Kaskus

Story

gagalrampageAvatar border
TS
gagalrampage
ALL I ASK OF YOU
Quote:


Quote:
Diubah oleh gagalrampage 15-09-2017 11:42
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
3.8K
24
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.1KAnggota
Tampilkan semua post
gagalrampageAvatar border
TS
gagalrampage
#2
Bogor, Maret 2015

Senin, 17:30


Sore yang cerah dengan warna keemasan terlihat dibalik bangunan pabrik industri yang berada di depan Viva Komputer. Gua menghabiskan waktu kurang lebih 5 tahun bekerja di toko komputer yang juga menyediakan warnet untuk direntalkan. Saat toko sepi pelanggan, kadang gua sering mampir ke ruko sebelah (warnet) hanya untuk numpang sebat (ngerokok) sambil lihat para user yang teriak-teriak bermain game online kesukaan mereka.

Saat sedang ngobrol dengan Patek (operator warnet) sebuah motor matic yang berhenti di depan warnet, seorang siswi SMK turun dengan rok span panjang abu-abu berjalan menghampiri kami. Dia hanya berdiri di depan gua sambil terlihat sedih menyembunyikan kedua tangannya dibelakang.

“Kenapa murung ?” Tanya gua sambil mengacak-acak poni rambutnya

“Ishh” Disfah protes sambil kembali merapihkan

Dia adalah Disfah, nama yang sulit untuk gua sebutkan karena memiliki huruf ‘F’ di dalamnya. Bukan rasis atau semacamnya, gua emang gak bisa mengucapkan huruf ‘F’ karena orang lain akan mendengar gua mengucapkan huruf ‘P’. Karena sering jadi bahan ledekan Disfah dan kawan-kawannya jadi gua memanggil dia dengan nama ‘Disa’ atau ‘Sa’. Disa adalah pacar gua yang sedang menyelesaikan sisa semester terakhirnya disekolah. Gua kenal di warnet saat dia sedang mengerjakan tugas, karena operator saat itu gak ada di server jadi dia meminta gua untuk membantu buatkan tugas. Kami jadi akrab dan tepat pada tanggal 14 Februari 2014 resmi jadian sampai saat ini.

Sebenarnya gua jadian bisa dikatakan gak niat, hanya sekedar untuk mengikat. Gua mengenal Disa sejak awal tahun 2013, dia tipe orang yang nekat kabur dari rumah saat sedang ada masalah. Bahkan saat jadian itu dia sedang kabur 3 hari di kosan temannya, malam itu sekitar jam 00:30 gua memberikan dua pilihan :

- Jadi pacar gua dan nurut kalau gua suruh pulang atau
- Terserah mau ngapain aja tapi gua gak mau kenal lagi.

Bisa dikatakan maksa walau pun tujuannya untuk kebaikan dia sendiri. Untungnya Disa ini sangat nurut, dia bahkan kalau ada masalah dikeluarganya hanya kabur ke warnet lalu gua ajak jajan dan langsung mau pulang.

Disa lebih perhatian setelah status kami pacaran, setiap kali mau berangkat sekolah dia menyempatkan datang ke toko untuk membawakan bekal makan siang buatannya sendiri. Kadang rasanya aneh, terlalu asing atau pernah belum matang. Tapi, gua hargai dengan menghabiskannya dan memberi sedikit kritik serta saran sampai akhirnya setiap masakannya memiliki rasa yang pas karena sebelumnya dia gak pernah mencicipi masakannya sendiri.



Angin sore yang kencang membuat rambut Disa kembali berantakan, kami biasa ngobrol-ngobrol di parkiran warnet karena di dalam sangat berisik. Patek yang masih menikmati rokok disebelah gua terlihat asik sendiri sambil main game di hp pintarnya.

Gua ulurkan tangan dan mengusap-usap kepala Disa “Kamu kenapa murung bener ?” Tanya gua kemudian

“Aku mau ikut tur”

“Kan emang tinggal berangkat, gak dibayarin ?!”

“Duit kaka aku pake lunasin sekolah kooo....”

“Tur nya ?”

“Itu satu paket ama tur kakaaaa”

“Trus masalahnya apa ?”

“Aku gak punya baju sama buat jajannya”

“Masih lama kan berangkatnya ?”

“Iya ka, bulan depan”

“Yaudah gampang, tar tunggu gajian ya”

“Hehe iya makasih kakaaaa” kata Disa yang terlihat girang “Aku pulang dulu ya, entar kalo kaka mau berangkat kuliah langsung ke rumah aja ambil motor. Itung-itung olahraga hehe”

“KAMPRET” kata gua dalam hati.

Dengan wajah tanpa dosa dia pamit ke gau dan Patek yang tetap asik dengan hp pintarnya.

“Anak lo mau kemana A’ I’em ?” Tanya Patek

“Menurut lo ?” Gua balik bertanya

“Ke rumah, mandi, ganti baju trus maen lagi”

“Nah itu lo tau”

“Ya.. biasanya gitu kan dia”

“Trus lo ngapain nanya ?”

“hehehe santai A’ I’em santai, A’ Iim ganteng deh” kata Patek sambil mencolek dagu gua sebelum kabur ke dalam warnet.

Langit mulai terlihat gelap dengan langkah kaki yang terus melangkah menelusuri jalan aspal penuh lubang. Ini adalah hari pertama masuk kuliah, bukan pertama kuliah sih lebih tepatnya hari pertama gua kembali kuliah setelah semester sebelumnya gua harus ngulang karena keterlambatan menyerahkan peryaratan. Karena semester lalu gua berehenti sehari sebelum UAS, jadi kampus memberikan keringanan free satu semester kalau gua mau mengulang.

Beberapa pasang mata terlihat gak asing, mereka adalah teman sekelas dan seangkatan sebelumnya. Saat memasuki kelas dengan nama ruangan F9 ternyata udah ramai di dalamnya pedahal baru jam 18:30.

Semua terlihat asing kecuali ruang kelas ini karena sebelumnya gua juga di ruangan yang sama seperti sekarang. Kampus tidak memiliki acara ospek jadi ada beberapa mahasiswa baru yang menggunakan kesempatan sebelum kuliah dimulai untuk berkenalan.

Seperti sebelumnya, gua duduk di pojok kanan belakang kelas. Tempatnya nyaman dekat jendela, jadi bisa melihat keluar kelas saat sedang bosan dengan materi ditambah lagi dari sini wifi lebih ngabut.

Disaat orang lain sibuk kenalan sana sini, berbincang-bincang dengan teman baru. Gua hanya diam sambil memperhatikan dari jauh. Beberapa orang yang baru datang ke dalam kelas gak ada yang menarik selain tiga orang perempuan yang berpakaian seperti mau jalan-jalan. Satu orang terlihat agak tomboy dengan spatu boots, jeans biru panjang robek robek dan rambut lurus berwarna pirang sedangkan dua lainnya berhijab dengan model yang sedang tren. Ini kelas karyawan, jadi gua bisa memperkirakan kalau mereka satu tempat kerja karena terlihat begitu akrab.

Dari depan kelas terlihat perempuan berhijab merah dengan pakaian serba merah berjalan ke arah barisan tempat duduk gua, dia terlihat ramah membalas senyuman orang-orang yang dilewatinya. Wangi yang lembut tercium dari perempuan yang baru duduk di hadapan gua, dari penampilannya sih gua menebak kalau dia mungkin orang kaya, mungkin artis, atau juga mungkin model. Entahlah, gua gak peduli. Karena dari tadi ada banyak sms yang belum gua bales. Satu persatu pesan gua buka sampai pada pesan terakhir yang membuat gua terkejut

emoticon-mail “Liatin siapa sih lama banget bales smsnya”

Diubah oleh gagalrampage 13-09-2017 14:46
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.