Kaskus

Story

bomtwoAvatar border
TS
bomtwo
Life Always Spinning
Quote:

Quote:

Quote:


Spoiler for Rules:


PROLOG

Perkenalkan nama gw Een (umur 27 tahun sekarang) cowok tulen dan gak melambai (catat), gw berasal dan asli dari sebuah Kota yg menjadi Ibukota provinsi di Pulau Kalimantan. Gw anak ke 2 dari 3 bersaudara, kakak gw cowok dan jarak umur kami terpaut hampir 10 tahun, sedangkan adik gw cewek terpaut 3 tahun dgn gw. Kata orang gw ini anak pungut, itu di karenakan muka gw dgn kakak dan adik gw yg jauh banget bedanya karena kakak gw ganteng dan tinggi sedangkan adik gw cantik dan mungil, apalagi Mama gw juga cantik jdi semakin kentara klo gw ini terkesan anak pungut.

Gw di takdirkan sebagai cowok yg mempunyai berat badan berlebih a.k.a padat berisi (bilang aja gendut) di tambah tinggi badan gw yg cuma 167cm berasa banget gw kayak kingkong, tapi gw gak masalah karena walaupun gw gendut bagi orang gendut gw itu beda karena tubuh gw yg padat gak melar air doank seperti orang gendut kebanyakan...

Cerita ini akan berawal saat gw masuk SMA ditahun 2004, masa di mana gw mengenal cinta, konflik anak muda dan yg pasti konflik kehidupan gw sendiri.


Spoiler for Q & A:


Spoiler for Mulustrasi:


Spoiler for Side Story:


Spoiler for Index:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pacar Een sampai lulus SMA
Diubah oleh bomtwo 10-05-2018 03:27
tien212700Avatar border
samsung66Avatar border
pulaukapokAvatar border
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
9
291.2K
2.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.3KAnggota
Tampilkan semua post
bomtwoAvatar border
TS
bomtwo
#1402
Part 39


Dulu gw menduakan Mela dengan Sonya karena mulai berkurangnya perhatian yg dia berikan kepada gw dan salah satu penyebab nya adalah adanya sosok lelaki lain yg hadir di hidupnya.

Gw pun dengan lapang dada akhirnya merelakan Mela untuk bersama lelaki tersebut karena di satu sisi gw juga sudah memiliki Sonya dan kami pun sepakat untuk melupakan semua hal buruk di masa lalu dan memulai lembaran baru sebagai sahabat.

Tapi apa yg gw lihat dengan mata kepala gw sendiri malam ini, sukses membuka memori kelam yg sudah bisa gw lupakan secara utuh. Memori yg membuat hati gw terluka begitu dalam melebihi ketika gw menjadi seorang secret admirer saat smp dulu.

Gw berdiri di hadapan mereka, sang lelaki pun perlahan turun dari motor sportnya dan mencoba mendekat ke arah gw yg berjarak gak lebih dari 1 meter dari mereka. Saat jarak kami tinggal menyisakan 2-3 langkah lagi gw pun menjatuhkan helm full face yg ada di tangan kanan gw.


Quote:


"Bukkkk,,, Bukkkk,,, Bukkk"

Pukulan demi pukulan, tendangan dan injakan gw ke arah muka dan seluruh bagian tubuh Andryan sukses membuat dirinya terkapar tak berdaya di aspal jalan sepi ini. Si cewe pun menangis histeris ketika melihat kondisi Andryan tapi gak gw hiraukan karena saat ini emosi sudah menguasai seluruh bagian di dalam hati gw.

Saat gw masih menghujani Andryan dengan pukulan, tiba2 saja badan gw serasa ada yg menubruk dari belakang dan terasa ada yg menonjol di punggung gw. Ternyata si cewe, pacarnya Andryan memeluk gw dengan tangisnya yg semakin menjadi dan seketika membuat gw menghentikan pukulan kepada Andryan.


Quote:


Sebatang rokok pun gw bakar lalu gw hisap dalam2 dan menghembuskan asapnya ke udara sekedar untuk menenangkan perasaan. Hape di saku celana gw ambil kemudian membuka daftar kontak yg ada di hape gw dan di lanjut dengan gw menelpon seseorang.


Quote:


Gw sudah siap dengan segala konsekuensinya akibat penganiayaan yg gw lakukan terhadap Andryan. Maka dari itu gw pun menyuruh Alan buat hubungi Bang Teddy, pengacara keluarga besar Kakek dan Ayah gw.

Tapi karena gw gak ingin seluruh keluarga besar gw tau apalagi Mama gw, mau gak mau deposito yg selama ini di berikan oleh Kakek kepada seluruh cucu2nya melalui Ka Sisi akan gw gunakan untuk membayar jasa Bang Teddy. Paling tidak jika urusan ini nanti sampai ke pihak kepolisian, gw bisa diurus agar di tangguhkan penahanan nya sambil nanti mencari jalan keluar terbaik.

Nampak beberapa orang yg lewat di jalan ini berhenti lalu menghampiri Andryan yg terkapar dan cewenya yg masih saja menangis sambil memeluk Andryan. Mereka pun menyarankan agar Andryan di bawa ke rumah sakit tapi di tolak si cewe karena sebentar lagi ortunya Andryan akan sampai. Orang2 tersebut lalu mengangkat tubuh Andryan dan merebahkan nya di sebuah emperan toko yg sudah tutup.

Salah satu dari mereka pun memandang ke arah gw yg sekarang sedang duduk di atas si macan sambil menghisap rokok entah batang yg keberapa. Nampak cewenya Andryan berbicara kepada orang2 tersebut lalu 2 orang dari mereka mendekat ke arah gw.


Quote:


10 menit kemudian..

Sebuah mobil sedan coyolla berhenti tepat di depan toko dan seorang Ibu2 seumuran Mama gw keluar dari kursi penumpang di dampingi seorang bapak2 yg nampaknya sopir Ibu tersebut.

Beliau kemudian berteriak ketika melihat kondisi anaknya yg babak belur bersimbah darah akibat perbuatan gw.

Tak berselang lama sebuah mobil ambulans datang, lalu 2 orang perawat mengeluarkan ambulance stretcher dan memindahkan Andryan ke dalam ambulans tersebut. Ibu Andryan pun masuk ke kursi pengemudi mobilnya bersama cewenya Andryan. Sedangkan bapak sopir mengendarai motor sport milik Andryan.

Sebelum si bapak sopir menyusul mereka, beliau menghampiri gw terlebih dahulu.


Quote:


Setelah menunggu ±5 menit, terlihat sebuah mobil homda sity yg gw kenali betul mendekat ke arah gw. Mobil pun berhenti tepat di depan si macan gw parkir kan. Dari dalam mobil keluarlah Alan, Bang Teddy dan ada satu lagi, seseorang yg gak gw harapkan kehadiran nya saat ini dan seketika bulu kuduk gw merinding ketika tatapan tajam matanya mengarah kepada gw.


Quote:


Saat gw dan Ka Sisi masih berpelukan, terlihat Bang Teddy dan Alan sedang berbicara dengan bapak sopir dari keluarga Andryan.

Setelah selesai berbicara, Bang Teddy dan Alan pun menghampiri gw dan Ka Sisi yg sudah melepaskan pelukan masing2.


Quote:



¥¥-*-¥¥



Kami semua sudah sampai di rumah sakit di mana Andryan sekarang di rawat. Setelah mengetahui Andryan berada di ruang UGD kami pun segera menuju kesana.

Sesampainya di UGD nampak Ibu dan cewenya Andryan sedang duduk di ruang tunggu sambil menunggu kabar dari dokter soal kondisi Andryan.

Perlahan, gw melangkah kan kaki menuju arah di mana Ibunya Andryan sedang duduk, menangis dan harap2 cemas akan kondisi anaknya.

Hati gw terenyuh melihat pemandangan ini, karena sosok beliau langsung mengingatkan gw kepada Mama yg mungkin saja sekarang sedang cemas karena gw belum pulang dan kasih kabar.

Penyesalan gw sudah mencapai puncak, air mata gw pun tumpah kembali, kebodohan yg gw lakukan malam ini bisa saja membuat seorang Ibu kehilangan anaknya dan itu hanya karena gw yg teguh memegang janji yg pernah gw ucapkan kepada Andryan saat gw melepaskan Mela kepadanya.


Quote:


Gw dan Ibu nya Andryan kini berjalan beriringan menuju keluar rumah sakit setelah sebelumnya meminta Alan, Ka Sisi dan Bang Teddy untuk menunggu kabar kondisinya Andryan.

Kami pun kini berada di kafetaria rumah sakit, duduk berdua saling berhadapan. Diantara kami masih belum ada yg berbicara sampai minuman yg kami pesan datang lalu beliau pun memulai pembicaraan.


Quote:



¥¥-*-¥¥



Hari ini gw berangkat ke sekolah dengan perasaan yg masih mengawang - awang sebab belum ada kejelasan akan kelanjutan dari kasus yg gw alami. Gw pun mempercayakan semua urusan tersebut kepada Bang Teddy dan menyuruh Alan dan Ka Sisi untuk gak cerita ke siapa2 perihal ini semua termasuk ke seluruh keluarga besar gw.

Selama perjalanan ke sekolah gw gak ajak ngobrol Sonya sama sekali karena mood gw bener2 gak bagus. Sonya pun sepertinya mengerti akan keengganan gw buat berbicara dan lebih memilih diam sambil tangan kanan nya erat memeluk pinggang gw.

Sesampainya di sekolah dan markirin si macan gw pun langsung menuju ke kantin tanpa menaruh tas terlebih dahulu di dalam kelas. Berbeda dengan Sonya yg lebih memilih ke kelasnya untuk barengan sama Mela dan Ifa ke kantin nanti.

Sampai di kantin sudah ada Tian dan Jay yg lagi asik sarapan nasi kuning, mereka pun melambaikan tangan menyuruh gw untuk segera bergabung bersama mereka berdua. Setelah memesan susu hangat tanpa gula dan sebotol air mineral gw pun duduk semeja dengan mereka.

Gak ada obrolan dari mereka yg gw tanggapi berlebihan, sekenanya saja sampai pada akhirnya Tian memberikan kode kepada gw untuk melihat ke belakang dan tepat di belakang gw sekarang ada Mela, Sonya dan Ifa yg sedang menatap gw dengan amarah dan rasa benci.


Quote:


Gw duduk kembali di meja dan gabung sama sahabat gw. Kami pun ngobrol tentang kejadian kemarin malam. Mereka pun semangatin gw dan mendukung apa yg udah gw lakuin. Beginilah kalo sahabat cowo, mereka mikirnya pake logika dan fakta bukan perasaan semata.

Asik ngobrol tiba2 aja hape gw bunyi menandakan adanya incoming call. Melihat nama yg tertera di layar langsung gw angkat telpon tanpa berlama-lama.


Quote:
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.