- Beranda
- Stories from the Heart
Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]
...
TS
ferdy988
Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]
![Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/09/30/8075495_201709300528270171.jpg)
Nice cover by Awayaye
Quote:
Spoiler for Q&A:
Salman namaKu, terlahir dari rahim seorang ibu yang entah bagaimana bentuk fisik dan wajahnya,karna saat usiaku genap 8 hari manusia yang di ciptakan untuk melindungiku telah pergi meninggalkanku menuju alam keabadian.
Sedangkan Ayah ku adalah seorang pengangguran yang hanya bisa makan dari jerih payah istrinya,males bekerja,bisanya hanya bermain judi dan menghabiskan uang istrinya,kerjaannya ketika pulang hanya bisa marah dan marah kepada Ibuku dan kakak kakak ku.
Ketika ku lahir pun Ayah enggak sedikit pun memperdulikan ku,tangisan ku hanya bisa mengganggunya,hingga sampai tega ingin membunuhku namun kasih sayang dari Kakak ku yang berjumlah 3 orang mereka rela menjadi bulan bulanan Ayah hanya untuk melindungiku.
Hingga ketika umurku menginjak 2 minggu,aku di bawa oleh Kakak ku yang tertua untuk di titipkan ke rumah orang yang mau merawat ku,namun enggak ada satu pun tetangga yang mau merawat anak bayi.
Hingga suatu hari datanglah sepasang suami istri kerumah ku lalu meminta izin kepada Ayah ku untuk merawat dan mengadopsi aku sebagai anak angkatnya,dengan santai Ayah kandungku berucap
Quote:
Akhirnya tanpa pikir panjang sepasang suami istri tersebut membayar beberapa rupiah untuk bisa membawa ku pulang,yah diriku hanya sebuah barang murahan bagi Ayah ku yang tega menukarkan ku dengan beberapa rupiah uang.
Akhirnya aku pun dibesarkan oleh kedua orang tua angkat yang sangat mencintai dan menyayangiku seperti anak mereka sendiri,kebetulan mereka sepasang suami istri yang belum di karuniai seorang anak karna salah satu dari mereka mandul.
Semenjak TK aku sudah terbiasa dengan kesendirian,entah kenapa anak anak sebaya dengan ku begitu menjauhiku bahkan anak tetangga pun enggan bermain dengan ku,di lingkungan kampung tempat ku tinggal pun aku selalu di anggap enggak ada,bahkan nenek dari orang tua Ayah angkat ku enggan memanggilku dengan sebutan Cucu.
Ketika ku SD diriku kenyang dengan bullyan teman teman seangkatan ku,kadang uang jajan ku dirampas begitu saja tanpa ada perlawanan sama sekali dariku,kadang aku di bilang anak pungut,lalu ada berkata aku adiknya Ujang.
Ketika ku pulang sekolah langsung ku peluk Ibu ku seraya berucap,"Bu tadi uang jajan ku di ambil oleh teman teman ku,aku juga di bilang anak pungut,apa bener Bu aku bukan anak Ibu?"tanya ku dengan polos
Quote:
Aku pun kembali tenang,yah setiap diriku ada masalah atau habis di bully dengan teman sebaya ku pasti larinya kepelukan Ibu ku.
Selama 6 tahun bersekolah enggak pernah sehari pun ku menyentuh jajanan,nasi bungkus atau mainan seperti kebanyakan teman teman ku,karna uang jajan ku selalu di rampas oleh teman yang disegani di sekolah ku,ku bertanya pada diriku sendiri
Quote:
Diantara sekian banyak teman teman ku di SD hanya ada satu yang perduli dengan ku,selalu menawarkan uang,atau jajanan untuk ku ketika aku merasa lapar,Wulan namanya wanita yang baik dan selalu melindungi ku ketika ku di hina teman teman ku,selalu membela ku ketika aku dicaci,kami akrab hanya di sekolah karna ibu Wulan sama seperti warga lainnya yang menganggap ku sebagai anak aneh.
Kata kata cacian seperti bodoh,tolol,anak buangan dan lain sebagainya selalu menjadi langganan masuk ketelinga ku saat di sekolah maupun di lingkungan kampung tempat ku tinggal,dan lagi lagi hanya ibu lah yang aku punya sebagai tempat ku bersandar dari lelahnya mendengar cacian dan cibiran dari mereka yang menghina ku.
Ayah angkat ku selalu mengajarkan kepada ku
Quote:
itu lah kata Ayah yang Ku pegang hingga ku menginjak kan kaki ke bangku sekolah lanjutan tingkat pertama.
Disini lah awal cerita ku...
Spoiler for pdf Episode 1:
Spoiler for Index:
Spoiler for episode II (kehidupan setelah pernikahan):
Polling
0 suara
Siapakah Wanita Yang Akan Menjadi Istri Salman
Diubah oleh ferdy988 11-04-2020 17:45
sargopip dan 8 lainnya memberi reputasi
9
165.5K
718
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ferdy988
#18
Part5
Malam minggu adalah malam yang di nanti nanti oleh para pemuda pemudi seumuran ku,malam spesial untuk para pemuda untuk menghabiskan waktu bersama teman teman atau pacar di tempat keramaian,sekedar nongkrong santai di Alun Alun atau mojok.
Berbeda halnya dengan Aku dan Kiwil,malam minggu bagi kami adalah waktunya mengasingkan diri dari keramaian orang orang yang lalu lalang.bagi kami keramaian adalah musuh sedangkan kesunyian adalah teman yang baik,entah kenapa meskipun kami berbeda warna kulit,lahir dari rahim yang berbeda juga tapi yang membuat kita sama adalah sama sama suka dengan kesunyian.
Dengan bermodal satu Gitar,sebungkus rokok hasil urunan uang jajan,dan sebotol aqua kami berangkat menuju tempat tongkrongan favorite,tongkrongan kami jauh daripada rumah penduduk,didekat lapangan sepak bola sebelah mesjid tepat di belakang sekolah Ku terdapat satu pohon akasia besar lalu dibawahnya terdapat kursi panjang disinilah kami setiap hari menghabiskan malam minggu berdua sembari bernyanyi dan tertawa bersama.
"Gimana Man dengan si Silvi"ujar Kiwil sembari menyalakan sebatang rokok
"gimana apanya Wil?biasa aja,males juga Gua bahasnya"
"kalau misal doi bener bener suka ama Lu gimana Man?"tanya Kiwil
"enggak mungkin bro,Lu lihat fisik Gua,gendut,item,perut buncit mana mau sih Silvi mau ama Gua,ngimpi kali"
"Itu kan kata Lu kalau kata Silvi kan Lu enggak tau gimana perasaannya"
"udah lah Wil,Lu kek enggak ada pembahasan lain aja dah"
"hahah...sorry brow,oke dari pada Lu kusut gitu mukanya mending nyanyi deh,ini ada lagu yang pas buat Lu"
Kami berdua pun larut dalam alunan gitar yang dimainkan oleh kiwil,jujur doi begitu piawai memetik gitar hingga aku begitu larut dalam nyanyian yang di iringi oleh petikan gitar dari kiwil.ketika di akhir lagu petikan gitar tiba tiba terhenti kami pun mulai terdiam menikmati bunyi suara jangkrik yang bersahutan menemani malam kami.
"gimana sih rasanya disayang orang tua itu Man?"tiba tiba Kiwil berucap kepadaku
"yaelah Wil,udah gede juga Lu masih pengen disayang ortu"ledek Ku
Tiba tiba muka Kiwil menghadap kearahku dengan tatapan tajam serta mata yang memerah,entah kenapa raut mukanya berubah drastis yang tadi ceria sekarang menjadi muram.
"Lu tau enggak kenapa Gua suka kesunyian"tanya Kiwil dengan memalingkan pandangannya dari ku menuju jalan raya yang sunyi tanpa satupun motor yang lewat
"kenapa emangnya Wil?"aku berbalik bertanya kepadanya
"entah lah Man,Gua menganggap ortu Gua begitu menyesal melahirkan Gua kedunia,sedari kecil Gua begitu terasing di keluarga Gua sendiri"
Aku begitu serius mendengarkan curahan hati si Kiwil yang enggak jauh beda dengan kehidupan ku,bedanya aku punya orang tua yang masih menganggap ku anak berbeda dengan kiwil yang enggak di anggap sama sekali di keluarganya.
"Lu bayangin Man dulu Gua anak yang berprestasi di sekolah waktu SD,tapi ortu Gua malah biasa biasa aja,tapi ketika adik Gua yang cewek dan kakak Gua yang cowok berprestasi mereka di kasih hadiah masing masing bahkan uang saku mereka di tambah,sedangkan Gua kadang uang saku sekolah harus minta dulu kalau kaga yah terpaksa Gua nahan lapar di sekolah"
"sabar Bro,Lu enggak sendiri,Lu masih punya Gua"sembari menepuk bahunya
Kiwil seketika itu memandang kearah ku lalu tersenyum sambil mengelap air matanya,di wajahnya begitu tersirat kesedihan yang mendalam.pelajaran yang ku terima malam ini adalah selalu bersyukur meskipun semua orang menganggapku enggak ada tapi aku masih mempunyai orang tua yang selalu ada untuk ku.
"balik yuk udah malem nih"sembari melihat jam tangan yang terpasang di tangan Ku
"entaran aja lah Man,tapi kalau Lu mau balik duluan enggak apa apa,Gua masih ingin nikmatin malam ini sendiri"ujarnya yang kembali memetik senar gitar lalu km melantunkan lagu peterp*n yang di tahun itu baru booming.
"apa Lu enggak di cariin ortu Lu pulang malem?udah jam 12 ini"
"mana perduli mereka Man ama Gua,Ada atau enggaknya Gua enggak begitu penting bagi mereka"
"yah paling enggak Lu pulang kek biar image Lu enggak buruk di mata mereka"desak ku
Kata kata ku sedikitpun enggak di gubris olehnya,doi kembali bernyanyi.karna kasihan akhirnya aku putuskan untuk tetap menemaninya hingga dirinya mau pulang.
"Lu tau enggak Man cita cita Gua apa?"ujarnya yang menyudahi bermain gitar lalu meletakkannya di kursi
"apa emang cita cita Lu?"tanya ku
"Gua ingin merantau ke pulau Jawa,kerja disana,dan mempunyai anak dan istri"
"kenapa harus di pulau jawa?kan di tempat kita banyak kerjaan,juga pulau terbesar kedua kan seindo"
"iyah besar memang tapi menurut Gua sempit Man"
"kok bisa gitu?"
"iyah setiap Gua ngeliat keluarga Gua sendiri rasanya Muak,pengen pergi jauh jauh dari mereka Man,aku capek selalu di anggap anak tiri oleh keluarga sendiri"
"brow tenang,kan masih ada Gua disini,Lu mau ngajak kemana aja Gua pasti ikut deh,kecuali Lu mau mati jangan ajak ajak Gua yah"canda ku
"hahaha...sompret Lu Man"ujar doi tertawa lepas
"nah gitu dong ketawa,sepet Gua liat Lu manyun mulu"
"yaudah lah yuk kita pulang,kesian Lu entar di cari ortu Lu"ajaknya
Kami berdua pun kembali pulang menuju rumah masing masing,berjalan kaki menyusuri jalan jalan kecil sembari berjalan.tiba tiba langkah kaki Ku di berhentikan oleh Kiwil.
"ada apa Wil?"
"Lu beneran enggak mau tau lagi tentang Silvi?"
"iyah Gua mah masa bodo sekarang,lagian ngapain sih Lu masih bahas doi?"
"beneran Lu masa bodo?gimana dengan ini?"ujarnya yang mengambil secarik kertas selembar yang di ambil dari saku celananya
"apaan tuh?"tanyaku penasaran
"pan Elu masa bodo dengan Silvi,buat Gua aja yah"sambil nyengir kearahku
"yah liat dulu kertas apa itu"ujar ku lalu merebut kertas itu dari tangannya
Setelah berhasil merebut kertas tersebut aku lalu membaca tulisan bagus dengan tinta berwarna hitam yang tertulis
"gimana brow Lu masih masa bodo dengan Silvi?"
"kenapa Lu enggak bilang sih Wil?"
"bodo lah kan udah Gua saranin suruh mencoba meskipun hanya dengan setangkai mawar tapi Elunya udah nyerah duluan"
"terus gimana dong?"
"yah elu ungkapin aja entar ke dia,apa yang elu rasakan apa yang elu simpen di hati lu"
Setelah membaca surat dari Silvi Aku merasa bersalah karna aku sudah menyerah ditengah jalan sebelum berjuang,sampai doi sendiri ngasih kode ke diriku aku malah enggak peka sama sekali.
Akhirnya semangat 45 ku kembali terbakar,ternyata benar kata Kiwil jangan pernah menyerah sebelum berjuang karna kita enggak tau hasil akhirnya gimana.
Hari senin hari yang sangat membuat ku malas untuk bersekolah yah karena harus masuk pagi dan juga melaksanakan upacara,sengaja ku pelan kan sepeda ku supaya dapat barisan yang terakhir karena aku enggak mau terjadi insiden seperti awal aku melaksanakan upacara pertamaku di sekolah yaitu kotoran hidung aka upil yang menempel ditangan ku.
Saat tiba disekolah ternyata upacara baru dilaksanakan,aku bersyukur karna akhirnya dapet barisan paling belakang,satu jam berdiri diterik panasnya matahari akhirnya selesai juga upacara di pagi hari dan seluruh siswa pun kembali kekelas masing masing termasuk aku.
Sembari masuk kelas aku melihat kearah kanan ku berharap bidadari ku memberikan senyumannya dipagi hari namun doi enggak menoleh kearah ku entah doi melihat ku atau enggak.
Saat masuk kelas tiba tiba kerah baju ku di tarik dengan kerasnya hingga membuat ku setengah tercekik,lalu dengan dorongan yang kuat membuat ku terhempas kearah meja kelas,saat ku lihat ternyata gerombolan anak anak yang menjadi langganan menjahili ku.
"mau kemana Lu Njing?Lu enggak Lupa kan setoran tiap hari minimal 5000 ke Gua?"
"Lu enggak capek apa Gus jahili Gua mulu?anak lain banyak kenapa hanya Gua yang Lu minta?"
"Karna Gua eneg lihat muka Lu,cepetan sini duitnya"paksa Agus
"enggak,uang Gua cuman 5000 Gus buat Gua makan siang"
"Ahh...bodo amat Gua,mau Lu mati kelaparan Gua enggak perduli"sembari merampas uang selembar 5000 dari kantong baju ku
"inget ye,besok Lu harus bawa uang banyak buat Gua,kalau enggak"
"PLETAKKKK..."belum selesai Agus ngomong tiba tiba dari belakang kepala Agus ada yang nampol
"ADUH BANGSA*...!!"sembari memegang kepala belakangnya lalu berbalik kearah belakang mencari sumber siapa yang menamparnya,saat di lihat ternyata Kiwil sudah ada di belakang Agus.
"balikin enggak Uang temen Gua"pinta Kiwil
"eh anj*ng berani bener Lu ama Gua,Lu enggak tau siapa Gua?"Agus mulai meninggikan suaranya
Tanpa banyak omong " BOUUUGHH"tamparan tangan kanan kiwil mendarat di pipi kiri Agus hingga membuat Agus hampir tersungkur.belum sempat agus membalas dengan sigap kiwil memegang kerah baju Agus lalu mendorongnya ke belakang kelas lalu membenturkan kepalanya di dinding." BOUGGGHHHT...!!!"
"ARRRGGHH...!!!"agus merintih kesakitan
"Lu masih enggak mau balikin uang teman Gua,Lu mau urusan ini panjang?"ancam kiwil
"WOII...!!TOLONGIN GUA"ujar Agus yang memanggil kedua temannya
Kedua teman Agus pun menghampiri kiwil,dengan sigap dengkul Kiwil menghantam ke arah perut Agus hingga membuatnya terjatuh merintih kesakitan.
Kiwil pun masang kuda kuda layaknya orang jago kung fu,yah dengan gagah berani doi menghadapi lawannya 2 orang.
"eh banci,Lu maju sini kita satu lawan satu,"tantang Kiwil
Musuhnya hampir gentar ketika melihat gertakan Kiwil,namun bukannya satu persatu mereka malah berdua mengeroyok kiwil tanpa ampun,tapi dengan santainya Kiwil tetap meladeninya.dengan satu tendangan tepat didada musuh Kiwil terjatuh kelantai sedang satunya sukses di banting Kiwil lalu di injak dadanya dengan dengkul kiwil dengan leluasa akhirnya kiwil menampar pipi kanan dan kiri Musuhnya hingga meminta ampun.
"ampun,,,ampunn...inih uangnya temen Lu Gua balikin tapi jangan hajar Gua"
Uang pun dirampas dari tangan Agus,lalu Kiwil berjalan bak pahlawan kearahku dengan membenarkan rambut yang sedikit kusut serta membersihkan debu yang ada di bajunya sambil berucap kepadaku. "lain kali Lu mesti lawan biar kecoa busuk itu enggak terus terusan jajah Elu"ujarnya sambil mengembalikan uang Gua lalu berdiri di muka kelas
Dengan suara lantang Kiwil berkata" EH LU...LU...PADA DENGERIN GUA NGOMONG...INGET KATA KATA GUA YAH SEKALI PAGI LU GANGGU TEMAN GUA SALMAN GUA HABISIN LU HARI ITU JUGA...!!"sambil menunjuk siswa di kelas Gua yang terdiam atas ancaman kiwil enggak satu pun berani bersuara
Bathin Gua ini anak bener bener jago kung fu ternyata,padahal pertama kali Gua kenal,doi seperti orang biasa enggak menunjukan kelebihan nya sama sekali.dengan berakhirnya ancaman dari kiwil akhirnya aku terbebas dari kenakalan teman sekelas ku,dan mulai hari itu juga diriku enggak pernah lagi disentuh atau pun di jahilin oleh tangan tangan usil mereka.
Bahkan satu persatu dari mereka mulai tersenyum kearah ku setiap kali berpapasan dan ingin berkenalan dengan ku,yah meakipun begitu diriku tetap ingin sendiri meskipun beberapa dari mereka mengajak ku untuk kumpul bareng.
Waktu istirahat tiba,rencana ingin menyatakan perasaan ku ke Silvi makin menggebu gebu,lalu dengan setengah berlari aku menuju kearah kelas Silvi,namun ketika tiba di depan kelasnya lagi lagi diriku keduluan oleh Tomi yang sudah duduk di atas meja Silvi.
Namun karna mengingat surat dari Silvi yang ku baca malam minggu kemaren akhirnya aku tetap berjalan untuk mendekatinya,meskipun tatapan mata sinis dari Tomi terus mengintaiku.
"Hay Sil,Lu sibuk enggak?"sapa ku ke doi
"hmmm...enggak ko Man,kenapa?"tanya silvi
"kalau Lu enggak sibuk datengin Gua di belakang warung yah tempat biasa Gua nongkrong ama Kiwil"
"oh...oke"jawab Silvi
"mari Kak"sapa ku ke Tomi namun dia sama sekali enggak menjawab sapaan ku hanya mendengus kesal seperti cemburu.
Aku pun berjalan kearah hutan tempat biasa aku nongkrong bersama Kiwil di pohon yang sudah tumbang,ku dapati ternyata kiwil sudah ada disana sambil menghembuskan asap rokok keudara.
"gimana Man?Elu jadi mau nembak Silvi?"tanya Kiwil
"jadi dong"seraya nyengir kuda kearah Kiwil
"widih,gitu dong itu baru cowok gentle"
"terus emang sebelumnya Lu anggap Gua apa dong?"
"yah cowok sih tapi ke cewok cewok an" candanya
"ah...kampret Lu"ujar ku ketus
"eh doi udah kesini tuh"ujar Kiwil menunjuk kearah wanita yang enggak lain adalah Silvi
"kasih Gua kata kata bagus dong buat ungkapinnya,Gua masih bingung mau ngomong apa?"pinta ku memaksa ke Kiwil
"aduh bego,kan udah Gua bilang ungkapin kata kata yang ada di hatu Lu,apa yang Lu rasain ungkapin aja tapi jangan berlebihan biar Lu enggak terlalu lebay,udah yah Gua kencing dulu"ujar kiwil yang berjalan agak jauh kebelakang ku
"Hay Man..."sapa Silvi
"ha..hay...Sil"
"itu si Kiwil kemana?"tanya Silvi
"oh dia mau pipis katanya"
"oh gitu,oia Lu nyuruh Gua kemari ada apa Man?"tanya Silvi
Mampus dah,kata kata yang sudah ku rangkai dengan sedemikian rupa tiba tiba ngeblang gitu aja di otak ku,entah kenapa diriku malah menjadi bodoh ketika Silvi sudah ada dihadapanku.namun sedikit ku mengingat kata kata dari Kiwil yaitu" ungkapin apa yang Lu rasain"
"Si...Sil..."aku tergagap memanggilnya
"namaku Silvi Man bukan sisil"
"i..iyah iyah... Sorry Sil,hmmm Gua ngajak Lu kesini untuk...?"
Berbeda halnya dengan Aku dan Kiwil,malam minggu bagi kami adalah waktunya mengasingkan diri dari keramaian orang orang yang lalu lalang.bagi kami keramaian adalah musuh sedangkan kesunyian adalah teman yang baik,entah kenapa meskipun kami berbeda warna kulit,lahir dari rahim yang berbeda juga tapi yang membuat kita sama adalah sama sama suka dengan kesunyian.
Dengan bermodal satu Gitar,sebungkus rokok hasil urunan uang jajan,dan sebotol aqua kami berangkat menuju tempat tongkrongan favorite,tongkrongan kami jauh daripada rumah penduduk,didekat lapangan sepak bola sebelah mesjid tepat di belakang sekolah Ku terdapat satu pohon akasia besar lalu dibawahnya terdapat kursi panjang disinilah kami setiap hari menghabiskan malam minggu berdua sembari bernyanyi dan tertawa bersama.
"Gimana Man dengan si Silvi"ujar Kiwil sembari menyalakan sebatang rokok
"gimana apanya Wil?biasa aja,males juga Gua bahasnya"
"kalau misal doi bener bener suka ama Lu gimana Man?"tanya Kiwil
"enggak mungkin bro,Lu lihat fisik Gua,gendut,item,perut buncit mana mau sih Silvi mau ama Gua,ngimpi kali"
"Itu kan kata Lu kalau kata Silvi kan Lu enggak tau gimana perasaannya"
"udah lah Wil,Lu kek enggak ada pembahasan lain aja dah"
"hahah...sorry brow,oke dari pada Lu kusut gitu mukanya mending nyanyi deh,ini ada lagu yang pas buat Lu"
Kami berdua pun larut dalam alunan gitar yang dimainkan oleh kiwil,jujur doi begitu piawai memetik gitar hingga aku begitu larut dalam nyanyian yang di iringi oleh petikan gitar dari kiwil.ketika di akhir lagu petikan gitar tiba tiba terhenti kami pun mulai terdiam menikmati bunyi suara jangkrik yang bersahutan menemani malam kami.
"gimana sih rasanya disayang orang tua itu Man?"tiba tiba Kiwil berucap kepadaku
"yaelah Wil,udah gede juga Lu masih pengen disayang ortu"ledek Ku
Tiba tiba muka Kiwil menghadap kearahku dengan tatapan tajam serta mata yang memerah,entah kenapa raut mukanya berubah drastis yang tadi ceria sekarang menjadi muram.
"Lu tau enggak kenapa Gua suka kesunyian"tanya Kiwil dengan memalingkan pandangannya dari ku menuju jalan raya yang sunyi tanpa satupun motor yang lewat
"kenapa emangnya Wil?"aku berbalik bertanya kepadanya
"entah lah Man,Gua menganggap ortu Gua begitu menyesal melahirkan Gua kedunia,sedari kecil Gua begitu terasing di keluarga Gua sendiri"
Aku begitu serius mendengarkan curahan hati si Kiwil yang enggak jauh beda dengan kehidupan ku,bedanya aku punya orang tua yang masih menganggap ku anak berbeda dengan kiwil yang enggak di anggap sama sekali di keluarganya.
"Lu bayangin Man dulu Gua anak yang berprestasi di sekolah waktu SD,tapi ortu Gua malah biasa biasa aja,tapi ketika adik Gua yang cewek dan kakak Gua yang cowok berprestasi mereka di kasih hadiah masing masing bahkan uang saku mereka di tambah,sedangkan Gua kadang uang saku sekolah harus minta dulu kalau kaga yah terpaksa Gua nahan lapar di sekolah"
"sabar Bro,Lu enggak sendiri,Lu masih punya Gua"sembari menepuk bahunya
Kiwil seketika itu memandang kearah ku lalu tersenyum sambil mengelap air matanya,di wajahnya begitu tersirat kesedihan yang mendalam.pelajaran yang ku terima malam ini adalah selalu bersyukur meskipun semua orang menganggapku enggak ada tapi aku masih mempunyai orang tua yang selalu ada untuk ku.
"balik yuk udah malem nih"sembari melihat jam tangan yang terpasang di tangan Ku
"entaran aja lah Man,tapi kalau Lu mau balik duluan enggak apa apa,Gua masih ingin nikmatin malam ini sendiri"ujarnya yang kembali memetik senar gitar lalu km melantunkan lagu peterp*n yang di tahun itu baru booming.
"apa Lu enggak di cariin ortu Lu pulang malem?udah jam 12 ini"
"mana perduli mereka Man ama Gua,Ada atau enggaknya Gua enggak begitu penting bagi mereka"
"yah paling enggak Lu pulang kek biar image Lu enggak buruk di mata mereka"desak ku
Kata kata ku sedikitpun enggak di gubris olehnya,doi kembali bernyanyi.karna kasihan akhirnya aku putuskan untuk tetap menemaninya hingga dirinya mau pulang.
"Lu tau enggak Man cita cita Gua apa?"ujarnya yang menyudahi bermain gitar lalu meletakkannya di kursi
"apa emang cita cita Lu?"tanya ku
"Gua ingin merantau ke pulau Jawa,kerja disana,dan mempunyai anak dan istri"
"kenapa harus di pulau jawa?kan di tempat kita banyak kerjaan,juga pulau terbesar kedua kan seindo"
"iyah besar memang tapi menurut Gua sempit Man"
"kok bisa gitu?"
"iyah setiap Gua ngeliat keluarga Gua sendiri rasanya Muak,pengen pergi jauh jauh dari mereka Man,aku capek selalu di anggap anak tiri oleh keluarga sendiri"
"brow tenang,kan masih ada Gua disini,Lu mau ngajak kemana aja Gua pasti ikut deh,kecuali Lu mau mati jangan ajak ajak Gua yah"canda ku
"hahaha...sompret Lu Man"ujar doi tertawa lepas
"nah gitu dong ketawa,sepet Gua liat Lu manyun mulu"
"yaudah lah yuk kita pulang,kesian Lu entar di cari ortu Lu"ajaknya
Kami berdua pun kembali pulang menuju rumah masing masing,berjalan kaki menyusuri jalan jalan kecil sembari berjalan.tiba tiba langkah kaki Ku di berhentikan oleh Kiwil.
"ada apa Wil?"
"Lu beneran enggak mau tau lagi tentang Silvi?"
"iyah Gua mah masa bodo sekarang,lagian ngapain sih Lu masih bahas doi?"
"beneran Lu masa bodo?gimana dengan ini?"ujarnya yang mengambil secarik kertas selembar yang di ambil dari saku celananya
"apaan tuh?"tanyaku penasaran
"pan Elu masa bodo dengan Silvi,buat Gua aja yah"sambil nyengir kearahku
"yah liat dulu kertas apa itu"ujar ku lalu merebut kertas itu dari tangannya
Setelah berhasil merebut kertas tersebut aku lalu membaca tulisan bagus dengan tinta berwarna hitam yang tertulis
Quote:
"gimana brow Lu masih masa bodo dengan Silvi?"
"kenapa Lu enggak bilang sih Wil?"
"bodo lah kan udah Gua saranin suruh mencoba meskipun hanya dengan setangkai mawar tapi Elunya udah nyerah duluan"
"terus gimana dong?"
"yah elu ungkapin aja entar ke dia,apa yang elu rasakan apa yang elu simpen di hati lu"
Setelah membaca surat dari Silvi Aku merasa bersalah karna aku sudah menyerah ditengah jalan sebelum berjuang,sampai doi sendiri ngasih kode ke diriku aku malah enggak peka sama sekali.
Akhirnya semangat 45 ku kembali terbakar,ternyata benar kata Kiwil jangan pernah menyerah sebelum berjuang karna kita enggak tau hasil akhirnya gimana.
Hari senin hari yang sangat membuat ku malas untuk bersekolah yah karena harus masuk pagi dan juga melaksanakan upacara,sengaja ku pelan kan sepeda ku supaya dapat barisan yang terakhir karena aku enggak mau terjadi insiden seperti awal aku melaksanakan upacara pertamaku di sekolah yaitu kotoran hidung aka upil yang menempel ditangan ku.
Saat tiba disekolah ternyata upacara baru dilaksanakan,aku bersyukur karna akhirnya dapet barisan paling belakang,satu jam berdiri diterik panasnya matahari akhirnya selesai juga upacara di pagi hari dan seluruh siswa pun kembali kekelas masing masing termasuk aku.
Sembari masuk kelas aku melihat kearah kanan ku berharap bidadari ku memberikan senyumannya dipagi hari namun doi enggak menoleh kearah ku entah doi melihat ku atau enggak.
Saat masuk kelas tiba tiba kerah baju ku di tarik dengan kerasnya hingga membuat ku setengah tercekik,lalu dengan dorongan yang kuat membuat ku terhempas kearah meja kelas,saat ku lihat ternyata gerombolan anak anak yang menjadi langganan menjahili ku.
"mau kemana Lu Njing?Lu enggak Lupa kan setoran tiap hari minimal 5000 ke Gua?"
"Lu enggak capek apa Gus jahili Gua mulu?anak lain banyak kenapa hanya Gua yang Lu minta?"
"Karna Gua eneg lihat muka Lu,cepetan sini duitnya"paksa Agus
"enggak,uang Gua cuman 5000 Gus buat Gua makan siang"
"Ahh...bodo amat Gua,mau Lu mati kelaparan Gua enggak perduli"sembari merampas uang selembar 5000 dari kantong baju ku
"inget ye,besok Lu harus bawa uang banyak buat Gua,kalau enggak"
"PLETAKKKK..."belum selesai Agus ngomong tiba tiba dari belakang kepala Agus ada yang nampol
"ADUH BANGSA*...!!"sembari memegang kepala belakangnya lalu berbalik kearah belakang mencari sumber siapa yang menamparnya,saat di lihat ternyata Kiwil sudah ada di belakang Agus.
"balikin enggak Uang temen Gua"pinta Kiwil
"eh anj*ng berani bener Lu ama Gua,Lu enggak tau siapa Gua?"Agus mulai meninggikan suaranya
Tanpa banyak omong " BOUUUGHH"tamparan tangan kanan kiwil mendarat di pipi kiri Agus hingga membuat Agus hampir tersungkur.belum sempat agus membalas dengan sigap kiwil memegang kerah baju Agus lalu mendorongnya ke belakang kelas lalu membenturkan kepalanya di dinding." BOUGGGHHHT...!!!"
"ARRRGGHH...!!!"agus merintih kesakitan
"Lu masih enggak mau balikin uang teman Gua,Lu mau urusan ini panjang?"ancam kiwil
"WOII...!!TOLONGIN GUA"ujar Agus yang memanggil kedua temannya
Kedua teman Agus pun menghampiri kiwil,dengan sigap dengkul Kiwil menghantam ke arah perut Agus hingga membuatnya terjatuh merintih kesakitan.
Kiwil pun masang kuda kuda layaknya orang jago kung fu,yah dengan gagah berani doi menghadapi lawannya 2 orang.
"eh banci,Lu maju sini kita satu lawan satu,"tantang Kiwil
Musuhnya hampir gentar ketika melihat gertakan Kiwil,namun bukannya satu persatu mereka malah berdua mengeroyok kiwil tanpa ampun,tapi dengan santainya Kiwil tetap meladeninya.dengan satu tendangan tepat didada musuh Kiwil terjatuh kelantai sedang satunya sukses di banting Kiwil lalu di injak dadanya dengan dengkul kiwil dengan leluasa akhirnya kiwil menampar pipi kanan dan kiri Musuhnya hingga meminta ampun.
"ampun,,,ampunn...inih uangnya temen Lu Gua balikin tapi jangan hajar Gua"
Uang pun dirampas dari tangan Agus,lalu Kiwil berjalan bak pahlawan kearahku dengan membenarkan rambut yang sedikit kusut serta membersihkan debu yang ada di bajunya sambil berucap kepadaku. "lain kali Lu mesti lawan biar kecoa busuk itu enggak terus terusan jajah Elu"ujarnya sambil mengembalikan uang Gua lalu berdiri di muka kelas
Dengan suara lantang Kiwil berkata" EH LU...LU...PADA DENGERIN GUA NGOMONG...INGET KATA KATA GUA YAH SEKALI PAGI LU GANGGU TEMAN GUA SALMAN GUA HABISIN LU HARI ITU JUGA...!!"sambil menunjuk siswa di kelas Gua yang terdiam atas ancaman kiwil enggak satu pun berani bersuara
Bathin Gua ini anak bener bener jago kung fu ternyata,padahal pertama kali Gua kenal,doi seperti orang biasa enggak menunjukan kelebihan nya sama sekali.dengan berakhirnya ancaman dari kiwil akhirnya aku terbebas dari kenakalan teman sekelas ku,dan mulai hari itu juga diriku enggak pernah lagi disentuh atau pun di jahilin oleh tangan tangan usil mereka.
Bahkan satu persatu dari mereka mulai tersenyum kearah ku setiap kali berpapasan dan ingin berkenalan dengan ku,yah meakipun begitu diriku tetap ingin sendiri meskipun beberapa dari mereka mengajak ku untuk kumpul bareng.
Waktu istirahat tiba,rencana ingin menyatakan perasaan ku ke Silvi makin menggebu gebu,lalu dengan setengah berlari aku menuju kearah kelas Silvi,namun ketika tiba di depan kelasnya lagi lagi diriku keduluan oleh Tomi yang sudah duduk di atas meja Silvi.
Namun karna mengingat surat dari Silvi yang ku baca malam minggu kemaren akhirnya aku tetap berjalan untuk mendekatinya,meskipun tatapan mata sinis dari Tomi terus mengintaiku.
"Hay Sil,Lu sibuk enggak?"sapa ku ke doi
"hmmm...enggak ko Man,kenapa?"tanya silvi
"kalau Lu enggak sibuk datengin Gua di belakang warung yah tempat biasa Gua nongkrong ama Kiwil"
"oh...oke"jawab Silvi
"mari Kak"sapa ku ke Tomi namun dia sama sekali enggak menjawab sapaan ku hanya mendengus kesal seperti cemburu.
Aku pun berjalan kearah hutan tempat biasa aku nongkrong bersama Kiwil di pohon yang sudah tumbang,ku dapati ternyata kiwil sudah ada disana sambil menghembuskan asap rokok keudara.
"gimana Man?Elu jadi mau nembak Silvi?"tanya Kiwil
"jadi dong"seraya nyengir kuda kearah Kiwil
"widih,gitu dong itu baru cowok gentle"
"terus emang sebelumnya Lu anggap Gua apa dong?"
"yah cowok sih tapi ke cewok cewok an" candanya
"ah...kampret Lu"ujar ku ketus
"eh doi udah kesini tuh"ujar Kiwil menunjuk kearah wanita yang enggak lain adalah Silvi
"kasih Gua kata kata bagus dong buat ungkapinnya,Gua masih bingung mau ngomong apa?"pinta ku memaksa ke Kiwil
"aduh bego,kan udah Gua bilang ungkapin kata kata yang ada di hatu Lu,apa yang Lu rasain ungkapin aja tapi jangan berlebihan biar Lu enggak terlalu lebay,udah yah Gua kencing dulu"ujar kiwil yang berjalan agak jauh kebelakang ku
"Hay Man..."sapa Silvi
"ha..hay...Sil"
"itu si Kiwil kemana?"tanya Silvi
"oh dia mau pipis katanya"
"oh gitu,oia Lu nyuruh Gua kemari ada apa Man?"tanya Silvi
Mampus dah,kata kata yang sudah ku rangkai dengan sedemikian rupa tiba tiba ngeblang gitu aja di otak ku,entah kenapa diriku malah menjadi bodoh ketika Silvi sudah ada dihadapanku.namun sedikit ku mengingat kata kata dari Kiwil yaitu" ungkapin apa yang Lu rasain"
"Si...Sil..."aku tergagap memanggilnya
"namaku Silvi Man bukan sisil"
"i..iyah iyah... Sorry Sil,hmmm Gua ngajak Lu kesini untuk...?"
Diubah oleh ferdy988 22-09-2017 03:24
khodzimzz dan jenggalasunyi memberi reputasi
2
![Kesunyian Menjadi Teman Terbaik [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/29/8075495_201710290532550523.jpg)