- Beranda
- Stories from the Heart
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
...
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ane mau share novel buatan ane sendiri gan
Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural
Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Spoiler for Begini gan ceritanya::
Cerita ini tentang seorang remaja dari Jakarta yang keluarganya terbunuh karena kaum vampire. Cowok remaja ini bernama Erik Calendula. Setelah selamat dari bencana yang dibuat kaum vampire, dia lalu memohon pada Arthur Pendragon. Arthur adalah salah satu dari beberapa pemburu vampire yang menyelamatkan Erik. Dibakar oleh tangisan, amarah dan dendam atas kematian keluarganya, Erik meminta Arthur untuk mendidiknya agar menjadi seorang pemburu vampire. Erik berniat menghancurkan organisasi vampire penebar bencana yang menjadi penyebab kematian orang tuanya.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Arthur menyetujui permintaan Erik. Sebelum dididik, Erik dibawa ke markas pemburu vampire di Jakarta yang bernama Knights of the Silver Sword. Lebih singkatnya, organisasi ini biasa disebut Silver Sword. Setelah bergabung dengan Silver Sword dan dibekali pelatihan dari Arthur, karir Erik sebagai pemburu vampire dimulai. Seperti Arthur, Erik juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan listrik.
Spoiler for Daftar Isi:
Prolog: Hotel Indonesia
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Part 1: Arthur Datang Menjenguk
Part 2: Sekolah
Part 3: Kekuatan Dietrich
Part 4: Amanda Myrna
Part 5: Kisah Raja Arthur
Part 6: Pelabuhan
Part 7: Ghoul
Part 8: Bersembunyi di Rumah Kosong
Part 9: Amanda sang Pembunuh
Part 10: Lightning Versus Sand
Part 11: Kematian Rudy
Part 12: Rumah Sakit
Part 13: Teman Sekelas
Part 14: Kunjungan Mario dan Maya
Part 15: Cerita di Malam Hari
Part 16: Serangan Vampire
Part 17: Sungai Kapuas
Part 18: Kelompok Elena Versus Taiyou no Kishi
Part 19: Lantai Tiga
Part 20: Maya Versus Callista
Part 21: Lantai Dua
Part 22: Serangan Balik
Part 23: Kekuatan Callista
Part 24: Rumah Bergaya Belanda
Part 25: Immortals
Part 26: Empat Pertanyaan
Part 27: Der Schwarze Stein
Part 28: Mantra Deprehensio
Part 29: Kelompok Elena Versus Si Ekor Kalajengking
Part 30: Kolam-kolam Air
Part 31: Hydromancer Magnus
Part 32: Sepulang Sekolah
Part 33: Mall Kemang
Part 34: Korban Vampire
Part 35: Chibi, Chernov dan Minsk
Part 36: Pengejaran
Part 37: Tim Erik dan Tim Maul Versus Geng James Wood
Part 37.1: Hutan Ilusi
Part 37.2: Eyes of Markmanship
Part 37.3: Sand Versus Fire
Part 37.4: Pedang dan Tameng Es
Part 37.5: Maul dan Vira Versus James Wood
Part 38: Arthur Versus Lu Bu
Part 39: Agen Ganda
Part 40: Rumah Darkwing Bersaudara
Part 41: Tiga Produk
Part 42: Di Perbatasan Uni Soviet
Part 42.1: Diego Versus Dragovich
Part 43: FlyHigh
Part 44: Pecandu dari Pluit's Boat
Part 45: Kartel Ching Yan
Part 46: Ervan Versus Werewolf
Part 47: Berlindung di Balik Mobil
Part 48: Marga Asakura
Part 49: Hantu di Rumah Amanda
Part 50: Emmy Merah
Part 51: Pisau Dapur yang Melayang
Part 52: Lantai Dua
Part 53: Tim Sandra dan Dua Emmy
Part 54: Elektrokimia
Part 55: Aswatama
Part 56: Erik, Dietrich, Amanda Versus Arthur
Part 57: Erik, Dietrich, Amanda Versus Aswatama
Part 58: Napoleon Bonaparte dan Timnya
Part 59: Melacak
Part 60: Arthur Versus Jie Xiong
Part 61: Penyelamatan Professor Vaugh
Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang
Gan, setelah baca mohon komennya, ya
Ane sangat menerima kritik dan saran
Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini
Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya gan
Terima kasih gan
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
86.9K
Kutip
544
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shadowroad
#511
Part 59: Melacak
Spoiler for Part 59: Melacak:
“Kau lama sekali,” gerutu Amanda.
Erik yang baru saja turun dari lantai dua segera duduk di meja makan. Di meja makan, terbentang makan siang khas Padang. Daging sapi berkuah coklat, daun ketela, telor dadar yang tebal dan berdiameter satu piring besar penuh. Asap mengepul di ruang makan dari lima gelas teh hangat. Mengingatkan Erik pada warung masakan Padang yang tak begitu jauh dari rumahnya.
“Aku menemukan barang milik Napoleon di kamar,” kata Erik.
Napoleon tertarik. Dia mengerutkan kening dan menatap Erik dalam-dalam, “Barang apa?”
“Sebuah buku yang tebal. Tulisannya Codex Necropolis,” jawab Erik sembari meminum teh hangatnya.
“Wow. Tak kusangka kau berhasil merebut buku itu dari Kingheart,” respon Arthur, “Aku nyaris lupa, Napoleon.”
“Apa hubungan Kingheart dengan buku itu?” tanya Dietrich.
“Tidak hanya mengendalikan api dan kegelapan, Kingheart juga bisa memanggil dan mengendalikan mayat-mayat dari liang kubur. Dengan kata lain dia adalah seorang necromancer,” jawab Napoleon, “Dan dia belajar necromancy dari Codex Necropolis. Berhati-hatilah dengannya. Dulu dia anak yang baik, sekarang berubah menjadi monster yang mengerikan.”
“Jangan lupa ilmu genetikanya, Napoleon,” Arthur mengingatkan, “Aku tidak tahu penelitian macam apa yang dia lakukan. Tubuhnya memiliki kelebihan kaum vampire namun tidak memiliki kelemahannya. Menjauhlah dari Kingheart, teman-teman. Dia tidak akan menyerang kalian, jika kalian tidak menyerangnya.”
Amanda kebingungan, “Bukankah Dark Path sangat agresif dan menyerang apa saja yang mereka inginkan?”
Napoleon berbeda dan entah kenapa cara berbicaranya seakan membela Kingheart, “Kelompok Kingheart berbeda. Karena yang membunuh istri, anak dan teman setimnya adalah Dark Path, maka yang menjadi sasaran dendam hanyalah Dark Path. Bisa dibilang, kelompok Kingheart adalah Dark Path yang memburu Dark Path. Semua anggotanya senasib dengan Kingheart. Orang-orang yang mereka sayangi dibunuh oleh Dark Path.”
“Sudah! Jangan bahas Kingheart terus!” potong Arthur, “Makanlah! Kalian butuh stamina untuk pengintaian nanti malam!”
***
Truk jelek berwarna kuning terparkir di kegelapan malam. Warna catnya yang sudah pudar dan wujudnya yang kotor nyaris membuat orang-orang menilai truk ini adalah truk sampah. Besinya yang berkarat terlihat jelas. Baunya pun sedikit apek jika Arthur tidak memberinya pewangi. Satu-satunya hal baik dari truk ini adalah bisa ditaruh senapan mesin di sisi kanan dan kirinya.
“Bagaimana mungkin kau meminjam truk yang seperti ini?” tanya Dietrich, “WCku masih lebih baik.”
“Masalah harga???” tebak Amanda, “Aku bersedia patungan, kok. Asal kita bisa mendapatkan truk yang lebih baik.”
“Bukan. Bukan masalah harga,” bantah Arthur, “Tapi karena tidak akan ada yang menyangka segerombolan Silver Sword mengintai dari dalam truk bobrok, kotor, bau, berkarat dan tak layak pakai.”
“Segerombolan anak buah James Wood, maksudnya?” koreksi Erik.
“Ya ... ya ...,” kata Arthur, “Kita sekarang bertarung sebagai anak buah James Wood.”
Dari dalam truk jelek berwarna kuning lusuh inilah Arthur dan murid-muridnya mengintai sebuah rumah. Sebuah rumah megah dua lantai yang berpagar tinggi. Pekarangan rumahnya sangat lebar dan ditumbuhi tanaman-tanaman hias. Hanya dua lampu yang menyala yaitu di lantai dua dan dekat parkiran mobil. Ada empat mobil yang terparkir di sana.
“Kau yakin ini, kan, rumahnya?” tanya Dietrich.
“Yakin,” jawab Arthur, “Coba lihat plat Jakarta B 1674 di Avanza. Sesuai dengan informasiku. Mobil itu bertugas membawa Professor Vaughn.”
Tujuan Erik dan timnya adalah memastikan bahwa Professor Vaughn dan dua anak buahnya benar-benar berada di rumah itu. Setelah memastikan, Erik dan timnya akan menggempur kartel Ching Yan dan membebaskan Vaughn.
Sebenarnya, tim Erik juga dibantu oleh pihak James Wood sendiri. Pihak James Wood mengirim dua vampire. Meski begitu, dua vampire utusan James Wood akan muncul ketika keberadaan Vaughn sudah dipastikan. Agar tidak terlalu mencolok, dua vampire itu berada di tempat yang agak jauh dari tempat Arthur mengintai. Tapi mereka masih bisa berkoordinasi.
“Mereka tidak akan tahu kan bahwa kita sebenarnya musuh mereka?” tanya Amanda.
“Siapa? Kartel Ching Yan?” kata Dietrich.
“Bukan. Maksudku, dua vampire utusan James Wood?”
Arthur tertawa, “Tidak. Begini, asumsikan kita sekarang tidak memakai topeng. Pertama, dari pihak James Wood, hanya James Wood dan orang-orang yang pernah bertarung melawan kita di sungai waktu itu. Dua utusan James Wood tidak pernah melawan apalagi melihat kita sebelumnya. Kedua, James Wood sendiri tidak mau repot-repot mengurus dan mengecek mercenary macam apa yang bertugas membebaskan Vaughn.”
Sudah satu jam Erik dan timnya di sana. Tidak ada tanda-tanda aktivitas di rumah itu. Jangankan aktivitas, salah satu pintu atau jendelanya terbuka pun tidak. Hingga Amanda pindah ke belakang karena ingin menyejukkan diri. Lima menit setelah Amanda pindah, ponsel Arthur berdering.
“Bagaimana?” tanya vampire utusan James Wood, “Aku mulai bosan.”
“Nihil,” jawab Arthur, “Tidak ada perubahan aktivitas. Aku juga mulai sebal ... dari tadi ...”
Kalimat Arthur terhenti ketika melihat pintu rumah terbuka. Dari sana, keluarlah gerombolan kartel Ching Yan, Vaughn dan dua anak buahnya. Ada delapan orang anggota kartel Ching Yan yang penampilannya sangar-sangar. Sebelas orang itu terlihat berjalan biasa. Tapi, formasi delapan mafia itu mengepung Vaughn dan dua anak buahnya. Erik, Amanda dan Dietrich juga melihat itu. Mereka bertiga mengintip dari sela-sela lubang truk.
“Bersiaplah!” kata Arthur, “Mereka keluar.”
“Serius??” jawab utusan James Wood, “Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah Vaughn bersama mereka?”
“Ada dan bahkan bersama dua asistennya. Tapi delapan orang mafia Ching Yan mengapit mereka. Ada empat mobil di sini. Kini .... kini ... para mafia Ching Yan memasukkan Vaughn dan dua asistennya secara terpisah. Vaughn dimasukkan ke Avanza berplat B 1674 BZ. Lalu dua asistennya B 3094 A dan B 5318. Dan ... dan ... lima orang lagi keluar dari rumah. Untuk sementara ini, kita menghadapi tiga belas orang. Aku sudah mengatur GPSku. Jadi kita tidak akan kehilangan mereka.”
“Bagus!!!”
Gerbang terbuka dan keluarlah tiga mobil. Mereka berjalan beriringan ke arah barat. Erik tersenyum karena jika mereka bergerak bersama-sama maka berarti mereka tidak sadar pengintaian ini. Setelah mobil terakhir berbelok di tikungan, Arthur baru menyalakan truknya.
“Amanda, kembali ke sini! Kau bagian GPS!” perintah Arthur.
“Roger!” Amanda turun dari truk dan kembali ke bagian depan.
Arthur membuntuti kartel Ching Yan dalam satuan jarak yang paling tepat. Jika terlalu dekat, musuh akan sadar ada truk jelek yang membuntuti. Jika terlalu jauh, maka Arthur dan timnya akan kehilangan momen-momen penting untuk menyerang. Malam hari membuat jalan mereka longgar. Mobil dan kendaraan pun lumayan jarang. Tidak ada macet sehingga Arthur bebas mempercepat atau memperlambat truknya.
Perjalanan mengarah ke Bandung Utara. Pemandangan yang awalnya perkotaan kini mulai berubah menjadi persawahan atau padang rumput yang luas. Pemukiman penduduk mulai berkurang. Kecepatan mobil gerombolan Ching Yan juga mulai berkurang. Erik dan timnya paham sesuatu, Vaughn ditempatkan di wilayah antara Jakarta dan Bandung. Karena itulah tempatnya di Bandung Utara.
Ponsel Arthur berdering dan terdengar suara Napoleon, “Dimana? Bagaimana misimu?”
“Aku sekarang di Bandung Utara, Napoleon,” jawab Arthur yang menceritakan misinya, “Pengejaran ini membawaku kemari.”
Para Silver Sword memasuki lingkungan perumahan elit. Rumah-rumah besar berdiri di kanan dan kiri jalan. Jarak antar rumah saling berjauhan karena masih banyak lahan-lahan kosong yang belum dibangun. Taman-taman yang disinari oleh lampu terlihat indah dan cantik. Meski begitu, rumah-rumah besar ini seperti tanpa kehidupan.
Akhirnya, Erik dan timnya sampai di rumah yang lebih megah dari sebelumnya. Lebih luas juga tentunya. Tingginya tiga lantai dan pekarangan depannya dua kali luas rumah sebelumnya. Mobil terhenti dan turunlah Vaughn. mata dibuka dan Vaughn berjalan dengan pasrah menuju rumah besar itu. Pagar dibuka dan mobil-mobil masuk.
“Halo, sobat,” kata Erik yang menelepon salah satu utusan James Wood, “Mereka sudah masuk ke sebuah rumah. Kemarilah!”
“Baik, sobat,” jawab si vampire.
Sambil menunggu kedatangan vampire anak buah James Wood, Erik dan timnya membahas berbagai kemungkinan. Diskusi mereka berhenti ketika melihat pintu gerbang dibuka dan keluar seorang manusia. Manusia berbusana tradisional China itu berjalan seorang diri mendekati truk. Lampu truk menerangi bola matanya yang hitam legam. Dark Path itu sudah menarik tinjunya.
“LOMPAT!!! perintah Arthur sambil melompat.
Murid-murid Arthur langsung melompat dari truk. Erik mendengar sesuatu yang hebat menghantam bagian depan truk hingga memecahkan kacanya. Saking hebatnya sampai membuat truk bergoncang. Erik dan timnya buru-buru mendekat dan berdiri di belakang Arthur. Inilah saat pertama Erik melihat seorang Dark Path secara langsung.
“Jie Xiong ... anjing William Campbell ...,” kata Arthur.
“Hhmmm ... kau mengenalku, “ Jie Xiong tidak mengenali Arthur karena topengnya, “Aku tidak mengenalimu. Tapi, yah, itu tidak masalah. Aku tinggal mengambil topeng dari mayatmu nanti dan mengenali siapa dirimu.”
Jie Xiong adalah Dark Path mantan anggota Hong Weibing. Kini dia adalah tangan kanan Black Banquet William Campbell yang berarti kemampuannya tidak boleh diremehkan. Dilihat dari kemampuannya membuat bagian depan truk penyok hanya dengan tinju jarak jauh, kemungkinan besar Jie Xiong adalah pengendali angin. Buronan berharga mahal ini memakai pakaian tradisional China berwarna merah Berlengan panjang. Hanya sepatunya yang modern. Buronan berambut kepang itu memakai sepatu bermerk mahal.
Erik yang baru saja turun dari lantai dua segera duduk di meja makan. Di meja makan, terbentang makan siang khas Padang. Daging sapi berkuah coklat, daun ketela, telor dadar yang tebal dan berdiameter satu piring besar penuh. Asap mengepul di ruang makan dari lima gelas teh hangat. Mengingatkan Erik pada warung masakan Padang yang tak begitu jauh dari rumahnya.
“Aku menemukan barang milik Napoleon di kamar,” kata Erik.
Napoleon tertarik. Dia mengerutkan kening dan menatap Erik dalam-dalam, “Barang apa?”
“Sebuah buku yang tebal. Tulisannya Codex Necropolis,” jawab Erik sembari meminum teh hangatnya.
“Wow. Tak kusangka kau berhasil merebut buku itu dari Kingheart,” respon Arthur, “Aku nyaris lupa, Napoleon.”
“Apa hubungan Kingheart dengan buku itu?” tanya Dietrich.
“Tidak hanya mengendalikan api dan kegelapan, Kingheart juga bisa memanggil dan mengendalikan mayat-mayat dari liang kubur. Dengan kata lain dia adalah seorang necromancer,” jawab Napoleon, “Dan dia belajar necromancy dari Codex Necropolis. Berhati-hatilah dengannya. Dulu dia anak yang baik, sekarang berubah menjadi monster yang mengerikan.”
“Jangan lupa ilmu genetikanya, Napoleon,” Arthur mengingatkan, “Aku tidak tahu penelitian macam apa yang dia lakukan. Tubuhnya memiliki kelebihan kaum vampire namun tidak memiliki kelemahannya. Menjauhlah dari Kingheart, teman-teman. Dia tidak akan menyerang kalian, jika kalian tidak menyerangnya.”
Amanda kebingungan, “Bukankah Dark Path sangat agresif dan menyerang apa saja yang mereka inginkan?”
Napoleon berbeda dan entah kenapa cara berbicaranya seakan membela Kingheart, “Kelompok Kingheart berbeda. Karena yang membunuh istri, anak dan teman setimnya adalah Dark Path, maka yang menjadi sasaran dendam hanyalah Dark Path. Bisa dibilang, kelompok Kingheart adalah Dark Path yang memburu Dark Path. Semua anggotanya senasib dengan Kingheart. Orang-orang yang mereka sayangi dibunuh oleh Dark Path.”
“Sudah! Jangan bahas Kingheart terus!” potong Arthur, “Makanlah! Kalian butuh stamina untuk pengintaian nanti malam!”
***
Truk jelek berwarna kuning terparkir di kegelapan malam. Warna catnya yang sudah pudar dan wujudnya yang kotor nyaris membuat orang-orang menilai truk ini adalah truk sampah. Besinya yang berkarat terlihat jelas. Baunya pun sedikit apek jika Arthur tidak memberinya pewangi. Satu-satunya hal baik dari truk ini adalah bisa ditaruh senapan mesin di sisi kanan dan kirinya.
“Bagaimana mungkin kau meminjam truk yang seperti ini?” tanya Dietrich, “WCku masih lebih baik.”
“Masalah harga???” tebak Amanda, “Aku bersedia patungan, kok. Asal kita bisa mendapatkan truk yang lebih baik.”
“Bukan. Bukan masalah harga,” bantah Arthur, “Tapi karena tidak akan ada yang menyangka segerombolan Silver Sword mengintai dari dalam truk bobrok, kotor, bau, berkarat dan tak layak pakai.”
“Segerombolan anak buah James Wood, maksudnya?” koreksi Erik.
“Ya ... ya ...,” kata Arthur, “Kita sekarang bertarung sebagai anak buah James Wood.”
Dari dalam truk jelek berwarna kuning lusuh inilah Arthur dan murid-muridnya mengintai sebuah rumah. Sebuah rumah megah dua lantai yang berpagar tinggi. Pekarangan rumahnya sangat lebar dan ditumbuhi tanaman-tanaman hias. Hanya dua lampu yang menyala yaitu di lantai dua dan dekat parkiran mobil. Ada empat mobil yang terparkir di sana.
“Kau yakin ini, kan, rumahnya?” tanya Dietrich.
“Yakin,” jawab Arthur, “Coba lihat plat Jakarta B 1674 di Avanza. Sesuai dengan informasiku. Mobil itu bertugas membawa Professor Vaughn.”
Tujuan Erik dan timnya adalah memastikan bahwa Professor Vaughn dan dua anak buahnya benar-benar berada di rumah itu. Setelah memastikan, Erik dan timnya akan menggempur kartel Ching Yan dan membebaskan Vaughn.
Sebenarnya, tim Erik juga dibantu oleh pihak James Wood sendiri. Pihak James Wood mengirim dua vampire. Meski begitu, dua vampire utusan James Wood akan muncul ketika keberadaan Vaughn sudah dipastikan. Agar tidak terlalu mencolok, dua vampire itu berada di tempat yang agak jauh dari tempat Arthur mengintai. Tapi mereka masih bisa berkoordinasi.
“Mereka tidak akan tahu kan bahwa kita sebenarnya musuh mereka?” tanya Amanda.
“Siapa? Kartel Ching Yan?” kata Dietrich.
“Bukan. Maksudku, dua vampire utusan James Wood?”
Arthur tertawa, “Tidak. Begini, asumsikan kita sekarang tidak memakai topeng. Pertama, dari pihak James Wood, hanya James Wood dan orang-orang yang pernah bertarung melawan kita di sungai waktu itu. Dua utusan James Wood tidak pernah melawan apalagi melihat kita sebelumnya. Kedua, James Wood sendiri tidak mau repot-repot mengurus dan mengecek mercenary macam apa yang bertugas membebaskan Vaughn.”
Sudah satu jam Erik dan timnya di sana. Tidak ada tanda-tanda aktivitas di rumah itu. Jangankan aktivitas, salah satu pintu atau jendelanya terbuka pun tidak. Hingga Amanda pindah ke belakang karena ingin menyejukkan diri. Lima menit setelah Amanda pindah, ponsel Arthur berdering.
“Bagaimana?” tanya vampire utusan James Wood, “Aku mulai bosan.”
“Nihil,” jawab Arthur, “Tidak ada perubahan aktivitas. Aku juga mulai sebal ... dari tadi ...”
Kalimat Arthur terhenti ketika melihat pintu rumah terbuka. Dari sana, keluarlah gerombolan kartel Ching Yan, Vaughn dan dua anak buahnya. Ada delapan orang anggota kartel Ching Yan yang penampilannya sangar-sangar. Sebelas orang itu terlihat berjalan biasa. Tapi, formasi delapan mafia itu mengepung Vaughn dan dua anak buahnya. Erik, Amanda dan Dietrich juga melihat itu. Mereka bertiga mengintip dari sela-sela lubang truk.
“Bersiaplah!” kata Arthur, “Mereka keluar.”
“Serius??” jawab utusan James Wood, “Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah Vaughn bersama mereka?”
“Ada dan bahkan bersama dua asistennya. Tapi delapan orang mafia Ching Yan mengapit mereka. Ada empat mobil di sini. Kini .... kini ... para mafia Ching Yan memasukkan Vaughn dan dua asistennya secara terpisah. Vaughn dimasukkan ke Avanza berplat B 1674 BZ. Lalu dua asistennya B 3094 A dan B 5318. Dan ... dan ... lima orang lagi keluar dari rumah. Untuk sementara ini, kita menghadapi tiga belas orang. Aku sudah mengatur GPSku. Jadi kita tidak akan kehilangan mereka.”
“Bagus!!!”
Gerbang terbuka dan keluarlah tiga mobil. Mereka berjalan beriringan ke arah barat. Erik tersenyum karena jika mereka bergerak bersama-sama maka berarti mereka tidak sadar pengintaian ini. Setelah mobil terakhir berbelok di tikungan, Arthur baru menyalakan truknya.
“Amanda, kembali ke sini! Kau bagian GPS!” perintah Arthur.
“Roger!” Amanda turun dari truk dan kembali ke bagian depan.
Arthur membuntuti kartel Ching Yan dalam satuan jarak yang paling tepat. Jika terlalu dekat, musuh akan sadar ada truk jelek yang membuntuti. Jika terlalu jauh, maka Arthur dan timnya akan kehilangan momen-momen penting untuk menyerang. Malam hari membuat jalan mereka longgar. Mobil dan kendaraan pun lumayan jarang. Tidak ada macet sehingga Arthur bebas mempercepat atau memperlambat truknya.
Perjalanan mengarah ke Bandung Utara. Pemandangan yang awalnya perkotaan kini mulai berubah menjadi persawahan atau padang rumput yang luas. Pemukiman penduduk mulai berkurang. Kecepatan mobil gerombolan Ching Yan juga mulai berkurang. Erik dan timnya paham sesuatu, Vaughn ditempatkan di wilayah antara Jakarta dan Bandung. Karena itulah tempatnya di Bandung Utara.
Ponsel Arthur berdering dan terdengar suara Napoleon, “Dimana? Bagaimana misimu?”
“Aku sekarang di Bandung Utara, Napoleon,” jawab Arthur yang menceritakan misinya, “Pengejaran ini membawaku kemari.”
Para Silver Sword memasuki lingkungan perumahan elit. Rumah-rumah besar berdiri di kanan dan kiri jalan. Jarak antar rumah saling berjauhan karena masih banyak lahan-lahan kosong yang belum dibangun. Taman-taman yang disinari oleh lampu terlihat indah dan cantik. Meski begitu, rumah-rumah besar ini seperti tanpa kehidupan.
Akhirnya, Erik dan timnya sampai di rumah yang lebih megah dari sebelumnya. Lebih luas juga tentunya. Tingginya tiga lantai dan pekarangan depannya dua kali luas rumah sebelumnya. Mobil terhenti dan turunlah Vaughn. mata dibuka dan Vaughn berjalan dengan pasrah menuju rumah besar itu. Pagar dibuka dan mobil-mobil masuk.
“Halo, sobat,” kata Erik yang menelepon salah satu utusan James Wood, “Mereka sudah masuk ke sebuah rumah. Kemarilah!”
“Baik, sobat,” jawab si vampire.
Sambil menunggu kedatangan vampire anak buah James Wood, Erik dan timnya membahas berbagai kemungkinan. Diskusi mereka berhenti ketika melihat pintu gerbang dibuka dan keluar seorang manusia. Manusia berbusana tradisional China itu berjalan seorang diri mendekati truk. Lampu truk menerangi bola matanya yang hitam legam. Dark Path itu sudah menarik tinjunya.
“LOMPAT!!! perintah Arthur sambil melompat.
Murid-murid Arthur langsung melompat dari truk. Erik mendengar sesuatu yang hebat menghantam bagian depan truk hingga memecahkan kacanya. Saking hebatnya sampai membuat truk bergoncang. Erik dan timnya buru-buru mendekat dan berdiri di belakang Arthur. Inilah saat pertama Erik melihat seorang Dark Path secara langsung.
“Jie Xiong ... anjing William Campbell ...,” kata Arthur.
“Hhmmm ... kau mengenalku, “ Jie Xiong tidak mengenali Arthur karena topengnya, “Aku tidak mengenalimu. Tapi, yah, itu tidak masalah. Aku tinggal mengambil topeng dari mayatmu nanti dan mengenali siapa dirimu.”
Jie Xiong adalah Dark Path mantan anggota Hong Weibing. Kini dia adalah tangan kanan Black Banquet William Campbell yang berarti kemampuannya tidak boleh diremehkan. Dilihat dari kemampuannya membuat bagian depan truk penyok hanya dengan tinju jarak jauh, kemungkinan besar Jie Xiong adalah pengendali angin. Buronan berharga mahal ini memakai pakaian tradisional China berwarna merah Berlengan panjang. Hanya sepatunya yang modern. Buronan berambut kepang itu memakai sepatu bermerk mahal.
0
Kutip
Balas