Kaskus

Story

congyang.jusAvatar border
TS
congyang.jus
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish

Tuhan tidak selalu memberi kita jalan lurus untuk mencapai suatu tujuan. Terkadang dia memberi kita jalan memutar, bahkan seringkali kita tidak bisa mencapai tujuan yg sudah kita rencanakan diawal. Bukan karena tuhan tidak memberi yg kita inginkan, tetapi untuk memberi kita yg terbaik. Percayalah, rencana Tuhan jauh lebih indah.

Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 13 suara
Siapa yang akan menjadi pemaisuri Raja?
Olivia
31%
Bunga
8%
Diana
15%
Zahra
15%
Okta
8%
Shinta
23%
Diubah oleh congyang.jus 04-03-2022 10:27
sargopipAvatar border
efti108Avatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 37 lainnya memberi reputasi
38
165.8K
793
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
congyang.jusAvatar border
TS
congyang.jus
#198
"Lucu ya?" menunjukkan foto-foto bayi kembar di layar HP nya ke gw. Seakan memberi kode ke gw ingin memiliki anak kembar

"Heem.. Lucu banget. Yuk bikinemoticon-Big Grin" jawab gw

"Tahan dulu, nunggu sampai awal tahun" kepala gw di getok pakai dompet nya


***



Suara klakson mobil di depan rumah membuyarkan lamunan gw

"Udah siap? Ga ada yang ketinggalan?" tanya Mamah

"Udah semua kok" jawab gw

Ryan, Izal, Bagus, Feri, Mbak Oliv, Paman dan Shinta ikut mengantar pindah ke rumah baru gw.

"Baik2 disana, jangan sering pulang malam lagi.." pesan Yangti ke gw

"Ga boleh pulang malam ya pulang pagi.." jawab gw santai

"Berani pulang telat ya mamah kunci pintunya.." Mamah mulai mengultimatum gw

Papah Mamah berpamitan ke Eyang, begitu juga gw.

Beberapa hari lalu Budhe sudah pulang ke Indonesia, dan minggu nya gw putuskan untuk mulai pindah ke rumah Mamah.

Sesampainya disana, gw disambut Zahra yang menunggu di teras.

"Cium tangan dulu, aku kan abang.." ucap gw ke Zahra

"Idih.." balas Zahra lalu pergi masuk ke dalam rumah.

"Itu adek lo yang pernah lo ceritain ja?" bisik Ryan. Gw menganggukkan kepala

"Betah dirumah deh lo.." lanjutnya

Gw mengambil barang2 gw di mobil dan memasukkannya di kamar. Kawan2 gw malah enak2 an makan camilan di teras. Cuma Shinta yang membantu gw, walaupun cuma ngangkat tas2 kecil ke kamar yang berada di lantai 2. Ya setidaknya sudah membantu mengurangi pekerjaan gw.

Shinta memasukkan baju2 gw ke lemari, di tata nya dengan sangat rapi. Buku2 gw di tumpuk sedemikian rupa di meja belajar.

Gw turun ke dapur, dan kembali ke kamar membawa 2 gelas minuman dingin. Hari itu langit sedang cerah, hanya nampak sedikit awan putih di atas.

"Sini shin.." gw memanggil Shinta dari balkon

"Diminum dulu.." lanjut gw setelah Shinta duduk

Bara api sudah diujung, rokok gw hisap dalam2. Kembali pikiran gw flashback ke masa dimana Cungkring masih ada. Kebersamaan gw dengannya, nakal bareng, pernah berantem juga sama anak STM waktu masih SMP. Kami semua berdoa semoga tenang di sana cung. Semua tau lo orang baik.

Lambat laun gw mulai mengiklaskan kepergian Cungkring. Ga ada gunanya gw terus bersedih. Terus bersedih hanya akan membuat jiwanya tidak tenang. Lagian, semua orang pasti akan pergi kan?. Satu yang pasti, kami selalu berdoa buat lo yang sudah terlebih dahulu pergi.

Teman inilah kita
Terbungkus sederhananya masa muda
Hingga kelak usia datang pisahkan kita
Sampai bertemu di kehidupan yang baru

Tenanglah jiwamu teman
Jauh ditempatmu yang nyaman
Dan temukanlah jawaban
Dibalik senyuman


"Malah pacaran disini.." Paman dan kawan2 menyusul ke balkon kamar gw

"Yang nyuruh kalian kesini siapa woi, pergi sana pergi.. Gangguin orang aja" ucap gw

"Mamah lo yang nyuruh kita nyusul sini.. Lah lo nya ditunggu di luar malah asik pacaran sih.." ucap Ryan

"Ciyee, yang udah dapet pendamping baru.." ledek Mbak Oliv

"Ehehe.."

"Kamu mau jadi pendamping hidupku ga?" tanya gw ke Shinta

"Ga romantis amat sih nembaknya" ucap Mbak Oliv

"Jangan mau shin, ceweknya banyak.." ucap Paman

"Gimana?.." tanya gw lagi ke Shinta. Dia malah cuma senyum2 malu

Kawan2 gw masih belum pulang sampai maghrib. Terus pas mau pulang kan ditahan dulu sama Mamah. Diajak makan dulu. Waktu makan pada ditanyain namanya siapa, rumahnya dimana..

"Terus, pacaranya Raja yang mana ini?" tanya mamah ngelirik Mbak Oliv dan Shinta

Sontak kawan2 gw pada ngelihatin Shinta. "Kamu pacarnya?" tanya Mamah ke Shinta. Ia mengangguk pelan, wajahnya nunduk maluemoticon-Malu. Yess pacar gw baru gengs

"Lha terus yang ini?" ngelihat Mbak Oliv

"Kakaknya tan.." saut Zahra

"Bukannya Raja anak pertama?" tanya Mamah

"Kakak tapi mesra Tanteemoticon-Big Grin.." jawab Feri

Hampir jam 7 an, kawan2 gw pada pamit pulang. Pas nganter ke depan, gw tanya ke Shinta.

"Jadi, kita pacaran ini?" bisik gw ke Shinta. Ia mengangguk malu.

"Jawab dong.." pinta gw

"Iyaa.." jawab nya

"Iya apa?" tanya gw lagi

"Iya, kita pacaran.." jawabnya

Kawan2 gw dan Zahra yang mendengar itu sontak men 'ciyeee ciyee in'. Gw lihat pipinya Shinta tambah memerah karena maluemoticon-Embarrassment
oktavp
rinandya
delet3
delet3 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.