- Beranda
- Stories from the Heart
Di Persimpangan Musim Hujan
...
TS
mrskinny
Di Persimpangan Musim Hujan
Quote:
"Aku layaknya hujan, berusaha mencurahkan setiap tetes cinta yang tak terhitung tapi tak pernah sampai di rumahmu"
Quote:
Diubah oleh mrskinny 04-06-2018 02:16
anasabila memberi reputasi
1
7.8K
Kutip
40
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mrskinny
#12
I Used Somebody
Quote:
“Viola kamu di sini?” Aku tercengang melihatnya
“Halo ebaaayyyy, ayok kita ke ujung kota lagi, kita masih punya utang untuk melihat langit meremang jingga di padang rerumputan ituuuu” Seketika suaranya yang cempreng dan gerak tanganya yang langsung merangkulku seperti menghipnotisku.
***
Waktu yang berat selalu memikul raga ini untuk melewatinya, lalu kopi selalu menjadi jalan terakhirku untuk membuat diriku tenang.
Awalnya targetku untuk wisuda sudah terhitung sangat jelas tetapi Tugas Akhirku ditolak dan lahirlah revisian yang begitu banyak lalu masalah baru muncul, beasiswaku sudah jelas ditarik sebab waktu yang diberikan hanya berdurasi 4 tahun pas dan kini aku molor hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan kapan ini berakhir, dengan kata lain aku harus membiayai perkuliahan ini dengan uangku sendiri. Perlahan aku memberitahu orang rumah untuk menjelaskan semua ini, mereka tercengang mendengarkanya dan sama pemikiranya dengan ku “harus dengan uang siapa perkuliahan ini dan biaya hidup di sini ditanggung?” terlebih aku hidup di negara yang benar – benar mahal sekali biaya hidupnya.
“Ola, maaf… ingat pembicaraan kedai sore itu? Sepertinya aku tak bisa menepatinya karena jadwal sidangku harus diundur dengan alasan Tugas Akhirku ditolak, jadi bila kamu ingin pulang duluan, silahkanlah
” Terkirim pesan singkat ituTiga bulan setelah percakapan di kedai itu kini aku terduduk sendiri di dalam kamar asramaku, melihat teman – temanku yang selalu bercerita tentang kegembiraan mereka yang akan diwisuda.
“selamat ya kalian” aku bergumam dalam hati.
“hi Adan, don’t you worried, like three little birds it’s gonna be alright” teman sekamarku berusaha menghibur sambil iya merangkulku
“ah yeah like we always sang it” aku balasnya dengan tertawa paksa
“so, come on hang out with us, I just do not want to see you be like this”
“hahaha just go dude, I want to be alone right now”aku balas dengan nada yang rendah berusaha mereka paham apa yang aku inginkan
“ah I see, I knew it, take care, when we're come back here, we do not want to see you to be like this anymore Dan” lalu mereka pergi seakan paham dengan apa yang aku mau
Aku memeliki teman – teman yang cukup baik di sini, beberapa kali dalam 4 tahun ini mereka selalu menyarankanku untuk tidak selalu sendiri ketika mendapatkan masalah tetapi aku selalu menolaknya, aku lebih nyaman menghabiskan waktu sendiri ketika mendapatkan masalah dan seperti biasa kesendirianku selalu menhadap suatu jendela dan pikiranku menerawang kemana saja, hal di bawah sana yang tampak terlihat dari jendela asrama ini seperti tidak aku pedulikan, hingga pada akhirnya sesuatu membangunkan lamunanku.
“Hari yang cerah tapi kenapa masih ada pria yang merasa kesepian yaa” Viola tampak hadir di sebelah tempat duduku sambil meniru gelagat wajahku yang entah menerawang kemana.
“Astagaaa… kaget, dari kapan kamu di sebelahku Ola?” aku yang terkaget melihat dia di sebelahku
“Sekarang aku paham kenapa naskah – naskah kamu selalu keren, karena kamu adalah pemurung yang hebat hahahaha. Aku dari tadi loh di sini, sampe aku pindahin kursi ini aja kamu ngga denger” Ola menjawabnya dan tiba – tiba dia memegang tangan kiriku dengan kedua tanganya
“oiyaa… pesan singkat kamu udah aku terima tapi maaf langusng aku apus, soalnya aku ngga mau janji kita ilang gitu aja, aku bakal nungguin kamu sampe kamu selesai kuliah, di sini” Ola melanjutkanya
“ngga perlu merepotkan diri kamu sendiri Viola Oktav, kamu pulang aja orang rumah pasti nungguin kamu. Lagian aku bisa kok” di satu sisi aku bahagia mendengarkanya tapi aku tak bisa menahan seseorang di sini karena kelasahanku sendiri
“kamu tau kenapa aku manggil kamu ‘Ebay’? karena kamu tuh orangnya lebay terus kamu tau kenapa aku menawarnkan ini ke kamu? Karena aku mau jadi seseorang yang berarti untuk hidup kamu termasuk melewati masa sulit ini” kali ini ola menjawabnya dengan mata yang berkaca – kaca, seperti ia tidak ingin aku jatuh terlalu dalam
Drrrt
Drrrt
Drrrt
Drrrt
Drrrt
“halo assalamualaikum nak, kamu jangan khawatir yaa, papa sama mama coba bantu dari sini dengan doa dan materi, kamu tahu ini salah kamu tapi coba juga untuk bertanggung jawab, carilah pekerjaan di sana, papa yakin Satria pasti bisa” di tengah pembicaraan dengan Ola, suara ayah dan mamaku muncul dari telfon genggamku
“ walaikum salam. Iya pa ma, makasih ya, maafin Satria ya, Satria janji, Satria akan ikut di preiode ke dua untuk sidang nanti, janji!” entah perasaan apa ini, senang karena mereka selalu ada bersamaku tetapi di sisi lain aku sedih karena seperti mengecewakan mereka.
Tak terasa aku meneteskan air mata dan sontak tubuhku secara otomatis memeluk Viola.
“Ebay cengeng ih”
“Biarin Ewel”
“Ih kok Ewel sihhhh?”
“Karena kamu bawel”
Entah perasaan apa ini, karena untuk pertamakalinya aku membagi rasa sakitku kepada orang lain dan orang itu adalah Viola Oktav. Dia berhasil menemukanku saat aku terjatuh, dia berhasil menyampaikan pesan mentari yang cerah untuk segera menikmati hangatnya.
“Terimakasih Viola” aku balas pegangan tanganya
“Sama – sama ebaayyyy… jadi boleh ya aku temenin kamu di kota ini untuk ngelewatin semuanyaaa” dengan binar wajahnya yang cantik lalu ia mengecup bibirku
“yukk Ebay sekarang ikut aku yukkkk… ada seseorang yang ingin aku perkenalkan ke kamuuu” Lalu ia menarik tanganku yang entah aku akan dibawa kemana.
Diubah oleh mrskinny 21-10-2017 22:28
0
Kutip
Balas
