Kaskus

Story

naiztumityu02Avatar border
TS
naiztumityu02
Kisah Mistis di Keluargaku yang Berujung Miris [based true story]
Prolog

Sedikit perkenalan gan, namaku Wawan... Aku tinggal disebuah kampung yg ada dipinggiran kota besar dipulau jawa yg sebagian besar penduduknya masih bertani.
Begitu juga dengan orang tuaku, selain bertani mereka juga berdagang.

Aku anak kedua dari tiga bersaudara, perlu diketahui gan..tahun 1998 aku lulus SMA, jadi sudah ketebak berapa umurku saat ini.
Cerita ini berdasarkan pengalamanku sendiri dan keluarga serta beberapa orang terdekatku.

INDEX

Part 1 Suara Misterius
Part 2 Keanehan pada Bapakku
Part 3 Tentang kampungku, Aku melihat Tuyul
Part 4 Masalah mulai datang
Part 5 Rumah baru
Part 6 Rumah baru 1.1
Part 7 Rumah baru 1.2
Part 8 Telapak kaki
Part 9 Something Wrong
Part 10 Something Wrong 1.1
Part 11 Gardu Pandang
Part 12 Gardu Pandang 1.1
Part 13 Home Sweet Home
Part 14 Home Sweet Home 1.1
Part 15 Home Sweet Home 1.2
Part 16 Home Sweet Home 1.3
Part 17 Nenek Pembawa Obor
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21

Cerita waktu now (masih berlangsung)
Me and my problem part1
Me and my problem part2
Lanjutan Part2 (20-10-2017 jam 10.57 wib)

Side Story
Mumpung masih anget gan!!!
Miss kriwil
Diubah oleh naiztumityu02 20-10-2017 10:57
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
3
352.8K
932
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
naiztumityu02Avatar border
TS
naiztumityu02
#767
Lanjutan part2

Aku tidak habis pikir, kenapa aku dituduh demikian.... dan aku yakin mereka mau pergi di hari sabtu untuk melakukan hal2 yg menyangkut diriku, agak panik juga aku saat itu, tapi lagi2 pak poniman meyakinkan aku agar tetap tenang dan tidak usah berpikiran yg aneh2.
Tak lama setelah itu akupun berpamit pulang, diperjalanan aku selalu kepikiran hal yg dikatakan pak poniman tadi.

........

Dihari berikutnya, sekitar jam 4 sore tiba2 istriku bbm aku... isinya dia ingin ketemu, ada hal yg ingin dibicarakan katanya. Aku sih langsung mengiyakannya, akhirnya sehabis maghrib kamipun bertemu dipinggir jalan didepan sebuah mini market, kebetulan searah dengan jalan menuju rumah mertua (tempat istriku pulang)

"Mas...tadi pagi sebelum aku berangkat kerja bapakku bilang sesuatu" kata istriku

Heh...bilang apa emangnya? tanyaku dengan penasaran

"Bapak bilang aku suruh hati2, sekarang masalahnya udah beda, katanya bapak yg mau diserang" jawab istriku.

"Lah emang siapa yg mau nyerang? aku?, emangnya kamu percaya aku sampe kayak gitu, kamu sendiri kan tau.. keluargaku dibikin kayak gitu dari dulu, apa aku pernah membalasnya? apa lagi cuma masalah ginian, makanya dari dulu aku sering bilang ke kamu hati2 sama yg namanya guruh, dia itu punya pamrih" kataku lagi, ternyata memang benar yg dikatakan pak poniman tempo hari...

"Aku sih percaya sama kamu mas, tapi... aku bingung mas" kata istriku.

"Dah gini aja yuk... sekarang kita ke tempat pak poniman aja, mungkin beliau bisa menjelaskan semuanya" kataku

Akhirnya istrikupun mengiyakannya dan kami bergegas menuju ke rumah pak poniman, sekitar 10 menit akhirnya kami sampe dirumah beliau.

" Coba kamu tanyain ke bapak apa yg menjadi uneg2mu, apa yg mengganjal dipikiranmu...sapa tau bisa mendapatkan jawabannya" kataku ke istri

Banyak hal yg ditanyakan istriku.. tentang aku, tentang keluarganya (mertua), tak lupa tentang pak guruh dan kroninya yg sering kerumahnya, sedangkan aku hanya banyak diam dan mendengarkan.

Dari pembicaraan itu aku bisa menangkap semua, intinya guruh dan kroninya mau menguasai semua tanah milik mertua, dia memandang aku paling beda.... makanya aku yg harus disingkirkan terlebih dahulu.

Aku melihat istriku tampak merenung, ada perasaan kaget, sedih dan marah tersirat di wajahnya.

"Kamu dah dengar sendiri kan, bapak ngomong kayak gini kan tanpa pamrih... dan beresiko" kataku kepada istri.

"Eh jangan salah mas... aku ngomong gini juga ada pamrihnya, kalian kan sudah kuanggap seperti anak sendiri, jadi kalian supaya bisa waspada dan selalu hati2, nah itu aja pamrihku..." kata pak poniman.

Tak lupa beliau menasehati istriku, bagaimanapun yg nomer satu itu suami, rumah tangga itu mesti ada masalah, itu sdh biasa.... ibarat nyuci piring aja juga bisa benturan dan pecah, pesenku satu... besok2 jangan kamu ceritakan semua masalah rumah tanggamu ke orang tuamu, kalian sudah punya keluarga sendiri, selesaikanlah sendiri jangan sampe orang lain tau, walaupun orang tuamu sendiri.

"Masalah guruh mau menguasai semuanya, itu jangan diberitahukan ke siapa2 ya, dan gak usah terlalu dipikirkan, yg terpenting kalian bisa jadi satu kembali" kata pak poniman lagi.

Tak lama setelah itu kamipun pamit pulang, aku menuju rumah... sementara istri menuju rumah mertua

Perlu diketahui gan, bapak mertuaku orangnya sangat keras wataknya, maunya gini ya harus gini... semua keluarga gak ada yg berani menentangnya kecuali "Aku".
..........

Selang beberapa hari, aku kembali mengunjungi rumah mertuaku, niatku cuma satu, ingin mengajak istriku pulang kembali kerumahku, mungkin sudah bisa ditebak...bapak mertuaku-lah rintangannya.
Malam itu aku kesana bersama temanku, bukannya aku gak berani sendirian sih... Takutnya malah sebaliknya, menghadapi mertua bisa jadi aku tersulut emosi, bisa ngamuk ntar... he he.
Jadi itulah fungsinya aku ngajak temen, bisa nge-rem aku jangan sampe terjadi hal yg tidak2.

Benar saja, mertuaku tetep ngotot ingin kami berpisah, semua kata2nya menyudutkan diriku, hampir saja emosiku tersulut.... untung saja temenku tanggap dan bisa meredakan suasana.

Kamipun gak berlama2, setelah kami mengutarakan maksud dan tujuanku, kami segera pamit pulang, sementara istriku masih disana.... baru beberapa hari setelah itu, istriku kembali kerumahku... tentu saja dengan perjuangan yg cukup berat, untuk pertama kalinya dia menentang kemauan bapaknya. emoticon-Leh Uga

......

Mungkin ini yg bisa aku ceritakan agar bisa nyambung ke part 1, ada beberapa hal yg aku potong, tentu saja karena menjaga privasi keluargaku

(bersambung ke part 3)

Bolangtelmi
Bolangtelmi memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.