Kaskus

Story

201192Avatar border
TS
201192
Aku pergi sebentar, boleh?
Aku pergi sebentar, boleh?


Quote:


INDEX:

SATU : Ve !!!

DUA : Kak Tama

TIGA : Diam

EMPAT : Coklat

LIMA : Break Up Lexa !

ENAM : Boleh Aku Bertanya Sesuatu?

TUJUH : Tadaima

DELAPAN : Gadis Coklat

SEMBILAN : Api Cemburu

SEPULUH : Bad Day

SEBELAS : Terbongkar !!!

DUA BELAS : Revenge

TIGA BELAS : Flashback

EMPAT BELAS : Nyaman

LIMA BELAS : PUTUS

ENAM BELAS : Perkenalan

TUJUH BELAS : Akhirnya

DELAPAN BELAS : Jarak

SEMBILAN BELAS : Mayumi Baskara

DUA PULUH : Suci atau Shinta ?

DUA PULUH SATU : It's Final Choise

DUA PULUH DUA : Itu Nyata

DUA PULUH TIGA : Kecerobohan Mayu

DUA PULUH EMPAT : Terlalu berharap

Quote:
Polling
0 suara
LANJUT ??
Diubah oleh 201192 25-10-2017 22:54
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
89.6K
500
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
201192Avatar border
TS
201192
#482
DUA PULUH DUA : Itu Nyata
***
2 tahun setelah kepergian ibundanya
---
-Taman pemakaman

***

Mobil itu berhenti tepat di depan sebuah pemakaman.

Pasangan muda itu turun dari mobil mereka, ditangan pemuda itu tergenggam sebuket mawar putih. Langkahnya perlahan namun pasti menuju ke arah nisan yang kini akrab dengannya. Semilir angin menggugurkan banyak daun dari pohon kamboja mengiringi langkah pemuda itu.

Sang pasangan nampaknya sedikit tergopoh turun dari mobilnya, di tangan kanannya ia sibuk mengayun bayi berumur 1tahun, buah hati kesayangannya.

"Ryuuu, tunggu aku" pekiknya kecil mengejar langkah si pemuda yang terus menjauh darinya, dan memasuki pekarangan makam.

Pemuda itu menghentikan langkanya sejenak dan menoleh, sambil tersenyum ia menunggu suara yang memintanya menghentikan langkahnya kini.

Perlahan ia kembali melihat bayangan sosok ibunya yang berjalan ke arahnya pada diri wanita muda tersebut. Ia tak menyangka, setelah menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang membuatnya kembali dekat dengan ibundanya. Kini ia harus jauh lagi dengan cara yang berbeda, tapi kini bukan karena kesibukan.

Tetapi sosok wanita muda yang berjalan pelan dan anggun itu benar-benar menjadi deja-vu tersendiri untuknya. Ia pernah lelap di kenyamanan pelukan wanita yang bersedia berkorban apa saja demi dirinya hingga seperti sekarang ini.

Sampai akhirnya wanita muda itu kini beriringan sejajar dengannya. Ryu kembali melanjutkan langkahnya, yang sedikit demi sedikit menghempaskan sesak di dadanya. Ia kini kembali ke tempat ini. Tidak sendiri.

Balita berumur genap 1tahun ini masih mendekap lelap sesekali bergerak kecil.

Kini ketiganya berhenti, Angin senja itu berhembus sedikit lebih kencaang, sehingga wanita muda itu merapatkan pelukannya pada makhluk kecil imut yang berada dalam dekapannya.

Ryu meletakkan buket mawar putiih itu tepat di atas pembaringan terakhir ibundanya. Sembari pelan mengusap kepala nisan. Ia berkata lirih

"Ibu, aku datang, tapi kini aku tak datang sendiri. Aku membawa penerusmu, penerus keluarga kita".

Seperti mengerti, perlahan bayi mungil itu perlahan membuka matanya. Lalu bergerak kembali lincah tangannya terarah ke Ryu.

Ryu yang melihat wanita muda itu kerepotan memegang makhluk kecil imut itu seraya berdiri dari posisinya semula yang menyimpuhkan satu kaki sambil memegang nisan.

Tangannya terulur kepada bayi mungil tersebut, yang langsung menyambut deangan pelukan erat.

Pandangan mata Ryu dan bayi itu betabrakan kini. Dengan geli "HAP" mulut tak bergigi itu menempel di pipi Ryu.

Sambil merendahkan kembali tubuhnya, Ryu kini menatap nisan itu. Dan berkata, "Ayo, beri salam pada nenek".
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.