Semenjak berita itu ada dan sepertinya semua teman² sekolah tau, aku selalu mendapatkan ejekan. Sekolah rasanya tak menyemangati hari-hari ku lagi. Aku menjadi pendiam dan terhindar dari teman² yg biasanya membuat bangku sekolah ku ramai.
Quote:
Leni : "Cik, masih sedih aja?"
Aku : "Heemm..."
Leni : "Mending kamu tanyain langsung aja ke Angga?"
Aku : "Iya.."
Leni : "Ya udah pulang yuk?"
Aku : "Iya duluan aja, hari ini aku piket Len.."
Leni : "Oiya lupa.. Ya udah, aku duluan ya... Daaaahhhh..."
Selesai piket membersihkan kelas, aku berjalan di lorong kelas seorang diri. Melewati kelas Angga yg sudah tampak kosong. Aku terus berjalan melewati setiap kelas.
Quote:
"Eh Cik, belum pulang aja, pulang gak bareng sama Angga? Cie...Angga punya gebetan baru ya??"
Aku "Apaan sih, huuh sok tau... Sana..sana..."
Tak sengaja aku berpapasan dengan Hary yg baru saja keluar dari kelasnya. Aku sedikit terkejut, sama halnya dengan dia. Tanpa saling menyapa kita pun mengambil jalan yg berlawanan.
Tiba di rumah, dari luar pagar tirai ruang tamu terlihat tertutup rapat, menandakan di rumah tak ada siapa². Aku pun mencari kunci rumah di tempat rahasia yg biasa dipakai bibi untuk menyembunyikan kunci cadangan. Saat memasuki rumah, rasanya aku ingin menelpon lagi Angga. Ku angkat gagang telpon, lalu ku letakan kembali.
"Kalo ibu nya udah nyampein pesan misalnya ada telpon dari aku, harusnya ada telpon balik kek ntah besoknya atau malem kemarin. Tapi ini gak ada, apa dia lagi gak pengen ngobrol sama aku ya? Ya udahlah mungkin dia lagi asik sama yg lain, percuma juga aku telpon, di sekolah aja cuek gitu. Heemmmh.."Ucapku dalam hati.
Sore hari bibi baru pulang ntah darimana.
Quote:
Bibi : "Ka, mau ikut? Ayo kita jalan².."
Aku : "Mau kemana bi?"
Bibi : "Kita ke BSM. Ayo siap².."
Aku : "Iya ikut bi, bentar ganti baju dulu.."
Dalam perjalanan menuju BSM, hujan di luar sana begitu deras.
Quote:
Aku : "Mau beli apa bi di BSM nanti?"
Bibi : "Beli apa ya? Ya kita jalan² dulu aja manjain mata hehe... Dah lama kan gak jalan².."
Kita pergi berlima, aku, bibi, om dan kedua anak bibi. Di keluarga aku lebih sering di panggil kakak karena aku cucu pertama di keluarga ayah, dan karena sepupu² memanggilku kakak, kebetulan panggilan ku juga Cika.
Om : "Kaka, mau beli apa di sana?"
Aku : "Eemm apa ya, kyknya mau ke gramed aja ya om?"
Om : "Ya boleh, nanti kita ke gramed.."
Anak om : "Aku juga yah, mau.. Beli binder kyk punya kaka ya?"
Om : "Ya boleh, tapi pake uang sendiri ya?"
Anak om : "Yach teu gaduh atuh yah.. (yach gak punya dong yah)"
Om : "Matakna belajar nabung tuh kyk kaka, uang jajan sekolah gak abis dijajanin semua.."
Anak om : "Udah nabung yah, tapi kan dicelengan.."
Om : "Dicelengan cuma ada 200 perak aja, cuma laku beli permen atuh.. Hehehe.."
Anak om : "Kan teteh ada ibu yg bayarin ya bu??"
"Hahahahaha..."Semua tertawa bahagia.
Jadi agak tersinggung juga ibu ku kemana ya..hehe
Mungkin ini yg namanya rejeki, di saat sedih dan kebetulan bibi mengajak jalan². Ya oke, lupakan sejenak tentang Angga. 😀