempat - Lily (bagian kedua)
Kisah Kelima - Penguntit (bagian pertama)
Kisah Keenam - Penguntit (Bagian Kedua)
Kisah Ketujuh - Possession (part 1)
Kisah Kedelapan - Possession (part 2)
Kisah Kesembilan - Mahluk di langit-langit
Kisah Kesepuluh - Susahnya kalau yang ngefans 'mereka'
Kisah Kesebelas - Hantu di gedung tua
Kisah Keduabelas - Ternyata
Kisah Ketigabelas - Jumat Kliwon tanggal 13 (Bag pertama)
Kisah Keempatbelas - Jumat Kliwon tanggal 13 (bag kedua)
Kisah Kelimabelas - Kisah Hantu di Sekolah - Sri (1)
Kisah Keenambelas - Kisah hantu di sekolah - Sri (2)
Kisah Ketujuhbelas - Kisah Hantu di Sekolah - Sri (3)
Kisah Kedelapanbelas - Kisah hantu di sekolah - Belum berakhir
Kisah Kesembilanbelas - Kisah hantu di sekolah - Cerita dari Bi Sumi (1)
Kisah Keduapuluh - Kisah Hantu Disekolah - Cerita dari Bi Sumi (2)
Kisah Keduapuluhsatu - Kisah hantu disekolah - Gangguan Dimulai Lagi
Kisah Keduapuluhdua - Kisah Hantu Disekolah - Terkuak
Kisah KeduapuluhTiga - Kisah Hantu Di Kantor - Prologue
Kisah KeduapuluhEmpat - Kisah Hantu Di Kantor - Putih, Hitam dan Ungu
Kisah KeduapuluhLima - Kisah Hantu di Kantor - Sidestory
Kisah Keduapuluhenam - Kisah hantu di Kantor - Resign
Kisah Keduapuluhtujuh - Kisah Hantu di Kantor - Kembali Bekerja (1)

We come back!!

thanks all for HT
Setelah sekian lama vakum di Kaskus dan hanya menulis di tempat lain. Akhirnya kami memutuskan kembali. Yap, Ayano dan Elisa kembali akan membagikan kisah kami di Kaskus.
Tadinya, kami tidak berpikir untuk kembali ke Kaskus, tapi ternyata banyak Inbox ke ID ini maupun ke ID Ayanokouji (yang sayangnya sedang bermasalah untuk Login) supaya kami mau kembali melanjutkan cerita di Kaskus ini. Jadi, here we are, we came back.
Post #1 ini akan khusus untuk INDEX. Cerita akan dimulai di Post selanjutnya.
Yang mau baca season 1 nya ada di sini
Quote:
INDEX
Kisah Pertama - Hantu Pembawa Janin
Kisah Kedua - Mereka Mengawasiku?
Kisah Ketiga - Lily (Bagian Pertama)
Kisah keempat - Lily (bagian kedua)
Kisah Kelima - Penguntit (bagian pertama)
Kisah Keenam - Penguntit (Bagian Kedua)
Kisah Ketujuh - Possession (part 1)
Kisah Kedelapan - Possession (part 2)
Kisah Kesembilan - Mahluk di langit-langit
Kisah Kesepuluh - Susahnya kalau yang ngefans 'mereka'
Kisah Kesebelas - Hantu di gedung tua
Kisah Keduabelas - Ternyata
Kisah Ketigabelas - Jumat Kliwon tanggal 13 (Bag pertama)
Kisah Keempatbelas - Jumat Kliwon tanggal 13 (bag kedua)
Kisah Kelimabelas - Kisah Hantu di Sekolah - Sri (1)
Kisah Keenambelas - Kisah hantu di sekolah - Sri (2)
Kisah Ketujuhbelas - Kisah Hantu di Sekolah - Sri (3)
Kisah Kedelapanbelas - Kisah hantu di sekolah - Belum berakhir
Kisah Kesembilanbelas - Kisah hantu di sekolah - Cerita dari Bi Sumi (1)
Kisah Keduapuluh - Kisah Hantu Disekolah - Cerita dari Bi Sumi (2)
Kisah Keduapuluhsatu - Kisah hantu disekolah - Gangguan Dimulai Lagi
Kisah Keduapuluhdua - Kisah Hantu Disekolah - Terkuak
Kisah KeduapuluhTiga - Kisah Hantu Di Kantor - Prologue
Kisah KeduapuluhEmpat - Kisah Hantu Di Kantor - Putih, Hitam dan Ungu
Kisah KeduapuluhLima - Kisah Hantu di Kantor - Sidestory
Kisah Keduapuluhenam - Kisah hantu di Kantor - Resign
Kisah Keduapuluhtujuh - Kisah Hantu di Kantor - Kembali Bekerja (1)

Diubah oleh ayanorei 20-10-2017 13:04
scorpiolama dan 15 lainnya memberi reputasi
16
119.7K
Kutip
380
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ayanorei
#321
Kisah Keduapuluh Tujuh - Kisah Hantu di Kantor - Kembali Berkerja (1)
Akhirnya aku masuk kembali bekerja di kantor ini...
Kemarin seharian aku terpaksa tidak bekerja karena gangguan di apartementku.
Selama seharian itu, Ayano sibuk sekali membaca banyak buku dan suatu artikel yang aku bahkan tidak mengerti isinya karena ditulis dengan bahasa inggris yang kuno.
Aku sih tidak keberatan karena dengan begitu Ayano seharian menemaniku.
Dan akhirnya hari inipun tiba.
Aku kembali bekerja..
Ayano hanya menitipkan pesan untuk segera menginformasikan padanya apabila ada informasi apapun mengenai mahluk-mahluk itu.
"Apapun ya!" begitu tegasnya ketika aku turun dari mobilnya tadi pagi.
Jadi, sekarang aku merasa bagaikan detektif... atau ghost busters ? entahlah...
Intinya aku sekarang malah menyelidiki mengenai para 'mahluk' yang ada di kantor ini untuk melaporkannya pada Ayano.
Konyol kedengarannya... tapi nada Ayano terdengar begitu mendesak dan khawatir, sehingga aku tidak berani meremehkannya.
Jadi, setelah beberapa saat menimbang-nimbang kepada siapa sebaiknya aku bicara...
Pilihanku tentu saja akhirnya jatuh pada Sherly.
Tentu saja dengan alasan yang sudah jelas : dia yang paling tau mengenai 'mereka'.
===
Tentu saja aku melupakan kalau Sherly tidak suka kalau membicarakan soal 'mereka'...
"Gila apa lu?!" ketus Sherly.
"Please, Sher... aku kemarin diganggu sama 'mereka'..."
"Apa nggak salah? 'mereka' nggak pernah pergi dari tempat ini koq. Mungkin yang ganggu lu itu mahluk yang lain?"
Aku menggeleng..
"Nggak tau... tapi aku ngerasa kalau ini ada hubungannya sama kantor ini..."
"Nggak deh.. gua nggak mau cerita soal 'mereka' " kata Sherly sebelum melengos pergi.
Aku berusaha memanggilnya tapi tanpa hasil.
Setelah bingung sampai waktu makan siang tiba, akhirnya aku memutuskan untuk berbicara dengan seseorang yang sebenarnya tidak ingin kulibatkan.. tapi apa boleh buat, tidak ada sumber lain selain Sherly yang sepertinya tau banyak mengenai 'mereka'.. selain Enno...
===
Dan seperti yang kutakutkan...
Enno sangat bersemangat dalam bercerita soal 'mereka'. Butuh ekstra usaha untuk membuatnya berjanji tidak terlalu "ramai" dalam bercerita.
Kemudian, Enno mulai bercerita mengenai mereka padaku.
Pertama-tama yang dibahas adalah si 'putih'.
Menurut Enno, si 'putih' sudah lama sekali berada di kantor ini. Bisa dikatakan dialah penghuni sebenarnya atau penghuni asli kantor ini.
Si 'putih' selalu terlihat di beberapa tempat yang sama. Seperti misalnya di lorong lantai 1 kantor, atau kadang terlihat di beberapa sudut ruangan yang remang-remang karena penerangan yang kurang.
Si 'putih' ini juga hampir selalu muncul setiap mahgrib. Siapapun yang sedang sial bisa melihatnya melintas di lorong lantai 1 kantor.
Menurut Enno, ada gosip yang beredar kalau beberapa hari ini, si 'putih' seringkali terlihat di beberapa tempat yang berbeda dari biasanya. Seakan-akan dia menjadi jauh lebih aktif daripada biasanya.
"Mungkin saja dia sedang bosan" kelakar Enno.
Atau karena aku.... bisikku pahit dalam hati.
Kemudian Enno mulai bercerita tentang si 'hitam'.
Menurut Enno, bentuk dari si 'hitam' ini selalu saja berubah. Kadang kala bisa berbentuk suatu mahluk yang bertubuh sangat besar hingga mencapai langit-langit ruangan, kadang kala dia muncul seperti anak kecil dengan tubuh berlumuran darah, kadang kala lagi dia muncul sebagai kepala yang melayang-layang di lorong-lorong kantor.
Namun kesemuanya itu selalu memiliki kesamaan, yaitu warna rambutnya yang selalu hitam. Apapun bentuknya.
Kemunculannya ini tidak melibatkan kontak fisik, tapi cukup membahayakan karena mengejutkan bagi yang melihat.
Sampai sini, ceritanya sama seperti yang diberitahukan oleh Sherly kepadaku sebelumnya..
Atau ada sesuatu yang berbeda?
Entahlah... rasanya ada sedikit yang mengganjal bagiku waktu itu, tapi aku tidak tau apa itu...
Yang mengejutkan adalah ketika Enno kutanyakan soal si 'Ungu'. Wanita itu kebingungan dan malahan bertanya balik. "Si Ungu? apaan tuh?"
Sontak saja aku heran mendengarnya.
Dan kemudian aku memberitahukan pada Enno, kalau aku mendengar soal si 'Ungu' itu dari Sherly.
Enno mengangguk-angguk "Ohh... soal setan yang dia bilang itu ya?"
Setan?
Aku menelan ludah mendengar kata-kata itu. "Setan?" tanyaku.
"Nggak ngerti juga sih aku ya... tapi dulu pernah rame-rame denger cerita kalau ada mahluk baru di kantor ini"
"Mahluk itu" sambung Enno "Anehnya dateng pas banget pas Sherly baru masuk. Dan bahkan dari yang aku denger ya, sebutan 'setan' itu sendiri datengnya dari Sherly"
Apa?!
Informasi ini adalah informasi yang benar-benar baru.
"Maksudnya cuma Sherly yang bisa liat?"
"Ohh nggak, dulu pas awal-awal masuk, Sherly itu langsung rame tuh digosipin. Karena anak-anak pada bilang dia bisa ngeliat mahluk begituan. Dan beberapa kali memang benar apa yang dia bilang mengenai si 'putih' dan si 'hitam'
Nah, sampai pada suatu hari tuh, tiba-tiba beberapa anak kantor diganggu sama mahluk yang kalau didenger dari ceritanya itu bukan si 'putih' atau si 'hitam'. Nah, waktu itulah si Sherly yang masih anak baru bilang kalau itu kerjaan 'setan'."
"Nggak lama dari situ kayaknya..." lanjut Enno "Mulai kedengaran istilah si 'ungu' untuk mahluk yang baru ini. Tapi kalau nggak salah, itu istilahnya datang dari Sherly juga"
"Ohh..." aku menggumam. Sejujurnya waktu itu aku sudah tidak tau harus berkomentar apa.
Sherly? apa mungkin....
Mahluk itu muncul karena Sherly? si 'ungu' ini? apakah dia datang karena mengejar Sherly yang baru masuk kerja?
"Jadi si ungu ini banyak ganggu orang?" tanyaku.
Enno menggelengkan kepalanya "Nggak juga. Yang paling sering aku denger diganggu malah Sherly.."
"Hah?"
"Iya.. makanya sempet ada gosip juga, kalau Sherly itu pura-pura. Si 'ungu' itu cuma akal-akalan saja"
"Akal-akalan?"
"Iya, maksudnya Sherly cuma pura-pura aja dikerjain setan gitu"
"Memang kenapa bisa dikira begitu. Mbak Enno?"
Enno melihat kepadaku dengan pandangan penuh arti "Ya supaya dia jadi dikenal orang lah."
"Masa biar dikenal orang pake pura-pura dikerjain setan?"
"Lis, kamu kan tau, kantor kita ini rada angker. Ada si 'putih' dan si 'hitam'?"
Aku mengangguk.
"Ya, berarti nggak heran dong kalau misalnya ada yang diganggu?"
Aku mengangguk lagi.
"Nah, kalau misalnya kamu mau pura-pura diganggu buat bikin sensasi, tapi kamu nggak tau bentuk mereka, menurut kamu gimana caranya supaya nggak salah ngegambarin bentuk mereka?" Enno bertanya padaku.
Beberapa saat hening ketika Enno menunggu jawabanku...
Aku menggeleng..
"Caranya, ya buat aja setan baru sendiri. Dengan gitu kan nggak ada yang bakal tau kalau bentuknya beda dari yang udah ada. Ya kan?" Enno berkata.
"Eh?"
"Maksudnya aku, Sherly itu bohong soal si 'ungu' ini. Supaya dia bisa jadi sensasi digangguin setan. Padahal nggak pernah tuh dia diganggu sama si 'putih' dan si 'hitam'." Jelas Enno.
"Jadi maksud mbak?"
"Si 'ungu' itu nggak ada. Aku sih rasa begitu. Aku nggak percaya dia ada "
'Klip-Klip'
Tepat setelah Enno mengatakan kalimat terakhirnya, lampu lorong yang tidak jauh dari tempat kami duduk berkedip-kedip.
DEG!!!
Tiba-tiba jantungku berdegup kencang.
'Klip-Klip-Klip-Klip..'
Seakan sedang mengalir, lampu demi lampu berkelap - kelip bergantian menuju ke arah kami.
"A.. eh? kenapa tuh? li..listriknya lagi nggak bener kali ya?" kata Enno dengan suara sedikit bergetar. Kurasa dia juga merasakan perasaan tidak enak sepertiku.
Dan dalam sekejap saja, alur lampu itu berkedip itu seakan berhenti tepat pada suatu tempat tepat di hadapan kami.
"A-apa ini karena kita ngomong soal si 'ungu'?" bisik Enno.
Tepat setelah Enno mengatakan kata 'ungu', tiba-tiba saja kursi yang sedang didudukinya tertarik dengan kuatnya.
"Ahh!!!" teriaknya sembari terjengkang ke belakang.
'BLAARRRR!!!!'
Suara sangat kencang bagaikan gemuruh terdengar di telingaku, membuatku refleks menutup telinga.
Sepintas aku melihat Enno juga melakukan hal yang sama.
Dan kemudian, secara pesat sekali, udara terasa mendingin.
Sesuatu sedang mendekat.....
Entah mengapa perasaanku mengatakan demikian.
Dan tiba-tiba tubuhku terasa kaku, aku sangat-sangat bisa merasakan sesuatu mendekat dari belakangku...
- Bersambung ke part 2 -
Spoiler for Khdk - Kembali Berkerja (1):
Akhirnya aku masuk kembali bekerja di kantor ini...
Kemarin seharian aku terpaksa tidak bekerja karena gangguan di apartementku.
Selama seharian itu, Ayano sibuk sekali membaca banyak buku dan suatu artikel yang aku bahkan tidak mengerti isinya karena ditulis dengan bahasa inggris yang kuno.
Aku sih tidak keberatan karena dengan begitu Ayano seharian menemaniku.
Dan akhirnya hari inipun tiba.
Aku kembali bekerja..
Ayano hanya menitipkan pesan untuk segera menginformasikan padanya apabila ada informasi apapun mengenai mahluk-mahluk itu.
"Apapun ya!" begitu tegasnya ketika aku turun dari mobilnya tadi pagi.
Jadi, sekarang aku merasa bagaikan detektif... atau ghost busters ? entahlah...
Intinya aku sekarang malah menyelidiki mengenai para 'mahluk' yang ada di kantor ini untuk melaporkannya pada Ayano.
Konyol kedengarannya... tapi nada Ayano terdengar begitu mendesak dan khawatir, sehingga aku tidak berani meremehkannya.
Jadi, setelah beberapa saat menimbang-nimbang kepada siapa sebaiknya aku bicara...
Pilihanku tentu saja akhirnya jatuh pada Sherly.
Tentu saja dengan alasan yang sudah jelas : dia yang paling tau mengenai 'mereka'.
===
Tentu saja aku melupakan kalau Sherly tidak suka kalau membicarakan soal 'mereka'...
"Gila apa lu?!" ketus Sherly.
"Please, Sher... aku kemarin diganggu sama 'mereka'..."
"Apa nggak salah? 'mereka' nggak pernah pergi dari tempat ini koq. Mungkin yang ganggu lu itu mahluk yang lain?"
Aku menggeleng..
"Nggak tau... tapi aku ngerasa kalau ini ada hubungannya sama kantor ini..."
"Nggak deh.. gua nggak mau cerita soal 'mereka' " kata Sherly sebelum melengos pergi.
Aku berusaha memanggilnya tapi tanpa hasil.
Setelah bingung sampai waktu makan siang tiba, akhirnya aku memutuskan untuk berbicara dengan seseorang yang sebenarnya tidak ingin kulibatkan.. tapi apa boleh buat, tidak ada sumber lain selain Sherly yang sepertinya tau banyak mengenai 'mereka'.. selain Enno...
===
Dan seperti yang kutakutkan...
Enno sangat bersemangat dalam bercerita soal 'mereka'. Butuh ekstra usaha untuk membuatnya berjanji tidak terlalu "ramai" dalam bercerita.
Kemudian, Enno mulai bercerita mengenai mereka padaku.
Pertama-tama yang dibahas adalah si 'putih'.
Menurut Enno, si 'putih' sudah lama sekali berada di kantor ini. Bisa dikatakan dialah penghuni sebenarnya atau penghuni asli kantor ini.
Si 'putih' selalu terlihat di beberapa tempat yang sama. Seperti misalnya di lorong lantai 1 kantor, atau kadang terlihat di beberapa sudut ruangan yang remang-remang karena penerangan yang kurang.
Si 'putih' ini juga hampir selalu muncul setiap mahgrib. Siapapun yang sedang sial bisa melihatnya melintas di lorong lantai 1 kantor.
Menurut Enno, ada gosip yang beredar kalau beberapa hari ini, si 'putih' seringkali terlihat di beberapa tempat yang berbeda dari biasanya. Seakan-akan dia menjadi jauh lebih aktif daripada biasanya.
"Mungkin saja dia sedang bosan" kelakar Enno.
Atau karena aku.... bisikku pahit dalam hati.
Kemudian Enno mulai bercerita tentang si 'hitam'.
Menurut Enno, bentuk dari si 'hitam' ini selalu saja berubah. Kadang kala bisa berbentuk suatu mahluk yang bertubuh sangat besar hingga mencapai langit-langit ruangan, kadang kala dia muncul seperti anak kecil dengan tubuh berlumuran darah, kadang kala lagi dia muncul sebagai kepala yang melayang-layang di lorong-lorong kantor.
Namun kesemuanya itu selalu memiliki kesamaan, yaitu warna rambutnya yang selalu hitam. Apapun bentuknya.
Kemunculannya ini tidak melibatkan kontak fisik, tapi cukup membahayakan karena mengejutkan bagi yang melihat.
Sampai sini, ceritanya sama seperti yang diberitahukan oleh Sherly kepadaku sebelumnya..
Atau ada sesuatu yang berbeda?
Entahlah... rasanya ada sedikit yang mengganjal bagiku waktu itu, tapi aku tidak tau apa itu...
Yang mengejutkan adalah ketika Enno kutanyakan soal si 'Ungu'. Wanita itu kebingungan dan malahan bertanya balik. "Si Ungu? apaan tuh?"
Sontak saja aku heran mendengarnya.
Dan kemudian aku memberitahukan pada Enno, kalau aku mendengar soal si 'Ungu' itu dari Sherly.
Enno mengangguk-angguk "Ohh... soal setan yang dia bilang itu ya?"
Setan?
Aku menelan ludah mendengar kata-kata itu. "Setan?" tanyaku.
"Nggak ngerti juga sih aku ya... tapi dulu pernah rame-rame denger cerita kalau ada mahluk baru di kantor ini"
"Mahluk itu" sambung Enno "Anehnya dateng pas banget pas Sherly baru masuk. Dan bahkan dari yang aku denger ya, sebutan 'setan' itu sendiri datengnya dari Sherly"
Apa?!
Informasi ini adalah informasi yang benar-benar baru.
"Maksudnya cuma Sherly yang bisa liat?"
"Ohh nggak, dulu pas awal-awal masuk, Sherly itu langsung rame tuh digosipin. Karena anak-anak pada bilang dia bisa ngeliat mahluk begituan. Dan beberapa kali memang benar apa yang dia bilang mengenai si 'putih' dan si 'hitam'
Nah, sampai pada suatu hari tuh, tiba-tiba beberapa anak kantor diganggu sama mahluk yang kalau didenger dari ceritanya itu bukan si 'putih' atau si 'hitam'. Nah, waktu itulah si Sherly yang masih anak baru bilang kalau itu kerjaan 'setan'."
"Nggak lama dari situ kayaknya..." lanjut Enno "Mulai kedengaran istilah si 'ungu' untuk mahluk yang baru ini. Tapi kalau nggak salah, itu istilahnya datang dari Sherly juga"
"Ohh..." aku menggumam. Sejujurnya waktu itu aku sudah tidak tau harus berkomentar apa.
Sherly? apa mungkin....
Mahluk itu muncul karena Sherly? si 'ungu' ini? apakah dia datang karena mengejar Sherly yang baru masuk kerja?
"Jadi si ungu ini banyak ganggu orang?" tanyaku.
Enno menggelengkan kepalanya "Nggak juga. Yang paling sering aku denger diganggu malah Sherly.."
"Hah?"
"Iya.. makanya sempet ada gosip juga, kalau Sherly itu pura-pura. Si 'ungu' itu cuma akal-akalan saja"
"Akal-akalan?"
"Iya, maksudnya Sherly cuma pura-pura aja dikerjain setan gitu"
"Memang kenapa bisa dikira begitu. Mbak Enno?"
Enno melihat kepadaku dengan pandangan penuh arti "Ya supaya dia jadi dikenal orang lah."
"Masa biar dikenal orang pake pura-pura dikerjain setan?"
"Lis, kamu kan tau, kantor kita ini rada angker. Ada si 'putih' dan si 'hitam'?"
Aku mengangguk.
"Ya, berarti nggak heran dong kalau misalnya ada yang diganggu?"
Aku mengangguk lagi.
"Nah, kalau misalnya kamu mau pura-pura diganggu buat bikin sensasi, tapi kamu nggak tau bentuk mereka, menurut kamu gimana caranya supaya nggak salah ngegambarin bentuk mereka?" Enno bertanya padaku.
Beberapa saat hening ketika Enno menunggu jawabanku...
Aku menggeleng..
"Caranya, ya buat aja setan baru sendiri. Dengan gitu kan nggak ada yang bakal tau kalau bentuknya beda dari yang udah ada. Ya kan?" Enno berkata.
"Eh?"
"Maksudnya aku, Sherly itu bohong soal si 'ungu' ini. Supaya dia bisa jadi sensasi digangguin setan. Padahal nggak pernah tuh dia diganggu sama si 'putih' dan si 'hitam'." Jelas Enno.
"Jadi maksud mbak?"
"Si 'ungu' itu nggak ada. Aku sih rasa begitu. Aku nggak percaya dia ada "
'Klip-Klip'
Tepat setelah Enno mengatakan kalimat terakhirnya, lampu lorong yang tidak jauh dari tempat kami duduk berkedip-kedip.
DEG!!!
Tiba-tiba jantungku berdegup kencang.
'Klip-Klip-Klip-Klip..'
Seakan sedang mengalir, lampu demi lampu berkelap - kelip bergantian menuju ke arah kami.
"A.. eh? kenapa tuh? li..listriknya lagi nggak bener kali ya?" kata Enno dengan suara sedikit bergetar. Kurasa dia juga merasakan perasaan tidak enak sepertiku.
Dan dalam sekejap saja, alur lampu itu berkedip itu seakan berhenti tepat pada suatu tempat tepat di hadapan kami.
"A-apa ini karena kita ngomong soal si 'ungu'?" bisik Enno.
Tepat setelah Enno mengatakan kata 'ungu', tiba-tiba saja kursi yang sedang didudukinya tertarik dengan kuatnya.
"Ahh!!!" teriaknya sembari terjengkang ke belakang.
'BLAARRRR!!!!'
Suara sangat kencang bagaikan gemuruh terdengar di telingaku, membuatku refleks menutup telinga.
Sepintas aku melihat Enno juga melakukan hal yang sama.
Dan kemudian, secara pesat sekali, udara terasa mendingin.
Sesuatu sedang mendekat.....
Entah mengapa perasaanku mengatakan demikian.
Dan tiba-tiba tubuhku terasa kaku, aku sangat-sangat bisa merasakan sesuatu mendekat dari belakangku...
- Bersambung ke part 2 -
scorpiolama dan oldmanpapa memberi reputasi
4
Kutip
Balas