- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#57
PART 7
Gw perhatikan sekeliling danau tersebut. Nampak dahan pohon pohon besar berayun kesana kemari tatkala angin sepoi sepoi menerpa dahan tersebut. Di atas langit malam,, bulan pun semakin memperlihatkan keelokan nya. Seolah olah ia ingin agar setiap insan malam itu, iri melihat kecantikan yang di miliki nya.
Gw pun berjalan ke arah hutan di pinggir danau tsb berada. Sayup Sayup gw denger dari kejauhan, lantunan gendhing jawa begitu menyihir telinga gw malam ini.. Gw pun semakin mempercepat langkah menuju asal muasal lantunan gendhing jawa tsb.
" Ronggo Geni, nanti kamu siap sedia kalo mereka tiba-tiba mengeroyok gw.".. Perintah gw kepada khodam yang berjalan mengikuti gw.
" Sendiko dhawuh Mas Agus ".. balas Ronggo Geni mendengar perintah gw.
Gw pun sampai di sebuah perkampungan jin. Di ujung perkampungan tersebut, nampak berdiri kokoh sebuah rumah besar dengan arsitektur jawa kuno. Sementara itu tak jauh dari rumah tersebut, tampak lah sebuah pohon besar yang mana gw lihat ada di kilasan kenangan masa lalu Mas Danu.
Gw pun berjalan mendekati rumah tsb tanpa menghiraukan penduduk yang lagi menikmati lantunan gendhing jawa. Melihat kedatangan gw,, tiba-tiba lantunan musik tsb langsung berhenti. Berganti dengan lolongan anjing yang mnggema memecah keheningan malam.
Sorot sorot mata tajam pun menatap gw dan Ronggo Geni yang sedang berjalan mendatangi rumah besar tsb.. Sebuah tatapan kebencian kepada anak cucu Adam yang diciptakan derajat nya lebih tinggi dari kaum mereka.
" ASSALAMUALAIKUM " sebuah salam gw ucapkan begitu sampai di depan rumah tersebut.
Tanpa ada balasan dari si empu nya rumah, pintu rumah pun terbuka. Tampak lah seorang lelaki paruh baya dengan atribut jawa.
" KAMU ANAK MANUSIA PERGI DARI SINI "...
" AKU TAHU MAKSUD DAN TUJUAN MU DATANG KEMARI, KEMBALI LAH. AKU TAK AKAN MENYERAHKAN ANAK INI. DIA TELAH MENGOTORI RUMAH KU. " ucap pria paruh baya tadi.
" maafkan dia mbah, dia hanyalah anak manusia bodoh yang tidak mengerti apa apa " balas gw dengan sopan.
" AHHHH BANYAK OMONG KAU MANUSIA " ujar pria tadi sambil melompat menerjang ke arah tubuh gw.
Kini pria tadi telah berubah menjadi sosok tinggi hitam yang di penuhi bulu bulu hitam yang sangat lebat. Wajah nya mirip dengan serigala. Namun lebih mengeri kan karena di sela gigi nya yang tajam,, menetes bau anyir yang gw pikir itu darah..
PRANKKKKK....
Ronggo Geni melompat secepat kilat menangkis serangan jin tadi. Adu kekuatan pun terjadi antara dua jin berilmu tinggi tersebut. Sementara itu sosok sosok yang tadi memandang i kami,, berlari ke arah gw seperti hendak menyerang gw.. Gw pun langsung melafalkan ajian qulhu geni
" BISMILLAH HIRROHAMANNIROHIM.. QULHUALLOHU AHAD.. KUN FAYAKUN MASYA ALLOH. QODIRON ABADAN ABADA..
LAA ILAA HA ILALLOH, MUHAMMADUR ROSULLULLOH "
Dan seketika itu juga jin yg ilmu nya rendah, hancur lebur tubuh nya karena amalan tersebut. Tinggal beberapa jin yang sperti nya memiliki ilmu yang cukup tinggi..
Karena jumlah yang tak seimbang, gw pun merapalkan kembali ajian bala sewu.. Dan
CRINGGGGGG.....
Seribu khodam pun hadir di belakang gw.
" kalian hancurkan jin jin musyrik itu " perintah gw kepada komandan pasukan jin tsb.
" sendiko dhawuh mas agus " jawab komandan tsb sambil melompat menerjang ke arah jin jin musyrik.
Tak lupa dia juga memerintahkan anak buah nya, untuk ikut melakukan penyerangan..
Gw pun langsung bergegas membantu Ronggo Geni yang seperti nya kewalahan menghadapi pemimpin jin tsb. Kek nya dia jin yang sudah berumur cukup tua. Karena menurut Bapak serta pak Dhe gw, semakin tua umur bangsa jin, semakin tinggi juga ilmu kanuragan.. Contoh jin yang sangat sakti adalah Ifrit. Sayang dia menjadi jin kafir setelah Nabi Sulaiman A. S wafat.
Gw layang kan beberapa pukulan tenaga dalam ke tubuh raja jin tsb. Namun seperti nya hal tsb hanya seperti gigi tan semut bagi nya. Karena nampak dari tubuh nya seperti tak terkena apa2. Gw pun kali ini ikut terdesak karena raja jin tersebut benar benar digdaya kesaktian nya..
Gw dan Ronggo Geni sudah bnar2 kehabisan nafas. Seketika itu pula raja jin tersebut melompat dan melayangkan sebuah pukulan ke arah kami..
PRANKKKKKKK
pukulan tersebut seperti beradu dengan sesuatu. Dan benar saja,, gw lihat di depan gw ada kakek2 dengan busana jawa jaman kerajaan, membawa sebuah keris berluk 9 di tangan nya.. Pukulan tadi ternyata beradu dengan keris yang di bawa kakek itu tadi.
" gunakan ini ngger. Insya Allah bisa membantu kamu saat ini dan masa yang akan datang ".. ucap kakek tadi yang kini telah menghilang entah kemana.
Di tangan gw pun kini terpegang sebuah keris yang sangat indah,,belum cukup gw mengagumi keindahan keris ini, raja jin td sudah melompat untuk menyiapkan serangan berikut nya..
TRANGGKKKKK......TRANKKKMMM....TRANKKKKKK
Bunyi keris tsb beradu serangan raja jin tadi.
Karena udah mulai kehabisan tenaga, gw pun memusatkan seluruh sisa tenaga dalam gw untuk serangan terakhir... Setelah selesai memfokuskan tenaga dalam,, gw sabet kan keris tersebut ke tubuh raja jin tersebut..
AHHHHHHHHHHHHHHHHH.....
Teriak raja jin tersebut kesakitan. Dia memang bisa menangkis nya, namun tangan nya putus karena tersabet keris tadi hingga menembus dada nya.. Sabetan kedua pun gw layang kan tepat ke arah leher nya hingga membuat kepala nya terpisah dari tubuhnya.. Saat itu juga tubuh nya hancur hingga hanya tersisa kepulan asap hitam yang terbang membumbung tinggi ke langit malam.
Gw lihat Aji Segara, ( nama komandan pasukan khodam tsb) jg telah menyelesaikan tugas nya. Gw lihat kepala dan tangan tergeletak berserakan di atas tanah.. Pasukan Aji Segara pun ada yang mati karena pertempuran tadi, dan gw pun minta maaf pada nya karena tlah membuat pasukan nya tewas dalam pertempuran .
Tak ingin menunda nunda, gw pun bergegas menuju pohon besar yang tak jauh dari rumah tersebut. Gw lihat disana ada sukma Mas Danu yang di iket dengan rumput otok menangis sesenggukan.. Gw pun menghampiri nya dan mengajak nya pulang ke rumah..
" ayo mas kita pulang, aku disini untuk menjemput mas Danu" ajak gw kepada mas danu setelah ikatan rumput otok nya gw lepaskan.
" siapa kamu, dan bagaimana bisa kemari " tanya mas danu penasaran.
" gw agus mas. Adek kelas nya kak dina. Gw jg teman sekelas reni sepupu mas. Pak Ryan jg meminta bantuan gw buat menjemput mas " ucap gw panjang lebar menjelaskan ke mas danu tentang siapa dan apa maksud tujuan gw ke mas danu.
" eh, mas danu disini belum makan apa apa dari sini kan.? tanya gw penuh selidik.
" belum gus, dari seminggu gw di iket di bawah pohon ini, kenapa emang nya.? Tanya nya penasaran atas pertanyaan gw.
" oh gpp koq tanya aja., ayo pulang " ajak gw lagi tanpa menjelaskan maksud dari pertanyaan gw td.
Gw pun meminta Ronggo Geni untuk mengantar sukma gw ke rumah Pak Ryan.. Dengan memjamkan mata,,..
SETTTTTT........
Gw dan sukma mas danu dalam sekejap mata telah sampai di kamar mas danu. Gw lihat Ronggo Bayu masih siaga menjaga raga yg gw tinggal.. Gw pun meminta sukma Mas Danu rebahan di atas tubuhnya yang terbaring lemah. Gw pegang pusar nya,, dan dengan sedikit konsentrasi, gw kembalikan sukma mas Danu ke tubuhnya.
Gw minta mas Danu langsung istirahat saja malam ini, karena gw yakin dia masih shock dengan kejadian yang menimpa nya seminggu ini.
Gw pun langsung turun menemui pak Ryan sekeluarga yang sudah menunggu di ruang keluarga..
" gmna nak agus " tanya pak Ryan begitu tw kedatangan gw yang di sertai peluh keringat.
" alhamdulillah pak, mas Danu masih bisa tertolong. Meski tadi rada alot negoisasi nya. sekarang biarin saja mas danu istirahat " ucap gw cengengesan menjawab pertanyaan pak Ryan.
" oh ya pak, tolong agar mas danu di tingkatkan ibadah nya, karena kejadian yang menimpa nya seminggu yang lalu, salah satunya karena kesalahan nya juga " ucap gw lagi tanpa menjelaskan apa kesalahan mas danu.
Gak mungkin kan kalo gw bilang mas danu,, maw berbuat mesum di tempat tersebut.. Emng dasar anak jaman sekarang, kagak tau yang namanya sopan santun.
" iya nak "
" oh ya ini buat nak Agus " ucap Pak Ryan sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna cokelat yang rada tebel.
" maaf ini apa ya pak ".? Tanya gw ke Pak Ryan meski dah jelas tau kalo isi amplop tersebut uang.
" ini tanda terima kasih kami sekeluarga karena nak agus sudah membantu anak Bapak " ucap pak Ryan lagi meyakinkan.
" maaf Pak bukannya saya sombong atau gak butuh duit. Rejeki udah ada yang ngatur. Dan rejeki saya tidak datang dengan cara seperti ini Pak. Bapak serta pak dhe saya jg melarang saya untuk menerima pemberian setelah membantu orang. Apalagi Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan wajib tolong menolong. " ucap gw dengan halus menolak pemberian Pak Ryan.
" njeh mas. Nak agus gak bakalan mau. Kemarin saja pemberian saya di tolak oleh pak dhe nya. Pdhl beliau udh bantu suami saya " tiba-tiba ibu Rahma ikut menimpali pembicaraan gw dan Pak Ryan..
" masya Allah nak agus,, jadi mantu ibu saja ya. Jarang jarang lho nemuin orang seperti nak Agus ini ".. kata ibu Ayu tiba-tiba setelah ikut mendengarkan perbincangan kami.
UHUKKKKK... UHUKKKKKK... UHUKKKKK....
Gw pun terbatuk batuk mendengar ucapan ibu Ayu,. Sementara itu gw lihat muka kak dina udah kek kepiting rebus..
CITTTTTT......
Sebuah cubitan mendarat mulus di pinggang gw.. Gw toleh, ternyata kini rena yang mencubit gw. Semntra reni hanya manyun saja
" kak agus genit " bisik rena di telinga gw saat tau gw memandang i wajah kak dina.
" saya juga mau mbak kalo gitu agus jadi menantu saya " ucap ibu Rahma yang seperti nya tak mau kalah dengan ibu Ayu.
UHUKKKKK.... UHUKKKKK.. UHUKKKKK....
Gw pun terbatuk untuk kedua kali nya.. sementara reni yang tadi manyun kini muka nya juga berubah merah kek udang rebus.. Rena jg sama..
" maaf bu, saya sama Bapak di suruh sekolah yang bener dulu, jadi gak boleh nikah sebelum lulus " jawab gw dengan polos nya menolak tawaran bu rahma dan bu ayu.
BWAHAHAHAHAHAHHA.....
mereka semua pun tertawa bersama. Menambah keramaian malam itu.
Karena malam sudah semakin larut,, pak Andi sekeluarga pamit untuk segera pulang ke rumahnya. Dan gw pun ikut pamitan dan pulang bareng pak Andi. (ya iyalah masak gw pulang sendiri jalan kaki, yang ada gw nanti malah di culik mbak kunti lagi.)
Ketika pamitan pulang dengan kak dina, dengan genit nya dia mengedipkan sebelah matanya ke gue. Sementara gw cuma menanggapi tingkah polah nya dengan sebuah senyuman. (anjrit. Ni cewek bener-bener godaan setan yang terkutuk)
Pak Andy pun sampai di rumahnya dan langsung memasukkan mobil nya ke garasi setelah tadi pintu pagar di buka kan pak Amin.. Gw pun langsung turun dan berniat mengambil motor bapak gw yg tadi gw parkir di garasi rumah nya..
Namun belum sempat gw pegang motor bapak gw,, buru buru pak Andy melarang gw dan menggandeng tangan gw agar ikut masuk ke dalam rumah. (anjrit masak ni bpak2 homo pake pegang2 tangan gw segala. Tapi kalo homo koq punya dua anak yang cantik.?)
Pak Andy minta gw menginap di rumahnya saja malam ini. Beliau takut terjadi apa-apa kalao gw paksa kan pulang malam itu juga, apalagi gw naek motor..
Karena malas sama yang namanya debat,, jadilah gw malam itu nginap di rumah Reni untuk pertama kalinya..
Gw perhatikan sekeliling danau tersebut. Nampak dahan pohon pohon besar berayun kesana kemari tatkala angin sepoi sepoi menerpa dahan tersebut. Di atas langit malam,, bulan pun semakin memperlihatkan keelokan nya. Seolah olah ia ingin agar setiap insan malam itu, iri melihat kecantikan yang di miliki nya.
Gw pun berjalan ke arah hutan di pinggir danau tsb berada. Sayup Sayup gw denger dari kejauhan, lantunan gendhing jawa begitu menyihir telinga gw malam ini.. Gw pun semakin mempercepat langkah menuju asal muasal lantunan gendhing jawa tsb.
" Ronggo Geni, nanti kamu siap sedia kalo mereka tiba-tiba mengeroyok gw.".. Perintah gw kepada khodam yang berjalan mengikuti gw.
" Sendiko dhawuh Mas Agus ".. balas Ronggo Geni mendengar perintah gw.
Gw pun sampai di sebuah perkampungan jin. Di ujung perkampungan tersebut, nampak berdiri kokoh sebuah rumah besar dengan arsitektur jawa kuno. Sementara itu tak jauh dari rumah tersebut, tampak lah sebuah pohon besar yang mana gw lihat ada di kilasan kenangan masa lalu Mas Danu.
Gw pun berjalan mendekati rumah tsb tanpa menghiraukan penduduk yang lagi menikmati lantunan gendhing jawa. Melihat kedatangan gw,, tiba-tiba lantunan musik tsb langsung berhenti. Berganti dengan lolongan anjing yang mnggema memecah keheningan malam.
Sorot sorot mata tajam pun menatap gw dan Ronggo Geni yang sedang berjalan mendatangi rumah besar tsb.. Sebuah tatapan kebencian kepada anak cucu Adam yang diciptakan derajat nya lebih tinggi dari kaum mereka.
" ASSALAMUALAIKUM " sebuah salam gw ucapkan begitu sampai di depan rumah tersebut.
Tanpa ada balasan dari si empu nya rumah, pintu rumah pun terbuka. Tampak lah seorang lelaki paruh baya dengan atribut jawa.
" KAMU ANAK MANUSIA PERGI DARI SINI "...
" AKU TAHU MAKSUD DAN TUJUAN MU DATANG KEMARI, KEMBALI LAH. AKU TAK AKAN MENYERAHKAN ANAK INI. DIA TELAH MENGOTORI RUMAH KU. " ucap pria paruh baya tadi.
" maafkan dia mbah, dia hanyalah anak manusia bodoh yang tidak mengerti apa apa " balas gw dengan sopan.
" AHHHH BANYAK OMONG KAU MANUSIA " ujar pria tadi sambil melompat menerjang ke arah tubuh gw.
Kini pria tadi telah berubah menjadi sosok tinggi hitam yang di penuhi bulu bulu hitam yang sangat lebat. Wajah nya mirip dengan serigala. Namun lebih mengeri kan karena di sela gigi nya yang tajam,, menetes bau anyir yang gw pikir itu darah..
PRANKKKKK....
Ronggo Geni melompat secepat kilat menangkis serangan jin tadi. Adu kekuatan pun terjadi antara dua jin berilmu tinggi tersebut. Sementara itu sosok sosok yang tadi memandang i kami,, berlari ke arah gw seperti hendak menyerang gw.. Gw pun langsung melafalkan ajian qulhu geni
" BISMILLAH HIRROHAMANNIROHIM.. QULHUALLOHU AHAD.. KUN FAYAKUN MASYA ALLOH. QODIRON ABADAN ABADA..
LAA ILAA HA ILALLOH, MUHAMMADUR ROSULLULLOH "
Dan seketika itu juga jin yg ilmu nya rendah, hancur lebur tubuh nya karena amalan tersebut. Tinggal beberapa jin yang sperti nya memiliki ilmu yang cukup tinggi..
Karena jumlah yang tak seimbang, gw pun merapalkan kembali ajian bala sewu.. Dan
CRINGGGGGG.....
Seribu khodam pun hadir di belakang gw.
" kalian hancurkan jin jin musyrik itu " perintah gw kepada komandan pasukan jin tsb.
" sendiko dhawuh mas agus " jawab komandan tsb sambil melompat menerjang ke arah jin jin musyrik.
Tak lupa dia juga memerintahkan anak buah nya, untuk ikut melakukan penyerangan..
Gw pun langsung bergegas membantu Ronggo Geni yang seperti nya kewalahan menghadapi pemimpin jin tsb. Kek nya dia jin yang sudah berumur cukup tua. Karena menurut Bapak serta pak Dhe gw, semakin tua umur bangsa jin, semakin tinggi juga ilmu kanuragan.. Contoh jin yang sangat sakti adalah Ifrit. Sayang dia menjadi jin kafir setelah Nabi Sulaiman A. S wafat.
Gw layang kan beberapa pukulan tenaga dalam ke tubuh raja jin tsb. Namun seperti nya hal tsb hanya seperti gigi tan semut bagi nya. Karena nampak dari tubuh nya seperti tak terkena apa2. Gw pun kali ini ikut terdesak karena raja jin tersebut benar benar digdaya kesaktian nya..
Gw dan Ronggo Geni sudah bnar2 kehabisan nafas. Seketika itu pula raja jin tersebut melompat dan melayangkan sebuah pukulan ke arah kami..
PRANKKKKKKK
pukulan tersebut seperti beradu dengan sesuatu. Dan benar saja,, gw lihat di depan gw ada kakek2 dengan busana jawa jaman kerajaan, membawa sebuah keris berluk 9 di tangan nya.. Pukulan tadi ternyata beradu dengan keris yang di bawa kakek itu tadi.
" gunakan ini ngger. Insya Allah bisa membantu kamu saat ini dan masa yang akan datang ".. ucap kakek tadi yang kini telah menghilang entah kemana.
Di tangan gw pun kini terpegang sebuah keris yang sangat indah,,belum cukup gw mengagumi keindahan keris ini, raja jin td sudah melompat untuk menyiapkan serangan berikut nya..
TRANGGKKKKK......TRANKKKMMM....TRANKKKKKK
Bunyi keris tsb beradu serangan raja jin tadi.
Karena udah mulai kehabisan tenaga, gw pun memusatkan seluruh sisa tenaga dalam gw untuk serangan terakhir... Setelah selesai memfokuskan tenaga dalam,, gw sabet kan keris tersebut ke tubuh raja jin tersebut..
AHHHHHHHHHHHHHHHHH.....
Teriak raja jin tersebut kesakitan. Dia memang bisa menangkis nya, namun tangan nya putus karena tersabet keris tadi hingga menembus dada nya.. Sabetan kedua pun gw layang kan tepat ke arah leher nya hingga membuat kepala nya terpisah dari tubuhnya.. Saat itu juga tubuh nya hancur hingga hanya tersisa kepulan asap hitam yang terbang membumbung tinggi ke langit malam.
Gw lihat Aji Segara, ( nama komandan pasukan khodam tsb) jg telah menyelesaikan tugas nya. Gw lihat kepala dan tangan tergeletak berserakan di atas tanah.. Pasukan Aji Segara pun ada yang mati karena pertempuran tadi, dan gw pun minta maaf pada nya karena tlah membuat pasukan nya tewas dalam pertempuran .
Tak ingin menunda nunda, gw pun bergegas menuju pohon besar yang tak jauh dari rumah tersebut. Gw lihat disana ada sukma Mas Danu yang di iket dengan rumput otok menangis sesenggukan.. Gw pun menghampiri nya dan mengajak nya pulang ke rumah..
" ayo mas kita pulang, aku disini untuk menjemput mas Danu" ajak gw kepada mas danu setelah ikatan rumput otok nya gw lepaskan.
" siapa kamu, dan bagaimana bisa kemari " tanya mas danu penasaran.
" gw agus mas. Adek kelas nya kak dina. Gw jg teman sekelas reni sepupu mas. Pak Ryan jg meminta bantuan gw buat menjemput mas " ucap gw panjang lebar menjelaskan ke mas danu tentang siapa dan apa maksud tujuan gw ke mas danu.
" eh, mas danu disini belum makan apa apa dari sini kan.? tanya gw penuh selidik.
" belum gus, dari seminggu gw di iket di bawah pohon ini, kenapa emang nya.? Tanya nya penasaran atas pertanyaan gw.
" oh gpp koq tanya aja., ayo pulang " ajak gw lagi tanpa menjelaskan maksud dari pertanyaan gw td.
Gw pun meminta Ronggo Geni untuk mengantar sukma gw ke rumah Pak Ryan.. Dengan memjamkan mata,,..
SETTTTTT........
Gw dan sukma mas danu dalam sekejap mata telah sampai di kamar mas danu. Gw lihat Ronggo Bayu masih siaga menjaga raga yg gw tinggal.. Gw pun meminta sukma Mas Danu rebahan di atas tubuhnya yang terbaring lemah. Gw pegang pusar nya,, dan dengan sedikit konsentrasi, gw kembalikan sukma mas Danu ke tubuhnya.
Gw minta mas Danu langsung istirahat saja malam ini, karena gw yakin dia masih shock dengan kejadian yang menimpa nya seminggu ini.
Gw pun langsung turun menemui pak Ryan sekeluarga yang sudah menunggu di ruang keluarga..
" gmna nak agus " tanya pak Ryan begitu tw kedatangan gw yang di sertai peluh keringat.
" alhamdulillah pak, mas Danu masih bisa tertolong. Meski tadi rada alot negoisasi nya. sekarang biarin saja mas danu istirahat " ucap gw cengengesan menjawab pertanyaan pak Ryan.
" oh ya pak, tolong agar mas danu di tingkatkan ibadah nya, karena kejadian yang menimpa nya seminggu yang lalu, salah satunya karena kesalahan nya juga " ucap gw lagi tanpa menjelaskan apa kesalahan mas danu.
Gak mungkin kan kalo gw bilang mas danu,, maw berbuat mesum di tempat tersebut.. Emng dasar anak jaman sekarang, kagak tau yang namanya sopan santun.
" iya nak "
" oh ya ini buat nak Agus " ucap Pak Ryan sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna cokelat yang rada tebel.
" maaf ini apa ya pak ".? Tanya gw ke Pak Ryan meski dah jelas tau kalo isi amplop tersebut uang.
" ini tanda terima kasih kami sekeluarga karena nak agus sudah membantu anak Bapak " ucap pak Ryan lagi meyakinkan.
" maaf Pak bukannya saya sombong atau gak butuh duit. Rejeki udah ada yang ngatur. Dan rejeki saya tidak datang dengan cara seperti ini Pak. Bapak serta pak dhe saya jg melarang saya untuk menerima pemberian setelah membantu orang. Apalagi Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan wajib tolong menolong. " ucap gw dengan halus menolak pemberian Pak Ryan.
" njeh mas. Nak agus gak bakalan mau. Kemarin saja pemberian saya di tolak oleh pak dhe nya. Pdhl beliau udh bantu suami saya " tiba-tiba ibu Rahma ikut menimpali pembicaraan gw dan Pak Ryan..
" masya Allah nak agus,, jadi mantu ibu saja ya. Jarang jarang lho nemuin orang seperti nak Agus ini ".. kata ibu Ayu tiba-tiba setelah ikut mendengarkan perbincangan kami.
UHUKKKKK... UHUKKKKKK... UHUKKKKK....
Gw pun terbatuk batuk mendengar ucapan ibu Ayu,. Sementara itu gw lihat muka kak dina udah kek kepiting rebus..
CITTTTTT......
Sebuah cubitan mendarat mulus di pinggang gw.. Gw toleh, ternyata kini rena yang mencubit gw. Semntra reni hanya manyun saja
" kak agus genit " bisik rena di telinga gw saat tau gw memandang i wajah kak dina.
" saya juga mau mbak kalo gitu agus jadi menantu saya " ucap ibu Rahma yang seperti nya tak mau kalah dengan ibu Ayu.
UHUKKKKK.... UHUKKKKK.. UHUKKKKK....
Gw pun terbatuk untuk kedua kali nya.. sementara reni yang tadi manyun kini muka nya juga berubah merah kek udang rebus.. Rena jg sama..
" maaf bu, saya sama Bapak di suruh sekolah yang bener dulu, jadi gak boleh nikah sebelum lulus " jawab gw dengan polos nya menolak tawaran bu rahma dan bu ayu.
BWAHAHAHAHAHAHHA.....
mereka semua pun tertawa bersama. Menambah keramaian malam itu.
Karena malam sudah semakin larut,, pak Andi sekeluarga pamit untuk segera pulang ke rumahnya. Dan gw pun ikut pamitan dan pulang bareng pak Andi. (ya iyalah masak gw pulang sendiri jalan kaki, yang ada gw nanti malah di culik mbak kunti lagi.)
Ketika pamitan pulang dengan kak dina, dengan genit nya dia mengedipkan sebelah matanya ke gue. Sementara gw cuma menanggapi tingkah polah nya dengan sebuah senyuman. (anjrit. Ni cewek bener-bener godaan setan yang terkutuk)
Pak Andy pun sampai di rumahnya dan langsung memasukkan mobil nya ke garasi setelah tadi pintu pagar di buka kan pak Amin.. Gw pun langsung turun dan berniat mengambil motor bapak gw yg tadi gw parkir di garasi rumah nya..
Namun belum sempat gw pegang motor bapak gw,, buru buru pak Andy melarang gw dan menggandeng tangan gw agar ikut masuk ke dalam rumah. (anjrit masak ni bpak2 homo pake pegang2 tangan gw segala. Tapi kalo homo koq punya dua anak yang cantik.?)
Pak Andy minta gw menginap di rumahnya saja malam ini. Beliau takut terjadi apa-apa kalao gw paksa kan pulang malam itu juga, apalagi gw naek motor..
Karena malas sama yang namanya debat,, jadilah gw malam itu nginap di rumah Reni untuk pertama kalinya..
Diubah oleh agusk1988 17-10-2017 10:42
itkgid dan 15 lainnya memberi reputasi
16


