- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#96
PART 11
Kak Shinta pun kaget melihat kedatangan gw bareng dengan rekan bisnis papa nya.. Tak kalah kaget nya, dalam rombongan tersebut ikut serta juga seorang Reni.
Reni tidak suka gw deket deket dengan Kak Shinta lagi. Dia bilang Kak Shinta ini pembawa sial.
Gw pun buru buru menolak argumen Reni. Gak ada yang namanya di dunia ini yang namanya pembawa sial. Mungkin takdir saja yang belum berpihak ke arah yang lebih baik.
" lho Shin kamu kenal sama anak ini " pak hendro sepertinya juga kaget anak gadis nya menyebut nama gw.
" kenal Pa. Dia adek kelas Shinta di sekolah " Shinta pun menaruh minuman yang tadi di nampan ke atas meja.
" ya udah nak, silahkan di minum dulu " Pak Hendro mengawali meminum sesuatu dari dalam cangkir yang tadi di suguh kan Kak Shinta.
Emang dasarnya haus karena kelamaan di dalam mobil tadi, gelas itu pun hanya tinggal wadah kosong karena semua isinya sudah habis gw telen. Gw paling anti jaim kalo ma seseorang.. Langsung sikat aja kalo di tawarin yang namanya makanan atau minuman. Maklum orang kampung..
" haus nak Agus " Pak Andy menyindir gw halus karena tau gelas yang di suguh kan untuk gw sudah kosong melompong.
" nggak koq pak. Cuma kayak kagak pernah minum setahun saja " canda gw ke Pak Andy.
HA. HA.. HA. HA. HA.. Pak Andy pun tertawa karena melihat gw kesel setelah dia sindir.
" ayo nak agus, ikut saya ke kamar istri saya " Pak Hendro pun beranjak dari tempat dia duduk dan mengajak gw ke tempat istri nya.
Pak Andy pun mengikuti langkah saya dan pak Hendro.Reni gw larang ikut karena gw tau hari ini dia lagi dalam keadaan kotory. Ahh,, kenapa tadi dari rumah gw ngebolehin dia untuk ikut ya.
" ngapain Pa agus di ajak ke kamar mama " Kak Shinta pun heran mendengar ajakan Pak Hendro ke gw.
" dia nanti yang coba sembuh in mama kamu shin " dengus Pak Hendro panjang. Sepertinya dia sudah pasrah dengan keadaan istri nya.
Tanpa banyak bertanya lagi, Shinta pun ingin ikut kami bertiga melihat keadaan mama nya.
" ASTAGFIRULLAH "...
Baru saja gw memasuki kamar istrinya nya Pak Hendro, gw udah di kejutkan dengan kehadiran makhluk dengan tubuh tinggi besar dengan bulu yang sangat lebat di pojok ruangan kamar tersebut. Kuku nya tajam amat panjang seperti sebuah pisau yang siap mengoyak apa pun yang di sabet nya.. Gigi nya menyeringai di sertai bau busuk yang keluar dari mulutnya.Makhluk tersebut seperti tidak suka dengan kehadiran gw di ruangan tersebut.
" PRANKKKKKKKKKKK"....
Sebuah vas bunga di lempar kan oleh makhluk tersebut tepat di depan mata gw..sontak kejadian secepat kilat tadi membuat Kak Shinta menjerit ketakutan dan langsung memeluk Papanya (koq bukan meluk gw sih). Gw pun refleks menghindari lemparan tersebut.
"PYARRRRRRRRRRR"...
Sebuah lemparan kedua pun akhirnya mengenai kepala gw hingga membuat darah segar menetes dari kening gue.. Pak Andy dan Pak Hendro pun panik mendapati gw dalam keadaan seperti itu. Gw cuma memberi gesture kalo gw baik baik saja. Karena tak ingin terjadi hal sama menimpa mereka, gw meminta pak Andy, Pak Hendro, dan Kak Shinta menunggu di bawah saja. Tak lupa gw meminta doa mereka agar istri nya Pak Hendro dapat sembuh seperti sedia kala.
" Ronggo Bumi, Ronggo Geni, Ronggo Bayu keluar lah kalian bertiga. " gw pun memanggil khodam gw.
" sendiko dhawuh mas agus " dengan logat jawa yang khas mereka serempak menjawab panggilan gw.
" kamu jin laknat, mau meninggalkan tubuh manusia dengan baik-baik atau jin gw yang akan membakar habis dirimu " tantang ke gw dengan setengah emosi karena dia berhasil melukai kepala gw sedikit.
" ha. Ha. Ha. Kau anak kecil bisa apa " dengan sombong nya jin tersebut menertawakan gw.
" dan kalian bertiga. Kenapa kalian mau tunduk pada seorang anak manusia hah " ucap jin tadi mengejek ketiga khodam gw.
" kami patuh atas apa yang kami yakini. Seperti dulu kami patuh atas perintah Allah SWT Tuhan kami yang meminta kami bersujud di hadapan Adam " ketiga khodam gw pun gak maw kalah argumen dengan jin tadi.
" jangan sebut nama itu di depan ku. Kalian semua akan mati pengkhianat " wajah makhluk itu pun kini berubah semakin mengerikan.
" JLEDARRRRRRRR"......
Sebuah bola api di lancar kan Ronggo Geni karena jin tersebut hendak menerjang menyerang gw. Tak puas sampai di situ, Ronggo Bayu pun mencabik cabik tubuh jin tersebut dengan sebuah pedang yang terbuat dari angin.
" ahh.. Ahhh... Ahhhh... Ampun.. Ampun " jin tersebut pun mengerang kesakitan dan memohon ampun untuk nyawa nya.
" di mana kesombongan mu tadi wahai jin laknat " dengan lantang gw bertanya ke jin tersebut.
" ampun... Ampuni saya.. Saya hanya jin suruhan.. Saya di suruh seseorang untuk mengikuti wanita ini dan memakan sari pati kehidupan nya " terang jin tersebut sambil terus meminta ampun.
" sekarang kau pergi dari dan kembali lah ke pengirim mu. Sebelum diri mu aku bakar habis " perintah gw ke jin tersebut.
SETTTTT. TT. T.. T.. T...
Jin tersebut pun menghilang seiring dengan berakhirnya ucapan gw. Gw pun menghampiri tubuh istri pak Hendro dan memeriksa keadaan nya. Pucat sekali tubuhnya. Mungkin selama dua minggu ini apa yang dia makan hanya menjadi nutrisi untuk jin tadi. tanpa ada yang masuk ke dalam aliran darah nya.
Gw pun merapalkan beberapa ajian dan memberikan sedikit tenaga dalam gw ke istri nya Pak Hendro.. alhamdulillah, setelah menerima tenaga dalam dari gw,, perlahan lahan wajah istri pak Hendro yang tadinya pucat, kini sedikit demi kembali berseri. Gw pun membiarkan tubuh tersebut beristirahat, sementara gw sndiri bergegas turun ke bwah menemui Pak Hendro dan Pak Andy.
" gmana keadaan istri saya nak " tanya pak Hendro saat melihat gw menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruangan tempat beliau menunggu cemas.
" alhamdulillah pak, jin tersebut mau meninggalkan tubuh istri bapak setelah saya beri sedikit pelajaran " jawab gw sambil memegangi kening gw yang tadi berdarah.
" jin, jin apa yang nak agus maksud " tanya Pak Hendro yang seperti nya kebingungan dengan jawaban gw.
" ya itu pak jin makhluk tak kasat mata. Jin tersebut kiriman seseorang yang seperti nya tidak suka dengan keluarga bapak " jawab gw lagi masih sambil memegang kening.
" astagfirullah nak. Sampai segitunya ada orang yang tega melakukan nya ke keluarga Bapak " sesal Pak Hendro atas apa yang terjadi dengan istri nya.
" ya itu lah manusia pak. Iri hati, dengki seperti menjadi sebuah bagian yang tak terpisahkan " terang gw dengan bijak.
Mulai malam itu pun gw meminta Pak Hendro untuk meningkatkan amal dan ibadah nya kepada Allah SWT. Kejadian ini tak akan terjadi seandainya pondasi keimanan yang di miliki pak Hendro kuat. Pak Hendro pun merasa bersalah dan jujur bilang kalau selama ini dia sibuk dengan bisnis nya sampai lupa kewajiban nya kepada Tuhan Nya.
" ini nak sebagai ucapan terimakasih bapak " lagi lagi sebuah amplop cokelat rada tebal di sodorkan ke gw.
Pak Andy dan Reni hanya senyum senyum saja melihat Pak Hendro menyerahkan amplop tersebut ke gw. Mereka tau gw bakal menolak pemberian Pak Hendro..
" maaf pak, saya apresiasi niat baik Bapak. Namun saya juga ikhlas membantu keluarga Bapak. Jadi dengan amat sangat terpaksa saya tolak pemberian Bapak ".. ucap gw sambil meminta Pak Hendro memasukkan amplop tersebut kembali ke saku nya.
" bener yang Pak Andy bilang. Ternyata materi bukan motivasi kamu untuk menolong orang. Salut Bapak sama kamu nak " Pak Hendro pun menepuk menepuk pundak gw.
Gw pun hanya mesam mesem gak jelas di puji seperti itu..
Karena urusan disini sudah selesai, gw mengajak Pak Andy segera pulang malam itu. Gw liat Reni sedari tadi reni juga menguap terus, sebuah tanda kalo dia sudah ngantuk.
Kami bertiga pun pamitan dengan Pak Hendro sekeluarga dan bergegas menuju rumah Pak Andy.
" gus makasih "
CUPPPPP...
Seperti dejavu, sebuah ciuman begitu hangat terasa di pipi gw. Gw sampe terlena di buat nya dan seperti lupa akan dunia untuk sesat.
" apaan sih kak Shinta, bukan muhrim " gw pun lantas pergi dan menyusul Pak Andy serta Renj yang udah jalan duluan ke mobil.
Reni gak tau kalo malem itu gw di cium oleh Ka Shinta.. Behhh... Bisa perang dunia ketiga kalo dia tau..
Begitu sampe di rumah Pak Andy, gw langsung pamit pulang ke rumah. Gw kali ini menolak tawaran nya untuk menginap di rumahnya sekali lagi..
" kalo sudah sampe rumah sms ya " reni dengan manja nya mengantar kepulangan gw di depan gerbang rumahnya.
" iya sayang pasti " jawab gw refleks. Ntah setan mana yang merasuki gw hingga ngomong kayak gitu.
Muka Reni pun memerah karena tanpa sengaja gw memanggil nya sayang. Ah bisa salah paham ni nanti.
Di perjalanan pulang, gw melewati sebuah kebun pisang yang berada di seberang jalan masuk ke desa gw. Gw pun menghentikan laju motor gw karena samar samar dari kejauhan gw lihat bayangan putih lompat lompat di antara pohon pisang yang berjejer...
ANJRIT TT... Setan lontong nih. Karena gw lihat ujung kepala dan ujung kaki bayangan tersebut di iket tali.
Gw pun langsung menggeber motor gw menjauhi kebun pisang tersebut. Untung saja kagak mogok ni motor.
Jam 01.00 gw pun sampe di rumah. Gw lihat Bapak gw masih terjaga di ruang tamu sambil menonton tv. Rupanya beliau pulang sebentar dari pos ronda dan sebentar lagi akan balik..
Karena gak bisa tidur, gw pun berinisiatif ikut bapak gw ke pos ronda. Kan lumayan dapet gorengan gratis..
" lho gus, ikut ngeronda Bapak mu to le " tanya bapak bapak di pos ronda.
" njeh pak lek, mboten saget tilem " jawab gw alus.
" pak dhe ada babi ngepet lewat " teriak Bapak yang patroli sambil lari ke arah pos ronda.
" nak ndi to ji " tanya bpak gw ke bapak tadi.
" ndek ngarep e omah e pak karyo pak dhe " terang bapak tadi.
" ya udah ayo kita lihat kesana " ajak bapak gw kepada bapak2 yg tadi jaga di pos ronda.
Benar saja, saat sampe di depan rumah pak karyo, gw melihat seekor babi mondar mandir gak jelas. Yang bikin gw makin aneh sesekali babi tersebut mengibaskan ekor nya kanan kiri serta menggaruk nggarukan kaki nya ke tanah.
Gw pun berlari ke arah babi tersebut dan berusaha menangkap nya. Karena kewalahan, bapak2 pos ronda pun membantu gw buat menangkap babi tersebut.. setelah maen kucing kucing an dengan ntu babi, babi itu pun akhirnya tertangkap.
Agan tau gimana reaksi babi tersebut saat sudah dalam tangkapan gw.. ? Dia menangis gan. Ya dia menangis. Gw lihat di sudut mata nya mengeluarkan air mata. Karena kasihan gw pun melepaskan babi tersebut, dengan catatan dia tidak kembali lagi ke kampung gw.
Bapak gw melarang gw untuk ikut campur dalam urusan gaib orang lain yang menyangkut pesugihan. Biar lah pelaku pesugihan tadi yang mempertanggung jawab kan perbuatan nya di hadapan Allah SWT.
Babi tersebut kalo di daerah gw di kenal dengan nama Babi ngepet. Biasa nya setiap malam dia keliling kampung buat mencari mangsa. Caranya..? Ya tadi dengan mengibaskan ekor nya serta menggaruk garukkan kaki nya di tanah. Di rumah sanak saudara atau istri dari pelaku tersebut jaga lilin agar jangan sampai mati. Kalo lilin tersebut mati dengan sendirinya, berarti ya wassalam sudah lelaku pesugihan tersebut. Tapi kalo lilin nya mati karena di tiup yang jaga lilin, itu tandanya sudah cukup operasi malam itu. Dan si babi pun langsung balik ke rumahnya..
Cari duit pake cara yang halal saja ya gan. Karena cari kekayaan dengan seperti itu adzab nya dunia akhirat.
Naudzubillah min daliq kan.
Kak Shinta pun kaget melihat kedatangan gw bareng dengan rekan bisnis papa nya.. Tak kalah kaget nya, dalam rombongan tersebut ikut serta juga seorang Reni.
Reni tidak suka gw deket deket dengan Kak Shinta lagi. Dia bilang Kak Shinta ini pembawa sial.
Gw pun buru buru menolak argumen Reni. Gak ada yang namanya di dunia ini yang namanya pembawa sial. Mungkin takdir saja yang belum berpihak ke arah yang lebih baik.
" lho Shin kamu kenal sama anak ini " pak hendro sepertinya juga kaget anak gadis nya menyebut nama gw.
" kenal Pa. Dia adek kelas Shinta di sekolah " Shinta pun menaruh minuman yang tadi di nampan ke atas meja.
" ya udah nak, silahkan di minum dulu " Pak Hendro mengawali meminum sesuatu dari dalam cangkir yang tadi di suguh kan Kak Shinta.
Emang dasarnya haus karena kelamaan di dalam mobil tadi, gelas itu pun hanya tinggal wadah kosong karena semua isinya sudah habis gw telen. Gw paling anti jaim kalo ma seseorang.. Langsung sikat aja kalo di tawarin yang namanya makanan atau minuman. Maklum orang kampung..
" haus nak Agus " Pak Andy menyindir gw halus karena tau gelas yang di suguh kan untuk gw sudah kosong melompong.
" nggak koq pak. Cuma kayak kagak pernah minum setahun saja " canda gw ke Pak Andy.
HA. HA.. HA. HA. HA.. Pak Andy pun tertawa karena melihat gw kesel setelah dia sindir.
" ayo nak agus, ikut saya ke kamar istri saya " Pak Hendro pun beranjak dari tempat dia duduk dan mengajak gw ke tempat istri nya.
Pak Andy pun mengikuti langkah saya dan pak Hendro.Reni gw larang ikut karena gw tau hari ini dia lagi dalam keadaan kotory. Ahh,, kenapa tadi dari rumah gw ngebolehin dia untuk ikut ya.
" ngapain Pa agus di ajak ke kamar mama " Kak Shinta pun heran mendengar ajakan Pak Hendro ke gw.
" dia nanti yang coba sembuh in mama kamu shin " dengus Pak Hendro panjang. Sepertinya dia sudah pasrah dengan keadaan istri nya.
Tanpa banyak bertanya lagi, Shinta pun ingin ikut kami bertiga melihat keadaan mama nya.
" ASTAGFIRULLAH "...
Baru saja gw memasuki kamar istrinya nya Pak Hendro, gw udah di kejutkan dengan kehadiran makhluk dengan tubuh tinggi besar dengan bulu yang sangat lebat di pojok ruangan kamar tersebut. Kuku nya tajam amat panjang seperti sebuah pisau yang siap mengoyak apa pun yang di sabet nya.. Gigi nya menyeringai di sertai bau busuk yang keluar dari mulutnya.Makhluk tersebut seperti tidak suka dengan kehadiran gw di ruangan tersebut.
" PRANKKKKKKKKKKK"....
Sebuah vas bunga di lempar kan oleh makhluk tersebut tepat di depan mata gw..sontak kejadian secepat kilat tadi membuat Kak Shinta menjerit ketakutan dan langsung memeluk Papanya (koq bukan meluk gw sih). Gw pun refleks menghindari lemparan tersebut.
"PYARRRRRRRRRRR"...
Sebuah lemparan kedua pun akhirnya mengenai kepala gw hingga membuat darah segar menetes dari kening gue.. Pak Andy dan Pak Hendro pun panik mendapati gw dalam keadaan seperti itu. Gw cuma memberi gesture kalo gw baik baik saja. Karena tak ingin terjadi hal sama menimpa mereka, gw meminta pak Andy, Pak Hendro, dan Kak Shinta menunggu di bawah saja. Tak lupa gw meminta doa mereka agar istri nya Pak Hendro dapat sembuh seperti sedia kala.
" Ronggo Bumi, Ronggo Geni, Ronggo Bayu keluar lah kalian bertiga. " gw pun memanggil khodam gw.
" sendiko dhawuh mas agus " dengan logat jawa yang khas mereka serempak menjawab panggilan gw.
" kamu jin laknat, mau meninggalkan tubuh manusia dengan baik-baik atau jin gw yang akan membakar habis dirimu " tantang ke gw dengan setengah emosi karena dia berhasil melukai kepala gw sedikit.
" ha. Ha. Ha. Kau anak kecil bisa apa " dengan sombong nya jin tersebut menertawakan gw.
" dan kalian bertiga. Kenapa kalian mau tunduk pada seorang anak manusia hah " ucap jin tadi mengejek ketiga khodam gw.
" kami patuh atas apa yang kami yakini. Seperti dulu kami patuh atas perintah Allah SWT Tuhan kami yang meminta kami bersujud di hadapan Adam " ketiga khodam gw pun gak maw kalah argumen dengan jin tadi.
" jangan sebut nama itu di depan ku. Kalian semua akan mati pengkhianat " wajah makhluk itu pun kini berubah semakin mengerikan.
" JLEDARRRRRRRR"......
Sebuah bola api di lancar kan Ronggo Geni karena jin tersebut hendak menerjang menyerang gw. Tak puas sampai di situ, Ronggo Bayu pun mencabik cabik tubuh jin tersebut dengan sebuah pedang yang terbuat dari angin.
" ahh.. Ahhh... Ahhhh... Ampun.. Ampun " jin tersebut pun mengerang kesakitan dan memohon ampun untuk nyawa nya.
" di mana kesombongan mu tadi wahai jin laknat " dengan lantang gw bertanya ke jin tersebut.
" ampun... Ampuni saya.. Saya hanya jin suruhan.. Saya di suruh seseorang untuk mengikuti wanita ini dan memakan sari pati kehidupan nya " terang jin tersebut sambil terus meminta ampun.
" sekarang kau pergi dari dan kembali lah ke pengirim mu. Sebelum diri mu aku bakar habis " perintah gw ke jin tersebut.
SETTTTT. TT. T.. T.. T...
Jin tersebut pun menghilang seiring dengan berakhirnya ucapan gw. Gw pun menghampiri tubuh istri pak Hendro dan memeriksa keadaan nya. Pucat sekali tubuhnya. Mungkin selama dua minggu ini apa yang dia makan hanya menjadi nutrisi untuk jin tadi. tanpa ada yang masuk ke dalam aliran darah nya.
Gw pun merapalkan beberapa ajian dan memberikan sedikit tenaga dalam gw ke istri nya Pak Hendro.. alhamdulillah, setelah menerima tenaga dalam dari gw,, perlahan lahan wajah istri pak Hendro yang tadinya pucat, kini sedikit demi kembali berseri. Gw pun membiarkan tubuh tersebut beristirahat, sementara gw sndiri bergegas turun ke bwah menemui Pak Hendro dan Pak Andy.
" gmana keadaan istri saya nak " tanya pak Hendro saat melihat gw menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruangan tempat beliau menunggu cemas.
" alhamdulillah pak, jin tersebut mau meninggalkan tubuh istri bapak setelah saya beri sedikit pelajaran " jawab gw sambil memegangi kening gw yang tadi berdarah.
" jin, jin apa yang nak agus maksud " tanya Pak Hendro yang seperti nya kebingungan dengan jawaban gw.
" ya itu pak jin makhluk tak kasat mata. Jin tersebut kiriman seseorang yang seperti nya tidak suka dengan keluarga bapak " jawab gw lagi masih sambil memegang kening.
" astagfirullah nak. Sampai segitunya ada orang yang tega melakukan nya ke keluarga Bapak " sesal Pak Hendro atas apa yang terjadi dengan istri nya.
" ya itu lah manusia pak. Iri hati, dengki seperti menjadi sebuah bagian yang tak terpisahkan " terang gw dengan bijak.
Mulai malam itu pun gw meminta Pak Hendro untuk meningkatkan amal dan ibadah nya kepada Allah SWT. Kejadian ini tak akan terjadi seandainya pondasi keimanan yang di miliki pak Hendro kuat. Pak Hendro pun merasa bersalah dan jujur bilang kalau selama ini dia sibuk dengan bisnis nya sampai lupa kewajiban nya kepada Tuhan Nya.
" ini nak sebagai ucapan terimakasih bapak " lagi lagi sebuah amplop cokelat rada tebal di sodorkan ke gw.
Pak Andy dan Reni hanya senyum senyum saja melihat Pak Hendro menyerahkan amplop tersebut ke gw. Mereka tau gw bakal menolak pemberian Pak Hendro..
" maaf pak, saya apresiasi niat baik Bapak. Namun saya juga ikhlas membantu keluarga Bapak. Jadi dengan amat sangat terpaksa saya tolak pemberian Bapak ".. ucap gw sambil meminta Pak Hendro memasukkan amplop tersebut kembali ke saku nya.
" bener yang Pak Andy bilang. Ternyata materi bukan motivasi kamu untuk menolong orang. Salut Bapak sama kamu nak " Pak Hendro pun menepuk menepuk pundak gw.
Gw pun hanya mesam mesem gak jelas di puji seperti itu..
Karena urusan disini sudah selesai, gw mengajak Pak Andy segera pulang malam itu. Gw liat Reni sedari tadi reni juga menguap terus, sebuah tanda kalo dia sudah ngantuk.
Kami bertiga pun pamitan dengan Pak Hendro sekeluarga dan bergegas menuju rumah Pak Andy.
" gus makasih "
CUPPPPP...
Seperti dejavu, sebuah ciuman begitu hangat terasa di pipi gw. Gw sampe terlena di buat nya dan seperti lupa akan dunia untuk sesat.
" apaan sih kak Shinta, bukan muhrim " gw pun lantas pergi dan menyusul Pak Andy serta Renj yang udah jalan duluan ke mobil.
Reni gak tau kalo malem itu gw di cium oleh Ka Shinta.. Behhh... Bisa perang dunia ketiga kalo dia tau..
Begitu sampe di rumah Pak Andy, gw langsung pamit pulang ke rumah. Gw kali ini menolak tawaran nya untuk menginap di rumahnya sekali lagi..
" kalo sudah sampe rumah sms ya " reni dengan manja nya mengantar kepulangan gw di depan gerbang rumahnya.
" iya sayang pasti " jawab gw refleks. Ntah setan mana yang merasuki gw hingga ngomong kayak gitu.
Muka Reni pun memerah karena tanpa sengaja gw memanggil nya sayang. Ah bisa salah paham ni nanti.
Di perjalanan pulang, gw melewati sebuah kebun pisang yang berada di seberang jalan masuk ke desa gw. Gw pun menghentikan laju motor gw karena samar samar dari kejauhan gw lihat bayangan putih lompat lompat di antara pohon pisang yang berjejer...
ANJRIT TT... Setan lontong nih. Karena gw lihat ujung kepala dan ujung kaki bayangan tersebut di iket tali.
Gw pun langsung menggeber motor gw menjauhi kebun pisang tersebut. Untung saja kagak mogok ni motor.
Jam 01.00 gw pun sampe di rumah. Gw lihat Bapak gw masih terjaga di ruang tamu sambil menonton tv. Rupanya beliau pulang sebentar dari pos ronda dan sebentar lagi akan balik..
Karena gak bisa tidur, gw pun berinisiatif ikut bapak gw ke pos ronda. Kan lumayan dapet gorengan gratis..
" lho gus, ikut ngeronda Bapak mu to le " tanya bapak bapak di pos ronda.
" njeh pak lek, mboten saget tilem " jawab gw alus.
" pak dhe ada babi ngepet lewat " teriak Bapak yang patroli sambil lari ke arah pos ronda.
" nak ndi to ji " tanya bpak gw ke bapak tadi.
" ndek ngarep e omah e pak karyo pak dhe " terang bapak tadi.
" ya udah ayo kita lihat kesana " ajak bapak gw kepada bapak2 yg tadi jaga di pos ronda.
Benar saja, saat sampe di depan rumah pak karyo, gw melihat seekor babi mondar mandir gak jelas. Yang bikin gw makin aneh sesekali babi tersebut mengibaskan ekor nya kanan kiri serta menggaruk nggarukan kaki nya ke tanah.
Gw pun berlari ke arah babi tersebut dan berusaha menangkap nya. Karena kewalahan, bapak2 pos ronda pun membantu gw buat menangkap babi tersebut.. setelah maen kucing kucing an dengan ntu babi, babi itu pun akhirnya tertangkap.
Agan tau gimana reaksi babi tersebut saat sudah dalam tangkapan gw.. ? Dia menangis gan. Ya dia menangis. Gw lihat di sudut mata nya mengeluarkan air mata. Karena kasihan gw pun melepaskan babi tersebut, dengan catatan dia tidak kembali lagi ke kampung gw.
Bapak gw melarang gw untuk ikut campur dalam urusan gaib orang lain yang menyangkut pesugihan. Biar lah pelaku pesugihan tadi yang mempertanggung jawab kan perbuatan nya di hadapan Allah SWT.
Babi tersebut kalo di daerah gw di kenal dengan nama Babi ngepet. Biasa nya setiap malam dia keliling kampung buat mencari mangsa. Caranya..? Ya tadi dengan mengibaskan ekor nya serta menggaruk garukkan kaki nya di tanah. Di rumah sanak saudara atau istri dari pelaku tersebut jaga lilin agar jangan sampai mati. Kalo lilin tersebut mati dengan sendirinya, berarti ya wassalam sudah lelaku pesugihan tersebut. Tapi kalo lilin nya mati karena di tiup yang jaga lilin, itu tandanya sudah cukup operasi malam itu. Dan si babi pun langsung balik ke rumahnya..
Cari duit pake cara yang halal saja ya gan. Karena cari kekayaan dengan seperti itu adzab nya dunia akhirat.
Naudzubillah min daliq kan.
Diubah oleh agusk1988 19-10-2017 01:49
myusuffebria525 dan 18 lainnya memberi reputasi
19


