- Beranda
- Berita dan Politik
Jika Cebonger Tuduh Soeharto Otak G 30S PKI, Siapa Dalang Pemberontakan PKI 1948?
...
TS
goahraesa
Jika Cebonger Tuduh Soeharto Otak G 30S PKI, Siapa Dalang Pemberontakan PKI 1948?
Quote:
Penulis : Red | Jumat, , 22 September 2017 - 14:20 WIB
http://itoday.co.id/politik/read/914...takan-PKI-1948
itoday - Pertanyaan keras dilontarkan musisi kondang Ahmad Dhani kepada pihak yang ingin memutarbalikkan fakta soal G 30S PKI.
“Kalau Anda menuduh Soeharto adalah otak dan dalang G 30S PKI, lalu siapa dalang pemberontakan PKI 1948, yang membantai ulama, santri dan rakyat kecil yang mayat para kita korbannya dimasukkan ke dalam ratusan lubang sumur sempit di Jawa Tengah dan Jawa Timur?” tanya Dhani di akun Facebook.
Siapa yang dimaksud Dhani, pihak yang menuduh Soeharto dalang G 30S PKI? Suami penyanyi Mulan Jameela ini menyebut “cebonger” dan “celenger”.
“PKI Pasti menuduh Soeharto sebagai otak pembantaian 6 Jenderal dan 1 perwira. Bagaimana dengan Anda para Cebonger dan Celenger? Apakah ikut-ikutan PKI nuduh SOEHARTO? Galau ? Dilematis?
Atau punya Prespektif lain? Ha ha ha pasti bengong pada,” tulis Dhani.
Sebelumnya, pembina Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta juga membeberkan fakta yang dikaburkan pihak tertentu, yakni PKI tidak terlibat dalam kudeta G 30S PKI.
Mahendradatta mempertanyakan kehadiran organ underbow PKI, Pemuda Rakyat dan Gerwani di Lubang Buaya. “Yang coba-coba kaburkan bahwa PKI tidak terlibat dalam G30S/PKI, kenapa ada Pemuda Rakyat dan Gerwani di Lubang Buaya? Kebetulan lagi camping darmawisata?” tulis Mahendradatta di akun Twitter @mahendradatta.
Siapa yang dimaksud Mahendradatta coba-coba kaburkan fakta bahwa PKI tidak terlibat G 30S PKI? “Akun-akun yang coba mengaburkan peran PKI dalam G30S/PKI kok gaya ngelesnya tidak asing lagi ya?” sindir @mahendradatta.
Pertanyaan lain juga dilontarkan Mahendradatta, terkait fakta bahwa PKI pelaku kudeta G 30S PKI. “Yang bilang G30S/PKI cuma fitnah, tolong ingat Almarhumah Anak Manis ini| Peristiwa 30S/PKI & Tragedi Ade Irma Suryani,” tulis @mahendradatta.
cebonger dan celenger adalah nastak

galuhsuda dan bayusumardi memberi reputasi
-2
12.2K
Kutip
74
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.4KThread•58KAnggota
Tampilkan semua post
johanbaikatos
#71
Quote:
Original Posted By snipertarget►Dalangnya adalah Musso dan Amir Syarifuddin..
Summary Rumor Kebangkitan PKI (Komunis) di Indonesia:
1. Ada beberapa fakta seputar isu PKI Bangkit:
- Setiap Presiden Indonesia berasal dari latar belakang Sipil (non militer), selalu ada muncul isu kebangkitan PKI. Dan isu ini tdk pernah muncul bila presidennya berasal dari militer (TNI AD)..
- Setiap muncul isu PKI selalu ada Kivlan Zen di dalamnya dgn melontarkan berbagai tuduhan seperti jumlah anggota PKI yg sdh berjumlah 60 juta jiwa, namun tdk ada satu orang pun yg pernah dilaporkan oleh Kivlan Zen ke penegak hukum terkait tuduhan tersebut. Kivlan Zen adalah orang yg dekat dgn Prabowo (Gerindra).
- Biasanya isu kebangkitan PKI ini selalu ada di setiap bulan September atau menjelang Pilpres.
- Gatot Nurmantyo, Panglima TNI juga ikut memicu kemunculan isu PKI dgn membuat surat edaran (instruksi) utk mengadakan acara nonton bareng (nobar) pemutaran film G30S di kalangan TNI. Dan fakta dilapangan terlihat kalau acara nobar ini hanya terlihat dikalangan TNI AD dan justru mengajak masyarakat sekitar utk ikut menonton. Pada tahun2 sebelumnya, surat edaran ini belum pernah dibuat oleh Gatot. Kemungkinan besar ini ada hubungannya dgn Gatot yg sedang berusaha mencari "panggung politik", apalagi mengingat Gatot akan pensiun pada March 2018.
- Presiden Jokowi mempersilahkan buat masyarakat utk menonton pemutaran film G30S tersebut dgn memberikan ide tambahan utk membuat film yg terbaru yg lebih bisa dinikmati generasi milineal yg sdh terbiasa menonton film-film Hollywood yg kualitas cerita, gambar, suara, dan alur cerita sangat bagus. Maklumlah film G30S dibuat thn 1984 dengan durasi yg sangat lama (+/- 4 jam) dan kualitas gambar, suara, dan juga alur cerita yg terasa dipaksakan.
2. Ada beberapa versi seputar siapa dalang dari peristiwa G30S, salah satunya menyatakan bahwa peristiwa G30S ini bisa juga disebut sebagai kudeta yg dilakukan Mayjen Soeharto terhadap Presiden Soekarno dgn fakta sebagai berikut:
(a). Ke-6 orang Jenderal TNI AD adalah orang yg memeriksa Mayjen Soeharto terkait kasus penyelundupan. Akibat pemeriksaan Mayjen Soeharto dicopot sebagai Pangdam Kodam Diponegore dan dipindah ke Seskoad. Sumber: https://tirto.id/persinggungan-soeha...-revolusi-bXsU
(b). Pasukan yg ditugaskan di sekitar Monas dan Istana Merdeka adalah pasukan yg didatangkan Soeharto dari Kodam Diponegoro. Pasukan itu didatangkan Soeharto dgn alasan utk peringatan HUT TNI pada 5 Oct 1965.
(c). Mayjen Soeharto tdk ikut menjadi sasaran penculikan G30S, padahal:
- Jabatan Soeharto adalah sangat strategis yaitu Panglima Kostrad. Sementara konsensus di TNI AD saat itu, bila Menteri/Panglima Angkatan Darat berhalangan, maka otomatis Pangkostrad menjadi penggantinya. Jenderal Ahmad Yani yang saat itu menjabat Menteri/Pangad) ikut diculik/dibunuh oleh G30S.
- Soeharto juga menjabat sebagai Deputi I Men/Pangad, sementara daftar orang-orang yang diculik terdapat Mayjen Suprapto (Deputi II Men/Pangad) dan Mayjen Haryono (Deputi III Men/Pangad).
- Pada tanggal 1 Oktober 1965, markas Kostrad tidak dijaga oleh pasukan ‘G30S’.
(d). Pleidoi dari Kolonel Abdul Latief, salah satu tokoh penting G30S, di Mahmilub yaitu:
- Menyatakan bahwa dia mendatangi Soeharto beberapa kali termasuk datang ke rumah sakit RSPAD pada 30 September 1965. Selain untuk menjenguk anak Soeharto (Tommy) yang terkena musibah, juga untuk “melaporkan akan adanya gerakan pada besok pagi harinya untuk menggagalkan rencana Coup D’etat dari Dewan Jendral.” Inisiatif Latief melapor ke Soeharto itu direstui oleh Kolonel Untung dan Brigjend Soepardjo. Kedatangan Kolonel Latief diakui oleh Soeharto pada saat diwawancarai pada tahun 1986 oleh seorang penulis AS, Arnold Brackman, yang menulis buku berjudul "The Communist Collapse in Indonesia".
- Mengakui adanya kedekatan Soeharto dan Letkol Untung. Letkol Untung pernah menjadi anak buah langsung Soeharto sewaktu di daerah Korem Sala, yang kemudian Letkol Untung terpilih sebagai salah seorang pimpinan Gerilyawan yang diterjunkan di Kaimana sewaktu Trikora,” Sewaktu Letkol Untung menikah di Kebumen, Soeharto juga datang untuk turut merayakan pesta perkimpoian.
(e). Kesaksian Subandrio, Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri/Kepala Badan Pusat Intelijen di saat peristiwa G30S terjadi yaitu:
- Kolonel Latief adalah bekas anak buah Soeharto semasa di Kodam Diponegoro. Soeharto dan Latief sudah saling-kenal semasa masih di Jogjakarta. Latief memegang rahasia skandal Soeharto saat serangan umum 1 Maret 1949 di Jogjakarta. Menurut cerita Latief, sementara pasukan kompinya menyabung nyawa melawan tentara Belanda, Soeharto malah sedang santai makan soto babat.
- Kolonel Untung adalah anak buah Soeharto semasa di Divisi Diponegoro. Sekitar tahun 1950-an, keduanya pisah kesatuan. Namun, di tahun 1962, mereka disatukan lagi, yakni dalam rangka pembebasan Irian Barat. Saat itu, Soeharto bertindak sebagai Panglima Komando Mandala. Pasca itu, Soeharto menjadi Pangkostrad. Sedangkan Untung ditarik Bung Karno menjadi salah satu komandan pasukan Tjakrabirawa. Ketika Untung menikah di Kebumen, Soeharto dan istrinya menyempatkan datang.
- Pada 15 September 1965, Kolonel Untung mendatangi Soeharto untuk menyampaikan perihal rencana kudeta oleh Dewan Jendral. Letkol Untung menyampaikan kepada Soeharto, bahwa pihaknya punya rencana mendahului gerakan Dewan Jenderal dengan menangkap mereka lebih dahulu. Mayjen Soeharto menyambut baik rencana Kolonel Untung itu. Malahan, Soeharto menjanjikan bantuan pasukan untuk mendukung gerakan Untung itu
- Menyebut Soeharto membangun dua klik, yakni klik yang dikorbankan (Soeharto-Latief-Untung-Sjam) dan trio yang dilanjutkan (Soeharto-Yoga Soegama-Ali Moertopo). Klik ‘Untung-Latief-Sjam’ dipakai Soeharto untuk membuat gerakan kontra-kudeta yang dirancang gagal. Sedangkan klik ‘Yoga Soegama-Ali Moertopo’ dipakai untuk menumpas G30S, lalu menumpas PKI, dan kemudian menggulung kekuasaan Soekarno.
- Kesaksian Sjam di Mahmilub jelas-jelas menguntungkan Soeharto. Sjam membeberkan bahwa semua tindak- tanduknya, termasuk dalam mengorganisir Dewan Revolusi, adalah atas persetujuan dan perintah DN Aidit. Hal itu dibutuhkan Soeharto untuk memperkuat dalihnya menumpas PKI sebagai otak G30S. Sjam ini dicurigai banyak orang sebagai tripple agent yaitu agent Soeharto, agent PKI, dan agent CIA.
(f). Kesaksian AM Hanafie:
- Soeharto mengenal baik Sjam Kamaruzzaman sejak di Jogjakarta. Sjam dikenal sebagai anggota Pemuda Pathuk, yang memprakarsai aksi penyerbuan markas Jepang di Jogjakarta, dan mendorong Sri Sultan Hamengku Buwono dan seorang anggota BKR bernama Soeharto untuk berdiplomasi dengan Jepang agar menyerahkan senjata. Sjam pernah menjadi informan SESKOAD dengan pangkat Sersan Mayor dimana saat itu, Soeharto juga ditempatkan di SESKOAD pasca mendapat sanksi karena terlibat bisnis penyelundupan.
3. Tudingan bahwa PKI ingin merebut kekuasaan pada 1965 cukup janggal karena:
(a). PKI dan Soekarno saat itu berada dalam satu blok, yakni anti-imperialisme. Eksistensi PKI juga sangat diuntungkan di bawah kekuasaan Soekarno.
(b). Bila ingin merebut kekuasaan, PKI tidak perlu menggunakan jalur kudeta, cukup menuntut pemilu dipercepat. Sebab, sejak pemilu Dewan Daerah pada tahun 1957, PKI sudah menang besar. Banyak yang berkesimpulan, kalau ada pemilu saat itu, PKI pasti tampil sebagai pemenang.
(c). Terlihat sekali bahwa G30S dirancang untuk gagal. Amburadulnya gerakan ini bisa dilihat dari evaluasi Brigjend Supardjo yang berjudul “Beberapa Pendapat Yang Mempengaruhi Gagalnya G30S Dipandang Dari Sudut Militer ” yaitu:
- Adanya perwira yang mengundurkan diri
- Belum adanya kesiapan pasukan
- Rencana operasi tidak jelas.
- Tidak ada upaya melawan serangan balik Soeharto-Nasution.
(d). Adanya kejanggalan yaitu
- Gerakan ini awalnya hanya bermaksud untuk menangkap para Jenderal yang dituding anggota Dewan Jenderal dan menghadapkannya kepada Presiden Soekarno. Namun, pada prakteknya, sejumlah Jenderal dieksekusi ditempat.
- Pimpinan lapangan operasi penculikan adalah Dul Arief.
Menurut Ben Anderson, Indonesianis dari Universitas Cornell, Dul Arief ini orang yang sangat dekat dengan Ali Moertopo. Malahan, menurut pengakuan Letnan Kolonel Udara (Purnawirawan) Heru Atmodjo, Dul Arief itu anak angkat Ali Moertopo.
4. Tidak ada lagi peluang Komunis/PKI untuk bangkit kembali di Indonesia karena:
- Adanya TAP MPRS NO XXV thn1966 tentang Pembubaran dan Pelarangan PKI.
- Runtuhnya Uni Soviet, sebagai negara adidaya pendukung Komunisme. Sementara Rusia sebagai penerusnya juga sdh menerapkan demokrasi dgn adanya sistem politik multi partai. Sistem ekonominya juga sdh menerapkan kapitalisme liberalis.
- China sebagai negara kedua sebagai pendukung komunisme juga sdh berubah. Meskipun sistem politiknya masih menggunakan sistem satu partai namun sistem ekonominya sdh menerapkan liberalisme kapitalis.
- Boleh dikatakan sudah tidak ada lagi negara komunis di dunia ini.
- Tidak ada negara komunis yg berhasil secara sosial ekonomi utk dijadikan sebagai role model (panutan).
- Adanya internet dan social media mengakibatkan sangat susah sekarang ini melakukan propaganda (brainwash) sebuah ideologi terhadap suatu bangsa. Itu makanya Sosmed dan internet diblokir di Korea Utara. Sementara akses internet di China di kontrol ketat termasuk menciptakan Social Media sendiri.
- Adanya trauma yg dialami masyarakat Indonesia terhadap adanya pembunuhan massal, pemenjaraan, litsus, dan diskriminasi terhadap orang-orang yg diduga kader/simpatisan PKI setelah G30S yg dilakukan oleh Soeharto.
- Melihat bobroknya komunis, contoh nyata Korea Utara: demokrasi dibungkam, agama ditekan, kebebasan dikekang, rakyat dibodohi. Indonesia sebagai negara yg beraneka ragam budaya sangat tidak cocok jika jadi negara komunis.
Kesimpulan:
1. Satu hal yang tak bisa dibantah: Soeharto-lah yang paling diuntungkan dari peristiwa G30S.
2. Soeharto tidak dijadikan sasaran penculikan oleh G30S, karena memang hampir semua otak G30S pernah menjadi anak buah Soeharto sendiri atau Soeharto sendiri-lah yg menjadi dalang dari G30S tersebut.
3. Soeharto mengetahui rencana G30S, tetapi tidak berusaha menghentikannya. Dengan mengetahui rencana itu, Soeharto menjadi aktor yang paling paham keadaan dan paling ‘siap’ untuk memainkannya.
4. G30S menjadi alasan bagi Soeharto untuk menghabisi PKI dan menggulung kekuasaan Soekarno.
5. Jabatannya sebagai Pangkostrad sebagai pengganti Menteri/Pangad, Ahmad Yani, memudahkan Soeharto untuk mengorganisir serangan balik terhadap G30S.
6. Seandainya pun Soeharto adalah benar sebagai dalang dari G30S, namun satu yg bisa dilihat adalah akhirnya Indonesia bebas dari komunis. Meskipun akhirnya terjadi pembunuhan besar-besaran dan puluhan ribu ditahan tanpa melalui proses pengadilan.
7. Kecil sekali kemungkinannya Komunis/PKI kembali hadir di Indonesia. Kalaupun ada isunya, paling dimunculkan oleh partai dan tokoh tertentu demi kepentingan politik praktis.

Summary Rumor Kebangkitan PKI (Komunis) di Indonesia:
1. Ada beberapa fakta seputar isu PKI Bangkit:
- Setiap Presiden Indonesia berasal dari latar belakang Sipil (non militer), selalu ada muncul isu kebangkitan PKI. Dan isu ini tdk pernah muncul bila presidennya berasal dari militer (TNI AD)..
- Setiap muncul isu PKI selalu ada Kivlan Zen di dalamnya dgn melontarkan berbagai tuduhan seperti jumlah anggota PKI yg sdh berjumlah 60 juta jiwa, namun tdk ada satu orang pun yg pernah dilaporkan oleh Kivlan Zen ke penegak hukum terkait tuduhan tersebut. Kivlan Zen adalah orang yg dekat dgn Prabowo (Gerindra).
- Biasanya isu kebangkitan PKI ini selalu ada di setiap bulan September atau menjelang Pilpres.
- Gatot Nurmantyo, Panglima TNI juga ikut memicu kemunculan isu PKI dgn membuat surat edaran (instruksi) utk mengadakan acara nonton bareng (nobar) pemutaran film G30S di kalangan TNI. Dan fakta dilapangan terlihat kalau acara nobar ini hanya terlihat dikalangan TNI AD dan justru mengajak masyarakat sekitar utk ikut menonton. Pada tahun2 sebelumnya, surat edaran ini belum pernah dibuat oleh Gatot. Kemungkinan besar ini ada hubungannya dgn Gatot yg sedang berusaha mencari "panggung politik", apalagi mengingat Gatot akan pensiun pada March 2018.
- Presiden Jokowi mempersilahkan buat masyarakat utk menonton pemutaran film G30S tersebut dgn memberikan ide tambahan utk membuat film yg terbaru yg lebih bisa dinikmati generasi milineal yg sdh terbiasa menonton film-film Hollywood yg kualitas cerita, gambar, suara, dan alur cerita sangat bagus. Maklumlah film G30S dibuat thn 1984 dengan durasi yg sangat lama (+/- 4 jam) dan kualitas gambar, suara, dan juga alur cerita yg terasa dipaksakan.
2. Ada beberapa versi seputar siapa dalang dari peristiwa G30S, salah satunya menyatakan bahwa peristiwa G30S ini bisa juga disebut sebagai kudeta yg dilakukan Mayjen Soeharto terhadap Presiden Soekarno dgn fakta sebagai berikut:
(a). Ke-6 orang Jenderal TNI AD adalah orang yg memeriksa Mayjen Soeharto terkait kasus penyelundupan. Akibat pemeriksaan Mayjen Soeharto dicopot sebagai Pangdam Kodam Diponegore dan dipindah ke Seskoad. Sumber: https://tirto.id/persinggungan-soeha...-revolusi-bXsU
(b). Pasukan yg ditugaskan di sekitar Monas dan Istana Merdeka adalah pasukan yg didatangkan Soeharto dari Kodam Diponegoro. Pasukan itu didatangkan Soeharto dgn alasan utk peringatan HUT TNI pada 5 Oct 1965.
(c). Mayjen Soeharto tdk ikut menjadi sasaran penculikan G30S, padahal:
- Jabatan Soeharto adalah sangat strategis yaitu Panglima Kostrad. Sementara konsensus di TNI AD saat itu, bila Menteri/Panglima Angkatan Darat berhalangan, maka otomatis Pangkostrad menjadi penggantinya. Jenderal Ahmad Yani yang saat itu menjabat Menteri/Pangad) ikut diculik/dibunuh oleh G30S.
- Soeharto juga menjabat sebagai Deputi I Men/Pangad, sementara daftar orang-orang yang diculik terdapat Mayjen Suprapto (Deputi II Men/Pangad) dan Mayjen Haryono (Deputi III Men/Pangad).
- Pada tanggal 1 Oktober 1965, markas Kostrad tidak dijaga oleh pasukan ‘G30S’.
(d). Pleidoi dari Kolonel Abdul Latief, salah satu tokoh penting G30S, di Mahmilub yaitu:
- Menyatakan bahwa dia mendatangi Soeharto beberapa kali termasuk datang ke rumah sakit RSPAD pada 30 September 1965. Selain untuk menjenguk anak Soeharto (Tommy) yang terkena musibah, juga untuk “melaporkan akan adanya gerakan pada besok pagi harinya untuk menggagalkan rencana Coup D’etat dari Dewan Jendral.” Inisiatif Latief melapor ke Soeharto itu direstui oleh Kolonel Untung dan Brigjend Soepardjo. Kedatangan Kolonel Latief diakui oleh Soeharto pada saat diwawancarai pada tahun 1986 oleh seorang penulis AS, Arnold Brackman, yang menulis buku berjudul "The Communist Collapse in Indonesia".
- Mengakui adanya kedekatan Soeharto dan Letkol Untung. Letkol Untung pernah menjadi anak buah langsung Soeharto sewaktu di daerah Korem Sala, yang kemudian Letkol Untung terpilih sebagai salah seorang pimpinan Gerilyawan yang diterjunkan di Kaimana sewaktu Trikora,” Sewaktu Letkol Untung menikah di Kebumen, Soeharto juga datang untuk turut merayakan pesta perkimpoian.
(e). Kesaksian Subandrio, Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri/Kepala Badan Pusat Intelijen di saat peristiwa G30S terjadi yaitu:
- Kolonel Latief adalah bekas anak buah Soeharto semasa di Kodam Diponegoro. Soeharto dan Latief sudah saling-kenal semasa masih di Jogjakarta. Latief memegang rahasia skandal Soeharto saat serangan umum 1 Maret 1949 di Jogjakarta. Menurut cerita Latief, sementara pasukan kompinya menyabung nyawa melawan tentara Belanda, Soeharto malah sedang santai makan soto babat.
- Kolonel Untung adalah anak buah Soeharto semasa di Divisi Diponegoro. Sekitar tahun 1950-an, keduanya pisah kesatuan. Namun, di tahun 1962, mereka disatukan lagi, yakni dalam rangka pembebasan Irian Barat. Saat itu, Soeharto bertindak sebagai Panglima Komando Mandala. Pasca itu, Soeharto menjadi Pangkostrad. Sedangkan Untung ditarik Bung Karno menjadi salah satu komandan pasukan Tjakrabirawa. Ketika Untung menikah di Kebumen, Soeharto dan istrinya menyempatkan datang.
- Pada 15 September 1965, Kolonel Untung mendatangi Soeharto untuk menyampaikan perihal rencana kudeta oleh Dewan Jendral. Letkol Untung menyampaikan kepada Soeharto, bahwa pihaknya punya rencana mendahului gerakan Dewan Jenderal dengan menangkap mereka lebih dahulu. Mayjen Soeharto menyambut baik rencana Kolonel Untung itu. Malahan, Soeharto menjanjikan bantuan pasukan untuk mendukung gerakan Untung itu
- Menyebut Soeharto membangun dua klik, yakni klik yang dikorbankan (Soeharto-Latief-Untung-Sjam) dan trio yang dilanjutkan (Soeharto-Yoga Soegama-Ali Moertopo). Klik ‘Untung-Latief-Sjam’ dipakai Soeharto untuk membuat gerakan kontra-kudeta yang dirancang gagal. Sedangkan klik ‘Yoga Soegama-Ali Moertopo’ dipakai untuk menumpas G30S, lalu menumpas PKI, dan kemudian menggulung kekuasaan Soekarno.
- Kesaksian Sjam di Mahmilub jelas-jelas menguntungkan Soeharto. Sjam membeberkan bahwa semua tindak- tanduknya, termasuk dalam mengorganisir Dewan Revolusi, adalah atas persetujuan dan perintah DN Aidit. Hal itu dibutuhkan Soeharto untuk memperkuat dalihnya menumpas PKI sebagai otak G30S. Sjam ini dicurigai banyak orang sebagai tripple agent yaitu agent Soeharto, agent PKI, dan agent CIA.
(f). Kesaksian AM Hanafie:
- Soeharto mengenal baik Sjam Kamaruzzaman sejak di Jogjakarta. Sjam dikenal sebagai anggota Pemuda Pathuk, yang memprakarsai aksi penyerbuan markas Jepang di Jogjakarta, dan mendorong Sri Sultan Hamengku Buwono dan seorang anggota BKR bernama Soeharto untuk berdiplomasi dengan Jepang agar menyerahkan senjata. Sjam pernah menjadi informan SESKOAD dengan pangkat Sersan Mayor dimana saat itu, Soeharto juga ditempatkan di SESKOAD pasca mendapat sanksi karena terlibat bisnis penyelundupan.
3. Tudingan bahwa PKI ingin merebut kekuasaan pada 1965 cukup janggal karena:
(a). PKI dan Soekarno saat itu berada dalam satu blok, yakni anti-imperialisme. Eksistensi PKI juga sangat diuntungkan di bawah kekuasaan Soekarno.
(b). Bila ingin merebut kekuasaan, PKI tidak perlu menggunakan jalur kudeta, cukup menuntut pemilu dipercepat. Sebab, sejak pemilu Dewan Daerah pada tahun 1957, PKI sudah menang besar. Banyak yang berkesimpulan, kalau ada pemilu saat itu, PKI pasti tampil sebagai pemenang.
(c). Terlihat sekali bahwa G30S dirancang untuk gagal. Amburadulnya gerakan ini bisa dilihat dari evaluasi Brigjend Supardjo yang berjudul “Beberapa Pendapat Yang Mempengaruhi Gagalnya G30S Dipandang Dari Sudut Militer ” yaitu:
- Adanya perwira yang mengundurkan diri
- Belum adanya kesiapan pasukan
- Rencana operasi tidak jelas.
- Tidak ada upaya melawan serangan balik Soeharto-Nasution.
(d). Adanya kejanggalan yaitu
- Gerakan ini awalnya hanya bermaksud untuk menangkap para Jenderal yang dituding anggota Dewan Jenderal dan menghadapkannya kepada Presiden Soekarno. Namun, pada prakteknya, sejumlah Jenderal dieksekusi ditempat.
- Pimpinan lapangan operasi penculikan adalah Dul Arief.
Menurut Ben Anderson, Indonesianis dari Universitas Cornell, Dul Arief ini orang yang sangat dekat dengan Ali Moertopo. Malahan, menurut pengakuan Letnan Kolonel Udara (Purnawirawan) Heru Atmodjo, Dul Arief itu anak angkat Ali Moertopo.
4. Tidak ada lagi peluang Komunis/PKI untuk bangkit kembali di Indonesia karena:
- Adanya TAP MPRS NO XXV thn1966 tentang Pembubaran dan Pelarangan PKI.
- Runtuhnya Uni Soviet, sebagai negara adidaya pendukung Komunisme. Sementara Rusia sebagai penerusnya juga sdh menerapkan demokrasi dgn adanya sistem politik multi partai. Sistem ekonominya juga sdh menerapkan kapitalisme liberalis.
- China sebagai negara kedua sebagai pendukung komunisme juga sdh berubah. Meskipun sistem politiknya masih menggunakan sistem satu partai namun sistem ekonominya sdh menerapkan liberalisme kapitalis.
- Boleh dikatakan sudah tidak ada lagi negara komunis di dunia ini.
- Tidak ada negara komunis yg berhasil secara sosial ekonomi utk dijadikan sebagai role model (panutan).
- Adanya internet dan social media mengakibatkan sangat susah sekarang ini melakukan propaganda (brainwash) sebuah ideologi terhadap suatu bangsa. Itu makanya Sosmed dan internet diblokir di Korea Utara. Sementara akses internet di China di kontrol ketat termasuk menciptakan Social Media sendiri.
- Adanya trauma yg dialami masyarakat Indonesia terhadap adanya pembunuhan massal, pemenjaraan, litsus, dan diskriminasi terhadap orang-orang yg diduga kader/simpatisan PKI setelah G30S yg dilakukan oleh Soeharto.
- Melihat bobroknya komunis, contoh nyata Korea Utara: demokrasi dibungkam, agama ditekan, kebebasan dikekang, rakyat dibodohi. Indonesia sebagai negara yg beraneka ragam budaya sangat tidak cocok jika jadi negara komunis.
Kesimpulan:
1. Satu hal yang tak bisa dibantah: Soeharto-lah yang paling diuntungkan dari peristiwa G30S.
2. Soeharto tidak dijadikan sasaran penculikan oleh G30S, karena memang hampir semua otak G30S pernah menjadi anak buah Soeharto sendiri atau Soeharto sendiri-lah yg menjadi dalang dari G30S tersebut.
3. Soeharto mengetahui rencana G30S, tetapi tidak berusaha menghentikannya. Dengan mengetahui rencana itu, Soeharto menjadi aktor yang paling paham keadaan dan paling ‘siap’ untuk memainkannya.
4. G30S menjadi alasan bagi Soeharto untuk menghabisi PKI dan menggulung kekuasaan Soekarno.
5. Jabatannya sebagai Pangkostrad sebagai pengganti Menteri/Pangad, Ahmad Yani, memudahkan Soeharto untuk mengorganisir serangan balik terhadap G30S.
6. Seandainya pun Soeharto adalah benar sebagai dalang dari G30S, namun satu yg bisa dilihat adalah akhirnya Indonesia bebas dari komunis. Meskipun akhirnya terjadi pembunuhan besar-besaran dan puluhan ribu ditahan tanpa melalui proses pengadilan.
7. Kecil sekali kemungkinannya Komunis/PKI kembali hadir di Indonesia. Kalaupun ada isunya, paling dimunculkan oleh partai dan tokoh tertentu demi kepentingan politik praktis.

requote buat para setan saracen nasbung peniup isu disini. Lanjut Gan
azrieldzaki memberi reputasi
-1
Kutip
Balas