Kaskus

Story

congyang.jusAvatar border
TS
congyang.jus
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish

Tuhan tidak selalu memberi kita jalan lurus untuk mencapai suatu tujuan. Terkadang dia memberi kita jalan memutar, bahkan seringkali kita tidak bisa mencapai tujuan yg sudah kita rencanakan diawal. Bukan karena tuhan tidak memberi yg kita inginkan, tetapi untuk memberi kita yg terbaik. Percayalah, rencana Tuhan jauh lebih indah.

Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 13 suara
Siapa yang akan menjadi pemaisuri Raja?
Olivia
31%
Bunga
8%
Diana
15%
Zahra
15%
Okta
8%
Shinta
23%
Diubah oleh congyang.jus 04-03-2022 10:27
sargopipAvatar border
efti108Avatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 37 lainnya memberi reputasi
38
165.7K
793
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
congyang.jusAvatar border
TS
congyang.jus
#142
Mantan
"Kamu dimana ja?, aku di bengkel ni.." isi BBM Okta saat gw lagi santai di rumah

Setelah makan, Gw bergegas pergi ke bengel dan menemui Okta. Sudah pasti gw akan menjadi bahan ledekan begitu sampai..

Ryan : dicariin noh
Mas Joe : ganti2 mulu
Gw : wong ganteng bebas lah
Okta : emoticon-Busa
Gw : pulang ah
Okta : jangaaan
Feri : Okta jauh2 kesini malah ditinggal
Gw : emang kesini ngapain ta?
Bagus : nyari lo lah gobs
Gw : kirain benerin motor. Loh motormu mana ta?
Okta : naik mobil kok

Terlihat mobil sedan hitam mewah di seberang jalan. Semakin terlihat jelas bahwa ortu nya bukan orag sembarangan. Gw bertanya2, bagaimana mungkin cewek sekelas Okta yang biasa nongkrong di cafe elit mau kumpul sama orang2 kayak gw.

"Coba nih ja, abis gw service" Mas Joe meminta gw mencoba motor matic andalan bengkel

"Abis diapain nih?" tanya gw

"Ganti oliemoticon-Ngakak (S)" jawabnya sambil tertawa

"Kondisiin sono" gw meminta anak2 untuk mengkondisikan sepanjang jalan. Takutnya ada orang nyebrang dari gang ketika gw memacu motor.

Gw pun menaiki motor tersebut dan membawa nya ke jalan depan bengel. Fyi jalanan depan bengkel adalah jalan utama di kampung. Jadi jalannya lebar, tetapi cukup sepi, jadi cocok untuk sekedar mencoba kecepatan motor.

Dengan menggunakan sandal selop berlogo garis tiga, celana jeans selutut, dan hoodie racerte*s gombrong gw duduk di atas jog motor yang busa nya super tipis. Apa saja bisa terjadi saat gw terjatuh. Paling ringan ya lecet, paling parah kematian. Pebalap motor GP yang menggunakan kemanan yang super ketat pun banyak yang tewas, apalagi gw yang tidak menggunakan keamanan apapun.

Jejak hitam sepanjang beberapa sentimeter membekas di aspal karena ban yang agak selip ketika start.

Jalanan kampung yang pendek tidak memungkin kan gw untuk memutar tuas gas sampai maksimal. Mungkin hanya sekitar 3/4 putaran tuas gas.

Kerikil yang tidak terlalu besar di tengah jalan sukses membuat gw terjatuh. Badan gw pun beradu dengan aspal.

Bagus, Feri, dan Ryan yang melihat gw terlempar dari motor segera menghampiri dan menolong. Gw dibonceng Ryan kembali ke bengkel. Motor beat yang terjatuh bersama gw didorong oleh Feri dan Bagus.

"Simoncelli nda.." ucap Mas Joe, terjatuh dari motor dan menjadi bahan ledekan sudah biasa bagi gw

Pipi, dan lutut berdah, Jaket yang sobek sampai tembus siku akan menambah bekas luka di tubuh gw ini.

Begitu pusing gw rasakan dibagian belakang kepala gw. Terasa ada benjolan besar ketika gw menyentuhnya.

"Naikin ke mobil mas.." Okta meminta teman gw untuk membantu gw berjalan kemobil dengan maksud membawa gw ke rumah sakit.

"Gausah, nanti juga sembuh sendiri.." ucap gw

"Kepala mu itu benjol besar, harus dibawa ke rumah sakit. Takutnya ada penyumbatan darah" jelas nya dengan wajah panik

Gw pikir2 ucapan Okta ada benarnya. Gw pernah dengar, justru kepala berdarah ketika terhantam benda keras itu wajar. Malah berbahaya jika hanya terjadi benjolan. Bisa jadi itu adalah penyumbatan darah, dan akan menjadi tumor jika dibiarkan terlalu lama.

Ditemani Ryan, Bagus, Feri, dan Mas Joe gw diantar Okta ke rumah sakit kepolisian. Oleh petugas, gw langsung dibawa ke IGD.

Luka-luka gw diberi anti septik sebelum diobati, dan benjolan di kepala gw langsung diperiksa.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, dokter menyarankan agar gw menginap di rumah sakit. Diperkirakan besok gw sudah bisa pulang ke rumah.
.
.
"Kamu itu udah gede malah ngajarin jelek.." Mas Joe kena semprot Yangti yang melihat kondisi gw di ruang rawat inap. Mas Joe malah cengar-cengir menanggapi omelan Yangti

Sedangkan Yangkung hanya menggeleng2kan kepala melihat cucu kesayangannya kembali berulah "hidupmu itu kebanyakan atraksi ja.."

Sehabis Isya, kedua eyang gw, Bagus, Feri, Ryan dan Mas Joe pulang ke rumah. Okta masih setia menemani gw di sini.

"Makan dulu, aku suapin.." Okta menyuapi gw makan malam yang disajikan rumah sakit.

Gw : kamu ga pulang ta? Besok sekolah kan?
Okta : nanti yang jagain kamu siapa?
Gw : nanti kakak ku kesini kok
Okta : yaudah aku nunggu kakak mu datang, habis itu aku pulang.
Gw : ...
Okta : kamu sering balapan liar ya?
Gw : ya gitulah
Okta : taruhan ga?
Gw : jelas, kalo ga taruhan ga seru
Okta : aku boleh minta tolong ga?
Gw : minta tolong apa?
Okta : kamu ga usah ikut gitu2an lagi ya..

Gw hanya terdiam mendengar permintaan Okta. Dia siapa? Ketemu juga baru tiga kali, udah nyuruh2 gw berhenti balapan. Emang gw salah menjadikan jalanan umum sebagai arena balap. Tapi dari hasil kemengan bisa membuat gw berbagi dengan kawan. Walaupun hanya rokok beberapa bungkus, gorengan, ataupun makanan ringan yang menemani kami menghabiskan waktu. Dari hasil itu juga yang membuat gw tidak meminta uang jajan tambahan ke eyang.

"Asu, malah pacaran.." makian dari Paman yang datang dengan Cungkring, Izal dan Mbak Oliv

"Sejak kapan kamu jadi playboy dek?" ucap Mbak Oliv yang heran gw ditemani cewek baru

"Habis ngetest ilmu ja?" candaan dari Cungkring

"Kenalin Mbak, ini Okta yang kemaren ditolong anak2 pas motornya mogok" gw mengenalkan Okta ke Mbak Oliv

"Oliv.." Mbak Oliv bersalaman dengan Okta

"Kenalin ke gw juga lah.." protes Izal yang iri karena ga gw kenalin dengan Okta

"Kenalan sendiri lah.." ucap gw

Cungkring, Izal dan Paman pun berkenalan dengan Okta. Mbak Oliv begitu akrab berbicara dengan Okta. Padahal mereka baru pertama kali bertemu. Mbak Oliv menceritakan tentang semua kenakalan gw ke Okta. Bahkan kenakalan gw di masa lampau yang sering mencuri belimbing juga diceritakan. Padahal Mbak Oliv juga ikut makan kalo gw habis metik belimbing tetangga.

"Ana udah tau apa belum dek?" tanya Mbak Oliv ke gw

"Belum, bbm in Ana dong mbak" pinta gw kw Mbak Oliv

Karena hampir jam 9, Okta pamit pulang. Disusul Cungkring dan Izal yang tega menjadikan gw obat nyamuk bagi Paman dan Mbak Olivemoticon-Frown

Paman : liv, lo kok tambah cantik sih? Balikan yukemoticon-Big Grin
Mbak Oliv : idih, ogah amat
Paman : lo mau jadi adik ipar gw ga ja?emoticon-Big Grin
Gw : lo udah punya pacar cuk, gausah cari gara2 man
Paman : jangan ngarang cerita ja
Gw : apa perlu gw panggil Cungkring kesini lagi?
Mbak Oliv : udah lah man, gw udah ga ada rasa ke lo
Gw : emoticon-Ngakak (S)
Paman : emoticon-Berduka (S)

Inget ga mbak, dulu kita sering nyari kresen. Aku yang manjat, kamu yang ngumpulin dari bawah
Diubah oleh congyang.jus 24-09-2017 21:12
rinandya
delet3
japraha47
japraha47 dan 11 lainnya memberi reputasi
12
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.