- Beranda
- Stories from the Heart
Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]
...
TS
ferdy988
Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]
![Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/09/30/8075495_201709300528270171.jpg)
Nice cover by Awayaye
Quote:
Spoiler for Q&A:
Salman namaKu, terlahir dari rahim seorang ibu yang entah bagaimana bentuk fisik dan wajahnya,karna saat usiaku genap 8 hari manusia yang di ciptakan untuk melindungiku telah pergi meninggalkanku menuju alam keabadian.
Sedangkan Ayah ku adalah seorang pengangguran yang hanya bisa makan dari jerih payah istrinya,males bekerja,bisanya hanya bermain judi dan menghabiskan uang istrinya,kerjaannya ketika pulang hanya bisa marah dan marah kepada Ibuku dan kakak kakak ku.
Ketika ku lahir pun Ayah enggak sedikit pun memperdulikan ku,tangisan ku hanya bisa mengganggunya,hingga sampai tega ingin membunuhku namun kasih sayang dari Kakak ku yang berjumlah 3 orang mereka rela menjadi bulan bulanan Ayah hanya untuk melindungiku.
Hingga ketika umurku menginjak 2 minggu,aku di bawa oleh Kakak ku yang tertua untuk di titipkan ke rumah orang yang mau merawat ku,namun enggak ada satu pun tetangga yang mau merawat anak bayi.
Hingga suatu hari datanglah sepasang suami istri kerumah ku lalu meminta izin kepada Ayah ku untuk merawat dan mengadopsi aku sebagai anak angkatnya,dengan santai Ayah kandungku berucap
Quote:
Akhirnya tanpa pikir panjang sepasang suami istri tersebut membayar beberapa rupiah untuk bisa membawa ku pulang,yah diriku hanya sebuah barang murahan bagi Ayah ku yang tega menukarkan ku dengan beberapa rupiah uang.
Akhirnya aku pun dibesarkan oleh kedua orang tua angkat yang sangat mencintai dan menyayangiku seperti anak mereka sendiri,kebetulan mereka sepasang suami istri yang belum di karuniai seorang anak karna salah satu dari mereka mandul.
Semenjak TK aku sudah terbiasa dengan kesendirian,entah kenapa anak anak sebaya dengan ku begitu menjauhiku bahkan anak tetangga pun enggan bermain dengan ku,di lingkungan kampung tempat ku tinggal pun aku selalu di anggap enggak ada,bahkan nenek dari orang tua Ayah angkat ku enggan memanggilku dengan sebutan Cucu.
Ketika ku SD diriku kenyang dengan bullyan teman teman seangkatan ku,kadang uang jajan ku dirampas begitu saja tanpa ada perlawanan sama sekali dariku,kadang aku di bilang anak pungut,lalu ada berkata aku adiknya Ujang.
Ketika ku pulang sekolah langsung ku peluk Ibu ku seraya berucap,"Bu tadi uang jajan ku di ambil oleh teman teman ku,aku juga di bilang anak pungut,apa bener Bu aku bukan anak Ibu?"tanya ku dengan polos
Quote:
Aku pun kembali tenang,yah setiap diriku ada masalah atau habis di bully dengan teman sebaya ku pasti larinya kepelukan Ibu ku.
Selama 6 tahun bersekolah enggak pernah sehari pun ku menyentuh jajanan,nasi bungkus atau mainan seperti kebanyakan teman teman ku,karna uang jajan ku selalu di rampas oleh teman yang disegani di sekolah ku,ku bertanya pada diriku sendiri
Quote:
Diantara sekian banyak teman teman ku di SD hanya ada satu yang perduli dengan ku,selalu menawarkan uang,atau jajanan untuk ku ketika aku merasa lapar,Wulan namanya wanita yang baik dan selalu melindungi ku ketika ku di hina teman teman ku,selalu membela ku ketika aku dicaci,kami akrab hanya di sekolah karna ibu Wulan sama seperti warga lainnya yang menganggap ku sebagai anak aneh.
Kata kata cacian seperti bodoh,tolol,anak buangan dan lain sebagainya selalu menjadi langganan masuk ketelinga ku saat di sekolah maupun di lingkungan kampung tempat ku tinggal,dan lagi lagi hanya ibu lah yang aku punya sebagai tempat ku bersandar dari lelahnya mendengar cacian dan cibiran dari mereka yang menghina ku.
Ayah angkat ku selalu mengajarkan kepada ku
Quote:
itu lah kata Ayah yang Ku pegang hingga ku menginjak kan kaki ke bangku sekolah lanjutan tingkat pertama.
Disini lah awal cerita ku...
Spoiler for pdf Episode 1:
Spoiler for Index:
Spoiler for episode II (kehidupan setelah pernikahan):
Polling
0 suara
Siapakah Wanita Yang Akan Menjadi Istri Salman
Diubah oleh ferdy988 11-04-2020 17:45
sargopip dan 8 lainnya memberi reputasi
9
165.5K
718
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ferdy988
#373
Part46
2 hari setelah kepergian Bapak,kondisi Emak sangat memprihatin kan Beliau terkadang suka banyak ngelamun dan jarang makan,aku sendiri kadang sampai memaksa Beliau untuk tetap menjaga pola makannya supaya enggak terkena penyakit namun tetap aja jawabannya masih kenyang.
Aku sendiri sebenernya masih dalam kesedihan yang sangat namun aku coba untuk tegar karna aku sudah berjanji dengan Almarhum untuk menjaga Emak dan menggantikan posisi Almarhum untuk mencari nafkah supaya dapur tetap mengepul.
Aku lalu pergi kedapur untuk menyiapkan makanan buat Emak,karna beliau seharian belum makan apapun sama sekali.
"Mak makan yah"pinta ku
"Emak masih kenyang Nak,kamu aja makan"tolak Beliau
"kapan emang Emak udah makan?seharian Emak enggak makan apa apa entar sakit gimana"
"beliau terdiam"
"Mak aku tau mungkin kesedihan Emak lebih dalam dari pada kesedihan ku kehilangan Bapak,tapi Emak masih punya Aku"
"masih terdiam"
"kalau Emak enggak makan entar sakit Mak,apa enggak kasian sama aku?"
Karna beliau masih terdiam akhirnya piring makanan aku tempatkan di meja kamar lalu pergi kedepan rumah,aku sangat bingung bagaimana caranya mengatasi kesedihan Emak yang berlarut larut.sedangkan kesedihan yang berlarut larut karna kehilangan orang yang di cintai tidak diperbolehkan dalam agama ku.
Sembari menikmati udara di malam hari yang kebetulan sangat sepi pada malam itu aku iseng membuka hp ku,ternyata ada puluhan pesan masuk juga 30 lebih panggilan tak terjawab,aku lupa saat itu mengaktifkan nada dering jadi enggak tau ada pesan dan telpon.
Saat ku buka ternyata kebanyakan pesan dari Kak Fatimah dan Arsanti.
Kak Fatimah
ek kok enggak ngabarin Kakak kalau sudah sampai rumah?
Arsanti: Mas kenapa enggak angkat telpon Gua sih?sms kaga dibalas lagi?
Arsanti: Mas Gua punya kabar baik loh mau denger enggak?
Arsanti: Mas angkat dong jangan bikin Gua khawatir ama Lu
Arsanti: Mas...ish tega banget ama Gua Lu
Kak Fatimah : Dek kok telpon kakak enggak di angkat?kamu enggak apa apa kan?
Setelah membaca beberapa sms dari mereka akhirnya aku membalas sms dari Kak Fatimah mengabarkan berita yang sebenernya tentang Bapak yang sudah meninggal,lalu enggak lama ada pesan masuk dari Kak Fatimah.
Kak Fatimah : Innalillahi wa innailaihi roji'uun,kenapa kamu enggak ngabarin kakak sih,yaudah besok pagi Kakak kesana yah
Aku : Iyah kak kalau Kakak enggak sibuk
Setelah membalas SMS dari Kak Fatimah aku kembali masuk kedalam rumah untuk mengecek keadaan Emak,saat sampai kamarnya aku melihat ternyata piring yang berisi makanan habis tanpa sisa,"Alhamdulillah"bathin ku lalu memberikan selimut kepada Beliau yang saat itu sudah terlelap dalam tidurnya,"semoga Emak cepat pulih dari kesedihannya" gumam ku lalu meninggakkannya.
Pagi hari sekitar jam 9 aku hendak berangkat kerja karna Kak Fatimah yang ku tunggu tunggu enggak kunjung datang juga,saat hendak keluar rumah langkah ku terhenti setelah melihat sebuah mobil sedan hitam berbelok masuk kearah rumah ku,akhirnya Kak Fatimah datang juga bersama Mas Andre namun aku tak melihat si kuthil entah kenapa doi enggak ikut?"apa dirinya marah ketika aku enggak kasih kabar tadi malam?yasudah lah yang terpenting Kak Fatimah datang"bathin ku
Aku lalu mendatangi mobil beliau dan berdiri menunggunya didepan mobil,lalu Kak Fatimah memeluk ku seraya berucap "yang sabar yah Dek,semoga Almarhum diterima disisiNya"
"Aamiin,makasih Kak"
"Yang sabar my broh,semoga Lu dan Ibu Lu di berikan kesabaran atas musibah yang terjadi,dan Almarhum di tempatkan di tempat yang terbaik disana"ujar Mas Andre
"aamiin...Thanks Mas"jawab ku
"Ibu mana Dek?"tanya Kak Fatimah
"ada kok Kak didalam,yuk masuk"ujar ku mempersilahkan mereka masuk kekamar
Setelah bertemu Emak,Kak Fatimah dan Mas Andre lalu mengucapkan bela sungkawa kepada Beliau,lalu ngobrol diruang tamu,aku lihat wajah Mas Andre saat itu sedang memikirkan sesuatu yang entah apa yang beliau pikirkan.
"Mas brow,Lu mikirin apa?kok kaya orang kebingungan?"tanya ku
"Gua juga enggak tau brow,kayaknya ada sesuatu yang kelupaan,eh Yank kamu merasa enggak ada yang ketinggalan?"tanya Mas andre ke Kak Fatimah
"apa yah?kayaknya?oh iyah Ya Allah Arsanti masih didepan gang tuh"
"astaga,ampe kelupaan Gua"sahut Mas Andre sembari menepok jidatnya
"Lah kok enggak satu mobil sama kalian?"tanya ku
"udah jangan tanya itu dulu,kamu jemput gih di muka gang kesian motornya mogok,dia enggak tau alamat rumahmu masalahnya"pinta Kak Fatimah
"oh yaudah kalau gitu"ujar ku lalu bergegas keluar rumah menuju ke gang masuk rumah ku yang berjarak 200 meter
Dari kejauhan nampak seorang cewek memakai baju putih panjang bercelana jeans biru serta memakai helm merah sedang duduk di atas motornya,lalu ku dekati dirinya dan menyapanya.
"udah lama nunggunya?"sapa ku
Dirinya lalu berpaling kearah ku lalu tersenyum namun senyumannya enggak lama berganti dengan wajah yang cemberut.
"hp Lu kemana sih Mas,Gua sms,Gua telpon kaga ngangkat ngangkat dari tadi malam,sampe sekarang pun Gua telpon telpon kaga juga di angkat tega Lu bikin Gua kering nunggu disini"
"emang Lu tadi nelpon Gua San?"
"iyalah,makanya di cek hpnya"
Aku pun merogoh kantong celana ku dan membuka hp ternyata banyak panggilan tak terjawab dari Arsanti,lalu aku nyengir kearahnya dan meminta maaf kalau hp ternyata lupa aku nyalakan nada deringnya.
"sorry yah jangan ditekuk gitu napa mukanya baru juga ketemu"rayu ku
"yaudah cek in dong ini motor kenapa mogok"pintanya
Aku pun lalu mengecek starter electrik enggak ada masalah accunya masih kuat lalu aku selenger berkali kali enggak juga mau hidup,saat mencek speedometer motornya ternyata fuel gauge nya berada di warna merah,pantes ampe tua juga enggak bakal nyala orang fuelnya habis -_-.
"gimana Mas?ada yang rusak yah"
"iyah ada yang rusak,bawa ke Pom bensin aja dulu,Lu tunggu disini"pinta ku
"kalau motor rusak bawanya di bengkel Mas bukan di pom gimana sih?"
"eh kuthil,motor Lu mogok enggak mau nyala tuh karna bensin Lu abis,makanya di cek dulu kalau mau jalan"
"eh masa sih?Gua enggak sempet cek tadi masalahnya karna saking senengnya mau kesini.hehehe"
"ah dasar Kuthil,kaga Gua lagi seneng atau sedih tetep aja Lu bikin Gua susah mulu"sembari mendorong motornya kearah pom bensin yang hanya beberapa meter dari tempat doi berhenti
Setelah selesai mengisi bahan bakar lalu aku mendatanginya lagi dan kami berboncengan menuju arah rumah ku,
"ini rumah Lu Mas?"tanya Arsanti
"iyah,yuk masuk"ujar ku
saat masuk rumah tanpa malu lalu Arsanti mendatangi Emak dan mencium tangannya lalu mengucapkan bela sungkawa untuk Emak,lalu duduk disamping Beliau sikap doi yang main nyelonong membuat Emak bertanya tanya "ini cewek siapa?main datang masuk kerumah orang tanpa permisi lalu mencium tangan serta duduk disebelah tanpa ada rasa canggung sama sekali"kemungkinan bathin Emak begitu
"Nak,ini siapa yah?"tanya Emak ke Kak Fatimah
"oh ini Arsanti Buk temannya Salman sewaktu sekolah SMK,adik dari Andre"ujar Kak Fatimah
"Arsanti?oh yang tempo hari pernah ngomong sama Emak kalau bakal nikah sama Salman yah?"selidik Emak
"iyah Mak,masa enggak inget sama suara ku"ujar Arsanti
"wah cantik juga yah,kok bisa suka sama Salman?"tanya Emak keheranan
"pertanyaan Emak enggak enak banget dah di denger"ujar ku kesal
Mereka semua lalu kompakan tertawa
"my broh Lu tau enggak kontrakan didaerah sini yang fasilitasnya lengkap?"tanya Mas Andre
"ada Mas,cuman rada mahal,emang buat siapa?"tanya ku
"buat itu tuan putri"seraya menunjuk Arsanti
"lah Lu kesini mau ngapain San?"tanya ku bingung
"yah kuliah lah Mas,kebetulan kan di daerah Mas Salman ada tuh kampus jurusan informatika,jadi Gua putusin buat kuliah disana"
"alasan aja itu broh,aslinya merengek nangis darah ama Gua biar bisa deket ama Lu
" Ledek Mas Andre
"apaan sih Mas bongkar kartu Gua aja Lu"ujar Arsanti sebal ke Mas Andre
Setelah itu kami berempat naik mobil meluncur kearah komplek yang enggak jauh dari rumah ku,karna disana kata Emak ada yang menyewakan rumahnya untuk dikontrakin dengan biaya 400ribu perbulan,sesampainya di rumah pemilik kontrakan Mas Andre lalu membicarakan kesepakatan untuk mengontrak rumahnya selama 3 tahun dan langsung di bayar setahun oleh Mas Andre,rumah yang akan di tempati Arsanti kelak adalah rumah sederhana dengan ukuran 3x4 mempunyai 2 kamar dan 1 kamar mandi,sudah ada tempat tidurnya,tv serta lemari pakaian jadi doi hanya tinggal membawa baju saja dari rumah.
Akhirnya sang penghibur dan penyemangat hidup Ku kembali,ada perasaan senang namun ada juga rasa khawatirnya jika kelak aku bakal gagal menikah dengannya dikarnakan uang hasil kerja ku enggak bisa aku tabung seluruhnya,aku harus bisa menyisihkan beberapa rupiah untuk membeli kebutuhan seperti lauk pauk dirumah belum lagi uang buat rokok ku,karna aku belum bisa menghilangkan candu rokok,karna rokok itu bagi ku hidangan penutup setelah makan.
Setelah selesai melakukan pembayaran akhirnya barang barang Arsanti diturunkan dari mobil Kak Fatimah dan aku turut membantunya menurunkan dan memasukannya kerumah kontrakan,setelah selesai menurinkan barang Kak Fatimah dan Mas Andre pamit untuk pulang karena hari sudah mulai sore.
"broh Gua pamit pulang yah,Gua nitip adik Gua ama Lu,kalau ada apa apa hubungin Gua Aja"
"oke Mas brow beres itu mah"ujar ku
"kalau nakal jitak aja pala nya"canda Mas Andre
Lalu Kak Fatimah mendekat kearahku dan memberikan amplop bewarna coklat yang entah isinya apa,lalu beliau berucap "kasih ke Ibu yah Dek sapa tau ibu membutuhkannya"ucap Kak Fatimah lalu berlalu memasuki mobil meninggalkan kami berdua dan menghilang beberapa saat kemudian.
"Lu berani tinggal sendirian di kontrakan San?"tanya ku
"berani lah,percuma dong Gua ngoleksi beberapa kaset horor serta fans berat Mbak susana kalau Gua takut sama setan"
"syukurlah kalau gitu"
"emang kenapa Mas Lu nanya Gua berani atau enggak?"tanya nya
"yah sapa tau Lu takut terus minta temenin Gua tidut disini"canda ku
"boleh kok Mas,tapi rasain dulu bogeman Gua"ujarnya sembari menempelkan kepalan tangannya di pipi ku
"dih pede sapa juga yang mau tidur ama Lu,orang Lu kalau tidur ngorok"ledek ku
"ish...Gua enggak ngorokk,tau dari mana kalau Gua tidurnya ngorok"
"pan Lu pernah tidur di kamar Gua waktu dirumah Kak Fatimah,yaudah Gua rekam pas Lu lagi ngorok"
"Mas kampret...dasar paparazi Lu,kurang kerjaan banget Gua ngorok pake di rekam segala lagi"ujarnya kesal sembari memukul lengan ku
"soalnya suara Lu lagi ngorok ngebass banget cocok buat ringtone hp Gua hahaha"
"terus aja ledekin Gua puas Lu"sembari bibirnya dimanyunin
Setelah itu kami terdiam sembari menikmati matahari yang sedikit demi sedikit mulai tenggelam,ingin sekali diriku memegang tangannya dan mengucapkan kebahagiaan Ku saat ini ketika diriku bersamanya sekarang namun keberanian ku menciut setelah beberapa kali tingkahku kepergok doi.
"Mas sekarang kerja dimana?enggak ngelanjutin kuliah?"
"Gua kerja di bengkel,males Gua kuliah otak Gua udah enggak mampu buat mikir pelajaran,lagian sekarang yang cari nafkah untuk Emak kan Gua San,kalau Gua enggak kerja mau makan apa coba"
"iya juga sih,susah kalau posisi Gua ada di Elu,terus ada rencana enggak buat nyisihkan uang untuk masa depan?"
Aku mengerti apa yang di maksud Arsanti tentang masa depan yaitu menikahinya,pertanyaan yang sangat susah untuk aku jawab sekarang karna selain memikirkan itu aku juga memikirkan Emak,kalau aja emak ada temannya kemungkinan aku bisa melamar di pertambangan karna kerja disana 6 bulan sudah cukup untuk membeli mas kimpoi serta membuat pesta pernikahan,namun keadaan sekarang sepertinya sulit untuk bisa diriku mewujudkan impian kami yaitu menikah muda.
Aku sendiri sebenernya masih dalam kesedihan yang sangat namun aku coba untuk tegar karna aku sudah berjanji dengan Almarhum untuk menjaga Emak dan menggantikan posisi Almarhum untuk mencari nafkah supaya dapur tetap mengepul.
Aku lalu pergi kedapur untuk menyiapkan makanan buat Emak,karna beliau seharian belum makan apapun sama sekali.
"Mak makan yah"pinta ku
"Emak masih kenyang Nak,kamu aja makan"tolak Beliau
"kapan emang Emak udah makan?seharian Emak enggak makan apa apa entar sakit gimana"
"beliau terdiam"
"Mak aku tau mungkin kesedihan Emak lebih dalam dari pada kesedihan ku kehilangan Bapak,tapi Emak masih punya Aku"
"masih terdiam"
"kalau Emak enggak makan entar sakit Mak,apa enggak kasian sama aku?"
Karna beliau masih terdiam akhirnya piring makanan aku tempatkan di meja kamar lalu pergi kedepan rumah,aku sangat bingung bagaimana caranya mengatasi kesedihan Emak yang berlarut larut.sedangkan kesedihan yang berlarut larut karna kehilangan orang yang di cintai tidak diperbolehkan dalam agama ku.
Sembari menikmati udara di malam hari yang kebetulan sangat sepi pada malam itu aku iseng membuka hp ku,ternyata ada puluhan pesan masuk juga 30 lebih panggilan tak terjawab,aku lupa saat itu mengaktifkan nada dering jadi enggak tau ada pesan dan telpon.
Saat ku buka ternyata kebanyakan pesan dari Kak Fatimah dan Arsanti.
Kak Fatimah
ek kok enggak ngabarin Kakak kalau sudah sampai rumah?Arsanti: Mas kenapa enggak angkat telpon Gua sih?sms kaga dibalas lagi?
Arsanti: Mas Gua punya kabar baik loh mau denger enggak?
Arsanti: Mas angkat dong jangan bikin Gua khawatir ama Lu
Arsanti: Mas...ish tega banget ama Gua Lu
Kak Fatimah : Dek kok telpon kakak enggak di angkat?kamu enggak apa apa kan?
Setelah membaca beberapa sms dari mereka akhirnya aku membalas sms dari Kak Fatimah mengabarkan berita yang sebenernya tentang Bapak yang sudah meninggal,lalu enggak lama ada pesan masuk dari Kak Fatimah.
Kak Fatimah : Innalillahi wa innailaihi roji'uun,kenapa kamu enggak ngabarin kakak sih,yaudah besok pagi Kakak kesana yah
Aku : Iyah kak kalau Kakak enggak sibuk
Setelah membalas SMS dari Kak Fatimah aku kembali masuk kedalam rumah untuk mengecek keadaan Emak,saat sampai kamarnya aku melihat ternyata piring yang berisi makanan habis tanpa sisa,"Alhamdulillah"bathin ku lalu memberikan selimut kepada Beliau yang saat itu sudah terlelap dalam tidurnya,"semoga Emak cepat pulih dari kesedihannya" gumam ku lalu meninggakkannya.
Pagi hari sekitar jam 9 aku hendak berangkat kerja karna Kak Fatimah yang ku tunggu tunggu enggak kunjung datang juga,saat hendak keluar rumah langkah ku terhenti setelah melihat sebuah mobil sedan hitam berbelok masuk kearah rumah ku,akhirnya Kak Fatimah datang juga bersama Mas Andre namun aku tak melihat si kuthil entah kenapa doi enggak ikut?"apa dirinya marah ketika aku enggak kasih kabar tadi malam?yasudah lah yang terpenting Kak Fatimah datang"bathin ku
Aku lalu mendatangi mobil beliau dan berdiri menunggunya didepan mobil,lalu Kak Fatimah memeluk ku seraya berucap "yang sabar yah Dek,semoga Almarhum diterima disisiNya"
"Aamiin,makasih Kak"
"Yang sabar my broh,semoga Lu dan Ibu Lu di berikan kesabaran atas musibah yang terjadi,dan Almarhum di tempatkan di tempat yang terbaik disana"ujar Mas Andre
"aamiin...Thanks Mas"jawab ku
"Ibu mana Dek?"tanya Kak Fatimah
"ada kok Kak didalam,yuk masuk"ujar ku mempersilahkan mereka masuk kekamar
Setelah bertemu Emak,Kak Fatimah dan Mas Andre lalu mengucapkan bela sungkawa kepada Beliau,lalu ngobrol diruang tamu,aku lihat wajah Mas Andre saat itu sedang memikirkan sesuatu yang entah apa yang beliau pikirkan.
"Mas brow,Lu mikirin apa?kok kaya orang kebingungan?"tanya ku
"Gua juga enggak tau brow,kayaknya ada sesuatu yang kelupaan,eh Yank kamu merasa enggak ada yang ketinggalan?"tanya Mas andre ke Kak Fatimah
"apa yah?kayaknya?oh iyah Ya Allah Arsanti masih didepan gang tuh"
"astaga,ampe kelupaan Gua"sahut Mas Andre sembari menepok jidatnya
"Lah kok enggak satu mobil sama kalian?"tanya ku
"udah jangan tanya itu dulu,kamu jemput gih di muka gang kesian motornya mogok,dia enggak tau alamat rumahmu masalahnya"pinta Kak Fatimah
"oh yaudah kalau gitu"ujar ku lalu bergegas keluar rumah menuju ke gang masuk rumah ku yang berjarak 200 meter
Dari kejauhan nampak seorang cewek memakai baju putih panjang bercelana jeans biru serta memakai helm merah sedang duduk di atas motornya,lalu ku dekati dirinya dan menyapanya.
"udah lama nunggunya?"sapa ku
Dirinya lalu berpaling kearah ku lalu tersenyum namun senyumannya enggak lama berganti dengan wajah yang cemberut.
"hp Lu kemana sih Mas,Gua sms,Gua telpon kaga ngangkat ngangkat dari tadi malam,sampe sekarang pun Gua telpon telpon kaga juga di angkat tega Lu bikin Gua kering nunggu disini"
"emang Lu tadi nelpon Gua San?"
"iyalah,makanya di cek hpnya"
Aku pun merogoh kantong celana ku dan membuka hp ternyata banyak panggilan tak terjawab dari Arsanti,lalu aku nyengir kearahnya dan meminta maaf kalau hp ternyata lupa aku nyalakan nada deringnya.
"sorry yah jangan ditekuk gitu napa mukanya baru juga ketemu"rayu ku
"yaudah cek in dong ini motor kenapa mogok"pintanya
Aku pun lalu mengecek starter electrik enggak ada masalah accunya masih kuat lalu aku selenger berkali kali enggak juga mau hidup,saat mencek speedometer motornya ternyata fuel gauge nya berada di warna merah,pantes ampe tua juga enggak bakal nyala orang fuelnya habis -_-.
"gimana Mas?ada yang rusak yah"
"iyah ada yang rusak,bawa ke Pom bensin aja dulu,Lu tunggu disini"pinta ku
"kalau motor rusak bawanya di bengkel Mas bukan di pom gimana sih?"
"eh kuthil,motor Lu mogok enggak mau nyala tuh karna bensin Lu abis,makanya di cek dulu kalau mau jalan"
"eh masa sih?Gua enggak sempet cek tadi masalahnya karna saking senengnya mau kesini.hehehe"
"ah dasar Kuthil,kaga Gua lagi seneng atau sedih tetep aja Lu bikin Gua susah mulu"sembari mendorong motornya kearah pom bensin yang hanya beberapa meter dari tempat doi berhenti
Setelah selesai mengisi bahan bakar lalu aku mendatanginya lagi dan kami berboncengan menuju arah rumah ku,
"ini rumah Lu Mas?"tanya Arsanti
"iyah,yuk masuk"ujar ku
saat masuk rumah tanpa malu lalu Arsanti mendatangi Emak dan mencium tangannya lalu mengucapkan bela sungkawa untuk Emak,lalu duduk disamping Beliau sikap doi yang main nyelonong membuat Emak bertanya tanya "ini cewek siapa?main datang masuk kerumah orang tanpa permisi lalu mencium tangan serta duduk disebelah tanpa ada rasa canggung sama sekali"kemungkinan bathin Emak begitu
"Nak,ini siapa yah?"tanya Emak ke Kak Fatimah
"oh ini Arsanti Buk temannya Salman sewaktu sekolah SMK,adik dari Andre"ujar Kak Fatimah
"Arsanti?oh yang tempo hari pernah ngomong sama Emak kalau bakal nikah sama Salman yah?"selidik Emak
"iyah Mak,masa enggak inget sama suara ku"ujar Arsanti
"wah cantik juga yah,kok bisa suka sama Salman?"tanya Emak keheranan
"pertanyaan Emak enggak enak banget dah di denger"ujar ku kesal
Mereka semua lalu kompakan tertawa
"my broh Lu tau enggak kontrakan didaerah sini yang fasilitasnya lengkap?"tanya Mas Andre
"ada Mas,cuman rada mahal,emang buat siapa?"tanya ku
"buat itu tuan putri"seraya menunjuk Arsanti
"lah Lu kesini mau ngapain San?"tanya ku bingung
"yah kuliah lah Mas,kebetulan kan di daerah Mas Salman ada tuh kampus jurusan informatika,jadi Gua putusin buat kuliah disana"
"alasan aja itu broh,aslinya merengek nangis darah ama Gua biar bisa deket ama Lu
" Ledek Mas Andre"apaan sih Mas bongkar kartu Gua aja Lu"ujar Arsanti sebal ke Mas Andre
Setelah itu kami berempat naik mobil meluncur kearah komplek yang enggak jauh dari rumah ku,karna disana kata Emak ada yang menyewakan rumahnya untuk dikontrakin dengan biaya 400ribu perbulan,sesampainya di rumah pemilik kontrakan Mas Andre lalu membicarakan kesepakatan untuk mengontrak rumahnya selama 3 tahun dan langsung di bayar setahun oleh Mas Andre,rumah yang akan di tempati Arsanti kelak adalah rumah sederhana dengan ukuran 3x4 mempunyai 2 kamar dan 1 kamar mandi,sudah ada tempat tidurnya,tv serta lemari pakaian jadi doi hanya tinggal membawa baju saja dari rumah.
Akhirnya sang penghibur dan penyemangat hidup Ku kembali,ada perasaan senang namun ada juga rasa khawatirnya jika kelak aku bakal gagal menikah dengannya dikarnakan uang hasil kerja ku enggak bisa aku tabung seluruhnya,aku harus bisa menyisihkan beberapa rupiah untuk membeli kebutuhan seperti lauk pauk dirumah belum lagi uang buat rokok ku,karna aku belum bisa menghilangkan candu rokok,karna rokok itu bagi ku hidangan penutup setelah makan.
Setelah selesai melakukan pembayaran akhirnya barang barang Arsanti diturunkan dari mobil Kak Fatimah dan aku turut membantunya menurunkan dan memasukannya kerumah kontrakan,setelah selesai menurinkan barang Kak Fatimah dan Mas Andre pamit untuk pulang karena hari sudah mulai sore.
"broh Gua pamit pulang yah,Gua nitip adik Gua ama Lu,kalau ada apa apa hubungin Gua Aja"
"oke Mas brow beres itu mah"ujar ku
"kalau nakal jitak aja pala nya"canda Mas Andre
Lalu Kak Fatimah mendekat kearahku dan memberikan amplop bewarna coklat yang entah isinya apa,lalu beliau berucap "kasih ke Ibu yah Dek sapa tau ibu membutuhkannya"ucap Kak Fatimah lalu berlalu memasuki mobil meninggalkan kami berdua dan menghilang beberapa saat kemudian.
"Lu berani tinggal sendirian di kontrakan San?"tanya ku
"berani lah,percuma dong Gua ngoleksi beberapa kaset horor serta fans berat Mbak susana kalau Gua takut sama setan"
"syukurlah kalau gitu"
"emang kenapa Mas Lu nanya Gua berani atau enggak?"tanya nya
"yah sapa tau Lu takut terus minta temenin Gua tidut disini"canda ku
"boleh kok Mas,tapi rasain dulu bogeman Gua"ujarnya sembari menempelkan kepalan tangannya di pipi ku
"dih pede sapa juga yang mau tidur ama Lu,orang Lu kalau tidur ngorok"ledek ku
"ish...Gua enggak ngorokk,tau dari mana kalau Gua tidurnya ngorok"
"pan Lu pernah tidur di kamar Gua waktu dirumah Kak Fatimah,yaudah Gua rekam pas Lu lagi ngorok"
"Mas kampret...dasar paparazi Lu,kurang kerjaan banget Gua ngorok pake di rekam segala lagi"ujarnya kesal sembari memukul lengan ku
"soalnya suara Lu lagi ngorok ngebass banget cocok buat ringtone hp Gua hahaha"
"terus aja ledekin Gua puas Lu"sembari bibirnya dimanyunin
Setelah itu kami terdiam sembari menikmati matahari yang sedikit demi sedikit mulai tenggelam,ingin sekali diriku memegang tangannya dan mengucapkan kebahagiaan Ku saat ini ketika diriku bersamanya sekarang namun keberanian ku menciut setelah beberapa kali tingkahku kepergok doi.
"Mas sekarang kerja dimana?enggak ngelanjutin kuliah?"
"Gua kerja di bengkel,males Gua kuliah otak Gua udah enggak mampu buat mikir pelajaran,lagian sekarang yang cari nafkah untuk Emak kan Gua San,kalau Gua enggak kerja mau makan apa coba"
"iya juga sih,susah kalau posisi Gua ada di Elu,terus ada rencana enggak buat nyisihkan uang untuk masa depan?"
Aku mengerti apa yang di maksud Arsanti tentang masa depan yaitu menikahinya,pertanyaan yang sangat susah untuk aku jawab sekarang karna selain memikirkan itu aku juga memikirkan Emak,kalau aja emak ada temannya kemungkinan aku bisa melamar di pertambangan karna kerja disana 6 bulan sudah cukup untuk membeli mas kimpoi serta membuat pesta pernikahan,namun keadaan sekarang sepertinya sulit untuk bisa diriku mewujudkan impian kami yaitu menikah muda.
khodzimzz dan jenggalasunyi memberi reputasi
2
![Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/29/8075495_201710290532550523.jpg)