- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#131
Piranha
“Ya, mungkin.”, Johnny menatap menerawang ke depan.
“Jadi kenapa kau melakukannya? Penyelidikan tidak harus dilakukan oleh kita.”, ujar Romeo.
“Romeo, justru karena dia adalah sahabat kita. Aku tidak akan membiarkan orang lain yang turun tangan dan mempecundangi Charles di hadapan kita semua. Masih ada banyak benang kusut yang harus di urai sekalipun Charles benar berhubungan dengan King Killer. Dan itu tidak akan terselesaikan jika kepolisian yang turun tangan. Dia hanya akan dipersalahkan karena memiliki hubungan dengan pembunuh berdarah dingin.”,ujar Johnny.
Romeo menatap Johnny tidak percaya. Seolah-olah otaknya tersengat dan dia segera bisa menerima seluruh pendapat Johnny dan kini mereka terintegrasi. Ya, sekarang di pikiran Romeo hanya ada satu. Ucapan Johnny tidak pernah semasuk akal ini.
“Sejak kapan kau menjadi se… Maksudku kau benar-benar kelihatan cerdas.”, Romeo mengacungkan kedua jari jempolnya. Johnny hanya mendengus dan menatap Romeo.
“Romeo, janji padaku jangan melakukan hal-hal gegabah seperti saat-saat lalu. Kau membuat semuanya cemas. Aku tidak mau salah satu dari kita berakhir pada kematian.”, ujar Johnny tiba-tiba. Romeo mengernyitkan dahi.
“Aku berharap Arelia punya kata-kata sehalus tadi. Aku tidak pernah menduga seseorang akan mengatakan hal seperti yang kau ucapkan tadi padaku.”, ujar Romeo.
“Dia mencemaskanmu. Hanya dengan cara yang berbeda.”, senyum Johnny. Romeo berpura-pura tidak mendengar ucapan Johnny.
“Ayo. Kita kembali berkumpul dengan yang lainnya. Kau tahu, ada beberapa piranha di grup kita. Mereka selalu bisa mengetahui ‘bau amis’ dengan cepat.”, Romeo beranjak.
Johnny mengikutinya sambil tertawa.
“Ya, mungkin.”, Johnny menatap menerawang ke depan.
“Jadi kenapa kau melakukannya? Penyelidikan tidak harus dilakukan oleh kita.”, ujar Romeo.
“Romeo, justru karena dia adalah sahabat kita. Aku tidak akan membiarkan orang lain yang turun tangan dan mempecundangi Charles di hadapan kita semua. Masih ada banyak benang kusut yang harus di urai sekalipun Charles benar berhubungan dengan King Killer. Dan itu tidak akan terselesaikan jika kepolisian yang turun tangan. Dia hanya akan dipersalahkan karena memiliki hubungan dengan pembunuh berdarah dingin.”,ujar Johnny.
Romeo menatap Johnny tidak percaya. Seolah-olah otaknya tersengat dan dia segera bisa menerima seluruh pendapat Johnny dan kini mereka terintegrasi. Ya, sekarang di pikiran Romeo hanya ada satu. Ucapan Johnny tidak pernah semasuk akal ini.
“Sejak kapan kau menjadi se… Maksudku kau benar-benar kelihatan cerdas.”, Romeo mengacungkan kedua jari jempolnya. Johnny hanya mendengus dan menatap Romeo.
“Romeo, janji padaku jangan melakukan hal-hal gegabah seperti saat-saat lalu. Kau membuat semuanya cemas. Aku tidak mau salah satu dari kita berakhir pada kematian.”, ujar Johnny tiba-tiba. Romeo mengernyitkan dahi.
“Aku berharap Arelia punya kata-kata sehalus tadi. Aku tidak pernah menduga seseorang akan mengatakan hal seperti yang kau ucapkan tadi padaku.”, ujar Romeo.
“Dia mencemaskanmu. Hanya dengan cara yang berbeda.”, senyum Johnny. Romeo berpura-pura tidak mendengar ucapan Johnny.
“Ayo. Kita kembali berkumpul dengan yang lainnya. Kau tahu, ada beberapa piranha di grup kita. Mereka selalu bisa mengetahui ‘bau amis’ dengan cepat.”, Romeo beranjak.
Johnny mengikutinya sambil tertawa.
Diubah oleh anism 25-09-2017 17:53
0