- Beranda
- Stories from the Heart
Missing Love
...
TS
pfrederica
Missing Love
Spoiler for Cover:
Benar, jika cinta datang dari manapun, walau diri sendiri mengejek seakan tak mampu, tapi kadang cinta akan datang dengan apapun caranya.
Waktu kisah SMA itu, yang berusaha ku abadikan dalam tulisan.
Siapa yang akan menduga jika aku menjaga makhluk Tuhan yang indah itu.
Diri ku bergejolak, memohon waktu kembali mengulanginya.
Aku Pandu Pratama Wijaya , lelaki yang sederhana dengan penampilan apa adanya, kecuali sedikit perubahan jika terpaksa.
Definisi ku soal cinta mungkin air? Suara ombaknya indah, tapi tak ada yang tau jika gelombangnya bisa saja berbahaya.
Spoiler for Index:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 7 suara
Bagaimana akhir cerita ini?
Happy Ending
86%
Bad Ending
14%
Diubah oleh pfrederica 17-04-2019 13:01
aaaaaisyah memberi reputasi
2
15.5K
85
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pfrederica
#35
Part 7 : Pelantikan Osis
Hari ini adalah hari pelantikan anggota Osis baru disekolahku. Dari semalam aku telah menyiapkan segala keperluan untuk hari ini. Karena kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari 1 malam. Dan diadakan disalah satu tempat didaerah puncak.
Pagi ini aku berangkat diantar oleh Ayahku. Karena tidak mungkin aku membawa motor. Sebenarnya aku malas ikut acara seperti ini. Karena diosis aku tidak memiliki teman. Paling hanya Nadine saja. Yang baru-baru ini dekat denganku.
Saat sampai disekolah terlihat para calon anggota Osis sudah dikumpulkan dalam satu barisan. Sementara, anggota Osis dikumpulkan pada barisan yang berbeda.
Lalu semua diperintahkan untuk mengecek kembali barang-barang bawaan apakah ada yang tertinggal atau tidak.
Dan akhirnya dimulailah, wejangan-wejangan dari Ketua Osis yang intinya semua harus tertib.
Terlihat ada wajah Natali dalam barisan calon anggota Osis. Tampak raut wajahnya yang tidak perduli dengan apa yang dibicarakan Ketua Osis.
Akhir-akhir ini perhatianku terhadap Natali sedikit berkurang karena hadirnya Nadine. Hari-hari setelah aku menemaninya ke toko buku. Ia semakin dekat denganku. Bahkan setiap istirahat kita selalu ke kantin bersama.
Akhirnya setelah Ketua Osis selesai. Kami pun berangkat ke lokasi dengan menggunakan mobil tentara. Didalam mobil aku duduk bersebelahan dengan Nadine. Ia terus-terusan mengajakku berbicara. Tapi aku hanya pasif saja.
Akhirnya kami sampai dilokasi. Uhh disini masih sangat segar udaranya. Disini kita akan menginap disebuah Villa yang cukup besar. Pembagian kamar pun telah dibagi. 1 kamar 4 orang. Aku satu kamar dengan 3 anggota Osis lainnya. Ada Alvin, Ilyas, dan Nur.
Setelah pembagian kamar, semua Calon Osis pun dikumpulkan. Dan seperti biasa, Ketua Osis menanyakan apakah ada yang sakit atau tidak. Lalu disini kita membuat kelompok yang terdiri dari 8 orang. Entah apes atau beruntung aku tergabung dengan kelompok yang sama dengan Natalia. Berbeda dengan Nadine, ia masuk kelompok lain.
Lalu dilanjut dengan Ishoma.
Setelah itu Upacara pembukaan yang dibuka oleh ketua pelaksana yaitu Pak Udin. Setelah itu kembali Ketua Osis memberitahu tata tertib selama kegiatan. Dan disambung oleh seksi acara yang membacakan susunan kegiatan hari itu.
Lalu semua diperintahkan kembali ke kamar untuk memakai baju olahraga. Dan lagi-lagi semua diperintahkan untuk baris sesuai dengan kelompoknya.
Seperti tahun kemarin, kegiatan selanjutnya yaitu Jalan kelompok. Akan ada 4 pos yang akan dilalui oleh semua anggota kelompok. Dan kami akan melewati banyak rintangan diperjalanan. Dikelompokku ada dua orang anggota osis kelas 2 dan 6 orang calon anggota. Dan karena ada 2 orang anggota osis. Jadi kita membuat polling siapa yang akan menjadi pemimpin kelompok. Dan yang terpilih tentu saja bukan aku. Tapi temanku Abdul.
Abdul ini orangnya baik sekali dan pintar. Jadi bila dibandingkan denganku, lebih cocok ia yang menjadi pemimpinnya.
Kita memulai perjalanan sekitar jam 2 siang. Semua rintangan dengan mudah kita lewati. Benar-benar tidak ada yang menarik deh rintangannya. Jadi tidak perlu aku ceritakan.
Setelah kegiatan Jalan Kelompok selesai. Kemudian dilanjut dengan Ishoma. Dan dilanjut lagi dengan mandi sore. Setelah mandi ku sempatkan berjalan-jalan disekitar. Saat ku ingin keluar dari kamar Alvin bertanya padaku.
Akhirnya kita berempat jalan-jalan sebentar disekitar Villa. Saat sedang berjalan, mataku menangkap sesosok Natalia sedang berdiri bersandar ditembok sambil melihat pemandangan.
Kami pun kembali berjalan-jalan sampai Adzan Maghrib berkumandang. Dan kami langsung pergi untuk Shalat Maghrib.
Setelah Shalat Maghrib semua dikumpulkan untuk mendengarkan Materi Malam. Materi Malam yang berisi “Cara membuat proposal yang baik dan benar.”
Aku pun hanya diam. Tapi kalau boleh jujur, menurutku acara ini memang sangat membosankan.
Setelah Materi Malam selesai, kegiatan dilanjut dengan Api Unggun.
Aku hanya menjadi penonton disini. Karena memang ada kelompok khusus yang mengurusnya. Seperti menyiapkan dan upacara.
Dan kegiatan dilanjut dengan Hiburan. Ada yang bernyanyi, menari, ngelawak, ada juga yang asik tidur. Yaa.. Nur tertidur. Sudah sejak kegiatan api unggun dimulai. Ia terlelap menyender dipunggung Ilyas.
Tak lama setelah acara hiburan dimulai. Petaka menghampiriku. Nadine dengan tiba-tiba mengajakku untuk bernyanyi bersamanya. Eh maksudku aku mengiringinya bernyanyi dengan menggunakan gitar. Mau tidak mau aku pun mau eh hahahaha.
Ku tarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dengan perlahan ku petik senar gitar dengan tanganku.
*Jrengg* Genjrengan gitarku menutup lagu ini.
Tapi tunggu, suasana menjadi hening. Dan tiba-tiba satu persatu mulai bertepuk tangan, dan semua bertepuk tangan. Aku menaruh gitar dan kembali ketempat ku duduk semula diikuti dengan Nadine.
Acara hiburan pun ditutup dijam 11 malam. Aku langsung tertidur setelah menempelkan tubuhku dikasur.
*tok tok tok* Suara pintu diketuk.
Saat ku menengok ke arah jam dinding.
Jam 2 pagi. Waktunya Tesmen. Kami pun bergegas untuk berkumpul.
Kami dikumpulkan disebuah lapangan didekat Villa. Mata kami ditutup. Dan kami diperintahkan untuk memegang pundak teman. Lalu satu-satu dari kami diberi pertanyaan. Kalau calon anggota diberi pertanyaan “Latar belakang kamu mau menjadi osis apa?”. Kalau anggota osis yang bukan panitia diberi pertanyaan “Kamu mau menjadi ketua osis?” ya seperti itulah kira-kira. Saat ditanya, aku menjawab tidak mau.
Setelah tesmen, yang muslim menjalankan Shalat Subuh.
Setelah itu kami semua sarapan dan bersiap untuk Hiking ke air terjun.
Semua pun diperintahkan berbaris. Lalu kami mulai berjalan bersama. Kegiatan hiking ini bisa dibilang refreshingnya. Sepanjang jalan Nadine ikut mengobrol dengan kami ber empat. Dan beberapa kali Nadine terpeleset karena memang medan yang kami lewati cukup licin. Aku pun juga terpeleset hingga kacamataku patah. Dan aku tidak memakai kacamata. Walaupun agak sedikit buram.
Setelah 2 jam berjalan akhirnya kami sampai diair terjun yang sangat indah. Airnya begitu jernih. Tak sabar, semua siswa langsung menceburkan diri ke air. Aku pun ikut, karena memang air ini seperti menarik diriku untuk cepat-cepat melompat kedalamnya. Kami pun dengan asik bermain air hingga tak terasa tubuh mulai kedinginan. Dan kami pun keluar dari air.
Setelah dari air terjun, kami pun kembali berjalan ke Villa. Setelah sampai, kami kembali ke kamar untuk mandi. Setelah mandi, dilanjutkan dengan Shalat dan makan siang.
Setelah itu, tidak ada kegiatan sampai esok hari. Saat malam kami hanya berkumpul sambil bernyanyi-nyanyi.
Esok harinya kami dikumpulkan dihalaman Villa. Kami diperintahkan untuk berbaris dan menggelar Upacara Penutupan. Lalu, sambutan dari Ketua Osis, dan berdoa. dan akhirnya pulang.
Diperjalanan pulang Nadine tak banyak bicara. Mungkin ia lelah. Dan tak lama ia tertidur dibahuku. Agak deg deg’an sih. Tapi biarkan saja deh. Anggep aja latihan mental buatku.
Tiba-tiba aku terbangun karena ada suara bising dimobil. Ternyata semua sedang tertawa dan suit-suitan karena posisi tidurku dan Nadine yang sangat keren. Ya taulah Nadine tidur dibahuku, aku tidur dikepalanya.
Nadine pun tampak tidak perduli, dan ia melanjutkan tidurnya. Sementara aku tidak bisa tidur.
Akhirnya kami sampai disekolah, setelah itu lagi-lagi kami berbaris dan akhirnya pulang kerumah masing-masing.
Pagi ini aku berangkat diantar oleh Ayahku. Karena tidak mungkin aku membawa motor. Sebenarnya aku malas ikut acara seperti ini. Karena diosis aku tidak memiliki teman. Paling hanya Nadine saja. Yang baru-baru ini dekat denganku.
Saat sampai disekolah terlihat para calon anggota Osis sudah dikumpulkan dalam satu barisan. Sementara, anggota Osis dikumpulkan pada barisan yang berbeda.
Lalu semua diperintahkan untuk mengecek kembali barang-barang bawaan apakah ada yang tertinggal atau tidak.
Dan akhirnya dimulailah, wejangan-wejangan dari Ketua Osis yang intinya semua harus tertib.
Terlihat ada wajah Natali dalam barisan calon anggota Osis. Tampak raut wajahnya yang tidak perduli dengan apa yang dibicarakan Ketua Osis.
Akhir-akhir ini perhatianku terhadap Natali sedikit berkurang karena hadirnya Nadine. Hari-hari setelah aku menemaninya ke toko buku. Ia semakin dekat denganku. Bahkan setiap istirahat kita selalu ke kantin bersama.
Akhirnya setelah Ketua Osis selesai. Kami pun berangkat ke lokasi dengan menggunakan mobil tentara. Didalam mobil aku duduk bersebelahan dengan Nadine. Ia terus-terusan mengajakku berbicara. Tapi aku hanya pasif saja.
~~●~~
Akhirnya kami sampai dilokasi. Uhh disini masih sangat segar udaranya. Disini kita akan menginap disebuah Villa yang cukup besar. Pembagian kamar pun telah dibagi. 1 kamar 4 orang. Aku satu kamar dengan 3 anggota Osis lainnya. Ada Alvin, Ilyas, dan Nur.
Setelah pembagian kamar, semua Calon Osis pun dikumpulkan. Dan seperti biasa, Ketua Osis menanyakan apakah ada yang sakit atau tidak. Lalu disini kita membuat kelompok yang terdiri dari 8 orang. Entah apes atau beruntung aku tergabung dengan kelompok yang sama dengan Natalia. Berbeda dengan Nadine, ia masuk kelompok lain.
Lalu dilanjut dengan Ishoma.
Setelah itu Upacara pembukaan yang dibuka oleh ketua pelaksana yaitu Pak Udin. Setelah itu kembali Ketua Osis memberitahu tata tertib selama kegiatan. Dan disambung oleh seksi acara yang membacakan susunan kegiatan hari itu.
Lalu semua diperintahkan kembali ke kamar untuk memakai baju olahraga. Dan lagi-lagi semua diperintahkan untuk baris sesuai dengan kelompoknya.
Seperti tahun kemarin, kegiatan selanjutnya yaitu Jalan kelompok. Akan ada 4 pos yang akan dilalui oleh semua anggota kelompok. Dan kami akan melewati banyak rintangan diperjalanan. Dikelompokku ada dua orang anggota osis kelas 2 dan 6 orang calon anggota. Dan karena ada 2 orang anggota osis. Jadi kita membuat polling siapa yang akan menjadi pemimpin kelompok. Dan yang terpilih tentu saja bukan aku. Tapi temanku Abdul.
Abdul ini orangnya baik sekali dan pintar. Jadi bila dibandingkan denganku, lebih cocok ia yang menjadi pemimpinnya.
Kita memulai perjalanan sekitar jam 2 siang. Semua rintangan dengan mudah kita lewati. Benar-benar tidak ada yang menarik deh rintangannya. Jadi tidak perlu aku ceritakan.
Setelah kegiatan Jalan Kelompok selesai. Kemudian dilanjut dengan Ishoma. Dan dilanjut lagi dengan mandi sore. Setelah mandi ku sempatkan berjalan-jalan disekitar. Saat ku ingin keluar dari kamar Alvin bertanya padaku.
Quote:
Akhirnya kita berempat jalan-jalan sebentar disekitar Villa. Saat sedang berjalan, mataku menangkap sesosok Natalia sedang berdiri bersandar ditembok sambil melihat pemandangan.
Quote:
Kami pun kembali berjalan-jalan sampai Adzan Maghrib berkumandang. Dan kami langsung pergi untuk Shalat Maghrib.
Setelah Shalat Maghrib semua dikumpulkan untuk mendengarkan Materi Malam. Materi Malam yang berisi “Cara membuat proposal yang baik dan benar.”
Quote:
Aku pun hanya diam. Tapi kalau boleh jujur, menurutku acara ini memang sangat membosankan.
Setelah Materi Malam selesai, kegiatan dilanjut dengan Api Unggun.
Aku hanya menjadi penonton disini. Karena memang ada kelompok khusus yang mengurusnya. Seperti menyiapkan dan upacara.
Dan kegiatan dilanjut dengan Hiburan. Ada yang bernyanyi, menari, ngelawak, ada juga yang asik tidur. Yaa.. Nur tertidur. Sudah sejak kegiatan api unggun dimulai. Ia terlelap menyender dipunggung Ilyas.
Tak lama setelah acara hiburan dimulai. Petaka menghampiriku. Nadine dengan tiba-tiba mengajakku untuk bernyanyi bersamanya. Eh maksudku aku mengiringinya bernyanyi dengan menggunakan gitar. Mau tidak mau aku pun mau eh hahahaha.
Quote:
Ku tarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dengan perlahan ku petik senar gitar dengan tanganku.
Quote:
*Jrengg* Genjrengan gitarku menutup lagu ini.
Tapi tunggu, suasana menjadi hening. Dan tiba-tiba satu persatu mulai bertepuk tangan, dan semua bertepuk tangan. Aku menaruh gitar dan kembali ketempat ku duduk semula diikuti dengan Nadine.
Quote:
Acara hiburan pun ditutup dijam 11 malam. Aku langsung tertidur setelah menempelkan tubuhku dikasur.
*tok tok tok* Suara pintu diketuk.
Saat ku menengok ke arah jam dinding.
Jam 2 pagi. Waktunya Tesmen. Kami pun bergegas untuk berkumpul.
Kami dikumpulkan disebuah lapangan didekat Villa. Mata kami ditutup. Dan kami diperintahkan untuk memegang pundak teman. Lalu satu-satu dari kami diberi pertanyaan. Kalau calon anggota diberi pertanyaan “Latar belakang kamu mau menjadi osis apa?”. Kalau anggota osis yang bukan panitia diberi pertanyaan “Kamu mau menjadi ketua osis?” ya seperti itulah kira-kira. Saat ditanya, aku menjawab tidak mau.
Setelah tesmen, yang muslim menjalankan Shalat Subuh.
Setelah itu kami semua sarapan dan bersiap untuk Hiking ke air terjun.
Quote:
Semua pun diperintahkan berbaris. Lalu kami mulai berjalan bersama. Kegiatan hiking ini bisa dibilang refreshingnya. Sepanjang jalan Nadine ikut mengobrol dengan kami ber empat. Dan beberapa kali Nadine terpeleset karena memang medan yang kami lewati cukup licin. Aku pun juga terpeleset hingga kacamataku patah. Dan aku tidak memakai kacamata. Walaupun agak sedikit buram.
Setelah 2 jam berjalan akhirnya kami sampai diair terjun yang sangat indah. Airnya begitu jernih. Tak sabar, semua siswa langsung menceburkan diri ke air. Aku pun ikut, karena memang air ini seperti menarik diriku untuk cepat-cepat melompat kedalamnya. Kami pun dengan asik bermain air hingga tak terasa tubuh mulai kedinginan. Dan kami pun keluar dari air.
Setelah dari air terjun, kami pun kembali berjalan ke Villa. Setelah sampai, kami kembali ke kamar untuk mandi. Setelah mandi, dilanjutkan dengan Shalat dan makan siang.
Setelah itu, tidak ada kegiatan sampai esok hari. Saat malam kami hanya berkumpul sambil bernyanyi-nyanyi.
Esok harinya kami dikumpulkan dihalaman Villa. Kami diperintahkan untuk berbaris dan menggelar Upacara Penutupan. Lalu, sambutan dari Ketua Osis, dan berdoa. dan akhirnya pulang.
Diperjalanan pulang Nadine tak banyak bicara. Mungkin ia lelah. Dan tak lama ia tertidur dibahuku. Agak deg deg’an sih. Tapi biarkan saja deh. Anggep aja latihan mental buatku.
Tiba-tiba aku terbangun karena ada suara bising dimobil. Ternyata semua sedang tertawa dan suit-suitan karena posisi tidurku dan Nadine yang sangat keren. Ya taulah Nadine tidur dibahuku, aku tidur dikepalanya.
Nadine pun tampak tidak perduli, dan ia melanjutkan tidurnya. Sementara aku tidak bisa tidur.
Akhirnya kami sampai disekolah, setelah itu lagi-lagi kami berbaris dan akhirnya pulang kerumah masing-masing.
aaaaaisyah memberi reputasi
0