Kaskus

Hobby

akuu.bellaAvatar border
TS
akuu.bella
Anak Indigo Interdimensional di Bulan Ramadhan (2017)
Saya perempuan berusia 18 belas tahun. Rasanya hidup menjadi seperti ini banyak pro dan kontra. Tetapi dibalik itu semua saya hanya ingin mesyukuri apa yang ada. Banyak yang bilang jika orang seperti saya adalah orang yang dirasuki roh leluhur ataupun jin. Wallahualam, saya sudah melalui ruqyah syar’I bahkan pergi keorang pintar tetapi tetap masih bisa melihat. Sudah banyak eksperimen yang saya dan keluarga lakukan untuk menutup kemampuan saya tapi semuanya seolah sia – sia. Menurut pandangan psikiater saya adalah indigo interdimensionalis. Akhirnya saya memilih untuk menerima diri saya apa adanya. Bukannya Tuhan selalu punya maksud atas segala penciptannya? Pada kenyataannya ada saja orang yang minta bantuan saya dan Alhamdulillah saya bisa membantu penyakit non medisnya. Banyak yang bertanya kepada saya. Apa setan dibulan ramadhan itu dibelenggu? Jawabannya iya tapi tidak semuanya. Karena sebagian makhluk haluspun memiliki agama keyakinan. Diantara mereka banyak juga yang menyembah Allah. Menurut Ibnu Khuzaimah rahimahullahu yang dibelenggu adalah raja jin atau biasa disebut maradatul jin. Jin yang dibelenggu contohnya adalah jin penyebar gossip, jin pembawa sifat was was, jin perusak rumah tangga dan masih banyak lagi. Jin yang dibelenggu adalah jin sifatnya negative, suka menghasut manusia untuk bertindak maksiat. Yang diikat hanya bagian leher dan tangan namun kaki dan lidahnya masih berfungsi. Itu sebabnya terkadang manusia masih suka saja melakukan maksiat selain datang dari hawa nafsunya. Memang saya tidak melihat bagaimana keadaan mereka dibelenggu, yang saya lihat hanya tubuh mereka banyak dikepung asap abu – abu yang pekat. Saya tidak tau apa ada rantai yang mengikat tubuh mereka, yang jelas tubuh mereka dikepung asap abu – abu. Lain lagi dengan jin yang menyembah Allah. Saya melihat banyak laki – laki bersorban yang wajahnya ditutupi cahaya memenuhi masjid kebetulan rumah saya dekat masjid. Banyak juga sosok perempuan yang wajahnya sangat terang membawa mukena. Kali ini masjid lebih ramai dari biasanya. Telinga saya banyak mendengar orang ramai – ramai bersholawat bahkan mengaji. Setelah saya cari sumber suara bukan berasal dari TV, CD ataupun radio melainkan dari gerumbulan orang yang duduk bersila diruang tamu saya. Masyallah, mereka yang diciptakan dari api saja sangat mencintai Allah sementara kita manusia makhluk yang mulia sering kali memperlakukan bulan ramadhan seperti bulan biasa. Ini sedikit cerita dari saya. Saya bingung mau cerita kesiapa lagi dependem sendiri juga ga enk, makanya bikin thread kaya Gini hehehe



1. ( mimpi bertemu Allah S.W.T dan Nabi Muhammad S.A.W)
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...138b4567/126/-

2. (Antara Indigo dan Gift)
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...778b4570/130/-

3. (Jin penglaris)
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...648b4567/141/-

4. (Keresahan di kampus)
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...7c8b4567/142/-

5. (manusia berkepala babi)
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...5e8b4567/153/-

6. (Di culik saat raga sukma ( ASTRAL PROJECTION ) )
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...3e8b4567/154/-

7. (Susuk tusuk konde Noni Belanda )
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...5e8b4567/158/-
Diubah oleh akuu.bella 01-12-2017 19:11
1
30.5K
173
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Supranatural
Supranatural
KASKUS Official
15.9KThread14.3KAnggota
Tampilkan semua post
akuu.bellaAvatar border
TS
akuu.bella
#129
Antara Indigo dan Gift

Zaman sekarang makin modern tetapi semakin banyak juga orang yang mempercayai kekuatan gaib bahkan rela belajar. Indigo dan gift itu berbeda. Indigo cenderung lebih kegaris tangan dan sukar dihilangkan karena ibaratnya sudah digariskan sementara gift diperuntukan untuk orang yang mencari ‘ilmu’. Saya tidak menyalahkan orang yang mencari ‘ilmu’, mungkin ada yang bertujuan untuk membentengi diri ada juga yang ingin dianggap hebat. Tidak semua yang belajar ‘ngilmu’ itu berhasil malah banyak yang berujung pada penyakit jiwa karena tidak kuat. Lebih baik jangan coba – coba memasuki dunia yang tidak seharusnya. Carilah ilmu yang sewajarnya saja, untuk membentengi diri cukup percaya pada kekuatan Tuhan saja.


Tempo hari saya menangani kasus orang yang belajar ngilmu, saya tidak menyalahkan beliau. Coba kita balik lagi kemasa lalu, dimana masih ada zaman penjajahan, bahkan ilmu agama serta segala aturan agama belum seluruhnya masuk ke Indonesia. Jadi segala yang hak dan bathil masih sangat simpang siur. Perang pakai senjata rasanya sangat sulit untuk rakyat pada masa itu, lalu banyak yang beralih pada kekuatan gaib. Kalau dari konteks ilmu kesehatan puasa mutih bagus untuk kesehatan. Tapi ketika puasa yang dijalankan untuk tujuan ritual sambil membaca ayat tertentu akan mendatangkan makhluk dan kekuatan tertentu. Biasanya makhluk yang hadir juga beraliran putih. Beliau menggunakan ilmu itu untuk membentengi diri, saya lupa istilahnya apa jadi semacam tenaga dalam. Jika beliau menghentakkan tangannya orang bisa terpental. Melatih ilmu tenaga dalam bisa dari system pernafasan cuma instannya adalah sengaja memasukan makhluk. Ketika puasa tubuh kita kosong nah pada saat itu makhluk semakin mudah untuk menyatu pada badan kita.


Biasanya orang yang mencari ‘ilmu’ punya pantangan tertentu bahkan ada syarat. Ada orang yang semisalnya abis mengobati harus makan apel, harus minum kopi dll. Berbeda dengan indigo yang tidak memiliki pantangan apapun, bahkan banyak orang yang heran dengan saya yang suka makan ini itu. Padahal mereka bilang harusnya saya tidak suka daging, harusnya saya suka singkong bukan nasi. Tetapi pernyataan mereka tidak ada yang benar, bahkan ada dari mereka yang bilang jika saya dibacakan surat Al-Baqarah saya akan gila. Tapi saya suka tadarus dan baca surat Al-Baqarah dan Allah belum berkehendak mengambil apa yang saya punya. Kemudian ada persepesi baru lagi, mereka bilang makhluk yang dibadan saya sangat tua dan hebat jadi tidak luntur dengan apa – apa. Wallahualam yang penting saya memanfaatkan apa yang saya punya untuk kebaikan, dan saya percaya jika memang ada orang yang sembuh datangnya karena Allah berkehendak baik melalui ayat2 yang saya baca.

Balik lagi ketopik beliau, semakin bertambahnya umur semakin rekat juga makhluk yang ada dibadan beliau. Beliau sudah sangat tua dan beliau menunggu untuk dipanggil yang kuasa. Tetapi beliau sendiri bingung bagaimana karena ada makhluk yang merekat dalam tubuhnya. Dibacakan ayat tertentu juga tidak hilang karena yang didalamnya juga muslim. Cara menghilangkannya dengan diajak diskusi. Ketika ditarik sakitnya pasti luar biasa karena yang saya lihat makhluk itu sudah melekat pada kulit, tulang dan daging. Biasanya jin hanya mengalir pada darah tetapi ini tidak. Bisa dibayangkan sakitnya seperti kulit dikupas. Tiga hari berturut – turut saya mencoba menghabisi semua yang menempel. Semakin makhluk itu hilang, semakin lemah juga kondisi beliau. Yang buruk yang pernah saya temui adalah ketika semua pendamping hilang dari tubuh seseorang, seseorang itu bisa langsung lewat. Karena sebenarnya yang menopang tubuhnya selama ini adalah makhluk dibadannya. Peristiwa itu mengingatkan saya akan diri saya. Bagaimana masa tua saya nanti? Apa dengan adanya sesuatu dibadan saya menghambat perjalanan saya untuk pulang? Sementara saya tidak pernah ‘belajar ngilmu’ bahkan meminta. Bagaimana pertanggung jawaban saya nanti? Apa ada makhluk juga yang merekat pada tubuh saya? Saya bisa melihat apa yang ada diorang lain tetapi saya tidak bisa melihat apa yang ada pada diri saya. Sekian kerisauan hati saya hehehe kurang lebihnya mohon maaf, wasalam emoticon-Big Grin








0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.