Kaskus

Story

omechen07Avatar border
TS
omechen07
Classic Melody
Ketika gua membaca beberapa Thread yang ada di kaskus ini, tiba tiba terbesit sedikit percapakan di kepala ini. Percakapan yang sudah begitu lama tidak terlintas dipikiran.. Tentang dia...


“Mungkin karena memang gua pernah mengalami apa yang lu alami, itu yang membuat semuanya lebih mudah. Lebih mudah untuk memahami melody klasiklu”

“Classic Melody?”

“Tiba tiba gua teringat tentang classic Melody? Pada awal kita kenal lu pernah mengatakan kalau kisah cinta adalah klasik melody. Menurut gua tidak sedangkal itu, setiap orang mempunyai kisah yang berarti dan kisah berarti itu terus terusan terngiang ngiang di kepala orang tersebut seperti melody klasik favoritnya. Jadi buat gua melodi klasik adalah memori penting dalam hidup dan menurut bukan hanya cinta”

“Iya juga sih. Hal hal penting itu selalu terngiang ngiang di kepala. Kayak misalnya memori lagi panik gara gara belum PR fisika dan berakhir lu anterin ke UKS itu juga selalu nongol di kepala gua”

“itu bukan hanya memori, tapi juga merupakan kebiasaan atau hobby”

“ih nyebelin kan? Terus kadang kadang gua juga ketawa sendiri sih saat inget ulahnya Leonard dengan otak sinetronnya. Nit, gue ada ide”

“apa?”

“Gimana kalo kita tuliskan memori penting kita dalam satu buku dan kita kasih nama Classic Melody”

“Menulis adalah hal yang membosankan”

“Coba dulu lah. abis itu gue dibuat jadi tokoh utama yang cantik, pinter tinggi dan tenang. Ingat ya, gua mau digambarkan jadi karakter yang tenang dan pinter. Pembawaan gua yang sangat disiplin membuat gua merencanakan semuanya sebelum gua bertindak”

“Mohon maaf nona. Karakter yang anda sebutkan selayaknya menjadi karakter saya. Dan apabila tidak salah dengar bukannya yang mau dituliskan ini adalah memori penting kenapa menjadi terkesan menjadi novel”


itulah sedikit cuplikan dari kisah klasik ini. Dengan latar belakang kehidupan gua sebagai siswa si salah satu SMA elit, gua akan menceritakan kisah ini dengan bahasa yang sedikit berbeda. Mohon dimaklumi karena latar belakang gua yang agak geek & follow the book. Semoga kalian menyukai cerita ini

Index

BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V pt.1 BAB V pt.2
BAB VI pt.1
BAB VI pt.2
BAB VII pt.1
BAB VII pt.2
BAB VIII
BAB IX


Note: update 2 bab seminggu. Waktunya random bisa di malam hari bisa jadi pagi hari.



Spoiler for BAB I:
sebuah tantangan. Tantangan yang layak untuk diperjuangkan.
Diubah oleh omechen07 16-10-2017 22:10
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
5K
32
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
omechen07Avatar border
TS
omechen07
#31
BAB IX
Pendahuluan
Pada periode 12 September sampai 30 oktober 2005, tidak banyak hal baik yang terjadi pada gua. Masa masa ini bisa dikategorikan dalam masa klise yang agak membosankan. Namun ada beberapa hal penting yang perlu dicatat dalam masa masa ini.
• Semenjak kejadian di akhir Bab 8, perilaku Renita terhadap gua sedikit berbeda. Dia cenderung menjaga jaraknya dengan gua. Intuisi dari direksi strategi (otak) mengatakan kalau dia merasa bersalah karena dia terlalu agresif pada saat menanyakan apa yang terjadi dengan gua dan penolakan gua untuk memberitahu yang sebenarnya membuat dia semakin merasa bersalah.
• Lupakan sejenak soal Renita. Hubungan gua dengan Karina berjalan dengan baik. Hubungan kami semakin dekat dan Karina sering jalan berdua dengan gua. Namun hubungan ini tidak lebih dari sekedar teman. Sangat ironis.
• Disisi lain, makhuk pendek, bebal dan berwajah mirip pantat wajan yang bernama Leonard kembali menjadi lalat dalam hubungan gua. Banyak waktu Karina yang terbuang sia sia untuk bercanda dengan makhluk ini. Tentunya ini menjadi semacam hal hal yang menyebalkan untuk gua, namun gua tidak menyerah.

31 Oktober 2005

Hari itu adalah hari Senin dan layaknya ritual hari Senin, gua datang ke sekolah lebih awal. Begitu sampai di sekolah, gua melihat Karina berdiri dan teriak teriak.

“apa apaan lagi sih ini orang? Bikin orang jengkel aja. Berapa kali gue udah bilang ke dia, gue tuh enggak mau sama cowok kaya gini. Pake acara maksa segala lagi” katanya sambil melempar surat dan bunga ke lantai.

Bunga? Surat? Intuisi dari direksi strategi (otak) mengatakan kalau ada seseorang yang memberikan bunga dan surat cinta kepadanya. Namun Karina tidak memiliki perasaan yang sama sehingga dia marah marah. Mungkin seseorang tersebut adalah Leonard. Wajar saja jika Karina menolak anak seperti itu. Secara penampilan fisik, Leonard sangatlah inferior. Tubuhnya mungil, tidak tampan dan sangat bebal .

Lalu gua mengambil surat dan bunga yang tergeletak tersebut. Gua membaca surat itu dan ternyata surat itu bukan dari Leonard, tapi dari Marino. Siapa dia?

“Cul, tolong buangin dong kesampah. Gue benci banget deh sama ini orang. Dia uda ngerusak kakak gue dan sekarang dia mau ngambil hati gue. Manusia berdebah”
Berdebah? Karina memang sangat labil, cepat mendidih dan mudah konslet. Namun selama 3 bulan berteman dengannya gua tidak pernah mendengar dia berkata kata kasar. Mungkin karakter Marino yang sangat terlalu sehingga membuat Karina berkata kata seperti ini.

Gua segera membuang bunga dan surat itu ke tong sampah yang letaknya ada di dekat pintu kelas. Seketika terdengar suara

“HEH BRENGSEK! Ngapain lu buang buang surat gue? Mau mati ya lu”

Nampaknya tindakan gua barusan dilihat oleh sang pemilik surat. Divisi penglihatan (mata) segera melihat ke pemilik suara itu. Perawakannya sangatlah tidak enak dipandang mata. Badannya tambun besar dan wajahnya penuh jerawat. Mungkin jika Leonard didampingkan dengan manusia ini, Leonard terlihat sedikit lebih tampan. Dia menatap gua dengan penuh amarah. Lalu dia berjalan menghampiri gua dengan langkah kaki yang terdengar keras. Direksi strategi (otak) memberikan intuisi kalau dia akan mendekati gua dan memukul gua dengan keras. Lalu direksi strategi (otak) memberikan langkah langkah preventif untuk menghindari pukulan, seperti kabur ke ruang guru, berteriak teriak minta tolong atau bersembunyi di bawah meja (sangat tidak gentle). Berita baiknya hal itu tidaklah terjadi karena Karina berdiri di depan gua tepat sebelum dia menghajar gua.

“Eh apa apaan ini? Gue yang nyuruh dia untuk buang ini kesampah, soalnya ini emang layak untuk ditaro disampah” Ucap Karina. Berdasarkan ucapan ini gua bisa menilai Karina dalam kondisi cukup marah. Dari skala satu sampai sepuluh, tingkat kemarahannya mendekati 7,5.

“Kar, kurang baik apa coba gue sama lu? Gue ini kan bertemen sama kakaklu Cuma demi lu. Ngapain gue mau bertemen sama orang bodoh semacam itu” balas Marino. Balasan yang sangat kurang ajar, tidak etis dan sama sekali tidak mencerminkan sebagai siswa yang mengikuti pelajaran PPKn. Sunguh memalukan.

“apa lu bilang? Selama ini lu juga yang ngerusak kakak gue Gara gara lu dia gak naik kelas dan gara gara lu juga dia ngerokok dan beberapa kali ketangkep balapan malem. Dan lu sekarang malah berani beraninya nganggep dirilu pahlawan. Pergi lu dari sini!” bentak Karina. Tingkat kemarahannya meningkat dan gua memprediksikan sudah mendekati 8,25 dari 10.

Awalnya gua hanya diam menyaksikan gadis yang gua suka beradu mulut dengan pria tambun ini. Dalam konidisi seperti ini sangat tidak bijak jika ikut membela Karina. Gua tidak tahu akar permasalah perdebatan mereka. Namun rasanya salah jika gua membiarkan hal ini terjadi. Lalu direksi strategi (otak) mencari ide untuk menyelesaikan masalah ini. Dari kejauhan gua melihat ada pak kepala sekolah berjalan menuju ruang guru.

“pak, tolong pak ada yang ribut disini” kata gua dengan nada agak berteriak. Marino langsung lari sambil berbisik “awas ya lu brengsek!!”

Nampaknya Pak Win tidak mendengar perkataan gua. Namun Marino sudah menjauh dari kelas. Setelah itu Karina kembali ke tempat duduknya.

Gua juga kembali ke tempat duduk gua lalu Karina mulai menceritakan siapa Marino ini.
Kilasan cerita terlampir dalam format prosa singkat.

Marino, anak nakal, tidak baik dan suka begajulan. Dia yang kebetulan suka memanfaatkan orang lain menemukan anak kaya yang bisa dimanfaatkan, Michael yang tidak lain adalah kakak karina. Selain dimanfaatkan uangnya, Michael juga dipengaruhi untuk bolos kelas, ngerokok dan ikut balapan liar (hanya 1 kali. Kebetulan mobilnya hanya mobil kijang coklat biasa, tidak cocok untuk balapan liar). Hal yang paling menyebalkan adalah setelah merusak Michael, Marino ingin memiliki Karina (dan yang berakhir akan merusak Karina juga. Karina mempunyai peluang 78% untuk hamil diluar nikah jika dia sampai berhubungan dengan manusia ini).

“kalo begitu larang aja Kak Michael untuk gak bergaul sama Marino” jawab divisi public speaking dengan spontan

“CULUN! Kalo itu udah bisa gue lakuin, dia mah udah baik dari dulu. Emangnya semua cowok itu nurut dan gampang disuruh suruh kaya lu. Nih yah, kakak gue itu orangnya susah banget diomongin. Udah berapa kali sih gue kasih tau dia. Dia itu cuman dimanfaatin sama marino. Dia dijadiin supir buat nganterin mereka pergi ke tempat tempat enggak bener. Udah begitu udah berapa kali itu dia nalangin makan mereka semua dan mereka enggak pernah bayar. Dengan kata lain, kakak gue itu udah bener bener diperes abis kaya sapi perah sama mereka mereka semua” kata Karina. Lalu Karina terhening sejenak.

“Cul, gue bener bener pusing deh dengan semua ini. 2 minggu belakangan ini udah ada dua cowok yang nembak gue. Satu Marino, satu lagi Leonard”

Oh tidak! Ternyata gua menyepelekan tindakan si pendek itu. Dia sudah menyatakan cintanya ke Karina.

“lalu?”

“gua enggak punya perasaan spesial si sama keduanya. Cuman gue masih nganggep Leonard lebih dari Marino. Sebego begonya dia, dia itu baik dan masih tau diri”

Rasanya sangat menyebalkan sekali mendengar Leonard dipuji puji. Namun dalam kondisi seperti ini, tidak ada baiknya jika menyela omongan Karina. Dia akan semakin marah jika kata katanya dicela.

Setelah mendengar perkataan ini lagi lagi direksi strategi (otak) berdebat dengan komisaris rasa (hati). Komisaris rasa (hati) melarang direksi strategi (otak) untuk memerintahkan divisi public speaking (mulut) untuk mengungkapkan perasaanya. Namun direksi strategi (otak) bersikeras untuk memaksa mulut untuk berbicara. Melihat rival bergerak begitu cepat, sangatlah tidak bijak jika tidak ikut bertindak. Sebelum Karina berkata iya, setidaknya masih ada peluang namun tidak ada yang bisa menebak berapa lama peluang yang tersedia, oleh karena itu gua harus bertindak cepat. Namun komisaris rasa (hati) menyangkal perkataan direksi strategi (otak). Tidak baik untuk tergesa gesa karena rasanya Karina masih belum dapat menerima gua untuk menjadi lebih dari sekedar teman. Perdebatan berlangsung dengan cukup sengit, namun bisa dibilang singkat. Setelah lebih dari 3 menit, Direksi strategi (otak) memenangkan perdebatan.

Pemikiran memang benar. Tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Selama ini gua terlalu lama menunda nunda dan terlalu berpihak kepada rasa yang mengakibatkan lawan bergerak lebih cepat. Selama ini semua terasa begitu menyenangkan, namun kadang memilukan. Karina ada di depan mata gua namun dia tidak bisa gua raih. Dia tidak bisa gua dapatkan dan sangat ironis melihat Karina malah mendekat ke Leonard yang sebenarnya mempunyai waktu interaksi dengan Karina yang jauh lebih sedikit dibandingkan gua.

Lalu gua memikirkan moment yang pas untuk mengungkapkan perasaan gua kepada Karina. Pertimbangan mengenai cara menyatakan cinta juga ikut dipikirkan. Dari beberapa buku romantis yang gua pernah baca, menyatakan cinta dengan menggunakan bahasa romantis dan dilakukan secara langsung adalah pilihan yang begitu tepat di hati para wanita. Umumnya jika sang wanita memang memiliki perasaan yang sama, dia akan terpukau dengan hal ini dan ini akan menjadi memori yang akan selalu mereka kenang. Namun untuk Karina, mungkin metode yang lain akan lebih menarik. Yang pertama terpikir di benak gua adalah metode surat cinta kontemporer. Gua segera mengambil secarik kertas dan menuliskannya dengan cepat.

Soal

Karina adalah anak kelas 10 D. Parasnya begitu cantik dan dia begitu menawan. Banyak laki laki yang mendambakan dirinya.
Suatu hari Karina sedang berbelanja ke pasar. Dengan karakternya yang pemilih, bisa dipastikan ia akan ngabisin waktu untuk membeli belanjaanya. Setelah sekian lama akhirnya dia membeli 3 Sepatu dan 2 boneka. Jumlah uang yang dia belanjakan itu lebih besar daripada 3 kali belanja rutinnya. Setiap minggu Karina rutin membeli 1 boneka dan 2 bunga. Susunlah pertidaksamaanya, sederhanakanlah hingga pertidaksamaanya sangat sederhana.

Diketahui

Perlu diketahui gua adalah pengagum rahasia Kar. Sudah lama mengagumi paras cantiknya dan betapa inginnya hati ini untuk memiliki dirinya.

Kembali ke solusi dari soal cerita diatas, bisa diibaratkan sebagai berikut
Sepatu = s
Boneka = i
Bunga = u
Sehingga dua pertidak samaan dari soal diatas dapat disimpulkan seperti berikut:

3s+2i< 3(s+2u)

Ditanyakan

Bagaimana cara menyederhanakan 3s- 2i> 3(s+7u) sampai sesederhana mungkin?

Dijawab

3s+2i< 3(s+2u)
3s+2i< 3s+6u
3s- 2i<3s+6u
2i< 6u
i<3 u
Kesimpulannya Karina i<3 u
kita memang tidak sama, sama seperti pertidaksamaan diatas. Diriku menyukai dirimu. Namun berat rasanya mengungkapkan hal ini secara langsung karena aku yang begitu pemalu untuk mengungkapkan rasa sayangku padamu secara langsung.

Namun pada akhirnya surat cinta ini harus berakhir di tong sampah karena tiga hal.
1) beberapa menit yang lalu Karina baru saja menerima surat cinta dan adanya surat cinta kedua tidak akan memberikan arti lebih.
2) Karina tidak menyukai surat cinta, bisa dilihat dari karakternya yang unik dan blak blakan.
3) Gua sendiri merasa agak malu melihat diri gua sendiri menuliskan surat alay semacam ini.
Ide lain harus segera dihasilkan. Disaat gua memikirkan hal ini, pelajaran bahasa indonesia pun dimulai. Pada saat itu ibu guru bahasa Indonesia sedang sakit dan kami diminta membuat TTS sebagai tugas pengganti. Lalu terpikirkan ide untuk mengungkapkan rasa ini dalam bentuk TTS.

lalu gua menuliskan TTS tersebut diselingi pertanyaan pertanyaan yang jawabanya jika diruntut adalah sebagai berikut
kaskus-image
Sulit untuk mengungkapkan perasaan yang sebenarnya telah jatuh cinta kepadamu sejak pertama kali kita saling memandang.

Setelah gua menyelesaikan TTS ini, mendadak komisaris rasa menjadi ragu untuk memberikan ini kepada Karina. Namun direksi strategi lagi lagi memaksakan dengan sajak

waktu sudah banyak berlalu, buat apa malu malu.
Saatnya untuk unjuk gigi sebelum semuanya berlalu, dan berakhir menjadi terlalu

Namun Komisaris rasa (hati) membalas dengan sajak pamungkasnya

jangan terlalu terburu buru, karena cinta akan datang pada saat yang tepat.
Memang hati sedang cemburu, tapi jika saatnya pasti hatinya akan kudapat.

Sekarang dia tidak bisa diganggu dan hatinya tertutup rapat.
Lebih baik sedikit menunggu, sampai hubungan lebih erat.

Perdebatan masih berlanjut, namun sayangnya Karina bertindak diluar dugaan.

“Eh cepet banget yah si Culun bikin TTS. Coba liat ah, feeling gue lu coba nulis semacam kode disini”katanya sambil merebut TTS itu dari gua.

Direksi strategi (otak) sangat senang bukan kepalang. Sekali lagi dia memenangkan perdebatan dan kali ini perdebatan dimenangkan dengan sangat mudah karena ada faktor campur tangan dari sang adinda. Namun komisaris rasa (hati) tidak suka dengan kecurangan ini. Tanpa sepengatuan direksi strategi, dia memerintahkan divisi pengambilan (tangan) untuk merebut TTS tersebut dari Karina. Komisaris rasa juga memerintahkan divisi public speaking (mulut) untuk meminta TTS tersebut dari Karina. Seperti biasa, reaksi Karina sangatlah status quo (tidak merespon sama sekali) menghadapi semua ini. Dia malah asik mengerjakan TTS.

Hati ini menjadi semakin dag dig dug ketika dia mengerjakan semua ini. Tidak sampai 2 menit, Karina berteriak “Gilaaa. Gila gila gila. Gue paham banget maksudlu Cul, jadi lu mau gunain TTS ini buat nembak cewek yah? Gak nyangka banget orang culun kaya lu bisa menghasilkan ide gemilang kaya begini”

Gua hanya diam

“Tapi ini buat Renita kan?”

Lalu gua menggeleng. Kebetulan ini adalah hasutan dari direksi strategi. Direksi strategi mengambil alih divisi perhubungan (leher) supaya berpihak kepadanya.

“Emmm. Bentar deh, lu jujur sama gue. Sebenernya lu suka gak sih sama Renita?”

Lagi lagi gua menggelengkan kepala.

“Lalu surat cinta ini buat siapa? Bukan buat gua kan? Please jangan bilang kalo lu suka sama gua?”
Gua hanya terdiam. Divisi public speaking (mulut) masih dikuasai oleh komisaris rasa yang saat itu dalam kondisi gagap setengah mati. Sementara divisi perhubungan (leher) mulai sakit karena terlalu banyak geleng geleng.

“Cul, lu tuh salah satu temen gue yang gue anggep temen lumayan deket lah. Emang sih kita baru kenal sekitar 3 bulan, tapi gue udah ngerasa nyaman banget sama lu. Dan bisa enggak kalo misalnya gue minta satu hal. Bisa gak sih hubungan kita ini sebagai teman aja dulu. Kalo bisa jangan sampe deh lu suka sama gue”

Gua terkejut bukan main. Tidak ada yang menyangka respon Karina akan sangat terus terang dan menyakitkan. Secara spontan lalu gua membalas “kenapa?”

“karena gue enggak pengen rasa suka itu merusak persahabatan. Bukannya pamer cul,tapi banyak banget temen temen cowok gue yang akhirnya suka sama gue dan hubungan kita akhirnya jadi enggak nyaman lagi. Gue jadi males bertemen sama mereka karena mereka dikit dikit kebawa sama perasaan. Makannya gue minta sama lu, jangan sampe suka sama gue yah? Naksir aja Renita. Dia baik kok, emang sih dia rada rada penyakitan, tapi tetep aja dia itu cocok buatlu”

“emm, okee” jawab gua dengan sangat malas.

“Tapi gue masih penasaran, surat ini beneran buat gue?”

“emm itu buat Bu Cipti sih. Supaya nilai bahasa Indonesia gua bagus”

“CULUN PENJILAT!!!”

Setelah itu kami kembali bercanda gurau. Dengan segenap jiwa komisaris rasa (hati) berusaha menahan rasa sakit yang ada. Bukan sesuatu yang berlebihan jika rasanya menyakitkan ketika gua mengetahui gadis yang disukai tidak mempunyai perasaan yang sama. Hal lain yang lebih menyakitkan adalah dia melarang gua untuk menyukai dia.

Dialah orang yang pertama membuat hidup berwarna dengan keunikannya
Dia yang begitu cantik dan menggemaskan walaupun sedikit menyebalkan
Hampir setiap hari dia hadir di depan mata dan kami selalu bercanda tawa
Meskipun dia ada di depan mata, sepasang tangan ini tak mampu menggapainya

Memang selama ini gua adalah manusia yang tidak memiliki banyak teman. Harusnya gua bersyukur diakui sebagai teman oleh Karina, gadis yang cantik dan menggemaskan. Namun sebagai manusia yang tidak pernah puas, gua mengharapkan lebih dari itu dan saat itu hanya ada kekecewaan yang mendalam mendengar larangan dari Karina.
Diubah oleh omechen07 16-10-2017 21:54
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.