- Beranda
- Stories from the Heart
Gw berteman dengan Kolong Wewe..
...
TS
juraganpengki
Gw berteman dengan Kolong Wewe..


Salam Kenal gan and Sis.. Ane really fresh newbie nih.. Awalnya cuma jadi SR yg suka baca cerita2 yg keren-keren di Kaskus.. Sekarang ane nyoba buat nyalurin hobi menulis ane..Karena ane termasuk kategori penulis kacangan alias yg masih belajar, jadi harap maklum jika dari gaya penulisan dan bahasa serta jalan ceritanya bisa tiba2 ga nyambung.. Cerita ane ini fiksi koq..
Rules nya sama dengan Rules SFTH pada umumnya Gan and Sis..
PROLOG
Kata orang, setiap anak kecil yang di ambil Kolong wewe psikologisnya akan terganggu. Ada yg bilang jika sampai di beri makan oleh mahluk tersebut maka si anak akan bisu. Tapi yg terjadi dengan gw berbeda.. Justru itu lah yang menjadi Titik awal perubahan hidup gw saat menginjak remaja.. Banyak pengalaman yg gw rasakan terutama yang berhubungan dengan MEREKA...
Anak Hilang
Anak Hilang (2)..
Anak Hilang (3)..
Kolong Wewe..
kolong wewe (2)..
10 Tahun Kemudian..
Me and The Gank..
Apes Banget Gw Sama Rio..
Cleaning Service Sehari
Cleaning Service sehari (2)
Ngerokok Dulu kita, Men..
Hutan Bambu..
Mimpi..
Sekar Kencana..
Ki Suta...
Terbukanya Mata Bathin..
Para Penghuni Gedung Sekolah..
Aura.. Tanpa Kasih..
Kekuatan Mata Batin Yang Sama..
Serunya Ngerjain Sekar Dan Rio..
Viny Ayundha, Gw Sayang Lu, Tapi...
Mati Satu Tumbuh Seribu..
Me Versus Ramon..
Pengakuan Viny..
Ki Sabdo, Penjaga Gerbang Utara..
Tasya..
Ngerjain Rio, lagi....
Kisah Kasih Tak Sampai, Bayu Barata..
Pembalasan Ramon Dan Kesempatan Gw Menjajal Ilmu..
Rio, Orang Pertama Yang Tahu Rahasia Gw..
Maafin Aku, Sya...
Munculnya Calon Penjaga Batu Mustika Gerbang Selatan..
Bangun Donk, Sya...
Beraninya Keroyokan, Kampungan!!!
Pedang Jagat..
Munculnya Kedua Calon Penjaga Batu Mustika Terakhir..
Berkumpulnya Keempat Calon Penjaga Batu Mustika..
Empat Penjaga Gerbang...
Empat Penjaga Gerbang (2)...
Sekar Ikutan Nge'Lounge...
Terima Kasih, Tasya...
Masa Keterpurukan Apa Masa Move On???..
Masa Keterpurukan Apa Masa Move On??? (2)..
No Woman No Cry..
Anggie Angelita Hapsari, Will You Be My....
Retaknya Hubungan Persaudaraan..
Retaknya Hubungan Persaudaraan (2)...
Suluh, Gw Dan Rangga...
Pedihnya Sebuah Rasa Kehilangan...
Pedihnya Sebuah Rasa Kehilangan (2)..
Kami Akan Menjaga Mu Suluh...
Munculnya Pengganti Rangga...
Manisnya Anggie Gw..
Pertunangan Tasya Dengan Rasya Bin Kampret..
Hilangnya Suluh...
Kekuatan Batu Mustika Gerbang Barat...
Kekuatan Batu Mustika Gerbang Barat (2)...
Binar, Sang Juru Kunci...
Ungkapan Hati Tasya...
Liburan Bareng Anggie Dan Sebuah Pengakuan...
Liburan Bareng Anggie Dan Sebuah Pengakuan (2)..
Liburan Bareng Suluh Dan Sebuah Pengakuan (3)
Pelet Si Bayang Bayang
Rampak Tantra...
Kedua Putra Yang terbuang, Rampak Tantra Dan Bimo..
Galau...
Terluka...
Tapa Brata...
Tapa Brata (2)...
Aku Kembali...
Empat Senjata Sakti...
Empat Senjata Sakti (2)...
Sebuah Permintaan Tolong..
Sebuah Permintaan Tolong (2)...
Bad Day For Love...
Sekar Kembali...
Pertarungan Tanpa Hati...
Pertarungan Tanpa Hati (2)...
Sebuah Pengakuan Dan Sebuah Kejutan, Yang...?
Sebuah Pengakuan Dan Sebuah Kejutan, Yang...? (2)
Cinta Tanpa Syarat...
Santet...
Santet (2)...
Datangnya Si Pengirim Santet...
Munculnya Ratu Kala Wanara...
Munculnya Ratu Kala Wanara (2)...
Pemberian Batu Mustika Penjaga Gerbang..
Melepas Mu...
The Last Moment With Her...
Pertempuran Terakhir...
Pertempuran Terakhir (2)...
Pertempuran Terakhir (3)...
Pertarungan Terakhir (4)...
Puncak Pertempuran Terakhir...Lenyapnya Satu Angkara Murka (Tamat, jilid satu)
Diubah oleh juraganpengki 15-10-2017 22:10
fadilmuharro074 dan 58 lainnya memberi reputasi
57
753.6K
1.7K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#1570
Lenyapnya Satu Angkara Murka...
Lalu, Pedang Jagat Samudera gw lepaskan dari genggaman tangan dan melayang persis di samping gw dengan posisi mendatar.. Telapak tangan kanan gw mulai terulur seiring kedua mata yang sudah terpejam dan mulut yang memanggil Batu Mustika Gerbang Utara..
“Kang Mas, ja.. ngan.. laku..kan hal bo..doh ” Suara Sekar terbata bata berucap dengan suara tercekik..
“Diam kau, Jin rendahan.. Jangan coba mempengaruhi anak itu.. Aku bisa melenyapkan mu dengan mudah” Bentak Raja Siluman, seiring cekikan di leher Sekar semakin kuat..
Kedua mata gw mulai terbuka, seiring munculnya sinar berwarna biru dari telapak tangan gw yang mulai bergetar hebat.. Gw sempat melirik ke samping dan merasa terkejut melihat ketiga saudara gw, sudah berdiri dengan semua tangan terulur ke depan.. Cahaya merah, hijau dan hitam mulai memancar dari telapak tangan mereka masing-masing..
“Kita hadapi bersama, gw juga akan melakukan hal sama kalo Rampak Tantra yang menjadi taruhannya, Mam” Ucap Bimo yang di susul oleh anggukan kepala Ridho dan Suluh..
Tak terasa, kedua mata gw mulai terasa perih dan mengalirlah dua butir air hangat dari sana.. Hati gw merasa sangat terharu oleh pengorbanan ketiga saudara yang terjalin dari ikatan darah ratusan tahun silam..
Tak beberapa lama, keempat Batu Mustika Penjaga Gerbang Barat, Timur, Utara dan Selatan telah terbentuk sempurna di atas telapak tangan kami masing-masing.. Hawa panas, dingin, lembab dan hangat terasa berubah-ubah di angkasa tempat kami semua berada..
“Hahahaa... Bagus.. Ternyata Jin Wanita ini berguna, sesuai dengan dugaan ku sebelumnya.. Lekas gabungkan keempat Batu Mustika dan panggil Sang Juru Kunci” Perintah Raja Siluman sambil tersenyum menyeringai..
Binar seketika melayang mendekat ke arah kami.. Pandangannya nampak penuh keyakinan menatap kami satu persatu.. Gw mulai mengerahkan seluruh tenaga dalam untuk membuat Batu Mustika gerbang Utara melayang tinggi.. Perlahan, ketiga Batu Mustika yang lain ikut melesat ke atas..
Keempat Batu tersebut mulai mengeluarkan cahaya merah, biru, hijau serta hitam dan melayang berputar-putar dengan selaras hingga keempatnya melebur menjadi satu, membentuk Batu Mustika Putih..
Sebuah cahaya putih menyilaukan membuat kami semua menghalangi pandangan, tak terkecuali dengan Raja Siluman.. Sosok tersebut juga menutupi pandangannya dengan tombak hitam yang ada di tangan kanan..
Tiba-tiba, Binar melesat ke arah Batu Mustika Putih yang masih melayang di atas, bersamaan dengan sekelebat bayangan menyambar tubuh Sekar dari cengkraman Raja Siluman dan melayangkan sebuah pukulan tepat ke dada mahluk itu yang membuatnya terdorong ke belakang..
Melihat Sekar sudah lepas dari cekikan Raja Siluman, karena di tolong sekelebat bayangan.. Raja Siluman sempat terkejut dan berada dalam posisi lengah.. Gw yang menyadari satu peluang ada di depan mata, langsung berputar dan menendang pangkal Pedang Jagat Samudera, dengan kaki kanan yang sudah terisi setengah tenaga dalam..
TAKK!!..... SEETTT!!!
Suara pangkal Pedang Jagat Samudera yang tertendang, terdengar sebelum suara Pedang Sakti tersebut melesat secepat kilat ke arah kepala Raja Siluman..
Musuh utama kami semua itu, sangat terkejut melihat sebuah serangan melesat sangat cepat ke arahnya.. Ia pun dengan gerakan gesit, menggunakan Tombak Hitam sebagai perisai.. Tapi naas, karena luka parah yang membuat Raja Siluman kehilangan sebagian besar tenaga dalam, menjadikan Tombak Hitam miliknya rapuh..
KRAAAK!!!
Suara Tombak Hitam yang terpatah menjadi dua, saat ujung Pedang Jagat Samudera membenturnya terdengar keras, di susul kemudian dengan suara hancurnya tulang kening Raja Siluman yang tertancap sebilah Pedang sakti..
“Lemparkan Batu Mustika Putih ke tubuhnya, cah Ayu” Teriak Ki Suta dari arah belakang ke Binar..
Gadis yang sudah memegang Batu Mustika Putih tersebut, nampak terkejut sesaat mendengar perintah Kakek Moyang kami.. Dengan cepat, ia segera melemparkan batu itu ke arah Raja Siluman yang wajahnya sudah berlumuran darah hitam.. Gw sempat menarik Pedang Jagat Samudera, yang masih terhujam sebagian di kening Raja Siluman, beberapa detik sebelum Batu Mustika Putih menabrak tubuh sang durjana..
BUUUMM!!!
Sebuah ledakan dahsyat kembali terjadi, saat Batu Mustika Putih menabrak tubuh Raja Siluman dengan tepat dan sekaligus menghancurkan mahluk tersebut menjadi serpihan abu berwarna hitam yang berbau busuk.. Gelombang hasil ledakan, membuat gw dan ketiga saudara terhempas jauh ke belakang.. Dewi Arum Kesuma dengan cepat menangkap sukma gw, sementara Nyi Durga Daksa dan Nyi Roro Ranggas menangkap ketiga saudara gw yang lain..
Pasukan Raja Siluman yang masih tersisa, terlihat kocar-kacir mengetahui Raja mereka sudah tewas.. Dewi Arum Kesuma yang masih memeluk sukam gw dari belakang, langsung melompat sambil menyabetkan senjata saktinya ke arah sisa pasukan musuh.. Sebuah gelombang angin sangat panas berlapis sinar biru melesat keluar dan menghanguskan seluruh sisa pasukan yang berusaha melarikan diri..
Sontak terdengar suara sorak sorai dari semua pasukan kami yang tersisa, begitu semua musuh telah musnah.. Auman harimau jelmaan Bayu Barata mengaum di susul auman harimau lain.. Duo Sanca Prawira dan Sanca Dwira terlihat berpelukan dengan wajah gembira.. Gw yang melayang di dekat Ridho, Suluh dan Bimo, langsung tersenyum ke arah mereka semua.. Binar pun mulai melayang turun sambil membawa Batu Mustika Putih yang sudah kembali ke tangannya..
Sementara sosok bayangan misterius yang masih memboyong tubuh Sekar mulai jelas terlihat, saat perlahan-lahan melayang turun..
“Ananda Jagat Tirta” Ucap Ki Suta sambil melayang mendekat, ke sosok yang ternyata adalah putra nya ..
Perhatian kami semua beralih ke arah suara Ki Suta.. Gw yang baru pertama kali melihat Jagat Tirta dengan mata kepala sendiri, tercengang beberapa saat lamanya sambil meraba wajah sendiri.. Kuasa Allah SWT, memang tak tertandingi apapun.. Mahluk ciptaan Nya yang bertaut jarak usia ratusan tahun bisa memiliki wajah serupa dengan gw.. Seakan-akan gw sedang melihat diri sendiri yang sedang memboyong Sekar..
Sekar yang kekuatannya sudah kembali pulih, langsung memeluk sukma suaminya beberapa saat sambil menangis, dalam dekapan Jagat Tirta yang dengan lembut membelai rambut panjang istrinya itu.. Kami semua mengikuti Ki Suta dan melayang mendekat ke arah mereka..
“Sudahlah, Nyi Mas.. Sesuai dengan janji ku yang akan muncul saat dirimu sedang dalam marabahaya” Ucap Jagat Tirta dengan menatap lembut wajah Sekar Kencana sambil menyeka airmata istrinya itu..
“Ngger, terima kasih atas bantuan mu” Ucap ki Suta sambil menepuk bahu putranya, lalu memeluk erat sosok Jagat Tirta..
Sekar yang melayang di samping kedua orang yang ia kasihi itu, nampak tersenyum dan beberapa kali menyeka pipinya yang di basahi airmata..
“Ayahanda, sepatutnya kita berterima kasih kepada semua yang sudah membantu mengalahkan Raja Siluman” Jawab Jagat Tirta sambil tersenyum..
Ki Suta mengangguk sesaat, lalu membalikkan badan dan melayang sedikit ke atas agar dapat di lihat semua sosok yang ada di sini.. Kakek Tua bergamis putih dengan jenggot berwarna sama untuk sesaat menatap tiap sosok yang berdiri menghadapnya..
“Terima kasih atas semua bantuan kalian, yang rela mengantar diri untuk melenyapkan Raja Siluman, meski nyawa menjadi taruhan.. Sampaikan ucapan terima kasih dari kami dan salam hangat ke Penguasa Merapi, Penguasa Kerajaan Laut Selatan dan Penguasa Kerajaan Laut Utara” Untuk sejenak, ucapan Ki Suta terhenti saat menatap ke arah gw, Suluh, Ridho dan Bimo dengan penuh arti..
Tanpa bantuan kalian semua, niscaya salah satu angkara murka akan sulit untuk di lenyapkan.. Pengorbanan Ki Sabdo dan semua mahluk yang harus meregang nyawa, demi lenyapnya salah satu angkara murka, tentu akan kita ingat sebagai pengorbanan yang sangat berarti” Lanjut Ki Suta dengan suara penuh wibawa dan wajah penuh kharisma..
Sesaat kemudian mahluk-mahluk yang membantu kami bertempur melawan Raja Siluman, mulai menghilang.. Dari seribu Jin Penghuni Merapi yang tersisa sekitar enam ratusan sosok, pasukan harimau milik Bayu Barata dan pasukan buaya putih serta manusia setengah ular yang di komandoi Nyi Durga Daksa, mulai lenyap satu persatu..
Raden Jaka Wastra dan Dewi Arum Kesuma pun melayang mendekat ke arah gw.. Sebuah pelukan dari Senopati Kerajaan Laut Utara, langsung gw terima dan membalasnya dengan hangat..
“Kau berhasil anak muda.. Tanpa kalian, niscaya akan sulit bagi kami untuk melenyapkan Raja Siluman.. Berkunjunglah sesekali ke Kerajaan kami.. Penjaga Gerbang Kerajaan kami akan selalu menerima kedatangan mu” Kata Raden Jaka Wastra sambil menepuk-nepuk bahu gw dan melirik sesaat ke arah Dewi Arum Kesuma..
“Terima kasih atas bantuan mu, Tuan Senopati.. Inshaa Allah, jika Allah SWT menghendaki, kita pasti akan bertemu kembali” Jawab gw dengan tersenyum..
Raden Jaka Wastra kemudian berpamitan pula ke Ki Suta dan yang lain.. Sementara, Dewi Arum Kesuma yang sedikit kikuk memandang gw sejenak, lalu tertunduk..
“Terima kasih telah menyelamatkan ku” Ucap Dewi Arum Kesuma, lalu tiba-tiba gadis itu mencium pipi gw yang sebelah kanan dan langsung melayang menjauh mengikuti Senopatinya..
Gw yang terkejut hanya tertegun memandangi Dewi Arum Kesuma, seraya mengelus pipi sendiri..
“Dapet gebetan baru dari Kerajaan Laut Utara, rasa nya tuh mantabb.. Hahaha” Gurau Ridho sambil mengelus pipi kanan gw..
Pedang Jagat Samudera yang masih tergenggam, hendak gw gunakan ujungnya untuk memukul saudara gw tersebut, yang langsung melayang menjauh.. Bimo dan Suluh nampak tertawa melihat tingkah Ridho yang selalu bercanda tanpa mengenal situasi..
“Alhamdulillah, Yaa Rabb.. Akhirnya pertermpuran ini usai” Ucap gw dalam hati..
Sejenak, gw memasukkan kembali Pedang Jagat Samudera ke arah bahu kanan.. Di susul Bimo dan Suluh yang juga memasukkan kembali senjata nya masing-masing ke dalam dada dan telapak tangannya..
Tiba-tiba, Jagat Tirta bersama Sekar melayang mendekati kami bertiga, setelah menemui Ridho terlebih dahulu.. Jagat Tirta tanpa pikir panjang langsung memeluk erat tubuh gw.. Aneh, serasa memeluk diri sendiri bagi gw..
“Terima Kasih, Imam.. Telah menuruti kata hati mu untuk menyelamatkan istri ku, Sekar Kencana.. Sayang sekali, masa kita terpaut ratusan tahun lamanya.. Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri bagi ku, jika bisa mempunyai saudara kembar seperti mu di masa lalu” Ucap Jagat Tirta sambil memegang kedua bahu gw..
Gw hanya tersenyum kikuk dan menganggukan kepala beberapa kali mendengar ucapannya barusan.. Benar-benar janggal rasanya berbicara dengan Jagat Tirta secara langsung, seolah-olah gw sedang bercermin dan melihat pantulan bayangan gw sendiri..
“Cucu-cucu ku dari ikatan darah ratusan tahun, berkumpul lah di hadapan ku” Ucap Ki Suta yang memaksa kami untuk mengalihkan perhatian ke arahnya..
Kami semua pun melayang mendekat ke hadapannya.. Wajah Kakek Moyang kami terlihat memandang kami dengan tatapan teduh, layaknya tatapan seorang ayah ke anaknya..
“Tugas kalian telah selesai, kini Batu Mustika Penjaga Gerbang sudah melebur menjadi Batu Mustika Putih dan akan aku gunakan bersama Binar untuk mengunci Penjara Gaib untuk selama-lamanya.. Aku sendiri yang akan menjaga Gerbang Utara, menggantikan sahabatku Ki Sabdo.. Terima Kasih atas segala pengorbanan kalian selama ini.. Sekarang, saatnya kalian pulang ke Raga masing-masing” Ucap Ki Suta yang setelah kalimatnya barusan sukma kami berempat kembali tersedot kembali ke bumi..
Gw sempat melihat Jagat Tirta berdiri sambil tersenyum dan Sekar yang sedang menempelkan jari telunjuknya pada dahi di raga kasar kami masing-masing yang masih bersila di dalam kamar Suluh, sesaat sebelum sukma kami kembali ke sana..
Seperti dalam mimpi, gw melihat bayangan peristiwa pertempuran yang baru saja gw alami dan bayangan-bayangan lain yang gw lewati bersama ketiga saudara dan juga bersama Sekar, mulai memudar.. Di telinga gw terdengar sayup-sayup suara seorang wanita yang meminta maaf..
Lalu, Pedang Jagat Samudera gw lepaskan dari genggaman tangan dan melayang persis di samping gw dengan posisi mendatar.. Telapak tangan kanan gw mulai terulur seiring kedua mata yang sudah terpejam dan mulut yang memanggil Batu Mustika Gerbang Utara..
“Kang Mas, ja.. ngan.. laku..kan hal bo..doh ” Suara Sekar terbata bata berucap dengan suara tercekik..
“Diam kau, Jin rendahan.. Jangan coba mempengaruhi anak itu.. Aku bisa melenyapkan mu dengan mudah” Bentak Raja Siluman, seiring cekikan di leher Sekar semakin kuat..
Kedua mata gw mulai terbuka, seiring munculnya sinar berwarna biru dari telapak tangan gw yang mulai bergetar hebat.. Gw sempat melirik ke samping dan merasa terkejut melihat ketiga saudara gw, sudah berdiri dengan semua tangan terulur ke depan.. Cahaya merah, hijau dan hitam mulai memancar dari telapak tangan mereka masing-masing..
“Kita hadapi bersama, gw juga akan melakukan hal sama kalo Rampak Tantra yang menjadi taruhannya, Mam” Ucap Bimo yang di susul oleh anggukan kepala Ridho dan Suluh..
Tak terasa, kedua mata gw mulai terasa perih dan mengalirlah dua butir air hangat dari sana.. Hati gw merasa sangat terharu oleh pengorbanan ketiga saudara yang terjalin dari ikatan darah ratusan tahun silam..
Tak beberapa lama, keempat Batu Mustika Penjaga Gerbang Barat, Timur, Utara dan Selatan telah terbentuk sempurna di atas telapak tangan kami masing-masing.. Hawa panas, dingin, lembab dan hangat terasa berubah-ubah di angkasa tempat kami semua berada..
“Hahahaa... Bagus.. Ternyata Jin Wanita ini berguna, sesuai dengan dugaan ku sebelumnya.. Lekas gabungkan keempat Batu Mustika dan panggil Sang Juru Kunci” Perintah Raja Siluman sambil tersenyum menyeringai..
Binar seketika melayang mendekat ke arah kami.. Pandangannya nampak penuh keyakinan menatap kami satu persatu.. Gw mulai mengerahkan seluruh tenaga dalam untuk membuat Batu Mustika gerbang Utara melayang tinggi.. Perlahan, ketiga Batu Mustika yang lain ikut melesat ke atas..
Keempat Batu tersebut mulai mengeluarkan cahaya merah, biru, hijau serta hitam dan melayang berputar-putar dengan selaras hingga keempatnya melebur menjadi satu, membentuk Batu Mustika Putih..
Sebuah cahaya putih menyilaukan membuat kami semua menghalangi pandangan, tak terkecuali dengan Raja Siluman.. Sosok tersebut juga menutupi pandangannya dengan tombak hitam yang ada di tangan kanan..
Tiba-tiba, Binar melesat ke arah Batu Mustika Putih yang masih melayang di atas, bersamaan dengan sekelebat bayangan menyambar tubuh Sekar dari cengkraman Raja Siluman dan melayangkan sebuah pukulan tepat ke dada mahluk itu yang membuatnya terdorong ke belakang..
Melihat Sekar sudah lepas dari cekikan Raja Siluman, karena di tolong sekelebat bayangan.. Raja Siluman sempat terkejut dan berada dalam posisi lengah.. Gw yang menyadari satu peluang ada di depan mata, langsung berputar dan menendang pangkal Pedang Jagat Samudera, dengan kaki kanan yang sudah terisi setengah tenaga dalam..
TAKK!!..... SEETTT!!!
Suara pangkal Pedang Jagat Samudera yang tertendang, terdengar sebelum suara Pedang Sakti tersebut melesat secepat kilat ke arah kepala Raja Siluman..
Musuh utama kami semua itu, sangat terkejut melihat sebuah serangan melesat sangat cepat ke arahnya.. Ia pun dengan gerakan gesit, menggunakan Tombak Hitam sebagai perisai.. Tapi naas, karena luka parah yang membuat Raja Siluman kehilangan sebagian besar tenaga dalam, menjadikan Tombak Hitam miliknya rapuh..
KRAAAK!!!
Suara Tombak Hitam yang terpatah menjadi dua, saat ujung Pedang Jagat Samudera membenturnya terdengar keras, di susul kemudian dengan suara hancurnya tulang kening Raja Siluman yang tertancap sebilah Pedang sakti..
“Lemparkan Batu Mustika Putih ke tubuhnya, cah Ayu” Teriak Ki Suta dari arah belakang ke Binar..
Gadis yang sudah memegang Batu Mustika Putih tersebut, nampak terkejut sesaat mendengar perintah Kakek Moyang kami.. Dengan cepat, ia segera melemparkan batu itu ke arah Raja Siluman yang wajahnya sudah berlumuran darah hitam.. Gw sempat menarik Pedang Jagat Samudera, yang masih terhujam sebagian di kening Raja Siluman, beberapa detik sebelum Batu Mustika Putih menabrak tubuh sang durjana..
BUUUMM!!!
Sebuah ledakan dahsyat kembali terjadi, saat Batu Mustika Putih menabrak tubuh Raja Siluman dengan tepat dan sekaligus menghancurkan mahluk tersebut menjadi serpihan abu berwarna hitam yang berbau busuk.. Gelombang hasil ledakan, membuat gw dan ketiga saudara terhempas jauh ke belakang.. Dewi Arum Kesuma dengan cepat menangkap sukma gw, sementara Nyi Durga Daksa dan Nyi Roro Ranggas menangkap ketiga saudara gw yang lain..
Pasukan Raja Siluman yang masih tersisa, terlihat kocar-kacir mengetahui Raja mereka sudah tewas.. Dewi Arum Kesuma yang masih memeluk sukam gw dari belakang, langsung melompat sambil menyabetkan senjata saktinya ke arah sisa pasukan musuh.. Sebuah gelombang angin sangat panas berlapis sinar biru melesat keluar dan menghanguskan seluruh sisa pasukan yang berusaha melarikan diri..
Sontak terdengar suara sorak sorai dari semua pasukan kami yang tersisa, begitu semua musuh telah musnah.. Auman harimau jelmaan Bayu Barata mengaum di susul auman harimau lain.. Duo Sanca Prawira dan Sanca Dwira terlihat berpelukan dengan wajah gembira.. Gw yang melayang di dekat Ridho, Suluh dan Bimo, langsung tersenyum ke arah mereka semua.. Binar pun mulai melayang turun sambil membawa Batu Mustika Putih yang sudah kembali ke tangannya..
Sementara sosok bayangan misterius yang masih memboyong tubuh Sekar mulai jelas terlihat, saat perlahan-lahan melayang turun..
“Ananda Jagat Tirta” Ucap Ki Suta sambil melayang mendekat, ke sosok yang ternyata adalah putra nya ..
Perhatian kami semua beralih ke arah suara Ki Suta.. Gw yang baru pertama kali melihat Jagat Tirta dengan mata kepala sendiri, tercengang beberapa saat lamanya sambil meraba wajah sendiri.. Kuasa Allah SWT, memang tak tertandingi apapun.. Mahluk ciptaan Nya yang bertaut jarak usia ratusan tahun bisa memiliki wajah serupa dengan gw.. Seakan-akan gw sedang melihat diri sendiri yang sedang memboyong Sekar..
Sekar yang kekuatannya sudah kembali pulih, langsung memeluk sukma suaminya beberapa saat sambil menangis, dalam dekapan Jagat Tirta yang dengan lembut membelai rambut panjang istrinya itu.. Kami semua mengikuti Ki Suta dan melayang mendekat ke arah mereka..
“Sudahlah, Nyi Mas.. Sesuai dengan janji ku yang akan muncul saat dirimu sedang dalam marabahaya” Ucap Jagat Tirta dengan menatap lembut wajah Sekar Kencana sambil menyeka airmata istrinya itu..
“Ngger, terima kasih atas bantuan mu” Ucap ki Suta sambil menepuk bahu putranya, lalu memeluk erat sosok Jagat Tirta..
Sekar yang melayang di samping kedua orang yang ia kasihi itu, nampak tersenyum dan beberapa kali menyeka pipinya yang di basahi airmata..
“Ayahanda, sepatutnya kita berterima kasih kepada semua yang sudah membantu mengalahkan Raja Siluman” Jawab Jagat Tirta sambil tersenyum..
Ki Suta mengangguk sesaat, lalu membalikkan badan dan melayang sedikit ke atas agar dapat di lihat semua sosok yang ada di sini.. Kakek Tua bergamis putih dengan jenggot berwarna sama untuk sesaat menatap tiap sosok yang berdiri menghadapnya..
“Terima kasih atas semua bantuan kalian, yang rela mengantar diri untuk melenyapkan Raja Siluman, meski nyawa menjadi taruhan.. Sampaikan ucapan terima kasih dari kami dan salam hangat ke Penguasa Merapi, Penguasa Kerajaan Laut Selatan dan Penguasa Kerajaan Laut Utara” Untuk sejenak, ucapan Ki Suta terhenti saat menatap ke arah gw, Suluh, Ridho dan Bimo dengan penuh arti..
Tanpa bantuan kalian semua, niscaya salah satu angkara murka akan sulit untuk di lenyapkan.. Pengorbanan Ki Sabdo dan semua mahluk yang harus meregang nyawa, demi lenyapnya salah satu angkara murka, tentu akan kita ingat sebagai pengorbanan yang sangat berarti” Lanjut Ki Suta dengan suara penuh wibawa dan wajah penuh kharisma..
Sesaat kemudian mahluk-mahluk yang membantu kami bertempur melawan Raja Siluman, mulai menghilang.. Dari seribu Jin Penghuni Merapi yang tersisa sekitar enam ratusan sosok, pasukan harimau milik Bayu Barata dan pasukan buaya putih serta manusia setengah ular yang di komandoi Nyi Durga Daksa, mulai lenyap satu persatu..
Raden Jaka Wastra dan Dewi Arum Kesuma pun melayang mendekat ke arah gw.. Sebuah pelukan dari Senopati Kerajaan Laut Utara, langsung gw terima dan membalasnya dengan hangat..
“Kau berhasil anak muda.. Tanpa kalian, niscaya akan sulit bagi kami untuk melenyapkan Raja Siluman.. Berkunjunglah sesekali ke Kerajaan kami.. Penjaga Gerbang Kerajaan kami akan selalu menerima kedatangan mu” Kata Raden Jaka Wastra sambil menepuk-nepuk bahu gw dan melirik sesaat ke arah Dewi Arum Kesuma..
“Terima kasih atas bantuan mu, Tuan Senopati.. Inshaa Allah, jika Allah SWT menghendaki, kita pasti akan bertemu kembali” Jawab gw dengan tersenyum..
Raden Jaka Wastra kemudian berpamitan pula ke Ki Suta dan yang lain.. Sementara, Dewi Arum Kesuma yang sedikit kikuk memandang gw sejenak, lalu tertunduk..
“Terima kasih telah menyelamatkan ku” Ucap Dewi Arum Kesuma, lalu tiba-tiba gadis itu mencium pipi gw yang sebelah kanan dan langsung melayang menjauh mengikuti Senopatinya..
Gw yang terkejut hanya tertegun memandangi Dewi Arum Kesuma, seraya mengelus pipi sendiri..
“Dapet gebetan baru dari Kerajaan Laut Utara, rasa nya tuh mantabb.. Hahaha” Gurau Ridho sambil mengelus pipi kanan gw..
Pedang Jagat Samudera yang masih tergenggam, hendak gw gunakan ujungnya untuk memukul saudara gw tersebut, yang langsung melayang menjauh.. Bimo dan Suluh nampak tertawa melihat tingkah Ridho yang selalu bercanda tanpa mengenal situasi..
“Alhamdulillah, Yaa Rabb.. Akhirnya pertermpuran ini usai” Ucap gw dalam hati..
Sejenak, gw memasukkan kembali Pedang Jagat Samudera ke arah bahu kanan.. Di susul Bimo dan Suluh yang juga memasukkan kembali senjata nya masing-masing ke dalam dada dan telapak tangannya..
Tiba-tiba, Jagat Tirta bersama Sekar melayang mendekati kami bertiga, setelah menemui Ridho terlebih dahulu.. Jagat Tirta tanpa pikir panjang langsung memeluk erat tubuh gw.. Aneh, serasa memeluk diri sendiri bagi gw..
“Terima Kasih, Imam.. Telah menuruti kata hati mu untuk menyelamatkan istri ku, Sekar Kencana.. Sayang sekali, masa kita terpaut ratusan tahun lamanya.. Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri bagi ku, jika bisa mempunyai saudara kembar seperti mu di masa lalu” Ucap Jagat Tirta sambil memegang kedua bahu gw..
Gw hanya tersenyum kikuk dan menganggukan kepala beberapa kali mendengar ucapannya barusan.. Benar-benar janggal rasanya berbicara dengan Jagat Tirta secara langsung, seolah-olah gw sedang bercermin dan melihat pantulan bayangan gw sendiri..
“Cucu-cucu ku dari ikatan darah ratusan tahun, berkumpul lah di hadapan ku” Ucap Ki Suta yang memaksa kami untuk mengalihkan perhatian ke arahnya..
Kami semua pun melayang mendekat ke hadapannya.. Wajah Kakek Moyang kami terlihat memandang kami dengan tatapan teduh, layaknya tatapan seorang ayah ke anaknya..
“Tugas kalian telah selesai, kini Batu Mustika Penjaga Gerbang sudah melebur menjadi Batu Mustika Putih dan akan aku gunakan bersama Binar untuk mengunci Penjara Gaib untuk selama-lamanya.. Aku sendiri yang akan menjaga Gerbang Utara, menggantikan sahabatku Ki Sabdo.. Terima Kasih atas segala pengorbanan kalian selama ini.. Sekarang, saatnya kalian pulang ke Raga masing-masing” Ucap Ki Suta yang setelah kalimatnya barusan sukma kami berempat kembali tersedot kembali ke bumi..
Gw sempat melihat Jagat Tirta berdiri sambil tersenyum dan Sekar yang sedang menempelkan jari telunjuknya pada dahi di raga kasar kami masing-masing yang masih bersila di dalam kamar Suluh, sesaat sebelum sukma kami kembali ke sana..
Seperti dalam mimpi, gw melihat bayangan peristiwa pertempuran yang baru saja gw alami dan bayangan-bayangan lain yang gw lewati bersama ketiga saudara dan juga bersama Sekar, mulai memudar.. Di telinga gw terdengar sayup-sayup suara seorang wanita yang meminta maaf..
qthing12 dan 13 lainnya memberi reputasi
14