- Beranda
- Stories from the Heart
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish
...
TS
congyang.jus
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish

Tuhan tidak selalu memberi kita jalan lurus untuk mencapai suatu tujuan. Terkadang dia memberi kita jalan memutar, bahkan seringkali kita tidak bisa mencapai tujuan yg sudah kita rencanakan diawal. Bukan karena tuhan tidak memberi yg kita inginkan, tetapi untuk memberi kita yg terbaik. Percayalah, rencana Tuhan jauh lebih indah.
Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 13 suara
Siapa yang akan menjadi pemaisuri Raja?
Olivia
31%
Bunga
8%
Diana
15%
Zahra
15%
Okta
8%
Shinta
23%
Diubah oleh congyang.jus 04-03-2022 10:27
JabLai cOY dan 37 lainnya memberi reputasi
38
165.8K
793
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
congyang.jus
#152
Hadiah Selamat Datang
"Hei, masih sakit?" tanya dia
Luka lecet di pipi membuat gw ga bisa tidur dengan nyenyak. Ketika luka ini bergesekan dengan bantal. terasa sangat perih. Luka di lutut membuat gw agak terpincang ketika berjalan. Sedangkan Luka di siku membuat gw susah menggerakkan tangan, terasa nyeri jika gw memaksakannya.
"Udah baikan kok" jawab gw
Okta langsung datang kerumah gw sepulang sekolah, masih lengkap menggunakan seragam putih abu2 dengan badge salah satu SMA negeri elite di kota gw.
"udah makan? aku ambilin ya?" tanya dia lagi, gw menganggukkan kepala
Dia keluar kamar menuju warung milik eyang yang berada di depan rumah. Menu favorit gw, ayam goreng + kuah soup, itu yang dibawa Okta sewaktu balik ke kamar gw, tak lupa satu gelas es teh. Dengan telaten, Okta menyuapi gw yang kesulitan makan karena siku yang nyeri ketika ditekuk.
"ho ho ho, ternyata player juga nih bocah" ucap Akbar dari pintu kamar gw, disusul dengan kedatangan Bagas, Kribo dan Zahra
"Ana mau di kemanain?" tanya Bagas
"wah, jangan ember gitu lah
" jawab gw
Meskipun Gw dan Okta sudah tidak berdua lagi, tetapi Okta masih menyuapi gw. Sudah pasti itu menjadi bahan ledekan bagi kawan2 gw. Entah mimpi apa semalem, bisa diperhatiin cewek seperti Okta.
"lo laper ga bar? gw laper banget, dari pagi belum makan" keluh kesah dari Kribo
"iyo bo, ini ga ada mie ayam apa bakso gitu ya?" ucap Akbar
"di depan rumah gw ada warung, lo beli disono. oke?" balas gw
"ga peka lo" ucap Bagas ke gw
Karena kasihan ke gembel2 yang tak tau diri ini, gw bilang ke yang buat ngasih mereka makan. Cuma Zahra yang nolak, katanya lagi diet. Diet apanya coba, badan dia aja ga gemuk, cuma pipi nya aja yang bulet mirip donat isi. Kalo Okta lebih milih sepiring berdua sama gw
Setelah makanan gw habis, Okta pamitan pulang karena sudah ditelepon oleh mamahnya. Kawan2 gw bilang kalau tadi ada tugas kelompok, dan nama gw udah ditulis satu kelompok sama Akbar, Bagas, dan Kribo. Lalu mereka juga bertanya2 kronologis kejadian gw terjatuh, gw bilang aja ngehindarin semut. Eh, luka di pipi gw malah di keplak sama Zahra
Waktu hampir maghrib, teman2 gw berpamitan pulang. Akbar, Bagas, dan kribo sudah duluan keluar. Sedangkan Zahra masih dikamar gw, ada yang mau disampaikan katanya.
"Mas, nanti Tante sama Om mau kesini boleh?" tanya Zahra
"ya pasti boleh lah" jawab gw
"yaudah deh, tadi Tante suruh tanya itu doang ke mas. Aku pulang ya mas" ucap nya
"sini sun dulu
" ucap gw
"sundulke lawang?
(sundul in ke pintu?)" balasnya, lalu pergi meninggalkan ku sendiri wouowooooo
Sehabis Maghrib gantian Shinta yang datang kerumah, masih menggunakan rukuh. Oh, sungguh wanita idaman..
Cantik, satu kata untuk Shinta. Memang auranya berbeda jika melihat seorang wanita setelah shalat.
"Ngelihat nya jangan gitu ah, malu aku" ucap nya tesipu malu karena gw melihat dia dengan tatapan kagum
"biarin lah, masa kagum sama ciptaan Tuhan ga boleh" jawab gw
Kata2 mainstream dari seorang laki2 keturunan Belanda ini sukses membuat pipi nya memerah. Namun sayang, Shinta tidak bisa berlama2 menemani gw. Dia harus pulang untuk mengerjakan tugas sekolah yang harus dikumpulkan besok. Kalo gw? semua tugas dikumpulin saat akan terima rapor
.
.
.
"Kalo kami sih terserah Raja, mau apa ga?" Ucap Yangkung ke Papah dan Mamah
"Nanti kalo aku ga ada, yang bantu eyang siapa?" balas gw, padahal gw jarang banget bantu2 Eyang wkw
"Gapapa kok ja, bulan depan kan Budhemu pulang" jelas Yangti
Zahra datang lagi ke rumah gw dengan Papah dan Mamah. Setelah menjelaskan ke Eyang kalau gw mirip dengan alm anaknya, Mereka meminta kepada Eyang agar gw diizinkan tinggal bersama mereka. Mamah terus memohon kepada gw agar gw mau tinggal bersama mereka. Berat rasanya meninggalkan Eyang yang sejak kecil merawat gw. Sedangkan gw merasa Mamah begitu menginginkan gw tinggal dengannya, mungkin beliau berharap kehadiran gw bisa sedikit menghilangkan rasa sedih karena kepergian alm anaknya.
Setelah melakukan beberapa pertimbangan, gw memutuskan mau tinggal bersama Mamah dan Papah. Tetapi setelah Budhe gw balik ke Indonesia. Fyi Ibu gw punya 2 saudari, yang satu kerja di malaysia, sedangkan satunya lagi sudah menikah, tinggal bersama suaminya di kota kecil di jawa tengah, dan punya 2 anak kembar yang imut-imut.
"mas kayaknya tadi jepit rambut aku ketinggalan di kamarmu deh" kata Zahra
Gw pun beranjak dari 'ruang rapat' dan menuju kamar untuk menemani Zahra mengambil jepit rambutnya. Sesampainya di kamar, dia malah senyum2 seperti menyembunyikan sesuatu. Dan benar saja, dia malah meminta gw memejamkan mata
"ada apa sih? ultahku masih lama loh" ucap gw
"jangan buka mata dulu ya" pinta dia lagi
Tanpa gw duga, sebuah kecupan lembut mendarat di bibir gw. Gw terbelalak.. Zahra memeluk gw dengan hangat tanpa melepas kecupan tersebut. Tubuh gw berasa kaku.. Sungguh sebuah kecupan yang sebelumnya tidak pernah gw duga.
"itu first kiss ku mas
" ucap nya
"mm ma maksudnya apa ini?" tanya gw terbata2
"hadiah selamat datang" jawabnya
Luka lecet di pipi membuat gw ga bisa tidur dengan nyenyak. Ketika luka ini bergesekan dengan bantal. terasa sangat perih. Luka di lutut membuat gw agak terpincang ketika berjalan. Sedangkan Luka di siku membuat gw susah menggerakkan tangan, terasa nyeri jika gw memaksakannya.
"Udah baikan kok" jawab gw
Okta langsung datang kerumah gw sepulang sekolah, masih lengkap menggunakan seragam putih abu2 dengan badge salah satu SMA negeri elite di kota gw.
"udah makan? aku ambilin ya?" tanya dia lagi, gw menganggukkan kepala
Dia keluar kamar menuju warung milik eyang yang berada di depan rumah. Menu favorit gw, ayam goreng + kuah soup, itu yang dibawa Okta sewaktu balik ke kamar gw, tak lupa satu gelas es teh. Dengan telaten, Okta menyuapi gw yang kesulitan makan karena siku yang nyeri ketika ditekuk.
"ho ho ho, ternyata player juga nih bocah" ucap Akbar dari pintu kamar gw, disusul dengan kedatangan Bagas, Kribo dan Zahra
"Ana mau di kemanain?" tanya Bagas
"wah, jangan ember gitu lah
" jawab gwMeskipun Gw dan Okta sudah tidak berdua lagi, tetapi Okta masih menyuapi gw. Sudah pasti itu menjadi bahan ledekan bagi kawan2 gw. Entah mimpi apa semalem, bisa diperhatiin cewek seperti Okta.
"lo laper ga bar? gw laper banget, dari pagi belum makan" keluh kesah dari Kribo
"iyo bo, ini ga ada mie ayam apa bakso gitu ya?" ucap Akbar
"di depan rumah gw ada warung, lo beli disono. oke?" balas gw
"ga peka lo" ucap Bagas ke gw
Karena kasihan ke gembel2 yang tak tau diri ini, gw bilang ke yang buat ngasih mereka makan. Cuma Zahra yang nolak, katanya lagi diet. Diet apanya coba, badan dia aja ga gemuk, cuma pipi nya aja yang bulet mirip donat isi. Kalo Okta lebih milih sepiring berdua sama gw

Setelah makanan gw habis, Okta pamitan pulang karena sudah ditelepon oleh mamahnya. Kawan2 gw bilang kalau tadi ada tugas kelompok, dan nama gw udah ditulis satu kelompok sama Akbar, Bagas, dan Kribo. Lalu mereka juga bertanya2 kronologis kejadian gw terjatuh, gw bilang aja ngehindarin semut. Eh, luka di pipi gw malah di keplak sama Zahra

Waktu hampir maghrib, teman2 gw berpamitan pulang. Akbar, Bagas, dan kribo sudah duluan keluar. Sedangkan Zahra masih dikamar gw, ada yang mau disampaikan katanya.
"Mas, nanti Tante sama Om mau kesini boleh?" tanya Zahra
"ya pasti boleh lah" jawab gw
"yaudah deh, tadi Tante suruh tanya itu doang ke mas. Aku pulang ya mas" ucap nya
"sini sun dulu
" ucap gw"sundulke lawang?
(sundul in ke pintu?)" balasnya, lalu pergi meninggalkan ku sendiri wouowoooooSehabis Maghrib gantian Shinta yang datang kerumah, masih menggunakan rukuh. Oh, sungguh wanita idaman..
Cantik, satu kata untuk Shinta. Memang auranya berbeda jika melihat seorang wanita setelah shalat.
"Ngelihat nya jangan gitu ah, malu aku" ucap nya tesipu malu karena gw melihat dia dengan tatapan kagum
"biarin lah, masa kagum sama ciptaan Tuhan ga boleh" jawab gw
Kata2 mainstream dari seorang laki2 keturunan Belanda ini sukses membuat pipi nya memerah. Namun sayang, Shinta tidak bisa berlama2 menemani gw. Dia harus pulang untuk mengerjakan tugas sekolah yang harus dikumpulkan besok. Kalo gw? semua tugas dikumpulin saat akan terima rapor
.
.
.
"Kalo kami sih terserah Raja, mau apa ga?" Ucap Yangkung ke Papah dan Mamah
"Nanti kalo aku ga ada, yang bantu eyang siapa?" balas gw, padahal gw jarang banget bantu2 Eyang wkw
"Gapapa kok ja, bulan depan kan Budhemu pulang" jelas Yangti
Zahra datang lagi ke rumah gw dengan Papah dan Mamah. Setelah menjelaskan ke Eyang kalau gw mirip dengan alm anaknya, Mereka meminta kepada Eyang agar gw diizinkan tinggal bersama mereka. Mamah terus memohon kepada gw agar gw mau tinggal bersama mereka. Berat rasanya meninggalkan Eyang yang sejak kecil merawat gw. Sedangkan gw merasa Mamah begitu menginginkan gw tinggal dengannya, mungkin beliau berharap kehadiran gw bisa sedikit menghilangkan rasa sedih karena kepergian alm anaknya.
Setelah melakukan beberapa pertimbangan, gw memutuskan mau tinggal bersama Mamah dan Papah. Tetapi setelah Budhe gw balik ke Indonesia. Fyi Ibu gw punya 2 saudari, yang satu kerja di malaysia, sedangkan satunya lagi sudah menikah, tinggal bersama suaminya di kota kecil di jawa tengah, dan punya 2 anak kembar yang imut-imut.
"mas kayaknya tadi jepit rambut aku ketinggalan di kamarmu deh" kata Zahra
Gw pun beranjak dari 'ruang rapat' dan menuju kamar untuk menemani Zahra mengambil jepit rambutnya. Sesampainya di kamar, dia malah senyum2 seperti menyembunyikan sesuatu. Dan benar saja, dia malah meminta gw memejamkan mata
"ada apa sih? ultahku masih lama loh" ucap gw
"jangan buka mata dulu ya" pinta dia lagi
Tanpa gw duga, sebuah kecupan lembut mendarat di bibir gw. Gw terbelalak.. Zahra memeluk gw dengan hangat tanpa melepas kecupan tersebut. Tubuh gw berasa kaku.. Sungguh sebuah kecupan yang sebelumnya tidak pernah gw duga.
"itu first kiss ku mas
" ucap nya"mm ma maksudnya apa ini?" tanya gw terbata2
"hadiah selamat datang" jawabnya
japraha47 dan 13 lainnya memberi reputasi
14