- Beranda
- Stories from the Heart
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
...
TS
prestant18
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
![Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/09/7213687_20171009032458.jpg)
CREDIT PICT: AGAN CATUR SAPUTRA
assalamualaikum
selamat siang kaskusers,
ane akan melanjutkan cerita dari thread ane sebelumnya.
untuk readers yang belum membaca kisah sebelumnya, silahkan baca di kisah keluarga perantau.
untuk cerita tentang perjalanan hidup dimana ane sudah mandiri,
cerita tersebut akan ane link dibawah,
selamat menikmati.... :
1. the beggining
2. tanah pertama
3. rumah pakdhe
4. kerja
5. belajar mengendalikan diri
6. desi
7. panggilan tes
8. Training
9. nilai dari sebuah perjalanan
10. misteri baung part 1
11. misteri baung part 2
12. misteri baung part 3
13. misteri baung part 4
14. mister baung part 5
15. misteri baung last part
16. perkenalan
17 teror
18. shita
19. shita 2
20. fighting
21. rendi
22. drama[belajar dewasa]
23. finally, we are. . .
24. another side from shita
25. moments
26. crash
27. about rendi
28. perpisahan 1
29. suasana baru
30. quality time 1
31. quality time 2
32. :'(
33. last memories of shita
34. TAKDIR
35. sisi gelapku
36. misteri mimpi nyata 1
37. misteri mimpi nyata 2
38. misteri mimpi nyata 3
39. resolusi
40. arah perubahan
41. rumah mas malik 1
42. rumah mas malik 2
43. rumah mas malik 3
44. rumah mas malik 4
45. maung dan mbah
46. rumah mas malik last chapter
47. sheryi 1
48. sheryl 2
49. djakarta; first impression
50. pemberitahuan
51. samapta
52. 2nd test
53. jangan sok
54. masa peralihan
55. tes kerja lagii
56. UPDATE SPESIAL TENTANG CV
57. indonesia
58. misteri divisi siang 1
59. misteri divisi siang 2 ( the story )
60. misteri divisi siang ( last part )
61. kematian itu pasti
62. PHK
63. adikku bernama dian 1
64. adikku bernama dian 2
65. titik balik
66. terus berjuang!!
67. SEMANGAT MERDEKA SAUDARAKU!
68. OJT 1
69. OJT 2
70. adek 1
71. adek 2
72. tulungagung, wecome to the jungle
73. pengalaman misteri baru
74. traveling with shita's family, [sakit]
75. she is. . .
76. hujan sore itu
77. aku ingin memastikan
78. sheryl's stories 1
79. sheryl's stories 2
80. sheryl's stories 3
81. my choice is, ,
82. teror 1; mabuk
83. alasanku memilih
84. teror 2, santet 1
85. teror 2, santet 2
86. karena kamu berbeda
87. teror 3, gangguan semakin berat
88. teror4, akhir
89. mimpi
90. hari yang dinanti nanti??
91. pertengkaran 1, fakta
92. pertengkaran 2, itu bukan kamu yang kukenal
93. PERTENGKARAN 3, AKHIR
94. SHERYL; FINAL CHAPTER
95. EPILOG
Diubah oleh prestant18 09-10-2017 03:30
zoekyvalkrye dan 65 lainnya memberi reputasi
62
1.3M
3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
prestant18
#2072
sheryl's stories 3
setelah hari itu,
aku menjadi lebih bersemangat dalam menghadapi hari hari.
entah mengapa kehadiran mas tiyo seperti membawa semangat tersendiri.
aku melewati ujian dengan baik, ,
kukabarkan keberhasilanku kepada mas tiyo melalui pesan singkat.
balasan darinya yang memberikan semangat lanjutan untuk menghadapi tes berikutnya membuatku senang.
aku jadi benar benar merasakan ada mood boster dalam hari hari yang penuh tekanan disekolah.
tak lama aku mendapat kabar dari mas tiyo,
dia sudah pindah kerja di daerah singosari.
aku tidak tahu tepatnya dimana,
namun mas tiyo jadi makin sering mampir ke rumah.
hal ini tentu saja semakin membuatku senang.
entah sejak kapan aku merasakan suatu perasaan yang aneh kepada mas tiyo.
jika mas tiyo ada, aku jadi selalu ingin bercanda dengannya.
namun jika mas tiyo pulang,
aku merasakan kerinduan yang mendalam.
dan tak terasa aku sudah berhasil lulus dari jenjang SMP.
aku bahagia karena nilai nilai yang kudapat sangat memuaskan.
ayah dan mamah sangat bangga kepadaku.
akupun melanjutkan ke SMA yang menjadi favorit di kota malang.
seragam putih abu abu jelas mengubah pola pikirku sedikit demi sedikit.
entah ini baik atau buruk,
tapi sekarang aku kurang suka jika orang orang mulai membandingkan aku dengan mbak shita.
bagiku mbak shita adalah mbak shita.
mbak hebat dengan segala kelebihannya,
dan aku ingin sehebat embak dengan segala kelebihanku.
terutama dengan mas tiyo.
akhir akhir ini hatiku terasa sakit jika sedang bersama mas tiyo,
dan mas tiyo salah panggil namaku dengan nama mbak.
ingin rasanya berkata,
" hei mas, ini sheryl, bukan mbak shita! "
didepan mas tiyo ketika dia sudah mulai menyamakan kami.
aku jadi agak jengkel,
bukannya dia yang dulu bilang kalau semua orang itu istimewa dengan kelebihannya masing masing?
namun aku tidak bisa, ,
sebab bagiku, sosok mas tiyo sudah seperti kakak pengganti. .
setidaknya begitu untuk saat ini
==
mungkin benar pepatah jawa yang berkata
" witing tresno jalaran seko kulino "
tumbuhnya rasa itu karena kebiasaan. .
siapa sangka aku yang dulu menilai rendah mas tiyo karena dia tidak ganteng di pertemuan pertama kami,
karena kebiasaan dan intensitas pertemuan bisa merasakan perasaan tertarik kepadanya.
padahal di sekolah, sudah banyak teman teman, maupun kakak kelas yng mengutarakan perasaannya kepadaku,
namun aku sama sekali tertarik.
alasannya satu, ,
mereka kekanak - kanakan.
terlalu banyak drama dalam kehidupan mereka, ,
bagiku, sosok mas tiyo ini sangat kompleks,
dia bisa menjadi kakak yang selalu mendukung dan juga menasehati dalam setiap langkah.
pengalaman hidup mas tiyo yang banyak membantuku memecahkan masalah setiap kali aku curhat kepadanya.
namun disisi lain, mas tiyo juga bisa menjadi sosok teman & sahabat yang menyenangkan.
dia hampir tidak pernah marah jika kuisengi.
bisa menjadi teman ngobrol yang mengasyikkan, karena pada dasarnya aku sosok introvert yang sulit untuk bersosialisasi dengan banyak orang.
sampai sampai aku merasa tidak memerlukan kekasih karena segalanya sudah kudapat dari mas tiyo.
sahabat sahabatku di kelas juga penasaran dengan sosok mas tiyo.
sayangnya selama ini aku tidak berani mengungkapkan perasaan ini kepada mas tiyo.
dalam setiap pertemuan kami, aku sering menyusupkan kode kode kepadanya.
hanya saja entah mas tiyo tidak mengerti atau sengaja tidak mau mengerti, ,
suatu hari di tahun 2012,
ketika aku sudah duduk di kelas dua, ,
mas tiyo memutuskan untuk memenuhi panggilan kerja di jakarta.
seketika aku teringat mbak shita dulu. .
aku menanyakan kepada mas tiyo, apakah harus seperti itu?
namun mamah menasehatiku jika keputusan itu harus diambil.
mas tiyo butuh perubahan besar untuk masa depannya.
mas tiyo tersenyum kepadaku dan memintaku mendoakan langkahnya.
setelah itu dia pamit pulang.
jantungku berdebar debar sambil memegang HP.
aku merasa harus mengungkapkan kepada mas tiyo tentang perasaan yang sudah kupendam setahun ini.
kucari nomor mas tiyo dan kupanggil.
panggilan telepon setelah sekian lama hanya berbalas pesan.
mas tiyo: " halo assalamu'alaikum dek? "
aku: " wa'alaikumsalam "
mas tiyo: " ada apa dek? tumben kamu telepon "
aku: " em, anu mas, mau nanya "
mas tiyo: " nanya apaan dek?
aku: " emm, besok mas tiyo senggang nggak? "
mas tiyo: " besok aku masuk pagi sih "
aku: " kalau masuk pagi, pulangnya jam berapa "
mas tiyo: " jam setengah satu udah pulang, kenapa emangnya dek? "
aku: " emm, aku mau ngerepotin mas tiyo boleh? "
mas tiyo: " ngerepotin apa? kamu kok ngomongnya muter muter gitu to dek? hihihi "
aku: " ee, muter muter ya mas, maaf deh " ( aku memelankan suaraku karena merasa malu )
mas tiyo: " udah nggak papa, emangnya kamu mau minta tolong apa? "
aku: " aku mau minta temenin mas tiyo keluar "
mas tiyo: " keluar kemana? "
aku: " eee, ya keluar gitu, , main lah "
mas tiyo: " ooh, mau minta temenin main, iya dek, besok insyaAllah tak jemput ke rumah kalau gitu "
aku: " jangan mas, jangan dijemput, ketemuan diluar aja "
mas tiyo: " lho? gimana to? nanti mamah mana tau kalau kamu mau pergi sama aku "
aku: " nggak papa, nanti aku yang bilang mas, ya? ya? ketemu didepan kompleks aja "
mas tiyo: " dek, dek, ono ono ae kamu ki, yo wes,besok tak jemput setengah tiga "
aku: " emm, beneran nggak ganggu kan mas? "
mas tiyo: " enggak dek, wes ah, kok ngomongmu aneh gitu, , ha ha ha "
aku: " ya udah, sampe besok mas ya, assalamu'alaikum "
aku menutup telepon dan kemudian melemparkan HP ke atas kasur.
kututupkan bantal ke wajahku karena menahan malu.
" ihhh, mas tiyo kok nggak peka to? nyebelin "
gerutuku.
===
keesokan harinya aku benar benar bingung hendak keluar menggunakan pakaian apa.
berulang kali kukeluarkan kucoba baju baju milikku di lemari.
kok rasanya mendadak semua menjadi jelek sih?
beli juga nggak mungkin, ,
uang tabunganku belum cukup, ,
aku mengendap endap ke kamar mbak shita.
disana kubuka lemari pakaian milik mbak.
aku sengaja pelan pelan karena mamah biasanya marah jika aku membongkar bongkar pakaian milik mbak shita.
setelah didalam aku mulai mencari cari pakaian yang pas.
kebanyakan pakaian milik mbak nuansanya sangat dewasa,
aku jelas terlalu muda untuk menggunakan blouse.
aku butuh sesuatu yang kasual namun tetap eye cathing.
tiba tiba mataku tertuju kepada susunan bawah.
disana aku melihat sesuatu yang menarik.
kuambil dan seketika mataku berbinar.
//
aku: " mah, bagus? "
mamah: " bagus, , eh, eh, tunggu, kamu dapet dari mana dek? perasaan itu bukan baju kamu "
aku: " dari lemarinya mbak "
mamah: " ya Allah dek, , mamah udah bilang kan jangan bongkar bongkar baju kakakmu "
aku: " hehe, , kali ini aja ya mah, maaf, , "
mamah: " hh, , emang mau kemana? "
aku: " habis ini aku mau keluar sebentar ya mah? "
mamah: " kemana? "
aku: " mau keluar ke gramed "
mamah: ' sama siapa? "
aku: " sama mas tiyo "
mamah: " kamu wong mas tiyo lagi siap siap mau ke jakarta kok malah diajak main! jangan suka ngerepotin orang dek "
aku: " anu, mas tiyonya bisa kok, , aku udah nanya mah "
mamah: " tiyo sama kamu masa bisa nolak, , jangan suka memanfaatkan orang, nggak baik "
aku agak gondok karena mamah malah memarahiku.
aku: " ya maaf mah, aku juga kalau mas tiyonya bener bener repot bisa ngerti kok, , lagian kan mulai besok mas tiyo udah nggak disini lagi, , tau kapan bisa ketemu "
mamah: " dek, dek, , yo wes, sana, tapi jangan maksa mas tiyo, , kalau dia nggak bisa ya udah sebisanya aja, mamah nggak suka kalau kamu memanfaatkan orang "
aku: " nggak mah, , terimakasih ya "
aku memeluk mamah dan mencium pipi beliau.
mamahku ini memang baik, walau kadang sering ngomel.
aku pamit dan segera keluar karena jam sudah hampir setengah tiga.
aku sudah berdiri di tepi jalan.
mataku mengawasi jalanan yang ramai.
beberapa kali ada cowok yang menggodaku dengan siulan sambil berkendara dengan motornya.
aku jadi agak risih dan berharap mas tiyo segera datang.
tak lama, mas tiyo muncul.
dia berhenti dan menatapku.
aku memanggil namanya tapi dia malah tetap tertegun.
aku: " mas tiyo! heh, malah nglamun! "
mas tiyo: " dek, kamu cantik banget mau kemana? "
aku tersipu dibilang cantik.
biasanya dia nggak pernah memujiku seperti ini.
mas tiyo: " heh, kok malah giliran kamu yang ngalamun, mau kemana to? "
aku: " hehe, beneran cantik to? nggak aneh? "
aku jadi teringat kala mas tiyo mengajakku ziarah dulu,
saking terburu burunya, sampai wajahku belepotan bedak nggak jelas.
mas tiyo: " enggak, cantik kok, bikin pangling "
aku kembali bersemu.
hatiku berbunga bunga dipuji oleh mas tiyo.
mas tiyo menanyakan kembali tujuanku.
aku menyerahkan kepadanya kami mau kemana,
sebab keinginanku hari ini cuma satu.
aku ingin bersama mas tiyo sebelum dia pergi.
mas tiyo mengajakku nonton film,
akupun mengiyakan.
dan kami berkendara menuju matos.
sesampainya di sana, aku merasa senang karena bisa jalan sama mas tiyo.
mas tiyo sendiri juga nampak menikmati hang out ini.
sesekali mas tiyo bekelakar yang membuatku tertawa.
ahh, , kenapa nggak dari kemarin kemarin ya.
ketika kami sampai didepan sebuah stand perhiasan,
mas tiyo berhenti,
matanya menerawang sesuatu.
" mas tiyo, ayo, keburu mulai lho "
ajakku kepadanya.
mas tiyo malah menatapku dengan tatapan kosong.
" dek, sebentar "
mas tiyo berhenti dan menunduk.
aku menghampirinya.
terlihat matanya merah basah.
" mas? kok nangis? "
tanyaku.
" eh, anu, nggak papa ta, eh dek, , aku nggak papa, cuma kelilipan barusan "
sanggah mas tiyo.
" mas nangis ya? ada apa mas? cerita aja sama aku "
aku merasa ada sesuatu pada mas tiyo.
sesuatu yang membuatnya teringat akan apa yang seharusnya sudah dia lupakan.
sesuatu yang mengungkit kesedihan dalam hati kecilnya.
kupegang tangan mas tiyo,
" mas, biar aku masih kecil, mas tiyo bisa cerita sama aku kok, , mungkin aku nggak bisa bantu ngasih pemecahan, , tapi aku bisa jadi pendengar yang baik "
aku berusaha menghibur mas tiyo.
sebab selama ini, dia sudah menjadi orang yang selalu menghiburku.
mas tiyo menatapku.
kuberanikan membalas tatapan mata mas tiyo.
sebab selama ini aku selalu menghindari kontak mata karena malu.
tiba tiba mas tiyo meraih tanganku dan menggenggam jemariku.
" yuk nonton "
aku masih antara percaya dan tidak atas perlakuan mas tiyo.
seumur umur, baru kali ini jemariku digenggam laki laki yang bukan ayah.
dan rasanya aneh,
hatiku langsung terasa ringan.
aku merasakan perasaan cinta yang meluap luap di dalam hati.
kami masuk dan nonton di dalam theter.
aku menikmati detik demi detik film yang diputar.
filmnya bagus, tentang romansa manusia dan vampir.
pemeran utamanya juga ganteng banget, ,
" aarrggh "
aku terkejut karena mas tiyo yang duduk disebelahku menggeram.
" mas? kenapa mas? " mas tiyo nggak papa? "
aku bertanya karena khawatir dengan mas tiyo.
dia tidak menjawab, namun malah menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan pelan.
begitu berulang ulang.
aku sudah tidak konsentrasi kepada layar bioskop.
" mas? kamu kenapa to? sakit ya? apa mau udahan aja? "
tanyaku karena khawatir dengan kondisi mas tiyo.
" nggak papa dek, lanjut aja nontonnya "
mas tiyo akhirnya menjawabku.
dia berusaha tersenyum untuk menenangkanku,
walau sebenarnya aku tau dia tidak baik baik saja.
aku: " beneran mas? aku takut ini "
mas tiyo: " nggak papa dek, yuk lah, nonton lagi "
mas tiyo merebahkan tubuhnya disandaran kursi.
matanya menatap layar bioskop.
aku masih khawatir sehingga terus melihat kondisi mas tiyo.
dia melirik kepadaku dan mengelus kepalaku.
aku mulai bisa tenang dan melanjutkan menonton film.
==
kami berada dalam perjalanan pulang ke rumah.
aku: " mas, makasih ya? "
mas tiyo: " buat apa dek? "
aku: " buat waktunya "
mas tiyo: " iya sama sama "
ada jeda di percakapan kami.
aku: " mas tiyo kenapa sih tadi? "
mas tiyo: " kapan? "
aku: " tadi pas di dalam theater "
mas tiyo: " ooh, nggak papa dek "
aku: " aku tau kalau mas tiyo lagi nggak baik baik aja, cerita mas, aku siap dengerin kok "
mas tiyo: " aku beneran nggak papa "
suasana kembali hening.
aku yakin kali ini jika mas tiyo memang sedang tidak baik baik saja.
hanya saja penyebabnya aku tidak tahu,
karena tadi ketika berangkat,
dia masih tidak ada masalah.
perjalanan kami hampir tiba di dekat rumah.
aku merasa sudah tidak ada waktu lagi untuk mengungkapkan perasaanku.
namun aku malu dan tidak yakin. .
" mas, aku boleh kan sayang sama mas tiyo "
seutas kalimat meluncur dari mulutku begitu saja.
aku menahan nafas karenanya.
satu detik, ,
dua detik, ,
mas tiyo masih diam.
aku tidak yakin apa jawaban mas tiyo.
akhirnya kusenderkan kepalaku di punggung mas tiyo.
tanganku yang sedari tadi hanya berpegangan pada bajunya, kini kuluruskan kedepan.
dan mas tiyo masih diam. . .
apakah mas tiyo mengiyakan perkataanku?
///
kami tiba didepan rumah.
aku turun dari boncengan mas tiyo.
dia ikut turun.
kupandang wajahnya,
mas tiyo malah menunduk.
aku: " mas, makasih, sekali lagi makasih sudah mengizinkanku sayang sama mas tiyo "
mas tiyo terdiam.
namun tak lama dia mengangkat wajahnya setelah menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya.
mas tiyo: " dek, aku minta maaf ya? "
aku: " minta maaf untuk apa mas? "
mas tiyo kembali memberi jeda sebelum bicara lagi.
mas tiyo: " aku minta maaf karena tadi sudah menggenggam tanganmu,
aku juga minta maaf sudah memperlakukanmu dengan begitu dekat "
aku: " nggak papa mas, aku seneng kok "
aku menjawab perkataan mas tiyo.
bunga bunga di hatiku masih merekah lebar sehingga aku tidak menyangka kata kata selanjutnya.
mas tiyo: " aku minta maaf satu lagi ya "
aku: " apa mas? "
mas tiyo: " kamu boleh sayang sama mas tiyo, tapi sebaiknya rasa sayang itu berupa rasa sayang seorang adik ke kakaknya saja ya? seperti sebagaimana dian juga sayang sama mas tiyo "
aku diam.
mendadak bunga bunga di dalam hatiku layu seketika.
mas tiyo: " aku nggak bisa menganggap lebih dari itu dek, karena perasaanku saat ini hanya untuk mbakmu yang sudah pergi "
bunga yang tadi layu didalam hatiku, kini berubah rontok, ,
meninggalkan bekas lubang mengangga. .
dan rasanya sakit.
tak sadar air mataku mulai meleleh, ,
aku malu dan ingin menangis, ,
mas tiyo: " mungkin kamu masih terlalu kecil untuk mengerti dek, tapi nanti suatu saat kamu akan paham, , ini cuma masalah waktu "
aku sudah tidak tahan.
hatiku sakit, dan juga sangat malu.
otakku tidak mampu berpikir lagi, ,
" hiks hiks, , iya mas, sheryl ngerti, , sheryl masih anak anak, , masih kecil, , makasih "
aku menjawab perkataan mas tiyo dan langsung berlari masuk ke dalam.
aku benar benar malu, ,
sungguh memalukan apa yang sudah kukatakan kepada mas tiyo tadi.
aku ini gadis yang tidak tahu diri.
hueeeee, , , , mamaaaaaah, , ,
aku segera masuk begitu pintu dibuka dan segera menuju ke kamar.
ayah dan mamah yang ada di ruang tengah tidak kupedulikan.
aku tidak ingin memperlihatkan wajahku yang memalukan ini kepada siapapun.
dan segera setelah mengunci pintu,
aku menangis sejadi jadinya dibalik bantal.
mas tiyo jahaattt!!!
mas tiyo jahaaattttt!!!
aku nggak mau ketemu mas tiyo lagi!!!
=======
aku bangun ditengah malam dengan hati hancur.
kutatap foto mbak shita di dinding. .
aku kembali menangis. .
" mas tiyo jahaatt mbaakk, , mas tiyo jahaatt , , hiks hiks, , huee huee "
" mas tiyo jahat!! kenapa aku diperlakukan seperti ini, , salahku apa mbaak "
" apakah jatuh cinta itu harus begini mbak, , mbak shitaaaa, , huuuhuuuuuu "
aku menangis sejadi jadinya.
kuambil hapeku dan kuhapus kontak mas tiyo beserta pesan pesan didalamnya.
aku malu, marah, kecewa dan sakit hati dalam satu waktu.
" tok tok tok "
suara pintu diketuk.
" dek, ini mamah "
terdengar suara dari mamah.
aku diam, , aku tidak mau bertemu siapapun saat ini.
" dek, tolong dibuka dong, , ya? "
suara mamah membujukku.
aku masih tidak bergeming.
" dek, biarin mamah masuk ya? "
akhirnya setelah merasa agak cerah,
aku mengelap air mata dan ingus.
aku bangun dan membuka kunci kamar.
setelah itu aku segera kembali ke kasur.
mamah masuk ke dalam dan menutup pintu kembali.
mamah: " dek, kamu kenapa? "
aku diam sambil tetap menyembunyikan wajahku menghadap tembok.
mamah berjalan dan duduk di tempat tidurku.
kemudian beliau mengusap usap kepala dan merapikan rambutku yang acak acakan.
mamah: " kamu kenapa dek?, sini cerita sama mamah "
aku masih diam.
mamah: " tiyo ngapain kamu? kalau memang tiyo kurang ajar sama kamu, biar ayah yang urus, nanti bisa kita laporin polisi "
mendengar kata kata mamah barusan,
aku langsung bangun.
aku: " jangan mah, , jangan dilaporin, , mas tiyo nggak ngapa ngapain "
mamah menatap wajahku, kemudian beliau tersenyum.
mamah: " memangnya ada apa sebenarnya to dek? "
aku tidak mampu bilang ke mamah.
rasanya masih malu.
mamah: " kamu diapain sama tiyo? "
aku: " mas tiyo jahat "
mamah: " jahat kenapa? kamu diapain? "
aku: " aku nggak diapa apain "
mamah: " lha terus kok bisa jahat? "
aku: " iya, mas tiyo jahat "
mamah tersenyum.
aku tidak mengerti mengapa mamah tersenyum.
mamah: " dia bilang apa sama kamu? "
mamah bertanya kepadaku dengan pertanyaan yang tajam.
perasaan beliau sangat peka.
aku: " aku ini adeknya mah "
jawabku pendek.
aku menundukan wajahku karena malu.
mamah mengangkat wajahku dan memelukku.
beliau tidak berkata kata dan hanya tersenyum.
diusap usapnya kepalaku.
mamah: " udah enakan? "
aku: " dikit mah "
mamah: " ya udah, kamu tidur ya, , apa mau makan dulu? mamah angetin sayurnya "
aku: " enggak mah, makasih, aku nggak laper kok "
mamah: " gitu? "
aku: " iya mah "
mamah bangun dari duduknya dan mencium pipiku.
setelah itu beliau menyuruhku tidur.
aku beranjak tidur dengan suasana hati yang sudah agak mendingan dengan sentuhan ajaib mamah.
( bersambung )
aku menjadi lebih bersemangat dalam menghadapi hari hari.
entah mengapa kehadiran mas tiyo seperti membawa semangat tersendiri.
aku melewati ujian dengan baik, ,
kukabarkan keberhasilanku kepada mas tiyo melalui pesan singkat.
balasan darinya yang memberikan semangat lanjutan untuk menghadapi tes berikutnya membuatku senang.
aku jadi benar benar merasakan ada mood boster dalam hari hari yang penuh tekanan disekolah.
tak lama aku mendapat kabar dari mas tiyo,
dia sudah pindah kerja di daerah singosari.
aku tidak tahu tepatnya dimana,
namun mas tiyo jadi makin sering mampir ke rumah.
hal ini tentu saja semakin membuatku senang.
entah sejak kapan aku merasakan suatu perasaan yang aneh kepada mas tiyo.
jika mas tiyo ada, aku jadi selalu ingin bercanda dengannya.
namun jika mas tiyo pulang,
aku merasakan kerinduan yang mendalam.
dan tak terasa aku sudah berhasil lulus dari jenjang SMP.
aku bahagia karena nilai nilai yang kudapat sangat memuaskan.
ayah dan mamah sangat bangga kepadaku.
akupun melanjutkan ke SMA yang menjadi favorit di kota malang.
seragam putih abu abu jelas mengubah pola pikirku sedikit demi sedikit.
entah ini baik atau buruk,
tapi sekarang aku kurang suka jika orang orang mulai membandingkan aku dengan mbak shita.
bagiku mbak shita adalah mbak shita.
mbak hebat dengan segala kelebihannya,
dan aku ingin sehebat embak dengan segala kelebihanku.
terutama dengan mas tiyo.
akhir akhir ini hatiku terasa sakit jika sedang bersama mas tiyo,
dan mas tiyo salah panggil namaku dengan nama mbak.
ingin rasanya berkata,
" hei mas, ini sheryl, bukan mbak shita! "
didepan mas tiyo ketika dia sudah mulai menyamakan kami.
aku jadi agak jengkel,
bukannya dia yang dulu bilang kalau semua orang itu istimewa dengan kelebihannya masing masing?
namun aku tidak bisa, ,
sebab bagiku, sosok mas tiyo sudah seperti kakak pengganti. .
setidaknya begitu untuk saat ini
==
mungkin benar pepatah jawa yang berkata
" witing tresno jalaran seko kulino "
tumbuhnya rasa itu karena kebiasaan. .
siapa sangka aku yang dulu menilai rendah mas tiyo karena dia tidak ganteng di pertemuan pertama kami,
karena kebiasaan dan intensitas pertemuan bisa merasakan perasaan tertarik kepadanya.
padahal di sekolah, sudah banyak teman teman, maupun kakak kelas yng mengutarakan perasaannya kepadaku,
namun aku sama sekali tertarik.
alasannya satu, ,
mereka kekanak - kanakan.
terlalu banyak drama dalam kehidupan mereka, ,
bagiku, sosok mas tiyo ini sangat kompleks,
dia bisa menjadi kakak yang selalu mendukung dan juga menasehati dalam setiap langkah.
pengalaman hidup mas tiyo yang banyak membantuku memecahkan masalah setiap kali aku curhat kepadanya.
namun disisi lain, mas tiyo juga bisa menjadi sosok teman & sahabat yang menyenangkan.
dia hampir tidak pernah marah jika kuisengi.
bisa menjadi teman ngobrol yang mengasyikkan, karena pada dasarnya aku sosok introvert yang sulit untuk bersosialisasi dengan banyak orang.
sampai sampai aku merasa tidak memerlukan kekasih karena segalanya sudah kudapat dari mas tiyo.
sahabat sahabatku di kelas juga penasaran dengan sosok mas tiyo.
sayangnya selama ini aku tidak berani mengungkapkan perasaan ini kepada mas tiyo.
dalam setiap pertemuan kami, aku sering menyusupkan kode kode kepadanya.
hanya saja entah mas tiyo tidak mengerti atau sengaja tidak mau mengerti, ,
suatu hari di tahun 2012,
ketika aku sudah duduk di kelas dua, ,
mas tiyo memutuskan untuk memenuhi panggilan kerja di jakarta.
seketika aku teringat mbak shita dulu. .
aku menanyakan kepada mas tiyo, apakah harus seperti itu?
namun mamah menasehatiku jika keputusan itu harus diambil.
mas tiyo butuh perubahan besar untuk masa depannya.
mas tiyo tersenyum kepadaku dan memintaku mendoakan langkahnya.
setelah itu dia pamit pulang.
jantungku berdebar debar sambil memegang HP.
aku merasa harus mengungkapkan kepada mas tiyo tentang perasaan yang sudah kupendam setahun ini.
kucari nomor mas tiyo dan kupanggil.
panggilan telepon setelah sekian lama hanya berbalas pesan.
mas tiyo: " halo assalamu'alaikum dek? "
aku: " wa'alaikumsalam "
mas tiyo: " ada apa dek? tumben kamu telepon "
aku: " em, anu mas, mau nanya "
mas tiyo: " nanya apaan dek?
aku: " emm, besok mas tiyo senggang nggak? "
mas tiyo: " besok aku masuk pagi sih "
aku: " kalau masuk pagi, pulangnya jam berapa "
mas tiyo: " jam setengah satu udah pulang, kenapa emangnya dek? "
aku: " emm, aku mau ngerepotin mas tiyo boleh? "
mas tiyo: " ngerepotin apa? kamu kok ngomongnya muter muter gitu to dek? hihihi "
aku: " ee, muter muter ya mas, maaf deh " ( aku memelankan suaraku karena merasa malu )
mas tiyo: " udah nggak papa, emangnya kamu mau minta tolong apa? "
aku: " aku mau minta temenin mas tiyo keluar "
mas tiyo: " keluar kemana? "
aku: " eee, ya keluar gitu, , main lah "
mas tiyo: " ooh, mau minta temenin main, iya dek, besok insyaAllah tak jemput ke rumah kalau gitu "
aku: " jangan mas, jangan dijemput, ketemuan diluar aja "
mas tiyo: " lho? gimana to? nanti mamah mana tau kalau kamu mau pergi sama aku "
aku: " nggak papa, nanti aku yang bilang mas, ya? ya? ketemu didepan kompleks aja "
mas tiyo: " dek, dek, ono ono ae kamu ki, yo wes,besok tak jemput setengah tiga "
aku: " emm, beneran nggak ganggu kan mas? "
mas tiyo: " enggak dek, wes ah, kok ngomongmu aneh gitu, , ha ha ha "
aku: " ya udah, sampe besok mas ya, assalamu'alaikum "
aku menutup telepon dan kemudian melemparkan HP ke atas kasur.
kututupkan bantal ke wajahku karena menahan malu.
" ihhh, mas tiyo kok nggak peka to? nyebelin "
gerutuku.
===
keesokan harinya aku benar benar bingung hendak keluar menggunakan pakaian apa.
berulang kali kukeluarkan kucoba baju baju milikku di lemari.
kok rasanya mendadak semua menjadi jelek sih?
beli juga nggak mungkin, ,
uang tabunganku belum cukup, ,
aku mengendap endap ke kamar mbak shita.
disana kubuka lemari pakaian milik mbak.
aku sengaja pelan pelan karena mamah biasanya marah jika aku membongkar bongkar pakaian milik mbak shita.
setelah didalam aku mulai mencari cari pakaian yang pas.
kebanyakan pakaian milik mbak nuansanya sangat dewasa,
aku jelas terlalu muda untuk menggunakan blouse.
aku butuh sesuatu yang kasual namun tetap eye cathing.
tiba tiba mataku tertuju kepada susunan bawah.
disana aku melihat sesuatu yang menarik.
kuambil dan seketika mataku berbinar.
//
aku: " mah, bagus? "
mamah: " bagus, , eh, eh, tunggu, kamu dapet dari mana dek? perasaan itu bukan baju kamu "
aku: " dari lemarinya mbak "
mamah: " ya Allah dek, , mamah udah bilang kan jangan bongkar bongkar baju kakakmu "
aku: " hehe, , kali ini aja ya mah, maaf, , "
mamah: " hh, , emang mau kemana? "
aku: " habis ini aku mau keluar sebentar ya mah? "
mamah: " kemana? "
aku: " mau keluar ke gramed "
mamah: ' sama siapa? "
aku: " sama mas tiyo "
mamah: " kamu wong mas tiyo lagi siap siap mau ke jakarta kok malah diajak main! jangan suka ngerepotin orang dek "
aku: " anu, mas tiyonya bisa kok, , aku udah nanya mah "
mamah: " tiyo sama kamu masa bisa nolak, , jangan suka memanfaatkan orang, nggak baik "
aku agak gondok karena mamah malah memarahiku.
aku: " ya maaf mah, aku juga kalau mas tiyonya bener bener repot bisa ngerti kok, , lagian kan mulai besok mas tiyo udah nggak disini lagi, , tau kapan bisa ketemu "
mamah: " dek, dek, , yo wes, sana, tapi jangan maksa mas tiyo, , kalau dia nggak bisa ya udah sebisanya aja, mamah nggak suka kalau kamu memanfaatkan orang "
aku: " nggak mah, , terimakasih ya "
aku memeluk mamah dan mencium pipi beliau.
mamahku ini memang baik, walau kadang sering ngomel.
aku pamit dan segera keluar karena jam sudah hampir setengah tiga.
aku sudah berdiri di tepi jalan.
mataku mengawasi jalanan yang ramai.
beberapa kali ada cowok yang menggodaku dengan siulan sambil berkendara dengan motornya.
aku jadi agak risih dan berharap mas tiyo segera datang.
tak lama, mas tiyo muncul.
dia berhenti dan menatapku.
aku memanggil namanya tapi dia malah tetap tertegun.
aku: " mas tiyo! heh, malah nglamun! "
mas tiyo: " dek, kamu cantik banget mau kemana? "
aku tersipu dibilang cantik.
biasanya dia nggak pernah memujiku seperti ini.
mas tiyo: " heh, kok malah giliran kamu yang ngalamun, mau kemana to? "
aku: " hehe, beneran cantik to? nggak aneh? "
aku jadi teringat kala mas tiyo mengajakku ziarah dulu,
saking terburu burunya, sampai wajahku belepotan bedak nggak jelas.
mas tiyo: " enggak, cantik kok, bikin pangling "
aku kembali bersemu.
hatiku berbunga bunga dipuji oleh mas tiyo.
mas tiyo menanyakan kembali tujuanku.
aku menyerahkan kepadanya kami mau kemana,
sebab keinginanku hari ini cuma satu.
aku ingin bersama mas tiyo sebelum dia pergi.
mas tiyo mengajakku nonton film,
akupun mengiyakan.
dan kami berkendara menuju matos.
sesampainya di sana, aku merasa senang karena bisa jalan sama mas tiyo.
mas tiyo sendiri juga nampak menikmati hang out ini.
sesekali mas tiyo bekelakar yang membuatku tertawa.
ahh, , kenapa nggak dari kemarin kemarin ya.
ketika kami sampai didepan sebuah stand perhiasan,
mas tiyo berhenti,
matanya menerawang sesuatu.
" mas tiyo, ayo, keburu mulai lho "
ajakku kepadanya.
mas tiyo malah menatapku dengan tatapan kosong.
" dek, sebentar "
mas tiyo berhenti dan menunduk.
aku menghampirinya.
terlihat matanya merah basah.
" mas? kok nangis? "
tanyaku.
" eh, anu, nggak papa ta, eh dek, , aku nggak papa, cuma kelilipan barusan "
sanggah mas tiyo.
" mas nangis ya? ada apa mas? cerita aja sama aku "
aku merasa ada sesuatu pada mas tiyo.
sesuatu yang membuatnya teringat akan apa yang seharusnya sudah dia lupakan.
sesuatu yang mengungkit kesedihan dalam hati kecilnya.
kupegang tangan mas tiyo,
" mas, biar aku masih kecil, mas tiyo bisa cerita sama aku kok, , mungkin aku nggak bisa bantu ngasih pemecahan, , tapi aku bisa jadi pendengar yang baik "
aku berusaha menghibur mas tiyo.
sebab selama ini, dia sudah menjadi orang yang selalu menghiburku.
mas tiyo menatapku.
kuberanikan membalas tatapan mata mas tiyo.
sebab selama ini aku selalu menghindari kontak mata karena malu.
tiba tiba mas tiyo meraih tanganku dan menggenggam jemariku.
" yuk nonton "
aku masih antara percaya dan tidak atas perlakuan mas tiyo.
seumur umur, baru kali ini jemariku digenggam laki laki yang bukan ayah.
dan rasanya aneh,
hatiku langsung terasa ringan.
aku merasakan perasaan cinta yang meluap luap di dalam hati.
kami masuk dan nonton di dalam theter.
aku menikmati detik demi detik film yang diputar.
filmnya bagus, tentang romansa manusia dan vampir.
pemeran utamanya juga ganteng banget, ,
" aarrggh "
aku terkejut karena mas tiyo yang duduk disebelahku menggeram.
" mas? kenapa mas? " mas tiyo nggak papa? "
aku bertanya karena khawatir dengan mas tiyo.
dia tidak menjawab, namun malah menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan pelan.
begitu berulang ulang.
aku sudah tidak konsentrasi kepada layar bioskop.
" mas? kamu kenapa to? sakit ya? apa mau udahan aja? "
tanyaku karena khawatir dengan kondisi mas tiyo.
" nggak papa dek, lanjut aja nontonnya "
mas tiyo akhirnya menjawabku.
dia berusaha tersenyum untuk menenangkanku,
walau sebenarnya aku tau dia tidak baik baik saja.
aku: " beneran mas? aku takut ini "
mas tiyo: " nggak papa dek, yuk lah, nonton lagi "
mas tiyo merebahkan tubuhnya disandaran kursi.
matanya menatap layar bioskop.
aku masih khawatir sehingga terus melihat kondisi mas tiyo.
dia melirik kepadaku dan mengelus kepalaku.
aku mulai bisa tenang dan melanjutkan menonton film.
==
kami berada dalam perjalanan pulang ke rumah.
aku: " mas, makasih ya? "
mas tiyo: " buat apa dek? "
aku: " buat waktunya "
mas tiyo: " iya sama sama "
ada jeda di percakapan kami.
aku: " mas tiyo kenapa sih tadi? "
mas tiyo: " kapan? "
aku: " tadi pas di dalam theater "
mas tiyo: " ooh, nggak papa dek "
aku: " aku tau kalau mas tiyo lagi nggak baik baik aja, cerita mas, aku siap dengerin kok "
mas tiyo: " aku beneran nggak papa "
suasana kembali hening.
aku yakin kali ini jika mas tiyo memang sedang tidak baik baik saja.
hanya saja penyebabnya aku tidak tahu,
karena tadi ketika berangkat,
dia masih tidak ada masalah.
perjalanan kami hampir tiba di dekat rumah.
aku merasa sudah tidak ada waktu lagi untuk mengungkapkan perasaanku.
namun aku malu dan tidak yakin. .
" mas, aku boleh kan sayang sama mas tiyo "
seutas kalimat meluncur dari mulutku begitu saja.
aku menahan nafas karenanya.
satu detik, ,
dua detik, ,
mas tiyo masih diam.
aku tidak yakin apa jawaban mas tiyo.
akhirnya kusenderkan kepalaku di punggung mas tiyo.
tanganku yang sedari tadi hanya berpegangan pada bajunya, kini kuluruskan kedepan.
dan mas tiyo masih diam. . .
apakah mas tiyo mengiyakan perkataanku?
///
kami tiba didepan rumah.
aku turun dari boncengan mas tiyo.
dia ikut turun.
kupandang wajahnya,
mas tiyo malah menunduk.
aku: " mas, makasih, sekali lagi makasih sudah mengizinkanku sayang sama mas tiyo "
mas tiyo terdiam.
namun tak lama dia mengangkat wajahnya setelah menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya.
mas tiyo: " dek, aku minta maaf ya? "
aku: " minta maaf untuk apa mas? "
mas tiyo kembali memberi jeda sebelum bicara lagi.
mas tiyo: " aku minta maaf karena tadi sudah menggenggam tanganmu,
aku juga minta maaf sudah memperlakukanmu dengan begitu dekat "
aku: " nggak papa mas, aku seneng kok "
aku menjawab perkataan mas tiyo.
bunga bunga di hatiku masih merekah lebar sehingga aku tidak menyangka kata kata selanjutnya.
mas tiyo: " aku minta maaf satu lagi ya "
aku: " apa mas? "
mas tiyo: " kamu boleh sayang sama mas tiyo, tapi sebaiknya rasa sayang itu berupa rasa sayang seorang adik ke kakaknya saja ya? seperti sebagaimana dian juga sayang sama mas tiyo "
aku diam.
mendadak bunga bunga di dalam hatiku layu seketika.
mas tiyo: " aku nggak bisa menganggap lebih dari itu dek, karena perasaanku saat ini hanya untuk mbakmu yang sudah pergi "
bunga yang tadi layu didalam hatiku, kini berubah rontok, ,
meninggalkan bekas lubang mengangga. .
dan rasanya sakit.
tak sadar air mataku mulai meleleh, ,
aku malu dan ingin menangis, ,
mas tiyo: " mungkin kamu masih terlalu kecil untuk mengerti dek, tapi nanti suatu saat kamu akan paham, , ini cuma masalah waktu "
aku sudah tidak tahan.
hatiku sakit, dan juga sangat malu.
otakku tidak mampu berpikir lagi, ,
" hiks hiks, , iya mas, sheryl ngerti, , sheryl masih anak anak, , masih kecil, , makasih "
aku menjawab perkataan mas tiyo dan langsung berlari masuk ke dalam.
aku benar benar malu, ,
sungguh memalukan apa yang sudah kukatakan kepada mas tiyo tadi.
aku ini gadis yang tidak tahu diri.
hueeeee, , , , mamaaaaaah, , ,
aku segera masuk begitu pintu dibuka dan segera menuju ke kamar.
ayah dan mamah yang ada di ruang tengah tidak kupedulikan.
aku tidak ingin memperlihatkan wajahku yang memalukan ini kepada siapapun.
dan segera setelah mengunci pintu,
aku menangis sejadi jadinya dibalik bantal.
mas tiyo jahaattt!!!
mas tiyo jahaaattttt!!!
aku nggak mau ketemu mas tiyo lagi!!!
=======
aku bangun ditengah malam dengan hati hancur.
kutatap foto mbak shita di dinding. .
aku kembali menangis. .
" mas tiyo jahaatt mbaakk, , mas tiyo jahaatt , , hiks hiks, , huee huee "

" mas tiyo jahat!! kenapa aku diperlakukan seperti ini, , salahku apa mbaak "
" apakah jatuh cinta itu harus begini mbak, , mbak shitaaaa, , huuuhuuuuuu "
aku menangis sejadi jadinya.
kuambil hapeku dan kuhapus kontak mas tiyo beserta pesan pesan didalamnya.
aku malu, marah, kecewa dan sakit hati dalam satu waktu.
" tok tok tok "
suara pintu diketuk.
" dek, ini mamah "
terdengar suara dari mamah.
aku diam, , aku tidak mau bertemu siapapun saat ini.
" dek, tolong dibuka dong, , ya? "
suara mamah membujukku.
aku masih tidak bergeming.
" dek, biarin mamah masuk ya? "
akhirnya setelah merasa agak cerah,
aku mengelap air mata dan ingus.
aku bangun dan membuka kunci kamar.
setelah itu aku segera kembali ke kasur.
mamah masuk ke dalam dan menutup pintu kembali.
mamah: " dek, kamu kenapa? "
aku diam sambil tetap menyembunyikan wajahku menghadap tembok.
mamah berjalan dan duduk di tempat tidurku.
kemudian beliau mengusap usap kepala dan merapikan rambutku yang acak acakan.
mamah: " kamu kenapa dek?, sini cerita sama mamah "
aku masih diam.
mamah: " tiyo ngapain kamu? kalau memang tiyo kurang ajar sama kamu, biar ayah yang urus, nanti bisa kita laporin polisi "
mendengar kata kata mamah barusan,
aku langsung bangun.
aku: " jangan mah, , jangan dilaporin, , mas tiyo nggak ngapa ngapain "
mamah menatap wajahku, kemudian beliau tersenyum.
mamah: " memangnya ada apa sebenarnya to dek? "
aku tidak mampu bilang ke mamah.
rasanya masih malu.
mamah: " kamu diapain sama tiyo? "
aku: " mas tiyo jahat "
mamah: " jahat kenapa? kamu diapain? "
aku: " aku nggak diapa apain "
mamah: " lha terus kok bisa jahat? "
aku: " iya, mas tiyo jahat "
mamah tersenyum.
aku tidak mengerti mengapa mamah tersenyum.
mamah: " dia bilang apa sama kamu? "
mamah bertanya kepadaku dengan pertanyaan yang tajam.
perasaan beliau sangat peka.
aku: " aku ini adeknya mah "
jawabku pendek.
aku menundukan wajahku karena malu.
mamah mengangkat wajahku dan memelukku.
beliau tidak berkata kata dan hanya tersenyum.
diusap usapnya kepalaku.
mamah: " udah enakan? "
aku: " dikit mah "
mamah: " ya udah, kamu tidur ya, , apa mau makan dulu? mamah angetin sayurnya "
aku: " enggak mah, makasih, aku nggak laper kok "
mamah: " gitu? "
aku: " iya mah "
mamah bangun dari duduknya dan mencium pipiku.
setelah itu beliau menyuruhku tidur.
aku beranjak tidur dengan suasana hati yang sudah agak mendingan dengan sentuhan ajaib mamah.
( bersambung )
symoel08 dan 10 lainnya memberi reputasi
11