Kaskus

Story

beanilla93Avatar border
TS
beanilla93
Vanilla
Hai agan-sis semua.
Setelah sering jadi silent reader, kayanya asik juga kalau saya mencoba share cerita juga.

Cerita ini 'based on true story'. Tapi ya mungkin dengan sedikit modifikasi. hehehe

Tapi kalo cerita ini bukan selera agan-sis, atau agan-sis merasa ceritanya aneh,
And you feel like you can't stand to read it anymore silahkan cari cerita lain.
Nggak usah sumpah serapah ya.
Karna buat saya mereka yg sumpah serapah itu, pikirannya sempit, kosa katanya terbatas.
Bingung mau komentar apa, ujungnya malah ngata-ngatain emoticon-Lempar Bata

Comment, critics and question allowed ya emoticon-Big Kiss

Spoiler for Prolog:


Indeks :
Part 1. Prolog
Part 2. Selected memories

Part 3. MY hero
Part 4. His journey
Part 5. Restriction
Part 6. The results

Part 7. First year
Part 8. We're classmate!
Part 9. The class president
Part 10. Embarrassing youth - intermezzo
Part 11. Wrong thought?
Part 12. Boom!
Part 13. Aftereffects
Part 14. "Manner maketh man"
Part 15. Reunion
Part 16. Let it loose
Part 17. Those shoulders
Part 18. The sunrise
Part 19. Present
Part 20. Year 7th

Part 21. Tom and jerry
Part 22. Crown Prince
Part 23. Amnesia
Part 24. "Okay, let's do that"
Part 25. Jalan belakang(back street)
Part 26. The castle
Part 27. Story about a long night
Part 28. The storm
Part 29. War
Part 30. Gotcha!
Part 31. End

Part 32. Abege
Part 33. Story of nasi goreng
Part 34. The reason behind cold martabak
Part 35. He knew it(all the time!)
Part 36. The betrayal
Part 37. Revealing the truth
Diubah oleh beanilla93 16-03-2018 13:46
anasabilaAvatar border
chamelemonAvatar border
chamelemon dan anasabila memberi reputasi
2
20.2K
182
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
beanilla93Avatar border
TS
beanilla93
#4
Part 2. Selected Memories

Aku tidak tau bagaimana dengan orang lain, tapi aku sendiri tidak bisa mengingat seluruh fragmen kehidupan ku sejak aku lahir secara lengkap dan urut.

Di suatu waktu, ingatanku tiba-tiba kembali pada saat aku berumur 5 tahun.
Aku ingat, aku berlatih menari daerah setiap hari, untuk perpisahan dan kelulusan ku dari tk.
Aku bahkan sudah dapat baju daerah, mencoba baju itu dan juga stoking (yang bagiku saat itu adalah benda aneh, yang mirip dengan kaos kaki, lebih tipis, tapi sangat sulit digunakan), lengkap dengan alas kakinya.
Aku sudah menghapal gerakan-gerakannya dan dengan percaya diri menanti saat aku akan menampilkan tarian itu di hadapan seluruh siswa tk tempat aku bersekolah saat itu.

Tapi ternyata aku tidak pernah bisa menampilkannya, karena hari itu berbarengan dengan ujian masuk kelas unggulan, sebuah sekolah dasar swasta islam yang cukup terkenal di kota sebelah, yang(direncanakan oleh Ayahku) akan ku masuki.
Aku tidak bisa protes.

Walaupun Vanilla yang berumur 5 tahun sangat ingin menari dan menampilkan apa yang sudah dia pelajari selama beberapa hari.
Tapi Vanilla kecil hanya diam menggerutu di dalam hati.
Karena, apabila titah dari Ayah sudah turun, tidak ada seorang pun mampu merubah keputusannya.

Aku pun harus rela membiarkan kostum menari ku dikembalikan tanpa sempat di pakai, di saat yang bersamaan ketika aku mengambil dokumen kelulusan ku dari tk.
Stoking, si benda aneh itu pun hanya mendekam di lemari tanpa pernah aku pakai lagi setelah aku pernah mencobanya sekali.

Di waktu lain, aku juga merasa ingatanku juga kembali pada saat aku berumur 4 tahun.

Aku ingat, aku sedang berada di rumah nenek(dari ibu)ku.

Aku berkumpul dengan 3 orang sepupu laki-laki ku, di lorong depan pintu masuk, sebelum masuk ke dalam ruangan utama.

Ka Mahdi, yang lebih tua dariku 2 tahun.
Madha, yang seumuran denganku.
Dan Putra, yang lebih muda dariku 1 tahun.

Saat kami sedang asik bermain, tiba-tiba saja Ka Mahdi dan Madha berkelahi. Aku juga tidak ingat apa pemicunya.
Aku dan Putra hanya diam menonton perkelahian itu tanpa melakukan apa-apa.

Awalnya mereka hanya perang mulut.

Dan entah kapan dimulainya, tau-tau Madha yang saat itu masih berumur 4 tahun, menghantam kan kepala Ka Mahdi ke dinding rumah nenek dengan keras.

Ka Mahdi terkulai lemas, dengan darah mengalir dari kepalanya.

Hantaman keras dan cairan merah yang mengalir dari kepala Ka Mahdi itu lalu menyadarkan aku. Dan membuatku berlari untuk melaporkan kejadian itu kepada siapapun orang dewasa pertama yang aku temui di dalam ruangan utama rumah kayu besar itu.

Aku tidak pernah tahu, kapan sebenarnya otak ku mulai benar-benar merekam segala hal yang aku lalui dalam hidupku.

Aku juga tidak pernah tahu, sistem apa yang otak ku miliki untuk mem filter dan memilih, ingatan mana yang perlu dihapus, dan ingatan mana yang perlu disimpan.

Karena potongan-potongan memori yang terlintas di kepalaku tidak pernah benar-benar utuh.

Dan sebenarnya, kalau aku disuruh memilih, ingatan mana yang paling aku ingin ingat.
Jawabannya adalah : ingatan saat aku belum lahir ke dunia, dan masih menjadi satu dengan tubuh ibuku. Aku ingin dengar suaranya. Dan aku ingin rekam itu, dan memutar nya di saat-saat terendah ku dalam hidup setelah aku dewasa. Saat dimana aku merasa mengakhiri hidup adalah satu-satunya jalan keluar untuk ku.

Dan kalau aku disuruh memilih, ingatan mana yang paling aku ingin hapus.
Jawabannya adalah : ingatan saat aku melihat teman sebangku yang menemaniku selama 3 tahun di sekolah dasar, Cahaya, di limpahi kasih sayang yang sangat berlebihan oleh ibunya. Sedangkan aku di sampingnya hanya melongo. Mencibir di dalam hati tentang betapa manjanya Cahaya, dan betapa dia sangat bergantung pada ibunya. Membandingkannya dengan diriku yang sudah mengurus diriku sendiri dari sejak bangun tidur sampai aku berangkat tidur lagi.

Yang tanpa aku ketahui, sebenarnya hanya lah wujud rasa cemburu dan rasa iri ku kepadanya saat itu.
Diubah oleh beanilla93 30-01-2018 16:11
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.