Quote:
Original Posted By rossdeleon►
wiki? no.. ane pakai Dan Cruickshank, BBC.
https://en.wikipedia.org/wiki/Dan_Cruickshank
dalam salah satu dokumenternya ia memperlihatkan fondasi dari taj mahal kedua dan beberapa dokumen lokal tentang usaha sang Shah untuk membuat mausoleum bagi dirinya. tentu ini sangat logis. penguasa mana yang membuat mausoleum untuk istrinya tetapi kelupaan untuk membuat satu unuk dirinya sendiri?
faktanya, Mughal dan Timurid merupakan penguasa yang memang senang membuat mausoleum untuk keluarganya. dan tentu penguasa selalu punya satu untuk dirinya sendiri.
untuk istri Timur yang sayangnya hancur karena gempa bumi dan neglect
https://en.wikipedia.org/wiki/Saray_Mulk_Khanum
untuk Timur sendiri dan anak laki-lakinya
https://en.wikipedia.org/wiki/Gur-e-Amir
untuk Babur cucu Timur dan pendiri Mughal kita punya
https://en.wikipedia.org/wiki/Gardens_of_Babur
lalu mausoleum penguasa mughal lainnya yang terkenal
https://en.wikipedia.org/wiki/Humayun%27s_Tomb
tentu ada yang bilang kalau
Humayun tomb ternyata isinya sang penguasa beserta istri dan anak-anaknya. ya benar. tetapi hal tersebut karena memang sedari awal disetujui demikian. untuk kasus Taj Mahal mengikuti Gur e Amir atau Saray Mulk Khanum tomb dimana satu kompleks mausoleum tersebut ditujukan untuk keluarga yang spesifik, entah penguasa dan anak laki-laki atau istri/ ratu.
yang pasti Humayun tomb sebagai yang lebih tua secara arsitektur sudah terlihat mirip dengan Taj Mahal. nah apa ada yang mau bertanya apakah di bawah Humayun tomb ada kuil agama lain yang diratakan atau diaku-aku oleh Mughal?
2. logika saja. kalau anda mau membuat bangunan tentu akan dipilih tempat yang paling baik dan startegis, sebisa mungkin indah dan nyaman. karena itu tempat-tempat tersebut bisa dibilang premium dan eksklustif. tempat demikian selalu menjadi rebutan karena itu sangat mungkin digunakan kembali ketika sudah menjadi ruin atau neglect karena peperangan, dsb-nya.
demikian pula bahan bangunan lama hampir selalu digunakan kembali bagi bangunan baru. hal ini tidaklah mengherankan, di mesir banyak batuan piramid yang diambil dan digunakan untuk berbagai konstruksi romawi. demikian juga zigurat yang bebatuannya digunakan oleh penduduk dan penguasa dalam berbagai proyek pembangunan.
kembali ke soal lokasi sangat mungkin di situs Taj Mahal ada situs yang lebih kuno sebelum ditutupi di atasnya oleh Taj Mahal. tetapi di seluruh peradaban hal ini adalah lumrah. sebagai contoh banyak kuil katolik Roma yang berdiri di atas kuil pagan dewa-dewa yunani-romawi. cek situs di bawah kalau anda denial bahwa agama X juga melakukan hal yang sama :
https://en.wikipedia.org/wiki/Christianized_sites
ane kita situ perlu berimbang dalam memberikan opini.
Maaf, dokumentasi sejarah Badshahnama (Chronicle of Shah Jahan) ini kurang jelas apa lagi ?
Badshahnama (Chronicle of Shah Jahan) ditulis oleh sejarawan dari kaisar Mugal sendiri yang bernama Mullah Abdul Hamid Lahori.
Menyebutkan bahwa,
"Istana dari Raja Mansingh yang mana dimiliki oleh cucunya yang bernama Raja Jaisingh, telah dipilih sebagai tempat penguburan dari Ratu Mumtaz."
Yang tentunya berarti bahwa Shah Jahan tidak pernah membangun Taj Mahal, tetapi hanya diperoleh dari pemilik sebelumnya, yaitu Jaisingh.
Quote:
Badshahnama (Chronicle of Shah Jahan) proves that Taj Mahal was not built by him
Above picture is a copy of two pages from the Badshahnama, the history of Shah Jahan, the so-called builder of the Taj Mahal. This is from the Government of India’s National Archives, and available from the institutional libraries dealing with the medieval history of India.
This is supposed to have been written by the emperor’s chronicler, the Mullah Abdul Hamid Lahori. It describes the site of the Taj Mahal as being full of majestic and lush gardens just south of the city (Agra).
It goes on to say that the palace of Raja Mansingh, which was owned by his grandson Raja Jaisingh, was selected as the place for the burial of the queen Mumtaz. This means, of course, that Shah Jahan never built the Taj Mahal but only acquired it from the previous owner, who was Jaisingh.
English translation of the contents from line 21 of page 402 to line 41 on page 403 of Badshahnama is given below.
“Friday, 15th Jamadiulawal, the sacred dead body of the traveller to the kingdom of holiness Hazrat Mumtazul Zamani, who was temporarily buried, was brought, accompanied by Prince Mohammad Shah, Suja bahadur, Wazir Khan and Satiunnesa Khanam, who knew the pemperament of the deceased intimately and was well versed in view of that Queen of the Queens used to hold, was brought to the capital Akbarabad (Agra) and an order was issued that very day coins be distributed among the beggers and fakirs. The site covered with a majestic garden, to ther south of the great city (of Agra) and amidst which the building known as the palace of Raja Man Singh, at present owned by Raja Jai Singh, grandson of Man Singh, was selected for the burial of the Queen, whose abode is in heaven. Although Raja Jai Singh valued it greatly as his ancestral heritage and property, yet he agreed to part with it gratis for Emperor Shahjahan, still out of sheer scrupulousness and religious sanctity, he (Jai Singh) was granted Sharifabad in exchange of that grand palace (Ali Manzil). After the arrival of the deadbody in that great city (of Agra), next year that illustrious body of the Queen was laid to rest and the officials of the capital, according to royal order, hid the body of that pious lady from the eyes of the world and the palace so majestic (imarat-e-alishan) and capped with a dome (wa gumbaje) was turned into a sky-high lofty mausoleum”.
Apa dokumentasi sejarah di atas masih perlu diinterpertasikan lain lagi ?
Begini saja, silahkan bantah data berupa dokumentasi sejarah di atas secara langsung 'apple to apple'. Bukan dengan menggunakan perbandingan terhadap bangunan-bangunan mausoleum lainnya yang dimiliki dinasti Mughal.
Bangunan-bangunan mausoleum lainnya yang dimiliki oleh dnasti Mughal di berbagai negara lain dan di India, tidak serta-merta menunjukkan
bukti secara langsungbahwa Shah Jahan sendiri yang membangun Taj Mahal, walaupun memang secara arsitektur mausoleum tersebut memiliki kemiripan yang cukup signifikan.
Satu hal lagi, kurang berimbang apanya lagi dalam berpendapat (beropini) di thread ini ?

Bukti berupa data dokumentasi sejarah untuk memperkuat pendapat saya berasal dari sumber catatan sejarah Mughal sendiri, yang juga ditulis secara langsung oleh sejarawan kaisar Mughal. Badshahnama (Chronicle of Shah Jahan) berasal dari Arsip Nasional India dan bisa diakses melalui perpustakaan khusus sejarah jaman pertengahan India.
Quote:
Original Posted By rossdeleon►
anda hanya sekedar play victim dan tidak berusaha faktual. sekedar tunjuk pihak lain sebagai salah.
ya mbok kalau mau membahas sejarah pakailah pendekatan netral, kalau tidak ya anda bagian dari masalah, bukan solusi.
Belajar sejarah itu bukan sekedar menambah ilmu pengetahuan atau memperluas wawasan saja. Tetapi banyak juga pembelajaran dari masa lalu yang bisa dipetik agar tidak terulang kembali pada masa kini atau masa depan.
Sesuai konteks dengan pernyataan saya di atas, seperti penghancuran kuil suci Rama (tempat kelahiran Rama) di di Ayodhya, Uttar Pradesh, India utara pada masa penyerbuan Mughal pada tahun 1528, lalu mendirikan mesjid Babri di atas reruntuhan kuil tersebut. Mengakibatkan berkali-kali kerusuhan, yang terakhir pada tahun 1992 terjadi kejadian yang cukup brutal, sekitar 2.000 orang koban meninggal dunia, hampir semuanya umat Islam, sebagian diantaranya dibakar hidup-hidup.
https://en.wikipedia.org/wiki/Demoli...e_Babri_Masjid
Apakah kita meninginkan peristiwa yang sama terulang kembali pada masa sekarang atau dimasa depan ???