- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#16
Part 3
3 hari kegiatan mos berlalu tanpa terasa. Ya iyalah lah gan, secara gak ada senior yang berani buat gw nyuruh hal hal yang aneh serta kurang relevan menurut gw(mungkin setelah melihat melihat dua senior gw kirim ke rumah sakit) .,seperti yang mereka berikan kepada peserta peserta mos lainnya. Tapi karena gw gak enak hati serta takut yang lain ngiri, gw pun meminta para senior memberikan gw tugas yang mudah tanpa gw harus bersusah payah menggunakan tenaga gw.
HMMPHHHHHHH......
Lenguh gw panjang sambil meletakkan tas gw di tempat tidur gw. Gw pun segera mandi dan berganti menjadi pakaian gw sehari hari di rumah karena gw mw makan siang.
" gus habis isya di suruh ke rumah pak dhe mu "..? ucap ibu gw tiba-tiba ketika melihat gw di meja makan.
" lho damel napa to bu ( lho ada apa to bu)..? jawab gw sambil menyantap makanan yang telah di sediakan ibu gw.
" itu lho le, katanya mw " njemput". ujar beliau lagi sambil pergi meninggalkan gw dan melanjutkan kegiatan nya.
" njemput " istilah yang mungkin awam di telinga agan anak2 kota tapi cukup familiar bagi gue yang orang kampung. Kalian tau dimana mana tempat itu pasti ada penunggu nya..? Nah" njemput " disini tuh menjemput sukma orang yang di sembunyi kan jin penunggu tempat tempat tsb. Mungkin saja orang tsb iseng atau berlaku kurang sopan di tempat yang ada penunggu nya.
Makanya itu, saran saya, kalo agan berada di tempat asing yang menurut agan angker, ucapkan lah sebuah salam. Atau paling tidak agan bilang permisi.
Sehabis menunaikan ibadah sholat isya, gw pun mengayuh sepeda gw ke tempat pak dhe berada. Kebetulan rumah pak dhe gw ini berada di laen desa serta kecamatan.
Setelah 30 menit mengayuh sepeda, gw pun sampe di kediaman pak dhe gw. Ternyata beliau sudah bersiap di teras rumah menunggu kedatangan gw. Karena gw lihat, motornya pun telah siap di halaman rumahnya.
" ayo le segera berangkat. Udah di tunggu klien pak dhe di rumahnya ".. ucap pak dhe gw seraya meninggalkan bangku yang di duduki nya saat menunggu kedatangan gw.
" nggeh pak dhe "... jawab gw setelah meletakkan sepeda gw di samping rumah nya.
Gw pun di bonceng pak dhe gw menuju tempat tujuan. Gak butuh lama gw pun sampe di sebuah rumah 2 lantai ber cat hijau. Di depan nampak pagar dengan warna yang sama menjulang yang tinggi.
" hmppp bagus rumahnya. Cuman sayang hawa nya sangat berat di area rumah ini ".. Gumam gw dalam hati seraya memperhatikan area sekitar rumah.
Pak dhe pun memencet bel di samping pagar tsb, dan tak lama, seorang pria paruh baya membuka kan pintu pagar dan mempersilahkan kita masuk.
" Tok.. Tok.. Tok... Assalamualaikum".. ucap pak dhe gw seraya mengetok pintu.
Dari luar,, samar samar ku dengar langkah kaki berjalan mendekati pintu. Pintu rumah ini besar, terbuat dari kayu jati asli (ya iyalah gan. Kota gw itu penghasil kayu jati).
" walaikumsalam.. ".. jawab si empu nya rumah sambil membukakan pintu rumah.
" udah di tunggu mamah om di ruang tamu, silakan langsung saja ke dalam ".. ucap nya mempersilahkan kami masuk.
Batin gw berfikir sejenak. Kek nya gw kenal suara ini. Tapi siapa ya..,, masak gw punya kenalan yang punya rumah sebagus ini..?
" lho agus. Kamu ngapain disini..? ucap si empu nya rumah kaget melihat kedatangan gw.
" lho reni, kamu jg ngapain jg disini.?. jawab gw tak kalah kaget setelah tw pemilik suara itu ternyata reni. Ya reni, cewek yg kenal di hari pertama mos.
" ini kan rumah ku gus,,.. Ya jelas lah aku ada di sini.? Ucap nya menjelaskan.
" ren kamu habis nangis ya"..? tanya gw dengan bodoh nya karena gw liat mata nya sembab kek orang habis nangis.
"......... ". dia diam.
".........".. masih diam.
" ren jawab,".. ? ucap gw lagi dengan meninggikan sedikit nada suara gw.
" iya... gus.. Aku habis nangis. Papa ku gus, 2 hari ini papa ku kayak bukan papa ku lagi. Beliau tidak mau, makan. Kerja an nya pun kalo malem teriak teriak gak jelas kek orang gila. ".. jawab reni di sertai setetes air mata jatuh dari ujung mata indah nya.
Tak ingin dia semakin kencang, gw pun mengajak nya menyusul pak dhe serta mama reni yang td gw lihat sudah beranjak duluan ke lantai 2 rumah ini. Asli nya gw ngajak reni segera ke atas, karene gw cuma takut di gaplok pak dhe gw gan. Di kiranya gw yang bikin nangis anak orang.
GRHHHHHHH...... PRANKKKKK....
ASTAGFIRULLAH...
Gw terkejut dan menarik reni yang berada di samping gw. Gimana gak kaget gan,, sebuah vas bunga di lempar oleh papa nya reni tepat di samping pintu yang tadi gw pake masuk. Pak dhe serta mama nya reni pun, cuma senyum melihat tingkah gw.
Ni orang gmna malah senyum,, gak lihat apa gw hampir kena lemparan vas. Tak butuh waktu lama, gw pun tersadar dari lamunan gw.
"astagfirullah, maaf ren,, gak sengaja "... ucap gw seraya melepaskan tangan gw darj lingkar pinggang nya.
" gak pa2 gus,, makasih dah narik gw tadi".. jawab nya malu malu dengan wajah yang memerah.
Setelah berunding,, pak dhe meminta reni, mama nya dan adek nya yang belakangan gw ketahui bernama rena untuk keluar dari ruangan ini. Takutnya terjadi hal yang tak di inginkan ke mereka nantinya kalo tetap di sini.
Tinggal lah gw, pak dhe serta pak andi papa nya reni.
" SIAPA KALIAN,,, AKU GAK ADA URUSAN DENGAN KALIAN. PERGI KALIAN DARI SINI. " ucap pak andi tiba2 dengan suara serak.
" kami ada urusan dengan pengirim mu. Cepat kamu pergi dan tinggal kan tubuh yang semestinya bukan menjadi milik mu" .. timpal pak dhe gw dengan mimik wajah serius.
". AHHHH,,, KALIAN MANUSIA TERLALU SOMBONG. BISA APA KALIAN MENGHADAPI MAKHLUK SEPERTI KAMI ".. ucap pak andi lagi dengan mata yang melotot dan hanya tinggal putih nya saja.
Cuk,, ngeri gan gw kalo mengingat nya.
" kami memang manusia. Tapi derajat kami lebih tinggi dari pada makhluk seperti mu. " ucap pak dhe gak mau kalah
" ARGHHHHHHH,, KALIAN KURANG AJAR ".. Jawab pak andi makin marah sambil melompat menerjang menuju pak dhe gw.
Reflek,, gw pun menendang tubuh pak andi hingga terlempar menabrak tembok. Kalian heran kenapa tendangan gw, bisa membuat tubuh orang dewasa terpental..? Sesaat setelah insiden lemparan vas bunga, gw memagari tubuh gw dengan ajian lembu sekilan. Tak lupa gw rapalkan ajian brajamusti jikalau di butuhkan serahkan balasan.
CEPLAKKKKK....
Gw pun di gaplok pak dhe gan.
" jangan maen fisik gus, yang ada nanti raga pak andi yang terluka "... Ucap lak dhe menjelaskan knp dia menggaplok kepala gw.
" maaf pak dhe reflek " jawab gw cengengesan sambil cengar cengir.
" ya udah sekarang kamu pegang pak andi, biar pak dhe keluar in jin yang bersemyam di tubuhnya ".. ucap pak dhe lagi sambil berjalan mendekati pak andi yang tadi terhempas ke tembok.
Gw pun memegangi pak andi dengan sekuat tenaga. Meski tangan dan kaki gw udh gw isi rapalan aji brajamusti, gw tetep kewalahan menahan tubuh pak andi yang sedari tadi berontak. Setelah berhasil menahan pak andi agar tak berontak, pak dhe pun memegang kening nya dan mulut nya komat kamit merapalkan sesuatu.
ARGHHHH,,,, ARGHHHHHH,,,, PANAS,,, PANASSSSS.. AMPUN
Teriak jin yang ada dalam tubuh pak andi. Tak berselang lama.....
SLAPPPPP....
Pak andi pun pingsan setelah jin yang bersemyam di tubuhnya di tarik keluar oleh pak dhe. Gw langsung merebahkan tubuh pak andi di ranjang.
"gus, ini bagian penting nya. Ayo kita lanjutkan dengan melakukan penjemputan sukma pak andi. Kamu sudah di ajari bapak kami ajian ngrogo sukma kan "..? tanya pak dhe setelah gw selesai merebahkan tubuh pak andi di ranjang.
" sampun pak dhe " jawab gw singkat.
Mendengar instruksi pak dhe, gw pun segera duduk dan memejamkan mata. Pak dhe juga melakukan hal yang sama. Ku fokus kan segala fikiran bawah sadar ku dalam satu tempat. Tak selang berapa lama....
SLEPPPP....
Sukma gw dan pak dhe pun keluar dari tubuh kita berdua. Kita berdua berada di sebuah hujan hati yang sangat lebat. Semakin ke dalam kami memasuki hutan, hawa di sekitar pun semakin berat. Aura nya sangat berat,, sampai nafas gw terengah tengah.
Akhir nya kita pun sampai di sebuah kerajaan kecil yang berada di tengah hutan...
" gus kamu siapain ajian bala sewu. Jangan lupa siapin juga ajian lembu sekilan serta brajamusti jikalau negosiasinya nanti tidak berjalan lancar ". ucap pak dhe memberi perintah.
" nggeh pak dhe ".. ucap gw seraya melafalkan rapalan dari ajian yang di sebutkan pak dhe tadi.
SLAPPPPPPP...
Di belakang gw pun telah muncul seribu pasukan khodam akibat ajian bala sewu yang tadi gw rapalkan.
" kalian nanti nunggu aba2 dari gw,, jangan bertindak yang ceroboh ".. perintah gw ke komandan pasukan khodan yg berada di belakang gw.
" sendiko dhawuh mas agus ".. jawab komandan td dengan logat jawa.
Alhamdulillah negosiasinya ternyata berjalan lancar. Jadi pak dhe sama gw pun tak perlu ubtuk melakukan pertempuran dengan kerajaan jin tersebut. Saat gw tanya kenapa koq dengan mudah nya mereka maw menyerahkan sukma pak andi, ternyata mereka kenal dengan eyang buyut ku. Saat menyebut nama eyang buyut, mereka pun meminta pak dhe segera mencari dan mengambil sukma pak andi sebelum mereka berubah pikiran.
Eyang buyut gw itu orang yang babad alas di Kabupaten sini gan. Jadi menurut gw wajar kalo kerajaan jin tsb mengenal eyang buyut gw.
Setelah selesai mengembalikan sukma pak andi, gw dan pak dhe pun trun ke bawah untuk berpamitan ke empu nya rumah karena malam semakin larut. Reni pun tersenyum lega setelah gw yakin kan, kalo besok papa nya bangun akan sembuh seperti sedia kala.
Masya Allah senyum nya gan. Pengen banget gw cubit pipi nya reni waktu itu. Agan bisa bayangin kan senyum cewek yg keliatan gigi gingsul nya..? Ya.. Manis banget gan. Namun gw urung kan niat gw tsb, karena disangka nya nanti tindakan asusila.
Sebelum pamitan, tak lupa pak dhe meminta ibu rahma (mama nya reni) agar mnyuruh orang menggali sesuatu di sekitar rumahnya besok pagi dan agar langsung membakar nya. Ibu rahma pun menyanggupi permintaan pak dhe.
Sebuah amplop pun di berikan ibu rahma kepada pak dhe karena telah membantu keluarga nya. Namun dengan halus pak dhe menolak amplop tsb. . Lebih baik amplop tsb buat membayar orang yang menggali nanti serta sisa nya bisa di sedekah kan.
Dengan berat hati dan sedikit kekecewaan di raut wajahnya, ibu rahma pun mengiyakan usulan pak dhe.
" gmna ini pak dhe, di kembali kan lagi gak santet nya ". .? Ucap gw mengawali pembicaraan saat dalam perjalanan pulang menuju rumah pak dhe.
" gak usah gus. Cukup yang ngirim jin saja kita kasih pelajaran. Agar tidak menyalah gunakan ilmu nya untuk mencelakai orang lain." jawab pak dhe.
Ya santet gan. Papa nya reni kena santet. Namun santet ini sudah keterlaluan karena sudah mulai menyembunyikan sukma. Karena santet biasa hanya kiriman berupa paku, silet, serta beberapa besi. Tapi ini sampe ngambil sukma yang ujung nya dapet menghilangkan nyawa seseorang.
Karena malam udah larut, malam ini gw pun tidur di rumah pak dhe. Beliau minta habis shubuh saja nanti balik ke rumah. Beliau juga sudah ngasih kabar ke keluarga gw, kalo gw nginep ke rumah nya.
Karena kecapean sehabis ritual tadi, gw pun tanpa tersadar tertidur dan hanyut dalam luas nya dunia mimpi.
Gw berharap malam ini bisa bermimpi ketemu reni dan melihat betapa cantik nya ketika dia tersenyum.
3 hari kegiatan mos berlalu tanpa terasa. Ya iyalah lah gan, secara gak ada senior yang berani buat gw nyuruh hal hal yang aneh serta kurang relevan menurut gw(mungkin setelah melihat melihat dua senior gw kirim ke rumah sakit) .,seperti yang mereka berikan kepada peserta peserta mos lainnya. Tapi karena gw gak enak hati serta takut yang lain ngiri, gw pun meminta para senior memberikan gw tugas yang mudah tanpa gw harus bersusah payah menggunakan tenaga gw.
HMMPHHHHHHH......
Lenguh gw panjang sambil meletakkan tas gw di tempat tidur gw. Gw pun segera mandi dan berganti menjadi pakaian gw sehari hari di rumah karena gw mw makan siang.
" gus habis isya di suruh ke rumah pak dhe mu "..? ucap ibu gw tiba-tiba ketika melihat gw di meja makan.
" lho damel napa to bu ( lho ada apa to bu)..? jawab gw sambil menyantap makanan yang telah di sediakan ibu gw.
" itu lho le, katanya mw " njemput". ujar beliau lagi sambil pergi meninggalkan gw dan melanjutkan kegiatan nya.
" njemput " istilah yang mungkin awam di telinga agan anak2 kota tapi cukup familiar bagi gue yang orang kampung. Kalian tau dimana mana tempat itu pasti ada penunggu nya..? Nah" njemput " disini tuh menjemput sukma orang yang di sembunyi kan jin penunggu tempat tempat tsb. Mungkin saja orang tsb iseng atau berlaku kurang sopan di tempat yang ada penunggu nya.
Makanya itu, saran saya, kalo agan berada di tempat asing yang menurut agan angker, ucapkan lah sebuah salam. Atau paling tidak agan bilang permisi.
Sehabis menunaikan ibadah sholat isya, gw pun mengayuh sepeda gw ke tempat pak dhe berada. Kebetulan rumah pak dhe gw ini berada di laen desa serta kecamatan.
Setelah 30 menit mengayuh sepeda, gw pun sampe di kediaman pak dhe gw. Ternyata beliau sudah bersiap di teras rumah menunggu kedatangan gw. Karena gw lihat, motornya pun telah siap di halaman rumahnya.
" ayo le segera berangkat. Udah di tunggu klien pak dhe di rumahnya ".. ucap pak dhe gw seraya meninggalkan bangku yang di duduki nya saat menunggu kedatangan gw.
" nggeh pak dhe "... jawab gw setelah meletakkan sepeda gw di samping rumah nya.
Gw pun di bonceng pak dhe gw menuju tempat tujuan. Gak butuh lama gw pun sampe di sebuah rumah 2 lantai ber cat hijau. Di depan nampak pagar dengan warna yang sama menjulang yang tinggi.
" hmppp bagus rumahnya. Cuman sayang hawa nya sangat berat di area rumah ini ".. Gumam gw dalam hati seraya memperhatikan area sekitar rumah.
Pak dhe pun memencet bel di samping pagar tsb, dan tak lama, seorang pria paruh baya membuka kan pintu pagar dan mempersilahkan kita masuk.
" Tok.. Tok.. Tok... Assalamualaikum".. ucap pak dhe gw seraya mengetok pintu.
Dari luar,, samar samar ku dengar langkah kaki berjalan mendekati pintu. Pintu rumah ini besar, terbuat dari kayu jati asli (ya iyalah gan. Kota gw itu penghasil kayu jati).
" walaikumsalam.. ".. jawab si empu nya rumah sambil membukakan pintu rumah.
" udah di tunggu mamah om di ruang tamu, silakan langsung saja ke dalam ".. ucap nya mempersilahkan kami masuk.
Batin gw berfikir sejenak. Kek nya gw kenal suara ini. Tapi siapa ya..,, masak gw punya kenalan yang punya rumah sebagus ini..?
" lho agus. Kamu ngapain disini..? ucap si empu nya rumah kaget melihat kedatangan gw.
" lho reni, kamu jg ngapain jg disini.?. jawab gw tak kalah kaget setelah tw pemilik suara itu ternyata reni. Ya reni, cewek yg kenal di hari pertama mos.
" ini kan rumah ku gus,,.. Ya jelas lah aku ada di sini.? Ucap nya menjelaskan.
" ren kamu habis nangis ya"..? tanya gw dengan bodoh nya karena gw liat mata nya sembab kek orang habis nangis.
"......... ". dia diam.
".........".. masih diam.
" ren jawab,".. ? ucap gw lagi dengan meninggikan sedikit nada suara gw.
" iya... gus.. Aku habis nangis. Papa ku gus, 2 hari ini papa ku kayak bukan papa ku lagi. Beliau tidak mau, makan. Kerja an nya pun kalo malem teriak teriak gak jelas kek orang gila. ".. jawab reni di sertai setetes air mata jatuh dari ujung mata indah nya.
Tak ingin dia semakin kencang, gw pun mengajak nya menyusul pak dhe serta mama reni yang td gw lihat sudah beranjak duluan ke lantai 2 rumah ini. Asli nya gw ngajak reni segera ke atas, karene gw cuma takut di gaplok pak dhe gw gan. Di kiranya gw yang bikin nangis anak orang.
GRHHHHHHH...... PRANKKKKK....
ASTAGFIRULLAH...
Gw terkejut dan menarik reni yang berada di samping gw. Gimana gak kaget gan,, sebuah vas bunga di lempar oleh papa nya reni tepat di samping pintu yang tadi gw pake masuk. Pak dhe serta mama nya reni pun, cuma senyum melihat tingkah gw.
Ni orang gmna malah senyum,, gak lihat apa gw hampir kena lemparan vas. Tak butuh waktu lama, gw pun tersadar dari lamunan gw.
"astagfirullah, maaf ren,, gak sengaja "... ucap gw seraya melepaskan tangan gw darj lingkar pinggang nya.
" gak pa2 gus,, makasih dah narik gw tadi".. jawab nya malu malu dengan wajah yang memerah.
Setelah berunding,, pak dhe meminta reni, mama nya dan adek nya yang belakangan gw ketahui bernama rena untuk keluar dari ruangan ini. Takutnya terjadi hal yang tak di inginkan ke mereka nantinya kalo tetap di sini.
Tinggal lah gw, pak dhe serta pak andi papa nya reni.
" SIAPA KALIAN,,, AKU GAK ADA URUSAN DENGAN KALIAN. PERGI KALIAN DARI SINI. " ucap pak andi tiba2 dengan suara serak.
" kami ada urusan dengan pengirim mu. Cepat kamu pergi dan tinggal kan tubuh yang semestinya bukan menjadi milik mu" .. timpal pak dhe gw dengan mimik wajah serius.
". AHHHH,,, KALIAN MANUSIA TERLALU SOMBONG. BISA APA KALIAN MENGHADAPI MAKHLUK SEPERTI KAMI ".. ucap pak andi lagi dengan mata yang melotot dan hanya tinggal putih nya saja.
Cuk,, ngeri gan gw kalo mengingat nya.
" kami memang manusia. Tapi derajat kami lebih tinggi dari pada makhluk seperti mu. " ucap pak dhe gak mau kalah
" ARGHHHHHHH,, KALIAN KURANG AJAR ".. Jawab pak andi makin marah sambil melompat menerjang menuju pak dhe gw.
Reflek,, gw pun menendang tubuh pak andi hingga terlempar menabrak tembok. Kalian heran kenapa tendangan gw, bisa membuat tubuh orang dewasa terpental..? Sesaat setelah insiden lemparan vas bunga, gw memagari tubuh gw dengan ajian lembu sekilan. Tak lupa gw rapalkan ajian brajamusti jikalau di butuhkan serahkan balasan.
CEPLAKKKKK....
Gw pun di gaplok pak dhe gan.
" jangan maen fisik gus, yang ada nanti raga pak andi yang terluka "... Ucap lak dhe menjelaskan knp dia menggaplok kepala gw.
" maaf pak dhe reflek " jawab gw cengengesan sambil cengar cengir.
" ya udah sekarang kamu pegang pak andi, biar pak dhe keluar in jin yang bersemyam di tubuhnya ".. ucap pak dhe lagi sambil berjalan mendekati pak andi yang tadi terhempas ke tembok.
Gw pun memegangi pak andi dengan sekuat tenaga. Meski tangan dan kaki gw udh gw isi rapalan aji brajamusti, gw tetep kewalahan menahan tubuh pak andi yang sedari tadi berontak. Setelah berhasil menahan pak andi agar tak berontak, pak dhe pun memegang kening nya dan mulut nya komat kamit merapalkan sesuatu.
ARGHHHH,,,, ARGHHHHHH,,,, PANAS,,, PANASSSSS.. AMPUN
Teriak jin yang ada dalam tubuh pak andi. Tak berselang lama.....
SLAPPPPP....
Pak andi pun pingsan setelah jin yang bersemyam di tubuhnya di tarik keluar oleh pak dhe. Gw langsung merebahkan tubuh pak andi di ranjang.
"gus, ini bagian penting nya. Ayo kita lanjutkan dengan melakukan penjemputan sukma pak andi. Kamu sudah di ajari bapak kami ajian ngrogo sukma kan "..? tanya pak dhe setelah gw selesai merebahkan tubuh pak andi di ranjang.
" sampun pak dhe " jawab gw singkat.
Mendengar instruksi pak dhe, gw pun segera duduk dan memejamkan mata. Pak dhe juga melakukan hal yang sama. Ku fokus kan segala fikiran bawah sadar ku dalam satu tempat. Tak selang berapa lama....
SLEPPPP....
Sukma gw dan pak dhe pun keluar dari tubuh kita berdua. Kita berdua berada di sebuah hujan hati yang sangat lebat. Semakin ke dalam kami memasuki hutan, hawa di sekitar pun semakin berat. Aura nya sangat berat,, sampai nafas gw terengah tengah.
Akhir nya kita pun sampai di sebuah kerajaan kecil yang berada di tengah hutan...
" gus kamu siapain ajian bala sewu. Jangan lupa siapin juga ajian lembu sekilan serta brajamusti jikalau negosiasinya nanti tidak berjalan lancar ". ucap pak dhe memberi perintah.
" nggeh pak dhe ".. ucap gw seraya melafalkan rapalan dari ajian yang di sebutkan pak dhe tadi.
SLAPPPPPPP...
Di belakang gw pun telah muncul seribu pasukan khodam akibat ajian bala sewu yang tadi gw rapalkan.
" kalian nanti nunggu aba2 dari gw,, jangan bertindak yang ceroboh ".. perintah gw ke komandan pasukan khodan yg berada di belakang gw.
" sendiko dhawuh mas agus ".. jawab komandan td dengan logat jawa.
Alhamdulillah negosiasinya ternyata berjalan lancar. Jadi pak dhe sama gw pun tak perlu ubtuk melakukan pertempuran dengan kerajaan jin tersebut. Saat gw tanya kenapa koq dengan mudah nya mereka maw menyerahkan sukma pak andi, ternyata mereka kenal dengan eyang buyut ku. Saat menyebut nama eyang buyut, mereka pun meminta pak dhe segera mencari dan mengambil sukma pak andi sebelum mereka berubah pikiran.
Eyang buyut gw itu orang yang babad alas di Kabupaten sini gan. Jadi menurut gw wajar kalo kerajaan jin tsb mengenal eyang buyut gw.
Setelah selesai mengembalikan sukma pak andi, gw dan pak dhe pun trun ke bawah untuk berpamitan ke empu nya rumah karena malam semakin larut. Reni pun tersenyum lega setelah gw yakin kan, kalo besok papa nya bangun akan sembuh seperti sedia kala.
Masya Allah senyum nya gan. Pengen banget gw cubit pipi nya reni waktu itu. Agan bisa bayangin kan senyum cewek yg keliatan gigi gingsul nya..? Ya.. Manis banget gan. Namun gw urung kan niat gw tsb, karena disangka nya nanti tindakan asusila.
Sebelum pamitan, tak lupa pak dhe meminta ibu rahma (mama nya reni) agar mnyuruh orang menggali sesuatu di sekitar rumahnya besok pagi dan agar langsung membakar nya. Ibu rahma pun menyanggupi permintaan pak dhe.
Sebuah amplop pun di berikan ibu rahma kepada pak dhe karena telah membantu keluarga nya. Namun dengan halus pak dhe menolak amplop tsb. . Lebih baik amplop tsb buat membayar orang yang menggali nanti serta sisa nya bisa di sedekah kan.
Dengan berat hati dan sedikit kekecewaan di raut wajahnya, ibu rahma pun mengiyakan usulan pak dhe.
" gmna ini pak dhe, di kembali kan lagi gak santet nya ". .? Ucap gw mengawali pembicaraan saat dalam perjalanan pulang menuju rumah pak dhe.
" gak usah gus. Cukup yang ngirim jin saja kita kasih pelajaran. Agar tidak menyalah gunakan ilmu nya untuk mencelakai orang lain." jawab pak dhe.
Ya santet gan. Papa nya reni kena santet. Namun santet ini sudah keterlaluan karena sudah mulai menyembunyikan sukma. Karena santet biasa hanya kiriman berupa paku, silet, serta beberapa besi. Tapi ini sampe ngambil sukma yang ujung nya dapet menghilangkan nyawa seseorang.
Karena malam udah larut, malam ini gw pun tidur di rumah pak dhe. Beliau minta habis shubuh saja nanti balik ke rumah. Beliau juga sudah ngasih kabar ke keluarga gw, kalo gw nginep ke rumah nya.
Karena kecapean sehabis ritual tadi, gw pun tanpa tersadar tertidur dan hanyut dalam luas nya dunia mimpi.
Gw berharap malam ini bisa bermimpi ketemu reni dan melihat betapa cantik nya ketika dia tersenyum.
Diubah oleh agusk1988 15-10-2017 15:29
myusuffebria525 dan 24 lainnya memberi reputasi
25


